Anda di halaman 1dari 22

LANDASAN DAN ASAS-ASAS

PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA


A. Landasan Pendidikan
1. Landasan Hukum
2. Landasan Filosofis
3. Landasan Psikologis
4. Landasan Sosiologis
5. Landasan Historis
6. Landasan Sosial Budaya
7. Landasan Ilmiah dan Teknologi
HAKIKAT LANDASAN PENDIDIKAN

• Landasan dapat diartikan sebagai alas, dasar,


tumpuan, atau fondasi.
• Landasan pendidikan berupa asumsi, yaitu
suatu gagasan, keyakinan, prinsip yg dijadikan
titik tolak atau pijakan dalam rangka berpikir
atau melakukan praktik pendidikan.

3
1. Landasan Religius Pendidikan
Landasan religius pendidikan adalah asumsi-
asumsi yang bersumber dari ajaran agama,
yang dijadikan titik tolak dalam berpikir
tentang dan melakukan praktik pendidikan.

4
2.Landasan Filosofis Pendidikan
Landasan filosofis pendidikan adalah nilai-nilai
dan keyakinan-keyakinan filosofis yg menjiwai,
mendasari dan memberikan identitas suatu
sistem pendidikan.
Contoh:
Nilai-nilai pancasila menjiwai, mendasari, dan
memberikan identitas sistem pendidikan
nasional Indonesia.

5
3.Landasan Ilmiah Pendidikan
Landasan ilmiah merupakan asumsi-asumsi
yang bersumber dari disiplin ilmu tertentu,
misalnya: psikologi, sosiologi, antropologi,
biologi, dst. yang dijadikan titik tolak dalam
berpikir dan melakukan aktivitas pendidikan.

6
1. Landasan Hukum
Adalah sesuatu yang memiliki kekuatan
hukum yang dapat dijadikan acuan dalam
penyelenggaraan pendidikan di Indonesia
Misalnya: UUD, UU, Permen, dsb.

2. Landasan Filosofis
Adalah sesuatu (aliran, pandangan, paham,
dsb) yang bersumber dari filsafat yang dapat
dijadikan acuan dalam penyelenggaraan
pendidikan. Contoh: aliran-aliran filsafat
yang berpengaruh dalam penyelenggaraan
pendidikan.
3. Landasan Psikologis
Adalah segala sesuatu (teori, konsep,
pandangan, dsb) yang mendasarkan aspek
psikologi yang dapat dijadikan acuan dalam
penyelenggaraan pendidikan.
Contoh: Psi. Pendidikan, Psi. Belajar, Psi.
Kepribadian, dsb.
4. Landasan Sosiologis
Adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan aspek-aspek kehidupan sosial yang
dapat dijadikan acuan dalam penyelengga
raan pendidikan. Misalnya: Hubungan sosial,
interaksi sosial, dsb.
5. Landasan Historis
Adalah segala sesuatu yang memiliki nilai-
nilai histori (sejarah) bagi suatu
bangsa/negara yang dapat dijadikan acuan
acuan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Misalnya: Kerajaan, Candi, Monumen,
Terjadinya peperangan, dsb.
6. Landasan Sosial Budaya
Adalah segala sesuatu (kehidupan sosial
dan aspek kebudayaan bangsa) yang dapat
dijadikan acuan dalam penyelenggaraan
pendidikan. Contoh: unsur-unsur kebuadaan.
7. Landasan Ilmiah dan Teknologi
Adalah segala sesuatu (Bidang keilmuan,
dan teknologi) yang dijadikan acuan
dalam penyelenggaraan pendidikan.

Kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai


cabang filsafat: logika, epistemology, etika dan
estetika, dsb.).
Menurut Wayan Ardhana, dkk. (1986) filsafat
bukan hanya mempengaruhi pendidikan, tetapi
telah melahirkan aliran filsafat pendidikan
yaitu:
● Idealisme,
● Realisme,
● Perenialisme,
● Esensialisme,
● Pragmatisme dan progresivisme,
● Eksistensialisme,
Catatan:
Carilah : Siapa tokoh dari masing-masing
aliran tersebut, bagaimana pendapat,
pengaruh, atau kontribusinya dalam
penyelenggaraan pendidikan.

Pancasila sebagai Landasan Filosofis


Sistem Pendidikan Nasional.
(Terdiri dari 5 sila, dimana setiap sila terdiri
dari beberapa butir pengamalan).
CONTOH KAJIAN
(Landasan Sosiologis)

Landasan Sosiologis.
Adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan acuan
dalam penyelenggaraan pendidikan yang
berkaitan dengan aspek social (kehidupan sosial).
Dalam hal ini, Ilmu sosiologi, khususnya
sosiologi pendidikan sangat berpengaruh dalam
penyelenggaraan pendidikan).
Bidanag kajian sosiologi Pendidikan:
a. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek
masyarakat yang mempelajari:
(1) Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
(2) Hubungan sistem pendidikan dan
proses control social, dan sistem
kekuasaan.
(3) Fungsi sistem pendidikan dalam
memelihara dan mendorong proses
social dan perubahan kebudayaan.
(4) Hubungan pendidikan dengan kelas
social atau system status.
(5) Fungsionalisasi system pendidikan formal
dalam hubungannya dengan ras,
kebudayaan, atau kelompok-kelompok
dalam masyarakat.

b. Hubungan kemanusiaan di sekolah yang


meliputi:
(1) Sifat kebudayaan sekolah khususnya yang
berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah.
(2) Pola interaksi social atau struktur masyarakat
sekolah.
c. Pengaruh sekolah pada perilaku
anggotanya yang mempelajari:
(1) Peranan sosial guru
(2) Sifat kepribadian guru
(3) Pengaruh kepribadian guru terhadap
tingkah laku siswa
(4) Fungsi sekolah dalam sosialisasi
anak-anak.
d. Sekolah dalam komunitas, yang
mempelajari pola interaksi antara sekolah
dengan kelompok social lain didalam
komunitasnya yang meliputi:
(1) Pelukisan tentang komunitas seperti
tampak dalam pengaruhnya terhadap
organisasi sekolah.
(2) Analisis entang proses pendidikan
seperti tampak terjadaia pada system
social komunitas kaum tak terpelajar.
(3) Hubungan antara sekolah dan komunitas
dalam fungsi kependidikannya.
(4) Faktor-faktor demografi dan ekologi
dalam hubungannya dengan organisasi
sekolah.
B. Asas-asas Pokok Pendidikan.
1. Asas Tut Wuri Handayani.
2. Asas Pendidikan Sepanjang Hayat
(PSH).
3. Asas Kemandirian dalam Belajar.
TUGAS INDIVIDU
1. Kerjakan Tugas Bab III, halaman 124
2. Kumpulkan tugas tersebut pada pertemuan
berikutnya
SEKIAN
TERIMA KASIH