Anda di halaman 1dari 16

Apa itu “POROS”?

DASAR TEORI

poros adalah untuk menopang bagian mesin yang diam,


berayun atau berputar, tetapi tidak menderita momen putar dan
dengan demikian tegangan utamanya adalah tekukan (bending).
Gandar pendek juga disebut sebagai baut. Bagian yang
berputar dalam bantalan dari gandar (dan poros) disebut tap.
Poros (keseluruhannya berputar) adalah untuk mendukung suatu
momen putar dan mendapat tegangan puntir dan tekuk.
POROS PENDUKUNG

 As Tetap
 Tidak ikut berputar(terkunci pada
bagian tertent)
 Beban yang terjadi:
MOMEN BENGKOK
BERULANG
 Contoh penggunaan:
konstruksi katrol, gerobak
dorong, dll.
 As Berputar (Gandar)
 Ikut berputar
 Putarannya rendah
 Beban yang terjadi:
MOMEN BENGKOK
BERGANTI
 Contoh penggunaan:
konstruksi lori, gerobak
dorong, dll.
POROS TRANSMISI
 Lebih populer disebut “shaft”’
 Merupakan elemen utama sistem transmisi putar.
 Fungsinya pembawa putaran sekaligus sebagai
dudukan elemen sistem transmisi putar lainnya.
 Ikut berputar bersama beban yang didukung.
 Perputarannya relatif cepat.
 Mengalami pembebanan berupa MOMEN
BENGKOK BERGANTI serta MOMEN PUNTIR
BERULANG atau BERGANTI. Sehingga dalam
perencanaan dihitung sbg momen gabungan.
 Klasifikasi berdasarkan keadaan saat bekerja:
1. Poros sumbu lurus (poros lurus)
2. Poros sumbu menyudut (poros engsel)
3. Poros sumbu lentur (poros fleksibel)
POROS TUMPUAN
 Ciri konstruksi:
 Perbandingan panjang

& diameter relatif kecil.


Terbagi 2 bagian,
 Bagian penumpu/pemegang &

bagian tumpuan elemen


transmisi putar lain.
 Klasifikasi berdasarkan

keadaan beban:
1. Poros Tumpuan Aksial
2. Poros Tumpuan Radial
POROS SPINDEL

 Poros Spindel dibagi menjadi dua:


1. Poros Terusan (Poros Utama)
2. Poros Transportir
Pembebanan yang terjadi berupa
beban bengkok dan beban puntir,
disertai beban arah aksial.
POROS
 hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan
sebuah poros, yaitu:
 1) Kekuatan poros
 Poros transmisi mengalami beban puntir atau lentur maka
kekuatannya harus direncanakan sebelumnya agar cukup kuat
dan mampu menahan beban.
 2) Kekakuan poros
 Lenturan yang dialami poros terlalu besar maka akan
menyebabkan ketidaktelitian atau getaran dan suara. Oleh
karena itu kekakuan poros juga perlu diperhatikan dan
disesuaikan dengan mesin.
POROS
 3) Putaran kritis
 Putaran kerja poros haruslah lebih rendah dari putaran
kritisnya demi keamanan karena getarannya sangat besar
akan terjadi apabila putaran poros dinaikkan pada harga
putaran kritisnya.
 4) Korosi
 Poros-poros yang sering berhenti lama maka perlu dipilih poros
yang terbuat dari bahan yang tahan korosi dan perlu untuk
dilakukannya perlindungan terhadap korosi secara berkala
POROS
 5) Bahan poros
 Poros yang biasa digunakan pada mesin adalah baja dengan kadar karbon yang bervariasi.
Adapun penggolongannya dapat dilihat pada Tabel 4.

Penggolongan Bahan Poros


 Golongan Kadar C (%)
 Baja lunak -0,15
 Baja liat 0,2-0,3
 Baja agak keras 0,3-0,5
 Baja keras 0,5-0,8
 Baja sangat keras 0,8-1,2
PADA KENDARAAN BERMOTOR, AS MEMPUNYAI
BEBERAPA FUNGSI SEBAGAI BERIKUT:

 Menjalankan kendaraan, dimana as roda dihubungkan dengan


mesin penggerak kendaraan,
 Pengereman kendaraan, dimana gerak roda kendaraan
dihentikan oleh perangkat rem yang dihubungkan dengan
mekanisme as roda,
 Mengendalikan arah jalannya kendaraan melalui setir dan
sistem kemudi kendaraan.
APLIKASI PENGGUNAAN
•Poros pendukung (As, Axle)
As Tetap (Gandar)
Pada dudukan velg sepeda pada suspension mobil,
As Berputar
•Poros pada roda dorong sederhana
•Poros Transmisi(Shaft “Poros”)
Poros Lurus
Hubungan antara roda gigi pada mesin bubut
Poros Engsel Poros Lentur (Poros Fleksibel)
U Joint •Mesin Pemotong rumput, Speedometer dan obeng pembuka mur tersembunyi
Poros Transportir
•Poros Transportir pada mesin bubut, pemutar ragum, klem pipa.