Anda di halaman 1dari 28

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL

“VETERAN” JAKARTA

TATARAN DASAR BELA NEGARA

SUBAKDI

2018
Disarikan dari buku :
“Tataran Dasar Bela Negara”
Kementerian Pertahanan RI
Pendahuluan & Landasan Pemikiran
Bela Negara
Suatu negara dikatakan kuat Pembinaan Kesadaran
pertahanan negaranya, bila Bela Negara adalah segala
bangsa tersebut bersatu. usaha, tindakan dan
Namun globalisasi, bila kegiatan yang dilakukan
tidak disikapi hati-hati, bisa secara efisien dan efektif
membuat lalai sebuah untuk memperoleh hasil
bangsa untuk melindungi lebih baik terhadap sikap
dirinya. dan perilaku warganegara
yang dijiwai oleh kecintaan
Di sini penting untuk kepada negara kesatuan
menumbuhkembangkan dan Republik Indonesia, yang
membina kembali kesadaran berdasarkan Pancasila dan
bela negara, baik secara UUD 1945 dalam menjamin
psikis/mental maupun fisik. kelangsungan hidup bangsa
dan negara
Landasan Filosofis
Bela Negara :
Indonesia adalah negeri yang Bela Negara mencakup nilai-
beragam. Pancasila merupakan nilai :
alat pemersatu dari keberagaman • Kecintaan kepada tanah
yang ada. Pancasila jadinya
merupakan alat pembangun air
karakter kebangsaan dan • Kesadaran berbangsa dan
kesadaran akan hak dan bernegara
kewajiban warganegara untuk • Yakin pada Pancasila
melakukan pembelaan negara. sebagai ideologi negara
Tanpa adanya upaya bela negara
dan kesadaran bela negara maka • Rela berkorban untuk
eksistensi bangsa dan negara bangsa dan negara
dapat terancam. Karena itu perlu • Memiliki kemampuan
dikembangkan nilai dasar bela bela negara baik secara
negara dalam upaya psikis maupun fisik
mempertahankan kelangsungan
hidup bangsa dan negara.
Landasan Yuridis Landasan Historis
Bela Negara : Bela Negara :
1. UUD 1945 pasal 27 (3) Bela negara di masa lalu, telah
menjadikan kerajaan-kerajaan klasik
2. UUD 1845 pasal 30 (1-2) di Indonesia berjaya.
3. UU no. 39 tahun 1999 pasal Namun setelah masa itu, Indonesia
68 tentang HAM : “Setiap dijajah oleh kolonialisme asing. Bela
warganegara wajib ikut Negara dalam bentuk perjlawanan
tanpa hentipun terus menerus
serta dalam upaya
dilakukan, hingga masa kebangkitan
pembelaan negara” nasional abad ke-20.
4. UU no. 3 tahun 2002 yang Saat Indonesia merdeka, perjuangan
mengamanatkan bahwa mempertahankan kemerdekaan
sistem pertahanan negara berlangsung, dimana bela negara
melibatkan komponen-komponen :
diselenggarakan dengan Rakyat (Rakyat Bersenjata dan Rakyat
memberdayakan seluruh Tidak Bersenjata) serta Tentara.
sumberdaya nasional yang Perjuangan melawan penjajah
setiap saat siap asingpun akhirnya berakhir ketika
pada tahun 1949, Indonesia diakui
didayagunakan.
kedaulatannya.
Landasan Teoritis Bela Negara :
A. Wawasan Kebangsaan
B. Wawasan Nusantara
C. Ketahanan Nasional

A. Wawasan Kebangsaan
Setiap warganegara suatu bangsa memiliki rasa kebangsaan dan
wawasan kebangsaan dalam perasaan dan pikirannya.
Rasa Kebangsaan adalah rasa yang lahir secara alamiah karena
adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah
dan aspirasi perjuangan masa lampau.
Dinamika rasa kebangsaan dalam mencapai cita-cita bangsa,
berkembang menjadi wawasan kebangsaan.
Wawasan Kebangsaan merupakan pikiran-pikiran yang bersifat
nasional, dimana terkandung di dalamnya cita-cita dan tujuan
nasional suatu bangsa.
Wawasan Kebangsaan
Indonesia didasarkan pada 4
Konsensus Dasar : Pancasila, 3. NKRI
UUD 1945, NKRI, Bhineka NKRI dapat ditinjau dari :
Tunggal Ika. a. Kondisi geografis
b. Kondisi sosial budaya

1. Pancasila 4. Bhineka Tunggal Ika


Kedudukan pancasila adalah : Bhineka Tunggal Ika
a. Pancasila sebagai dasar mengandung unsur :
negara a. Ada keanekaragaman atau
b. Pancasila sebagai ideologi kemajemukan
b. Keanekaragaman atau
2. UUD 1945 kemajemukan merupakan
Esensi UUD 1945 adalah : sesuatu yang alamiah,
a. Nilai demokrasi tidak dapat ditolak
b. Nilai kesamaan derajat c. Terintegrasi dalam satu
c. Nilai ketaatan hukum negara bangsa Indonesia
B. Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia
yang timbul karena kesadaran diri dan tempaan sejarah, yang
didalamnya terkandung nilai-nilai luhur bangsa.

