Anda di halaman 1dari 20

Perbedaan Klinik, Puskesmas dan

Rumah Sakit D-Pratama

Kelompok 6 :
• FEBRIANTI MOKODOMPIS
• INDRIANI LAMANI
• LISTIAWATI DJAUHARI
• NADIYA PAKAYA
• NURWAHYUNI R. KATILI
• ZURIATY BILONDATU
KLINIK
Berdasarkan jenis pelayanan, Klinik
dibagi menjadi:
a. Jenis Klinik Pratama, merupakan Klinik
yang menyelenggarakan pelayanan medik
dasar baik umum maupun khusus.
b. Jenis Klinik Utama, merupakan Klinik
yang menyelenggarakan pelayanan
medik spesialistik atau pelayanan medik
dasar dan spesialistik.
Bangunan Klinik harus memperhatikan
fungsi, keamanan, kenyamanan dan kemudahan
dalam pemberian pelayanan serta perlindungan
keselamatan dan kesehatan bagi semua orang
termasuk penyandang cacat, anak-anak dan orang
usia lanjut. Bangunan Klinik paling sedikit terdiri
atas:
 Ruang pendaftaran/ruang tunggu;
 Ruang konsultasi;
 Ruang administrasi;
 Ruang obat dan bahan habis pakai untuk
klinik yang melaksanakan pelayanan farmasi;
 Ruang tindakan;
 Ruang/pojok ASI;
 Kamar mandi/wc; dan
 Ruangan lainnya sesuai kebutuhan pelayanan.
Klinik rawat inap hanya dapat
memberikan pelayanan rawat inap paling
lama 5 (lima) hari. Apabila memerlukan rawat
inap lebih dari 5 (lima) hari, maka pasien
harus secara terencana dirujuk ke rumah
sakit sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan. Khusus untuk Klinik
rawat inap harus memiliki:
 Ruang rawat inap yang memenuhi
persyaratan;
 Ruang farmasi;
 Ruang laboratorium; dan
 Ruang dapur;
Prasarana Klinik meliputi:
 Instalasi sanitasi;
 Instalasi listrik;
 Pencegahan dan penanggulangan
kebakaran;
 Ambulans, khusus untuk Klinik yang
menyelenggarakan rawat inap; dan
 Sistem gas medis;
 Sistem tata udara;
 Sistem pencahayaan;
 Prasarana lainnya sesuai kebutuhan.
Sarana dan Prasarana Klinik harus
dalam keadaan terpelihara dan berfungsi
dengan baik. Penanggung Jawab teknis Klinik
harus seorang tenaga medis dan Tenaga
Medis ini hanya dapat menjadi penanggung
jawab teknis pada satu klinik. Ketenagaan
Klinik rawat jalan terdiri atas tenaga
medis, tenaga keperawatan, Tenaga
Kesehatan lain, dan tenaga non kesehatan
sesuai dengan kebutuhan. Ketenagaan Klinik
rawat inap terdiri atas tenaga medis,
tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan,
tenaga gizi, tenaga analis kesehatan, Tenaga
Kesehatan lain dan tenaga non kesehatan
sesuai dengan kebutuhan.
Tenaga medis pada Klinik pratama
yang memberikan pelayanan kedokteran
paling sedikit terdiri dari 2 (dua) orang
dokter dan/atau dokter gigi sebagai pemberi
pelayanan. Tenaga medis pada Klinik
utama yang memberikan pelayanan
kedokteran paling sedikit terdiri dari 1
(satu) orang dokter spesialis dan 1 (satu)
orang dokter sebagai pemberi pelayanan.
Tenaga medis pada Klinik utama yang
memberikan pelayanan kedokteran gigi
paling sedikit terdiri dari 1 (satu) orang
dokter gigi spesialis dan 1 (satu) orang
dokter gigi sebagai pemberi pelayanan.
