Anda di halaman 1dari 27

Kelompok 5

1. Anton Saputra
2. Eka Setiawati
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

Karakteristik pembelajaran IPS di SD secara umum


merupakan pendidikan kognitif sebagai dasar partisipasi social.
Artinya, pusat perhatian utama pembelajaran IPS adalah
pengembangan murid sebagai aktor social yang cerdas. Untuk
menjadi aktor social yang cerdas, tidak berarti dan memang tidak
bisa hanya dikembangkan aspek kecerdasan rasionalnya (rational
intelligence), tetapi juga kecerdasan emosionalnya (emotional
intelligence) (Goleman: 1996). Seperti ditegaskan oleh Goleman
(1996) maka dua kecerdasan itu sama-sama memiliki kontribusi
terhadap keberhasilan seseorang, dalam masyarakat masing-
masing diperkirakan 20% kecerdasan rasional dan 80% kecerdasan
emosional.

1. Pendekatan Pembelajaran
2. Strategi Pembelajaran
3. Metode Pembelajaran
4. Teknik Pembelajaran
5. Model Pembelajaran
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

A.Tujuan
Tujuan utama pendekatan penelitian sosial adalah
membangun teori atau secara umum membangun
pengetahuan.Tujuan pendekatan penelitian sosial di SD adalah
memperkenalkan dan melatih anak cara berfikir ilmu sosial yang
dapat dibangun tentu saja belum sampai pada teori pengetahuan
sosial, tetapi berupa pengetahuan sosial dengan kerangka
keilmuan sederhana.
B.Proses Penelitian
Bagi siswa SD proses penelitian berfungsi sebagai media
untuk mengenal gejala-gejala sosial dan perkembangan
masyarakat dengan menggunakan kaca mata atau cara kerja ilmu
sosial
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

C. Model-model Penelitian
Tentu anda dapat membayangkan modelnya dan bentuknya
sebagai berikut.
Masalah-------Hipotesis---------Data--------Kesimpulan
 Masalah
Masalah ada dalam pikiran berkaitan dengan gejala yang
tampak atau dapat ditangkap oleh pancaindra kita. Misalnya, suatu
waktu terjadi hujan lebat sehingga air sungai melimpah keluar dari
badan sungai dan masuk ke kawasan sekitar aliran sungai. Apa-apa
yang diamati adalah fenomena atau gejala alam.
Proses berfikir terjadi bila ada proses asimilasi ( kontak
objek dengan pikiran) dan keterkaitan konsep-konsep dalam pikiran
dengan informasi tentang objek yang disebut proses akomodasi.
Masalah yang dirumuskan pada dasarnya merupakan hasil rekayasa
pikiran berkenaan dengan fenomena dan teori dan nilai yang ada
pada pikiran kita.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

C. Model-model Penelitian
Tentu anda dapat membayangkan modelnya dan bentuknya
sebagai berikut.
Masalah-------Hipotesis---------Data--------Kesimpulan
1. Masalah
Masalah ada dalam pikiran berkaitan dengan gejala yang
tampak atau dapat ditangkap oleh pancaindra kita. Misalnya, suatu
waktu terjadi hujan lebat sehingga air sungai melimpah keluar dari
badan sungai dan masuk ke kawasan sekitar aliran sungai. Apa-apa
yang diamati adalah fenomena atau gejala alam.
Proses berfikir terjadi bila ada proses asimilasi ( kontak
objek dengan pikiran) dan keterkaitan konsep-konsep dalam pikiran
dengan informasi tentang objek yang disebut proses akomodasi.
Masalah yang dirumuskan pada dasarnya merupakan hasil rekayasa
pikiran berkenaan dengan fenomena dan teori dan nilai yang ada
pada pikiran kita.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

2. Hipotesis
Hipotesis berasal dari bahasa latin hypo dan
thesis.Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu kesimpulan yang
masih sementara atau setengah benar dan masih memerlukan
pengujian dan pembuktian.Sedangkan Asumsi adalah pernyataan
mengenai hal-hal yang berhubungan dengan unsur-unsur yang
dipermasalahkan yang diterima sebagai kebenaran tanpa bukti-
bukti.
3. Pengumpulan dan Analisis Data
Data berasal dari bahasa latin datum yang artinya satu
informasi petunjuk.Instrumen yang baik adalah alat yang dapat
mengukur apa yang seharusnya diukur dan ini dikenal sebagai
alat yang valid atau sahih. Apabila data mengenai hal-hal yang
bersifat psikologis, sosial atau kultural diperlukan alat
pengumpul data berupa pedoman observasi, data cek, catatan
pengamatan, angket, pedoman wawancara dan tes.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

