Anda di halaman 1dari 13

Kelompok I

Kasus
Pada tanggal 23 oktober 2015 ada kasus pasien yang cukup membuat
saya prihatin, karena terjadi medication error akibat kelalaian sejawat kita
APOTEKER.
Kasusnya sebagai berikut : Seorang pasien perempuan umur 54 tahun
masuk rumah sakit karena tidak sadar dan kaki bengkak. Setelah dilakukan
pemeriksaan lab ternyata GDS =21mg/dl. Untuk tindakan emergency diberikan
injeksi bolus D40% 2fl, kondisi pasien membaik.
Tanggal 24 oktober 2015 dilakukan rekonsiliasi obat dengan hasil
sebagai berikut: riwayat menggunakan obat pamol 3x500 mg, prednison 1x8
tab, metill fredsmission 2x4 mg, vitamin B complek 3x1, dapson 1x100 mg,
clovazimin 1x50 mg. Pasien masih mengeluhkan nyeri kaki lalu pergi ke
apotek, dan oleh petugas apotek disarankan untuk cek gula darah, dan asam urat
dan hasilnya katanya diatas normal. Oleh Petugas apotek pasien diberi obat
dexametason 3x0,5 mg, phenilbutason 3x400mg allopurinol 3x100mg,
glimepirid 1x2 mg, metformin 1x500mg. Setelah diminum 2 hari GDS drop
jadi 21 mg/dl, dan pasien tidak sadar.
Kesalahan yang teman sejawat kita lakukan adalah
1. Dia telah melakukan diagnosis dan pengobatan yang secara
undang-undang bukan kewenangan apoteker
2. Karena bukan kompetensinya telah menyebabkan orang lain celaka
(bahkan hampir merenggut nyawa)
3. Tidak menggali riwayat obat pasien sebelumnya termasuk menilai
kondisi kesehatan pasien. Efek hiperglikemi terjadi karena pasien
ybs dapat kortikosteroid dosis besar dari dokter sebelumnya.
Sebelum melakukan swamedikasi
4. Telah memberikan obat high alert tanpa resep dokter.
1. Apoteker melanggar PP no 51 th 2009 tentang
pekerjaan kefarmasian pasal 1 dan pasal 5
Next…
2. Apoteker melanggar pasal 1365 KUH perdata
Next…
3. Berhubung dengan pelanggaran yang pertama
tentang pekerjaan kefarmasian. Bahwa apoteker
yang bersangkutan melakukan swamedikasi dan
melakukan diagnosis serta memberi pengobatan
kepada pasien tanpa menggali riwayat obat yang
pasien gunakan, sehingga berkaitan pula dengan
pelanggaran yang ke 2 bahwa apoteker
menimbulkan kerugian pada orang lain (pasien
tersebut)
Next…
4. Memberikan obat keras tanpa resep dokter
Next…
Next…
Terimakasih