Setiap Klinik mempunyai kewajiban:
 Memberikan informasi yang benar tentang pelayanan
yang diberikan;
 Memberikan pelayanan yang efektif, aman,
bermutu, dan non- diskriminasi dengan
mengutamakan kepentingan terbaik pasien sesuai
dengan standar profesi, standar pelayanan dan
standar prosedur operasional;
 Memberikan pelayanan gawat darurat kepada
pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya
TANPA meminta uang muka terlebih dahulu atau
mendahulukan kepentingan finansial;
 Memperoleh persetujuan atas tindakan yang akan
dilakukan (informed consent);
 Menyelenggarakan rekam medis (disinilah pentingnya
penggunaan aplikasi aespesoft software untuk klinik
digunakan, untuk memudahkan pencatatan dan
pencarian sejarah sakit dari pasien yang berkunjung ke
klinik)
 Melaksanakan sistem rujukan dengan tepat;
 Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan
standar profesi dan etika serta peraturan perundang-
undangan;
 Menghormati dan melindungi hak-hak pasien;
 Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai
hak dan kewajiban pasien;
 Melaksanakan kendali mutu dan kendali biaya berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
 Memiliki standar prosedur operasional;
 Melakukan pengelolaan limbah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
 Melaksanakan fungsi sosial;
 Melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan;
 Menyusun dan melaksanakan peraturan internal klinik; dan
 Memberlakukan seluruh lingkungan klinik sebagai kawasan
tanpa rokok !
PUSKESMAS
Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional
yang merupakan pusat pengembangan kesehatan
masyarakat yang juga membina peran serta
masyarakat dan memberikan pelayanan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok
(Depkes RI, 1991). Dengan kata lain puskesmas
mempunyai wewenang dan tanggungjawab atas
pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah
kerjanya. Menurut Kepmenkes RI No.
128/Menkes/SK/II/2004 puskesmas merupakan Unit
Pelayanan Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
a. Fungsi Pokok
 Pusat pengerak pembangunan berwawasan
kesehatan Pusat pemberdayaan
 Masyarakat dan keluarga dalam
pembangunan kesehatan
 Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
b. Peran Puskesmas
Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau
masyarakat diwilayah terkecil dalam hal
pengorganisasian masyarakat serta peran
aktif masyarakat dalam penyelenggaraan
kesehatan secara mandiri
c. Program Pokok Puskesmas
 KIA
 KB
 Usaha Kesehatan Gizi
 Kesehatan Lingkungan
 Pemberantasan dan pencegahan penyakit
menular
 Pengobatan termasuk penaganan darurat
karena kecelakaan
 Penyuluhan kesehatan masyarakat
 Kesehatan sekolah
 Kesehatan olah raga
 Perawatan Kesehatan
 Masyarakat
 Kesehatan kerja
 Kesehatan Gigi dan Mulut
 Kesehatan jiwa
 Kesehatan mata
 Laboratorium sederhana
 Pencatatan dan pelaporan dalam rangka SIK
 Pembinaan pemgobatan tradisional
 Kesehatan remaja
 Dana sehat
d. Satuan Penunjang
 Puskesmas Pembantu yaitu Unit pelayanan kesehatan yang
sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam rung lingkup
wilayah yang lebih kecil
 Puskesmas Keliling yaitu Unit pelayanan kesehatan keliling yang
dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan,
peralatan komunikasiserta sejumlah tenaga yang berasal dari
puskesmas.dengan funsi dan tugas yaitu Memberi pelayanan
kesehatan daerah terpencil ,Melakukan penyelidikan KLB,Transport
rujukan pasien, Penyuluhan kesehatan dengan audiovisual.