4. Kesimpulan
Kesimpulan adalah hipotesis yang telah diuji dan
dibuktikan kebenarannya.Teori merupakan bentuk pengetahuan
yang paling tinggi dan merupakan isi pokok ilmu pengetahuan.
Orientasi ini sering diberi label bermacam-macam, seperti
inquiry, discovery, problem solving, critical thinking, reflective
thinking, induction, dan investigator ( Jarolimek, 1971: 11).:
 Menitikberatkan pada proses berfikir yang berkaitan dengan
pemecahan masalah;
 Melibatkan murid dalam proses belajar;
 Merupakan alternatif lain yang bersifat inovatif yang lebih maju
dari pada penyampai informasi secara ekspositori.
Menurut Jarolimek (1971) menyebutkan sebagai idea cantered
program atau program pembelajaran yang berorientasi pada ide atau
gagasan. Gagasan yang dimaksud adalah konsep, generalisasi,
konstruksi, ide dasar, ide pokok, atau pengertian umum.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

D. Konsep
Konsep merupakan suati kata atau pernyataan abstrak yang
berguna untuk mengelompokkan benda, idea tau peristiwa.
Apabila dilihat dari sifatnya, ada beberapa konsep, yakni konsep
teramati atau observed concept, konsep tersimpul atau inferred
concept, konsep relasional atau relational concept, dan konsep
ideal atau ideal type concept. (Fenton: 1966, Jarolimek: 1971,
Banks: 1977). Konsep teramati adalah konsep yang contohnya
dapat ditangkap pancaindra, seperti manusia, rumah, jalan
raya, bising, manis, merdu. Konsep tersimpul adalah konsep
yang contohnya harus disimpulkan dari beberapa hasil
pengamatan atau beberapa peristiwa sebagai indikator.
Misalnya, sopan, tertib, pahlawan, makmur, dan adat.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

Konsep relasional adalah konsep yang melibatkan jarak dan atau


waktu. Misalnya, abad, dasawarsa, mile, lintang, bujur, isobar,
isotherm , kawasan, dan landasan-preen.Konsep ideal adalah
konsep tersimpul yang lebih abstrak dan merupakan konsep yang
memerlukan pengumpulan indikator yang lebih luas. Misalnya,
keadilan, pancasila, takwa, nyaman, patriotik, kasih sayang,
kejujuran, dan kesejahteraan.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

E.GeneralisasI
Generalisasi adalah pernyataan mengenai keterkaitan dua
konsep atau lebih Contohnya, perilaku guru di muka kelas
merupakan produk interaktif antara kompetensi mengajar guru
dengan lingkungan belajar.
Secara umum generalisasi dapat digolongkan menjadi tiga aaras
(Banks, 1977: 99-100):
1. Generalisasi aras tinggi.
2. Generalisasi aras sedang.
3. Generalisasi aras rendah.
Generalisasi aras tinggi, berlaku secara universal, artinya
pernyataan itu berlaku, di mana saja, kapan saja dan bagi siapa
saja.contohnya : manusia dengan lingkungannya.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

Generalisasi aras sedang berlaku terbatas pada suatu


wilayah budaya atau kurun waktu tertentu.contohnya : pada
masa penjajahan Belanda kesempatan pendidikan bagi rakyat
Indonesia sangat terbatas .
Generalisasi aras rendah berlaku lebih terbatas lagi pada
lingkup yang lebih sempit.contohnya : pada musim angin barat
penghasilan nelayan tradisional di pelabuhan ratu menurun
karena terbatas frekuensi dan jarak tangkapan ikan.
F. Teori/konstruk
Teori atau konstruk merupakan bentuk pengetahuan
tertinggi yang dapat digunakan untuk menerangkan dan
memperkirakan perilaku manusia (Banks, 1977 : 103). Teori aras
tinggi yang memenuhi syarat sebagai berikut :
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 1
PENDEKATAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPS SD

