Anda di halaman 1dari 11

Ilmu,

Teknologi
san Seni
dalam Islam

Kelompok 7
Pengertian IPTEK

- Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan munculnya


berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide.
- Adapun teknologi adalah terapan atau aplikasi dari ilmu yg dapat ditunjukkan dalam
hasil nyata yang lebih canggih dan dapat mendorong manusia utuk berkembang
lebih maju lagi.

Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis utuk
mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab
suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Pandangan Islam Mengenai
IPTEK
Pada dasarnya ilmu Adapun alasan mengapa kita harus menguasai IPTEK,
terdapat tiga alasan pokok, yakni:
pengetahuan yang dikembangkan manusia
merupakan “jalan” untuk menemukan
kebenaran Allah itu sendiri. Sehingga – Ilmu pengetahuan yang berasal dari dunia Islam
IPTEK menurut Islam haruslah bermakna sudah diboyong oleh negara-negara barat. Ini
fakta, tidak bisa dipungkiri.
ibadah. Yang dikembangkan dalam budaya
Islam adalah bentuk-bentuk IPTEK yang – Negara-negara barat berupaya mencegah
mampu mengantarkan manusia terjadinya pengembangan IPTEK di negara-negara
Islam. Ini fakta yang tak dapat dipungkiri.
meningkatkan derajat spiritialitas,
martabat manusia secara alamiah. Bukan – Adanya upaya-upaya untuk melemahkan umat
Islam dari memikirkan kemajuan IPTEK-nya,
IPTEK yang merusak alam semesta, bahkan misalnya umat Islam disodori persoalan-persoalan
membawa manusia ketingkat yang lebih klasik agar umat Islam sibuk sendiri, ramai sendiri
rendah martabatnya. dan akhirnya bertengkar sendiri.
Pentingnya Umat Beragama
Mengikuti Perkembangan
IPTEK
– Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam al- – Dengan demikian integrasi iptek dan imtaq
Qur’an : harus diupayakan dalam format yang tepat
sehingga keduanya berjalan seimbang dan
dapat mengantar kita meraih kebaikan
dunia dan kebaikan akhirat seperti do’a
yang setiap saat kita panjatkan kepada
Allah.

– Artinya : “Dan orang – orang yang kafir amal –


amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah
yang datar, yang disangka air oleh orang – orang
yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia
– Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami
tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat
didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah
dan peliharalah kami dari siksa neraka”.
memberikan kepadanya perhitungan amal – amal
(Q.S. Al-Baqarah : 201)
dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat
perhitungan-Nya”. (Q.S An-Nur : 39)
Konsep IPTEK dalam Islam
– Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia – Sumber ipteks dalam islam adalah wahyu allah. Ipteks
melalui tanggapan panca indera dan instuisi, sedangkan ilmu yang islami selalu mengutamakan kepentingan orang
pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diinterpretasi , banyak dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia..
diorganisasi dan disistematisasi sehingga menghasilkan Integrasi ipteks dengan agama merupakan suatu
kebenaran obyektif , sudah diuji kebenarannya dan dapat keniscayaan untuk menghindari terjadinya proses
diuji ulang secara alamiah. (M. Daud Ali, 1998:69). sekularisasi yaitu pemisah antaradoktrin-doktrin agama
dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan
– teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil
seni (Hamda Mansoer,2004:93)
penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada
dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan – Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia
netral. dengan segala prosesnya. Seni identik dengan
keindahan. Keindahan yang hakiki identik dengan
– Dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi
kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu
manusia, dampak negative berupa ketimpangan-
keabadian. Seni yang lepas dari ketuhanan tidak akan
ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya
abadi karena ukurannya adalah hawa nafsu bukan akal
yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas
dan budi.
teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-
besarnya bagi kehidupan manusia dan atau digunakan untuk – Menurut Ernst Diez dalam Muhammad abdul jabbar
kehancuran manusia itu sendiri. (1998:2) cirri ciri seni islam atau seni islamisadalah seni
yang mengungkapkan sikap pengabdian kepada Allah.
Syarat-syarat dari Ilmu