 Bidan desa bagi desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan
ditempatkan seorang bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut
dan bertanggung jawab kepada kepala puskesmas.Wilayah
kerjanyadengan jumlah penduduk 3.000 orang. Adapun Tugas utama
bidan desa yaitu :
 Membina PSM
 Memberikan pelayanan
 Menerima rujukan dari masyarakat
e. Upaya-upaya kesehatan wajib ( Basic Six):
 Upaya promosi kesehatan
 Upaya kesehatan lingkungan
 Upaya kesehatan ibu dan anak serta
keluarga berencana
 Upaya perbaikan gizi masyarakat
 Upaya pencegahan dan pemberantasan
penyakit menular
 Upaya pengobatan
RUMAH SAKIT D-PRATAMA
A. Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum
Kelas /Tipe D paling sedikit meliputi:
 Pelayanan Medik
➨Pelayanan gawat darurat; harus diselenggarakan 24
(dua puluh empat) jam sehari secara terus menerus.
➨Pelayanan medik umum; meliputi pelayanan medik
dasar, medik gigi mulut, kesehatan ibu dan anak, dan
keluarga berencana
➨Pelayanan medik spesialis dasar paling sedikit 2
(dua) dari 4 (empat) pelayanan medik spesialis dasar
yang meliputi pelayanan penyakit dalam, kesehatan
anak, bedah, dan/atau obstetri dan ginekologi.
➨Pelayanan medik spesialis penunjang. meliputi
pelayanan radiologi dan laboratorium
 Pelayanan Kefarmasian meliputi pengelolaan
sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis
habis pakai, dan pelayanan farmasi klinik
 Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan meliputi
asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan
 Pelayanan Penunjang Klinik meliputi pelayanan
darah, perawatan high care unit untuk semua
golongan umur dan jenis penyakit, gizi, sterilisasi
instrumen dan rekam medik
 Pelayanan Penunjang Nonklinik meliputi pelayanan
laundry/linen, jasa boga/dapur, teknik dan
pemeliharaan fasilitas, pengelolaan limbah, gudang,
ambulans, sistem informasi dan komunikasi,
pemulasaraan jenazah, sistem penanggulangan
kebakaran, pengelolaan gas medik, dan pengelolaan
air bersih
 Pelayanan Rawat Inap
➨Jumlah tempat tidur perawatan kelas III
paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari
seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit
milik Pemerintah
➨Jumlah tempat tidur perawatan kelas III
paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari
seluruh tempat tidur untuk Rumah Sakit
milik swasta
➨Jumlah tempat tidur perawatan intensif
sebanyak 5% (lima persen) dari seluruh
tempat tidur untuk Rumah Sakit milik
Pemerintah dan Rumah Sakit milik swast
B. Sumber daya manusia (SDM) rumah sakit umum kelas
/Tipe D terdiri atas
 Tenaga Medis
➨4 (empat) dokter umum untuk pelayanan medik dasar
➨1 (satu) dokter gigi umum untuk pelayanan medik gigi
mulut
➨1 (satu) dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik
spesialis dasar
 Tenaga Kefarmasian
➨1 (satu) orang apoteker sebagai kepala instalasi farmasi
Rumah Sakit
➨1 (satu) apoteker yang bertugas di rawat inap dan rawat
jalan yang dibantu oleh paling sedikit 2 (dua) orang tenaga
teknis kefarmasian
➨1 (satu) orang apoteker sebagai koordinator penerimaan,
distribusi dan produksi yang dapat merangkap melakukan
pelayanan farmasi klinik di rawat inap atau rawat jalan dan
dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian yang jumlahnya
disesuaikan dengan beban kerja pelayanan kefarmasian Rumah
Sakit
C.Tenaga Keperawatan
Dihitung dengan perbandingan 2 (dua)
perawat untuk 3 (tiga) tempat tidur,
Kualifikasi dan kompetensi tenaga
keperawatan disesuaikan dengan
kebutuhan pelayanan rumah sakit
D. Tenaga Kesehatan lain disesuaikan dengan
kebutuhan pelayanan Rumah Sakit
E. Tenaga Nonkesehatan disesuaikan dengan
kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.