Anda di halaman 1dari 28

EPILEPSI

dr. Anidar, SpA(K)


Divisi Neurologi Anak, RSUZA
Definisi
• Epilepsi
– Kejang berulang 2 kali atau lebih, interval > 24 jam,
tanpa sebab yang jelas
– Serangan dpt berupa gangguan kesadaran,
perilaku, emosi, motorik atau sensasi , yang
sembuh sendiri
– Angka kejadian 5-10/100.000 penduduk
Epilepsy, 2009
Definisi
• Epileptic Seizure
– Manifestasi klinis akibat aktivitas neuron epileptik
– Abnormal sinkronisasi, eksitasi, inhibisi yg tidak
adekuat yg memengaruhi populasi neuron otak
– Manifestasi klinis tergantung bgn otak yg terkena,
fisiologis dan penjalarannya

Epilepsy, 2009
Patofisiologi
• Belum terungkap jelas
• Bbrp faktor yg ikut berperan yg telah diketahui :

1. Ggn pd membran neuron


– Potensial membran neuron tergantung pd
permeabilitas neuron thd ion Na & K
– Membran neuron permeabel thd ion K disbanding
ion Na shg konsentrasi ion K tinggi dlm sel
– Konvulsi  konsentrasi ion K ↓ dan konsentrasi ion
Na ↑
Patofisiologi
2. Ggn pd mekanisme inhibisi presinaps dan
postsinaps
– Potensial membran neuron tergantung pd
permeabilitas neuron thd ion Na & K
– Pengantaran impuls saraf dari neuron pre-sinaptik
ke neuron post-sinaptik tjd dgn perantaraan suatu
zat kimia  neurotransmiter.
– Neurotransmiter eksitasi SSP  glutamat, dan
neurotransmiter inhibisi  asam γ-aminobutirat
(GABA)
– GABA ↓ shg Glutamat ↑  kejang
Klasifikasi – Tipe kejang (ILAE,1981)

FOKAL UMUM

– Fokal sederhana – Absence


– Fokal kompleks – Mioklonik
– Fokal mjd umum – Klonik
– Tonik
– Tonik-klonik
– Atonik
Kejang fokal

– Kejang separuh tubuh atau 1 ekstremitas


– Kesadaran baik
Kejang fokal - umum

– Kejang fokal – bengong – kejang seluruh tubuh


– Kejang umum dan pada eeg didapatkan gel
epileptiform fokal
– Kesadaran terganggu
Kejang umum

– Kejang seluruh tubuh


– Kesadaran terganggu
– Kejang tonik klonik merupakan kejang yg sering
merusak jaringan otak
Diagnosis
 ANAMNESIS
– Serangan berulang
– Tipe kejang : fokal atau umum
– Perkembangan normal atau terlambat
 PEMERIKSAAN FISIK & NEUROLOGI
 PEMERIKSAAN PENUNJANG
– Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG)
– MRI
– Pemeriksaan lain atas indikasi
Elektroensefalografi
 Membantu menentukan ada tidaknya focus fokal
epilepsi
 Membantu memastikan diagnosis dan jenis sindrom
epilepsi
 Menilai hasil pengobatan
 Menentukan prognosis
 Pertimbangan dlm penghentian OAE
Neuroimaging - MRI
 TUJUAN
- Mengindentifikasi kelainan patologis yg
mendasarinya
- Membantu menegakkan sindrom epilepsi,
etiologi dan prognosisnya
 INDIKASI
- Semua bangkitan pertama yg diduga ada
kelainan structural
- Perubahan bentuk kejang
- Terdpt deficit neurologi fokal
- Epilepsi bangkitan parsial
Prinsip Pengobatan Epilepsi
 Pemilihan OAE tgtg tipe kejang
- Kejang fokal  CBZ
- Tonik klonik umum  AV
 Dosis awal dan titrasi sesuai rekomendasi
- Asam valproate titrasi tiap minggu
 Bl OAE pertama gagal, berikan OAE ke 2 dgn titrasi
sambal dosis OAE pertama diturunkan
 Mengetahui mekanisme kerja OAE, ES dan harga
Pengobatan Epilepsi
 OAE lini pertama
- Asam Valproat 10-40 mg/kgBB/hari, 2-3 dosis
- Phenobarbital 4-5 mg/kgBB/hari, 2 dosis
- Carbamazepin 10-30 mg/kgBB/hari, 2-3 dosis
- Fenitoin 5-7 mg/kgBB/hari, 3 dosis
 OAE lini kedua
- Topiramat (Topamax)
6-9 mg/kgBB/hari (mulai 1 mg/kgBB/hari
dinaikkan 0,5 mg/kgBB/minggu
- Lamotrigine (lamictal)
- Levetiracetam (Keppra) 10-30 mg/kgBB/hari,
2-3 dosis
- ACTH, steroid
Pemilihan OAE
 Kejang fokal idiopatik
- CBZ, VPA, LTG, TPM
 Kejang fokal simptomatik
- CBZ, VPA, PHT, PB
 Kejang umum idiopatik
- VPA, LTG, Clobazam, Klonazepam (CZP),
Etosuksimid (ESM)
 Kejang umum simptomatik
- VPA, LTG, Clobazam (CLB), PHT, PB
Lama pemberian OAE
 Kejang umum TK
- 2 tahun bebas kejang
- EEG msh ada kelainan penurunan obat 3-6 bln
 Kejang parsial atau parsial umum
- 3 tahun bebas kejang
 Absense  1-2 tahun bebas kejang