– Ontologi artinya bidang studi yang bersangkutan


memiliki obyek studi yang jelas. Obyek studi sebuah
ilmu ada dua yaitu obyek material dan obyek formal.
– Epistimologi artinya bidang studi yang bersangkutan
memiliki metode kerja yag jelas. Ada tiga metode kerja
suatu bidang studi yaitu metode deduksi, induksi dan
edukasi.
– Aksiologi artinya bidang studi yang bersangkutan
memiliki nilai guna atau kemanfaatannya. Bidang studi
tersebut dapat menunjukkan nilai-nilai
teoritis,hukum—hukum, generalisasi, kecenderungan
umum, konsep-konsep, dan kesimpulan-kesimpulan
logis, sistematis dan koheren.
Sumber Ilmu Pengetahuan

– Dalam pemikiran Islam, terdapat tiga sumber ilmu, yaitu wahyu, akal, serta
pengalaman manusia. Ilmu yang berasal dari wahyu bersifat abadi, mutlak, dan
berfungsi sebagai pedoman hidup manusia, sedangkan ilmu yang berasal dari
akal ataupun pengalaman manusia itu bersifat perolehan, relative dan
berfungsi sebagai sarana dalam kehidupan manusia. Manusia diberi kebebasan
dalam mengembangkan akalnya dengan catatan dalam pengembangannya
tetapi terikat dengan wahyu dan tidak bertentangan dengan syari’at.
Integrasi Iman, Ilmu, dan Iman

– Dalam pandangan islam, antara agama, ilmu


pengetahuan, teknologi dan seni terdapat
hubungan yang harmonis dan dinamis yang
terintegrasi kedalam suatu sistem yang
disebut dinul islam. Di dalamnya terkandung
tiga unsur pokok, yaitu akidah, syari’ah dan
akhlak, dengan kata lain Iman, Ilmu dan Amal
shaleh.
Sebagaimana digambarkan dalam Al-Quran yang
artinya :

– Ayat diatas mengindentikkan bahwa Iman adalah akar,Ilmu adalah pohon yg mengeluarkan dahan dan cabang-cabang ilmu
pengetahuan.Sedangkan Amal ibarat buah dari pohon itu identik dengan teknologi dan seni. Ipteks dikembangkan diatas nilai-nilai iman
dan ilmu akan menghasilkan amal saleh bukan kerusakan alam.
– Islam adalah agama wahyu yang mengatur sistem kehidupan yang paripurna.
Keparipurnaannya terletak pada tiga aspek yaitu : aspek Aqidah, aspek ibadah dan
aspek akhlak. Meskipun diakui aspek pertama sangat menentukan,tanpa integritas
kedua aspek berikutnya dalam perilaku kehidupan muslim, maka makna realitas
kesempurnaan Islam menjadi kurang utuh, bahkan diduga keras akan
mengakibatkan degradasi keimanan pada diri muslim, sebab eksistensi prilaku
lahiriyah seseorang muslim adalah perlambang batinnya.
– Keutuhan ketiga aspek tersebut dalam pribadi Muslim sekaligus merealisasikan
tujuan Islam sebagai agama pembawa kedamaian, ketentraman dan keselamatan.
– Agama (Iman) berfungsi untuk memberikan arah bagi seorang ilmuwan untuk
mengamalkan Ilmunya. Dengan didasari oleh keimanan yang kuat, pengembangan
ilmu dan teknologi akan selalu dapat dikontrol berada pada jalur yang benar.
PENUTUP

Kesimpulan Saran
– Manusia adalah satu-satunya makhluk yang – Pengembangan IPTEK dan Seni dalam islam
Allah karuniakan akal sebagai alat untuk sebaiknya sesuai dengan syariat islam yang
berfikir. Dengan akal manusia mampu
menyerap ilmu pengetahuan dan ada.
menciptakan teknologi, serta manghasilkan – IPTEKS dalam islam diharapkan mampu
karya seni, sehingga dapat menciptakan
peradaban di muka bumi. Pengetahuan menopang kemajuan kehidupan umat islam.
adalah segala sesuatu yang diketahui
manusia melalui tangkapan pancaindra
intuisi dan firasat. Jadi Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi serta Seni dalam islam sangat
mempengaruhi bagi kemajuan agama islam.