Anda di halaman 1dari 14

Komunikasi Terapeutik

Pada Pasien
Berkebutuhan Khusus
DISUSUN OLEH:

ALVIO RECHA DESYNITA


ANA TUTI RETNO SARI
ARFIN MAULANA WIJAYA
RAZALINA PUTRI MADANI
Komunikasi Terapeutik

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyembuhan


klien, proses yang digunakan oleh perawat memakai pendekatan yang direncanakan
secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien (Depkes RI, 1997).
Komunikasi terapeutik dengan pasien
imobilisasi

Imobilisasi adalah ketidakmampuan untuk bergerak secara bebas/aktif karena


kondisi yang mengganggu pergerakan (aktivitas), dengan tujuan mencegah
terjadinya gangguan komplikasi pergerakan. Pembatasan gerak dapat
dilakukan untuk alasan fisik, emosional, intelektual, atau sosial (Keperawatan
Ortopedik & Trauma : 120).

Imobilisasi adalah terapi utama untuk cedera jaringan lunak, tulang panjang,
ligamen, vertebra, dan sendi (Wong, 2012).
Faktor yang mempengaruhi imobilisasi Dampak fisik dan psikologis imobilisasi :

 Gaya hidup  Penurunan motivasi.

 Proses penyakit/ cedera/ ketidak mampuan  Kemunduran kemampuan dalam memecahkan masalah.

 Tingkat energi  Perubahan konsep diri.

 Usia  Ketidaksesuaian antara emosi dan situasi.

 Perasaan tidak berharga dan tidak berdaya


Jenis Imobilisasi

 Imobilisasi Fisik

 Imobilisasi Intelektual

 Imobilisasi Emosional

 Imobilisasi Sosial
Teknik Komunikasi Terapeutik dengan Pasien Imobilisasi

1. Menyiptakan suasana yang memungkinkan klien untuk mengungkapkan perasaanya.

2. Tidak mengarahkan pembicaraan ataupun memeotong pembicaraan klien

3. Mendengarkan apapun yang dikatakan klien dengan sabar

4. Mencari tahu ketakutan dan kecemasan klien. Hal tersebut dapat dilakukan dengan
menanyakan apa yang dipikirkan dan dirasakan klien mengenai keadaan penyakit dan
kesembuhannya.

5. Memberikan perhatian yang lebih pada klien dengan menanyakan kondisi atau keadaannya
secara periodik.
Disorientasi

1. Pengertian Disorientasi

 Disorientasi adalah kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yg


berkenaan dengan waktu, tempat dan orang.

 Orang sering menghubungkan disorientasi ini dengan “kebingungan”.


2. Masalah pada pasien disorientasi :
c. Presepsi
a. Berpikir
Gangguan presepsi :
Gangguan umum dalam bentuk atau proses berpikir :
 Halusinasi
 Gangguan mental
 Halusinasi auditoris
 Psikosis
 Halusinasi visual
 Berpikir autistik
 Ilusi
b. Bicara
d. Daya ingat
Gangguan bicara :
 Amnesia
 Logorrhea
 Paramnesia
 Disprosodi

 Gagap  Hipermnesia

 Kekacauan  Represi

 Letologika
Teknik Komunikasi Pada Pasien Disorientasi :
1. Bina hubungan saling percaya

2. Ingatkan pada hal-hal yang membuatnya lupa dengan memberikan catatan atau rekaman percakapan

3. Sabar mendampingi pasien dengan disorientasi

4. Bantu pasien untuk menyampaikan pikiran dan perasaanya

5. Awali kontrak dengan orang terdekat pasien

6. Dukung pasien untuk berinteraksi dengan orang lain,libatkan dalam aktivitas kelompok agar pasien bisa
mengigat sedikit-sedikit kejadian yang berulang terus seperti interaksi sosial

7. Biasakan mengucapakan nama kita,anggota keluarga pasien,sekarang berada dimana,dan kapan untuk
menguatkan ingatannya

8. Biasakan pasien untuk bertemu secara teratur atau sering dengan orang terdekat termasuk perawat.
Ventilator

1. Pengertian Ventilator

ventilator adalah suatu alat bantu mekanik yang berfungsi memberikan bantuan
napas pasien dengan cara memberikan tekanan udara positif pada paru-paru
melalui jalan nafas buatan dan menunjang fungsi pernapasan yang
normal. Ventilasi mekanik merupakan peralatan “wajib” pada unit perawatan intensif
atau ICU. ( Corwin, Elizabeth J, 2001).
Teknik dalam berkomunikasi terapeutik pada
pasien dengan pemasangan ventilator

1. Melihat secara aktif

Memusatkan perhatian secara nonverbal yang disampaikan klien. Walaupun dalam keadaan yang tidak
memungkinkan untuk berbicara,pasien masih perlu tetap berkomunikasi dengan perawat. Karena itu penting
untuk menyediakan media komunikasi seperti gambar-gambar,kartu,kertas,pulpen.Komunikasi juga
dilakukan dengan bahasa isyarat seperti gerakan tangan.

2. Sabar

Dalam berkomunikasi dengan pasien pemasangan ventilator perawat harus sabar mencerna maksud dari
perkataan pasien,karena mereka sebetulnya ingin mengutarakan pesan/maksudnya tapi terhalang oleh alat.
3. Berbagi hasil observasi dengan klien.

Berbagi hasil observasi berbeda dengan asumsi. Saat berbagi observasi, perawat menggunakan bahasa yang lebih halus
dan tidak menyinggung perasaan klien.

4. Berbagi empati

Kemampuan untuk memahami dan menerima realita seseorang,merasakan perasaan dengan tepat.

5. Berbagi harapan.

Contoh : Perawat berkata kepada klien yang murung tentang prognosisnya yang buruk “saya yakin anda akan
menemukan jalan untuk menghadapi situasi ini, karena saya melihat keberanian dan kreativitas anda sebelumnya”.

6. Berbagi perasaan.

Perawat membantu klien mengekspresikan emosi dengan melakukan observasi, mengetahui perasaan, mendorong
komunikasi, mengijinkan pengekspresian perasaan “negatif”, dan member contoh ekspresi emosional diri yang sehat
Contoh. Perawat bertanya pada pasien yang sedang murung.
7. Berbagi menggunakan sentuhan.

Sentuhan menyampaikan pesan seperti perhatian, dukungan, dorongan,kelembutan, dan perhatian


pribadi .

8. Mengklarifikasikan tujuan

Untuk memastikan telah terbentuknya pemahaman klien

9. Fokus

Diperlukan untuk memfokuskan perhatian dari unsur penting suatu pesan. Perawat menggunakan tehnik
pemfokusan untuk membimbing arah percakapan kebidang yang penting,.

10. Menyimpulkan.

Memberikan kepuasan pada akhir percakapan dan sangat berguna pada fase terminasi dari hubungan
perawat dan klien. Menyimpulkan adalah tinjauan singkat dari aspek penting suatu interaksi untuk
menentukan kepastian.
TERIMAKASIH