 Juvenile mioklonik  seumur hidup


Penghentian OAE
 Hampir 60-75% penderita epilepsi akan tetap bebas
kejang stlh penghentian obat
 Penurunan obat umumnya slm 3 bulan, ½ dosis, ¼
dosis (1-2 kali/hari), 1 kali/hari
 EEG diperiksa sbl dosis diturunkan
- EEG normal  3 bulan
- EEG gel epileptiform  3-6 bln
 Penurunan 3-6 bln pd
- Epilepsi fokal
- Epilepsi simptomatis
ES OAE
 Fenitoin  hiperplasi ginggiva
 Carbamazepin  Steven Johson Synd
 Asam Valproat  ggn fs hati
- Nafsu mkn bertambah
- Hepatotoksik tu anak < 2 tahun
- srg trombositopenia
- cek fs hati SGOT- SGPT sblm mulai terapi dan
setiap 3 bulan
Rujuklah Pasien bila
 Tdk terkontrol dg 2 OAE
 Kejang > 2 macam
 Pernah R/ status epilepticus
 Didptkan gejala regresi
 MRI ada kelainan structural
 Epilepsi dg GDD
-
Kejang atau bukan kejang
Keadaan Kejang Bukan kejang
Onset Tiba-tiba gradual
Kesadaran terganggu Tidak terganggu
Gerakan ekstremitas sinkron asinkron
Sianosis sering jarang
Ger abnormal mata selalu jarang
Serangan khas sering jarang
Lama Detik-menit Bbrp menit
Dapat diprovokasi jarang Hampir selalu
Ictal EEG abnormal selalu Tidak pernah
Kasus 1
• Anak laki-laki, 3 tahun dg BB 15 kg,
datang dgn kejang 1 kali, kejang hanya
tangan dan kaki kiri, sebelumnya anak
demam baru 2 jam. Sampai di IGD, anak
tidak kejang lagi
• Px : T 39 0C, Faring hiperemis
• Dx ?
• Th ?
• Apakah anak perlu dirawat ?
Kasus 2
• Anak Ky, umur 9 bulan, 9 kg demam tinggi
mendadak.
- 5 jam setelah demam, kejang sisi kiri
lalu menjadi umum. Lama kejang 20 mnt.
- Kejang berulang 4 jam kemudian, 10 mnt,
setelah kejang tidur
- Ada otitis media
• Apa Dx ? Alasan ?
Kasus 3
• DD, anak laki-laki, umur 28 bulan mengalami
kejang disertai demam.
• 12 jam yang lalu, os kejang 1 menit, post iktal
sadar, bermain seperti biasa.
• Kejang lagi 3 menit, dan post iktal sadar.
• Ibu cemas dan membawa os berobat ketempat
anda.
1. Bagaimana kesan anda ?
2. Apa diagnosisnya ?
3. Perlukan EEG ?
4. Pengobatan apa yang akan anda berikan ?