Anda di halaman 1dari 8

Asfiksia

Asfiksia
Asfiksia adalaha suatu keadan yang ditandai dengan
terjadinya ganguan pertukaran udara pernafasan,
mengakibatkan O2 darah berkurang (hipoksia) disertai
dengan peningkatan CO2 (hiperkapneu). Dengan
demikian organ tubuh mengalami kekurangna O2
(hipoksia hipoksik ) dan terjadi kematian.

Boediyanto,1997
Sesungguhnya pemakaian kata asfiksia tidaklah , tepat istilah
yang tepat secara teminologi kedokteran ialah anoksia.

Anoksia ialah kegagalan O2 mencapai sel-sel tubuh.


Macam-macam anoksia :
a. Anoxic anoxia
O2 tidak cukup/tidak dapat masuk aliran darah.
b. Stagnan circulatory anoxia
Gangguan sirkulasi darah
c. Anemic anoxia
Darah tidak mampu mengangkut O2 yang cukup.
Hoediyanto, 2010
d. Histotoxic tisue anoxia
Sel tidak dapat menggunakan O2

Dapat disebabkan faktor-faktor berikut:


a. Extra celluler
Gangguan sistim enzim oksigen,ex: keracunan barbiturat
b. Intra celluler
Penurunan permeabilitas sel membran, ex: pemberian obat
anastesi
C . Metabolit
Sisa-sisa metabolisme tidak dapat dibuang, ex: keracunan CO2
d. Substrat
Kurang bahan metabolisme, ex: hipoglikemia
Hoediyanto, 2010
Dari segi etiologi asfiksia dapat disebabkan oleh berikut:
1. Penyebab alamiah
Penyumbatan saluran pernafasan, ex: laringitis difteri
2. Trauma mekanik
Trauma, ex: trauma yang mengakibatkan emboli vena
3. Keracunan
Bahan menimbulkan depresi pusat pernafasan,ex:
barbiturat

Boediyanto,1997
4 fase gejala asfiksia:
1. Fase dispnue
Perangsangan medula oblongata sehingga terjadi
peningkatan pada frekuensi nafas, nadi dan tekanan
darah. Disertai tanda sianosis
2. Fase konfulsi
Terjadi kejang klonik, lalu tonik, skhirnya timbul
spase otot.
3. Fase apneu
Pernafasan melemah dan dapat berhenti
4. Fase akhir
Paralisis pusat pernafasan yg lengkap.