Anda di halaman 1dari 42

Muflihah S.Pd, M.

Si
Umumnya anion dibagi menjadi 3 golongan
a. Golongan sulfat : SO42-, SO32-, PO43-, Cr2O42-
, BO2-, CO32-, C2O42-, AsO43-
b. Golongan halida : Cl-, Br-, I-, S2-
c. Golongan nitrat : NO3-, NO2-, C2H3O2-
 Sifat-sifat Asam-Basa

Anion Kb Anion Kb

S2- 3 x 10 -2 PO 3- 1 x 10-2
4

CO32- 2,1 x 10-4 SO32- 2,0 x 10-7

CrO42- 3,1 x 10-8 NO2- 1,4 x 10-11

SO42- 1,0 x 10-12 NO3- 5 x 10-17

Br- 1 x 10-23 Cl- 3 x 10-23


 Sifat Redoks
NO3- dan CrO42- oksidator kuat dalam suasana
asam
I , S2- dan SO32- reduktor dalam suasana asam
SO42- encer tidak menunjukkan sifat oksidator
SO42- pekat adalah oksidator kuat
 Kesetimbangan larutan
Garam BaSO4, BaSO3, Ba2(PO4)3, BaCr2O4,
Ba(BO2)2, BaCO3, BaC2O4, Ba3(AsO4)2 tidak
larut dalam air kondisi basa sedangkan
garam barium anion lainnya mudah larut
Pemisahan dan identifikasinya menambahkan
pereaksi BaCl2
Kecuali barium kromat yang berwarna kuning,
garam barium lainnya berwarna putih
Jika larutan sampel diasamkan dengan asam
nitrat
Hanya golongan anion halida yang akan
mengendap sebagai garam perak, yaitu AgCl
(putih), AgBr (kuning), AgI (kuning muda),
Ag2S (hitam)
Anion yang tidak menunjukkan uji yang positif
untuk kedua golongan di atas kemungkinan
mengandung anion golongan nitrat.
Beberapa tetes sampel + MgCl2 dalam HCl
pekat

Terjadi warna merah-coklat sampai hitam,


terbentuk ion kompleks [MnCl5]2-

Kemungkinan NO2-, NO3-, CrO42- yang mampu


mengoksidasi Mn2+ menjadi Mn3+
Larutan sampel + larutan yang mengandung
FeCl3,K3[Fe(CN)6] dan HCl encer

Suspensi atau endapan biru gelap, karena


terbentuknya KFe[Fe(CN)6]

Kemungkinan adanya ion pereduksi S2-, SO32-,


I- atau NO2
Langkah-langkah:
1. + larutan HClO4,6M dalam sampel, catat
adanya gas atau tidak
2. Dinginkan + larutan perak nitrat, catat
warna endapan
3. Pisahkan endapan, + NH4OH, 6M untuk
membuat suasana basa, catat endapan
Anion yang terurai dalam larutan asam kuat
(HCLO4 encer) membebaskan gas bila
larutannya dipanaskan.
Gas-gas yang dibebaskan memiliki sifat-sifat
Anion yang stabil dalam HCLO4 encer dan
mengendap sebagai garam perak
Anion yang stabil dalam HCLO4, tetapi
mengendap sebagai garam perak bila
larutannya dinetralkan.
Anion yang stabil dalam HCLO4 encer, tetapi
mennghasilkan garam perak yang larut dalam
suasana asam atau netral.