Melukiskan hubungan antar konsep atau variable yang di


definisikan secara jernih.
Mengandung system deduksi yang secara logis ajeg atau tetap.
Merupakan sumber dari hipotesis yang sudah di uji
kebenarannya. (Banks,1977:103)
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

Pendekatan sosial, personal, dan perilaku pada prinsipnya


merupakan bentuk sentuhan pedagogisnya terhadap dimensi
sosial dan personal atau dimensi inteligensia emosional atau
emotional intelligence menurut Goleman (1996).
A. Emosi
Emosi (emotion) sebagai setiap kegiatan atau pergolakan
pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau
meluap-luap. Goleman (1996) mengartikan emosi sebagai suatu
perasaan dan pikiran atau suatu keadaan biologis dan pisikologis
dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Tercakup dalam
emosi ini adalah amarah, kesehatan, rasa takut, kenikmatan,
cinta, kejutan jengkel, dan malu (Goleman, 1996: 411- 412).
Menurut W.T. Grand Consortiums, dalam Goleman (1996:
426-427). Keterampilan emosional mencakup hal-hal berikut:
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

1. Mengidentifikasi dan memberi nama perasaan-perasaan.


2. Mengungkapkan perasaan.
3. Menilai intensitas perasaan.
4. Mengelola perasaan.
5. Menunda pemuasan.
6. Mengendalikan dorongan hati.
7. Mengurangi stress.
8. Mengetahui perbedaan antara perasaan dan tindakan.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

B. Nilai dan Sikap


Nilai
Sesuatu dapat dinilai memiliki value atau harga apabila
memang hal itu memiliki kualitas kebaikan dan dilihat oleh
pengamat sebagai hal yang baik.Nilai adalah suatu jenis
kepercayaan yang ada dalam keseluruhan sistem kepercayaan
seseorang, mengenai bagaimana seseorang seharusnya atau tidak
seharusnya berperilaku atau perlu tidak sesuatu dicapai Nilai juga
merupaka ukuran untuk menetapkan baik dan buruk. Contohnya,
setiap orang memiliki sistem nilai religi yang terbentuk dari
pengetahuan pemahaman pelaksanaan dan komitmen seseorang
pada agama yang dipeluknya dengan baik.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

Sikap
Sikap adalah suatu kondisi kesiapan mental dan syarat yang
terbentuk melalui pengalaman yang memancarkan arah atau
pengarah yang dinamis terhadap respons atau tanggapan individu
terhadap.objek atau situasi yang dihadapinya.Sikap juga dapat
bersifat simpleks atau sederhana atau dapat pula bersifat
multipleks atau rumit.

C.Perilaku Sosial
Termasuk ke dalam keterampilan sosial, antara lain
berkomunikasi (Krech dkk., 1962), membaca, menulis,
menggunakan kepustakaan, menganalisis, menggunakan peta
(Pellison: 1989), keterampilan sosial pada dasarnya mencakup
semua kemampuan operasional yang memungkinkan individu
dapat berhubungan dan hidup bersama secara tertib dan teratur
dengan orang lain.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

Pembelajaran di bagikan menjadi dua , yaitu :


• Pembelajaran formal yang menitikberatkan pada pemahaman
dan analisis di dalam atau di luar kelas.
• Pembelajaran informal yang menitikberatkan pada
penghayatan, pelibatan, dan penciptaan suasana yang
mencerminkan komitmen terhadap nilai dan sikap terutama di
luar kelas.

Menawarkan 4 pendekatan yang berorientasi pada nilai dan sikap


sebagai berikut:
 Transmisi nilai secara bebas
Anak disajikan pilihan nilai secara bebas atas alternatif nilai yang
secara sosial dapat diterima dalam masyarakat Indonesia.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

 Penanaman Nilai atau Value Inculcation


Proses pembelajaran nilai secara langsung mengenai konsep dan
nilai yang sudah dianggap baik.
 Suri Teladan atau Modeling Model
Menitikberatkan pada penampilan teladan atau keteladanan
dalam berbagi bidang dan berbagai lingkungan kehidupan.
 Klarifikasi Nilai atau Value Clarification
Menitikberatkan pada langkah sistematis dalam menghayati,
memahami, dan melaksanakan nilai. Klarifikasi nilai ini
merupakan bentuk komunikasi dialogis guru murid dalam
memantapkan nilai yang dihayati murid atas pengarahan guru.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