Dalam wawasan nusantara terkandung 4 nilai pokok :


1. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik
2. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan
ekonomi
3. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial
budaya
4. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan
pertahanan dan keamanan

Dalam konsepsi wawasan nusantara terkandung filosofi dasar


geopolitik Indonesia dan wawasan kebangsaan.
C. Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa berisi
keuletan dan ketangguhan,yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan
mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan
baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung
maupun tidak langsung membahayakan integritas identitas,
kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar
tujuan perjuangan nasional
Nilai Bela Negara
1. Cinta Tanah Air
Tanah Air adalah ruang wilayah
Nilai-nilai Bela Negara : negara, baik secara geografis (fisik)
• Cinta tanah air maupun non fisik (tata nilai dan tata
• Sadar berbangsa dan kehidupan masyarakat), yang telah
bernegara memberikan sumber kehidupan dan
• Yakin pada Pancasila penghidupan sejak manusia di
sebagai ideologi dalamnya lahir hingga akhir hayat.
negara Kecintaan kepada tanah air dapat
• Rela berkorban untuk ditumbuhkan melalui :
bangsa dan negara a. Mengenal dan memahami wilayah
• Memiliki kemampuan nusantara dengan baik
bela negara baik b. Mencintai dan melestarikan
lingkungan hidup
secara psikis maupun
c. Menjaga nama baik dan
fisik mengharumkan tanah air
Indonesia
2. Sadar Berbangsa dan 3. Yakin pada
Bernegara Pancasila sebagai
Kesadaran berbangsa berarti sikap ideologi negara
dan tingkah laku warganegara harus a. Yakin dan sadar akan
sesuai dengan kepribadian bangsa kebenaran Pancasila
dan selalu mengaitkan diri dengan b. Pancasila merupakan
cita-cita dan tujuan hidup bangsa. sumber hukum,
sekaligus kerangka
Kesadaran berbangsa dan bernegara acuan negara kesatuan
dapat diwujudkan dengan cara : Republik Indonesia
a. Menumbuhkan rasa kesatuan c. Nilai-nilai Pancasila
dan persatuan bangsa dan negara dapat digunakan dalam
Indonesia penyelesaian konflik,
b. Menumbuhkan jiwa besar dan serta mematahkan
patriotisme setiap ancaman,
c. Memiliki kesadaran dan tantangan, hambatan,
tanggungjawab sebagai dan gangguan terhadap
warganegara Indonesia keutuhan bangsa
4. Rela berkorban untuk bangsa
dan negara
a. Mendahulukan kepentingan umum
daripada kepentingan
pribadi/golongan
b. Rela berkorban waktu, harta, raga
maupun jiwa untuk kepentingan
nusa dan bangsa

5. Memiliki kemampuan awal


bela negara
Kemampuan yang harus dimiliki oleh
warganegara adalah :
a. Kemampuan psikis (mental)
b. Kemampuan fisik
Indikator Nilai Bela Negara
Indikator Cinta Tanah Air
Ditunjukkan dengan sikap :
1. Menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang
wilayah Indonesia
2. Jiwa dan raga, bangga sebagai bangsa Indonesia
3. Berjiwa patriotik terhadap bangsa dan negara
4. Menjaga nama baik bangsa dan negara
5. Memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan
negara
6. Bangga menggunakan hasil produk Indonesia
Indikator Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Ditunjukkan dengan sikap :
1. Berpartisipasi aktif dalam organisasi kemasyarakatan,
profesi maupun politik
2. Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warganegara
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku
3. Ikut serta dalam pemilihan umum
4. Berpikir, bersikap dan berbuat yang terbaik baik bangsa
dan negara
5. Berpartisipasi menjaga kedaulatan bangsa dan negara
Indikator Keyakinan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Ditunjukkan dengan sikap :
1. Paham nilai-nilai dalam Pancasila
2. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari
3. Menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan
negara
4. Mengembangkan nilai-nilai Pancasila
5. Yakin dan percaya bahwa Pancasila sebagai dasar negara
Indikator Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara
Ditunjukkan dengan sikap :
1. Bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk
kemajuan bangsa dan negara
2. Siap membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman
3. Berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat,
bangsa dan negara
4. Gemar membantu sesama warganegara yang mengalami
kesulitan
5. Yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan
negara, tidak sia-sia
Indikator Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara
Ditunjukkan dengan sikap :
1. Memiliki kecerdasan emosional dan spiritual serta
intelegensia
2. Senantiasa memelihara jiwa dan raga
3. Bersyukur dan berdoa atas nikmat yang telah diberikan
Tuhan Yang Maha Esa
4. Gemar berolahraga
5. Menjaga kesehatan
Implementasi Bela Negara
&
Indikator Keberhasilan
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Implementasi di Lingkungan Pendidikan
1. Kegiatan intrakurikuler
2. Kegiatan ekstrakurikuler
3. Kegiatan pengabdian pada masyarakat
4. Kegiatan penciptaan kondisi kampus yang kondusif

