Anda di halaman 1dari 19

PENILAIAN KINERJA DOKTER

DALAM SNARS 2018

4/16/2019 1
Monitoring dan Evaluasi Anggota STAF MEDIS
Standar KKS 11

• Rumah sakit melaksanakan proses yang


seragam untuk melaksanakan evaluasi
mutu dan keselamatan asuhan pasien
yang diberikan oleh setiap anggota staf
medis.

4/16/2019 2
MAKSUD DAN TUJUAN
MONITORING DAN EVALUASI STAF MEDIS
1. Ada proses terstandar, minimal setahun
sekali, data per dokter yang relevan direview
oleh kepala unit kerja/panitia tertentu.
2. Tujuan review  RS dapat mengidentifikasi
kecenderungan praktek professional yang
berdampak pd kualitas dan keselamatan
pasien

4/16/2019 3
MENGAPA PRAKTIK PROFESIONAL PERLU DIEVALUASI
UURS pasal 29 KEWAJIBAN RS
• b. memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi,
dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan
standar pelayanan Rumah Sakit;
• g. membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien;

UU RS PASAL 46
• Rumah Sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua
kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan di Rumah Sakit.

4/16/2019 4
• Direktur RS harus tahu kemampuan
dokter yang bekerja di RS: 
mengeluarkan clinical appointment/Surat
Penugasan Klinik dan delineation of clinical
priviledge/Rincian Kewenangan Klinik

4/16/2019 5
Elemen Penilaian Monitoring dan Evaluasi
Berkelanjutan Anggota Staf Medis

1. Ada regulasi penilaian kinerja untuk evaluasi mutu praktik


profesional berkelanjutan, etik, dan disiplin staf medis. (lihat
juga TKRS 11 EP 2 dan TKRS 12 EP 1)
2. Ada bukti monitoring dan evaluasi mutu praktik profesional
berkelanjutan, etik, dan disiplin staf medis untuk
peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
3. Data dan informasi hasil pelayanan klinis dari staf klinis di-
review secara objektif dan berdasar atas bukti, jika ada
dilakukan benchmarking dengan pihak eksternal rumah sakit.

4/16/2019 6
4. Data dan informasi berasal dari proses monitoring
dikaji sekurang-kurangnya setiap 12 bulan oleh kepala
unit layanan, ketua kelompok staf medis, subkomite
mutu, manajer pelayanan medis. Hasil, simpulan, dan
tindakan yang dilakukan didokumentasikan di dalam
file kredensial staf medis atau dokumen lain yang
relevan.
5. Bila ada temuan yang berdampak pada pemberian
kewenangan staf klinis, ada proses untuk tindak lanjut
terhadap temuan dan tindakan tersebut

4/16/2019 7
MENETAPKAN KERANGKA KINERJA STAF
MEDIS

• Membangun kompetensi dokter melalui data


• Membantu menciptakan pendekatan yang konsisten
dan adil untuk mengevaluasi dokter
• Membantu menciptakan pendekatan yang fair dan
konsisten untuk mengevaluasi staf medis,
menetapkan harapan dan pengukuran kinerja
• Membantu staf medis terus bertanggung jawab
atas kinerja mereka

4/16/2019 8
EVALUASI PRAKTIK PROFESIONAL
(PROFESSIONAL PRACTICE EVALUATION)

1. Evaluasi Praktik Professional Berkelanjutan (On


going Professional Practice Evaluation/OPPE)

2. Evaluasi Praktik Professional Terfokus


(Focused Professional Practice Evaluation/FPPE)

4/16/2019 9
FPPE DAN OPPE
HARUS DITETAPKAN DENGAN JELAS:
• Alat Ukur Yg Dipakai
• Siapa Yang Melakukan Review
• Indikators/Triggers/Isu
• Proses Penilaiannya
• Hasil Digunakan Untuk Kredensialing
• Penerapan FPPE/OPPE Untuk Seluruh
Kewenangan Klinis

4/16/2019 10
Kriteria evaluasi praktik professional
berkelanjutan
• Review terhadap prosedur-prosedur
operatif dan klinis lain serta hasilnya Informasi bisa didapat
• Pola Penggunaan darah/Obat dari :
• Pola Permintaan  Grafik review berkala
tes/prosedur/Tindakan
• Length of stay  Observasi langsung
• Data Morbiditas dan mortalitas  Monitoring terhadap
• Jumlah kasus yang dikonsulkan/dirujuk teknik diagnostik dan
ke spesialis lain pengobatan
 Monitoring kualitas
klinis
 Diskusi/survei dg
sejawat/staf lainnya.
4/16/2019 11
KRITERIA OPPE
(TERMASUK NAMUN TIDAK TERBATAS PADA)

1. Review terhadap operasi dan prosedur klinis


lainnya dan hasilnya  audit medis/klinis
2. Pola penggunaan darah dan obat-obatan.
3. Permintaan pemeriksaan test dan prosedur
4. Pola lamanya dirawat (length of stay)
5. Data morbiditas dan mortalitas
6. Praktek konsultasi dan spesialis
7. Kriteria relevan lainnya seperti ditentukan oleh
rumah sakit.
4/16/2019 12
Informasi bisa didapat dari :
 Grafik review berkala:
 Jumlah pasien rawat inap/rawat jalan
 Jumlah operasi/prosedur
 Observasi langsung: kepatuhan terhadap
kebijakan/SPO contoh di SKP, output asuhan
medis.
 Monitoring terhadap teknik diagnostik dan
pengobatan: sesuai dengan PPK/CP
 Monitoring kualitas klinis: outcome dan
komplikasi
 Diskusi/survei dg sejawat/staf lainnya:

4/16/2019 14
Evaluasi Praktik Professional Berkelanjutan (On
going Professional Practice Evaluation/OPPE)

• Maksud dan tujuan OPPE adalah sebagai


sarana mengevaluasi kinerja professional
secara berkelanjutan untuk tiga alasan:
– 1) sebagai bagian dari upaya untuk memantau
kompetensi profesional
– 2) untuk mengidentifikasi area guna kemungkinan
peningkatan kinerja
– 3) untuk menggunakan data obyektif dalam
keputusan mengenai kelanjutan kewenangan
klinik

4/16/2019 15
FPPE and OPPE Membutuhkan kolaborasi dari

• Direktur medis
• Komite Medis:
– Sub komite etik dan disiplin
– Sub komite mutu rofesi
– Sub komite kredensial
• Mitra bestari
• Ketua Kelompok staf medis
• Staf Medis/staf klinis terkait
• Staf IT

4/16/2019 16
METODA EVALUASI KINERJA INDIVIDU
1. Kualitatif
2. Kuantitatif

1. OBJEKTIF: DATA
2. SUBJEKTIF: PERSEPSI

4/16/2019 17
Contoh Format data OPPE
Nama Dokter: …………………………………………………..
DIAGN JML SAM LOS LOS POLA POLA TES MOR HAIs
OSIS KAS PEL RATA OBAT TALIT (ILO)
US RATA Y
RATE
YA TDK YA TDK

1
2
3
4
5
4/16/2019 18
4/16/2019 19
TERIMA KASIH

4/16/2019 20