Langkah – langkahnya adalah :


I. Bangga atas nilai dan perilaku
1.Menunjukan rasa senang dan bangga
2.Mengatakan nilai pada oranglain
II.Memilih nilai dan perilaku
1.Memilih dar berbagai kemungkinan
2.Memilih setelah mengujinya
3.Memilih dengan bebas
III.bertindak atas dasar pilihan itu
1.Bertindak atau berperilaku
2.Bertindak sesuai pola secara tepat atau konsisten
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

 Klarifikasi nilai terintegrasi struktur


Menitikberatkan pada pembelajaran nilai melalui proses
analisis konsep bidang studi.

Model tersebut akan terbentuk model perpaduan atau model


eklektik yang dalam modul ini akan dikemukakan sebagai berikut:
1. Pendekatan ekspositori berorientasi nilai dan sikap.
2. Pendekatan analitik keteladanan.
3. Pendekatan kajian nilai.
4. Pendekatan integratif konsep dan nilai.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

1.Pendekatan Ekspositori Berorientasi Nilai da Sikap


Tujuannya adalah menyampaikan nilai/sikap secara dialogis
melalui ceramah, peragaan dan Tanya jawab.
Langkah –langkahnya :
o Guru memilih semua nilai yang seharusnya di terima oleh
semua murid.
o Guru menyiapkan bahan peragaan berupa : gambar , rekaman ,
dan lain lain.
o Guru menyajikan konsep nilai
o Guru menerapkankepada murid untuk menguasai nilai yang
telah di kaji .
o Guru meminta laporan penerapan nilai dan membicarakan
kembali di kelas.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

2. Pendekatan Analitik Keteladanan


Tujuannya adalah menangkap nilai/sikap melalui analisis
sampel keteladanan dalam masyarakat dalam berbagai bidang, di
berbagai tempat, dan dalam berbagai era/kurun waktu, dan
memotivasi murid untuk mengadaptasi keteladanan itu.
Langkah –langkah :
o Guru mengambil sampel keteladanan contohnya: Nabi dan Rosul ,
pahlawan dll.
o Guru membaca dan menyediakan sumber informasi berupa : buku,
majalah, Koran dan lain lain,
o Guru memberikan pertanyaan
o Guru memimpin diskusi di kelas yang sudah di tentukan
kelompoknya
o Guru menugaskan murid untuk mencoba menerapkan cirri
keteladanan yang di pilihnya.
o Guru meminta kesan penerapan dari keteladanan contoh tadi.
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

3.Pendekatan Kajian Nilai


Tujuannya adalah menagkap nilai melalui kjian nilai secara sistematis
dan mendasar.
Langkah –langkah nya :
o Membahas apa hakikat dari objek peristiwa yang akan di nilai .
o Membahas konsekuensi penerapan criteria dalam hal ini untuk
menilai masalah pemerataan.
o Menguji keberlakuan criteria dengan cara melihat kekurangan dan
kelebihan
o Memberikan justifikasi apakah criteria itu dapat diterapkan atau
tidak.
4. Pendekatan Integratif Konsep dan Nilai
Tujuannya adalah menangkap nilai yang melekat pada atau
merupakan implikasi dan suatu konsep melalui kajian akademis.
Langkah – langkah nya :
MODUL 5 PENDEKATAN DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD
KEGIATAN BELAJAR 2
PENDEKATAN SOSIAL, PERSONAL DAN PERILAKU DALAM
PEMBELAJARAN IPS SD

o Guru menetapkan satu konsep yang memiliki nilai seperti :


kepedulian , gotong royong ,
o Guru membahas sebab akibat
o Mengangkat isu nilai dari masalah itu,
o Membahas secara analisi untuk menanggulangi nya
o Memusatkan perhatian pada factor tertentu,
o Memberikan unsur penting khusus nya dalam sikap , nilai, dan
moral,agar hidup lebih baik.

Anda mungkin juga menyukai