Implementasi di Lingkungan Pemukiman


1. Kegiatan pendidikan dan pelatihan masyarakat
2. Kegiatan yang menunjang integrasi masyarakat
3. Kegiatan solidaritas sosial
4. Kegiatan penciptaan kondisi lingkungan pemukiman yang kondusif

Implementasi di Lingkungan Pekerjaan


1. Kegiatan terencana di lingkungan pekerjaan
2. Kegiatan tambahan yang menunjang semangat kerja
3. Kegiatan yang terkait dengan tanggungjawab sosial lembaga
4. Kegiatan penciptaan kondisi lingkungan kerja yang kondusif
Indikator Keberhasilan
Pembinaan Kesadaran Bela Negara

1. Indikator Umum
a. Mencintai tanah air
1) Menggunakan produk dalam negeri
2) Rajin belajar
3) Mencintai dan menjaga lingkungan
4) Hidup bersih
5) Mengenal tanah air tanpa fanatisme daerah
b. Kesadaran berbangsa dan bernegara
1) Disiplin dan bertanggungjawab atas tugas yang diberikan
2) Saling menghormati
3) Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan
pribadi dan golongan
4) Bangga terhadap bangsa dan negara sendiri
5) Rukun dan berjiwa gotong royong
c. Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara
1) Takwa pada Tuhan YME
2) Menjalankan kewajiban agama dengan baik dan benar
3) Membantu sesama warga masyarakat
4) Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dan negara
5) Melestarikan warisan adat/budaya bangsa

d. Rela berkorban untuk bangsa dan negara


1) Rela menolong sesama warga, apapun latar belakangnya
2) Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
dan golongan
3) Menyumbangkan tenaga, pikiran, keahlian untuk kepentingan
masyarakat, bangsa dan negara
4) Siap membela bangsa dan negara dari berbagai macam
ancaman
5) Yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan
negara ,tidak sia-sia
e. Memiliki kemampuan bela negara baik secara psikis
maupun fisik
1) Memiliki kemampuan, integritas pribadi dan kepercayaan diri
2) Pantang menyerah
3) Melaporkan kepada yang berwajib terhadap setiap kegiatan
atau peristiwa yang menggangu/merugikan masyarakat
4) Memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat
5) Memiliki pengetahuan tentang wawasan kebangsaan yang
memadai
2. Indikator Khusus
Indikator khusus mencakup berbagai wujud ingkungan, seperti :
lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, lingkungan pemukiman.
Dalam kaitan dengan status sebagai mahasiswa, indikatornya adalah :

a. Indikator lingkungan pendidikan bagi mahasiswa sebagai


warga kampus
1) Menjadi contoh yang baik dalam sikap dan perilaku di
lingkungan masyarakat
2) Disiplin dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
3) Memiliki prestasi yang membanggakan
4) Menjaga kebersihan diri pribadi dan lingkungan kampus
5) Menjaga ketertiban dan kerukunan di dalam/luar kampus
6) Mentaati peraturan/tata tertib kampus
7) Menghargai dan menghormati dosen dan orangtua
8) Memahami lambang dan simbol-simbol negara
b. Indikator lingkungan pemukiman bagi mahasiswa sebagai
anggota masyarakat
1) Menjadi contoh yang baik dalam sikap dan perilaku di
lingkungan masyarakat
2) Menghargai dan menghormati bendera dan lambang negara
serta simbol-simbol lain yang berhubungan dengan negara
3) Saling membantu sesama warga
4) Menjaga kebersihan dan fungsi fasilitas umum
5) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
6) Menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan
7) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
8) Mendengarkan petuah/arahan pimpinan/tokoh masyarakat
sepanjang tidak melanggar hukum
9) Mau dan mampu bekerja keras dan berusaha
10) Sadar dan patuh terhadap tata tertib di lingkungan
11) Menghargai pendapat orang lain
12) Menciptakan lingkungan yang tertib, bersih dan aman
3) Mendengarkan petuah/arahan pimpinan/tokoh masyarakat
sepanjang tidak melanggar hukum
4) Mau dan mampu bekerja keras dan berusaha
5) Sadar dan patuh terhadap tata tertib di lingkungan
6) Menghargai pendapat orang lain
7) Menciptakan lingkungan yang tertib, bersih dan aman