NO3-

AgSO4 sebagai endapan


 Dilakukan pada sampel berbentuk padatan
 + HCl encer membebaskan H2S
 Deteksi H2S dengan kertas Pb-asetat,
menghasilkan warna hitam PbS
 a) Na2S2 - + AgNO3 → ↓ hitam perak sulfida
Endapan tidak larut dalam asam nitrat encer
dingin tetapi larut dalam asam nitrat panas.
S2 - + 2Ag+ → Ag2S ↓
b) Na2S + HCl encer → Gas H2S,
yang bisa diidentifikasi dengan :
1. Bau yang spesifik
2. Menghitamnya kertas saring yang telah
dibasahi dengan larutan Pb (NO3)-.
S2+ + 2H+ → Gas H2S
H2S + Pb2+ → ↓ PbS
c) Na2S + Pb (NO3)2 → ↓ hitam PbS
d) Na2S + MgCl → ↓ Merah jambu
e) Na2S + Cd asetat → ↓ kuning
 Sampel (s/l) diasamkan dg H2SO4 encer untuk
membebaskan gas SO2
 Mengalirkan gas SO2 ke dalam larutan HNO3
encer, BaCl dan KMnO4 sehingga
menghasilkan endapan putih BaSO4
 a) NaSO32- + AgNO3 → ↓ putih
SO32- + Ag+ → (AgSO3)-
Dengan menambahkan reagensia lebih banyak
maka akan terbentuk endapan kristalin, perak
sulfit :
(AgSO)- + Ag+ → ↓ Ag2SO3
b) NaSO32- + HCl encer → gas SO2- (gas tidak
berwarna dan berbau seperti belerang dibakar).
Gas SO2- dibuktikan dengan :
1. dari bau belerang terbakar
2. kertas saring yang berubah warna menjadi
hijau, yang disebabkan oleh perubahan ion-ion
kromium (III) yang dihasilkan bila sehelai kertas
saring dibasahi dengan larutan KCr2O72- yang
telah diasamkan, dengan cara diletakkan diatas
mulut tabung reaksi.
3SO2 + Cr2O72- + 2H+ → 2Cr3+ + 3SO42- + H2O
 c) KMnO4 + H2SO4 encer → larutan ungu +
NaSO32- → warna ungu dilunturkan.
Warna ungu pada KMnO4 dilunturkan asam
menjadi hilang disebabkan oleh reduksi menjadi
ion-ion mangan (II) :
5SO32- + 2MnO4- + 6H+ → 2Mn2+ + 5SO42- +
3H2O
d) KCr2O72- + H2SO4 + NaSO32- → larutan ungu
larutan berubah menjadi hijau disebabkan oleh
pembentukan ion-ion kromium (III) :
3SO32- + Cr2O72- +8H+ → 2Cr3+ + 3SO42- +4H2O
e) I2 + H2SO4 → larutan coklat → NaSO32- →
warna coklat dilunturkan.
f) NaSO32- + Pb(NO2)3 → ↓ putih timbal sulfit.
SO32- + Pb2+ → ↓ PbSO3
g) NaSO32- + BaCl → ↓ putih barium sulfit
SO32- + Ba2+ → BaSO3 ↓
 Sampel dipanaskan, gasnya dilewatkan dalam
larutan barium hidroksida
 Terbentuk endapan putih BaCO3
 a) NaCO32- + AgNO3 → ↓ putih
Ketika ditambah dengan reagen berlebih endapan
berubah menjadi kuning, karena terbentuknya perak
oksida.
Ag2CO3 ↓ → Ag2O ↓ + CO2 ↑
Endapan larut dalam asam nitrat dan dalam amonia,
dengan reaksi :
Ag2CO3 + 2H+ → 2Ag+ + ↓ CO2 + H2O
Ag2CO3 + 4NH3 → 2 (Ag(NH3)2) + CO32-
b) NaCO32- +HCl encer → gas CO2 (gas tidak
berwarna dan tidak berbau)
c) NaCO32- + MgSO 4 → ↓ putih
Penambahan MgSO4 terhadap larutan CO32-
menghasilkan pengendapan yaitu terbentuknya
endapan putih MgSO4.
d) NaCO32- + BaCl → ↓ putih
CO32- + Ba2+ → ↓ BaCO3
 Ion nitrat sebagai pengoksidasi
 Larutan + asam sulfat encer / asam asetat
agar bersuasana asam
 + beberapa tetes besi(II)sulfat menyebabkan
oksidasi Fe(II) menjadi Fe(III) dan pereduksian
NO2- menjadi NO
 Reaksi kelebihan Fe(II) dg NO menghasilkan
kompleks besi berwarna coklat (cincin coklat)
 Uji adanya ion nitrit didasrkan atas kemampuannya sebagai bahan
pengoksidasi. Larutan uji harus dibuat sedikit bersuasana asam dengan
menambahkan asam sulfat/asam asetat.
Nitrit bersifat oksidator dan reduktor.
a) NaNO2- + AgNO3 → ↓ putih
b) FeSO4 + H2SO4- + NaNO2- secara pelan-pelan melalui dinding
tabung reaksi → cincin coklat pada pertemuan kedua larutan.
Terbentuknya cincin coklat menandakan bahwa didalam sampel terdapat
ion nitrit.
c) KMnO4 + H2SO4 encer → larutan ungu + NaNO2- → warna ungu
dilunturkan.
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa NaNO2- berfungsi
melunturkan warna ungu dari KMnO4 dan mengindikaiskan bahwa
dalam sampel mengandung ion nitrit.
d) KMnO4 + H2SO4 encer → gas I2 (gas berwarna)
Timbulnya gas I2 dibuktikan dengan cara : Kertas saring dibasahi
dengan larutan amylum, maka kertas saring akan berubah warnanya
menjadi biru.
 Larutan +HCl untuk suasana sedikit asam, +
CCl4
 + air klor/larutan NaOCl sambil diaduk,
muncul violet pada lapisan CCl4
 a) KI2 + AgNO3 →↓kuning
Yaitu perak iodida (AgI-), yang mudah larut dalam kalium sianida dan dalam
larutan Natrium thiosulfat sangat sedikit larut dalam amonia pekat dan tidak larut
dalam asam nitrat encer.
I- + Ag+ →AgI
↓ AgI + 2CN- →(Ag (CN)2)- + I-
↓ AgI + 2S2O32- →(Ag (S2O3)2)3- + I-
b) KI2 + H2SO4 →uap warna ungu
Dapat dibuktikan dengan :
1. ketika larutan + klorofom →lapisan kloroform berwarna ungu
2. kertas saring yang dibasahi dengan larutan amylum yang diletakkan diatas
mulut tabung maka akan berubah warna menjadi biru.
c) KI2 + Pb(NO3) →↓kuning
Jika diencerkan dengan aquades endapan akan larut, kemudian jika didinginkan
akan terbentuk endapan lagi yang berbentuk keping-keping emas seperti sisik
ikan.
2I- + Pb2- →PbI2
d) KI2 + HgCl2 →↓merah jingga
2I- + HgCl2 →HgI2 ↓+ 2Cl-
Endapan akan larut dalam KI2 berlebih karena membentuk suatu kompleks
tetraiodomarkurat (II)
↓HgI2 + 2I- → (HgI4)2
 Jikadalam sampel terdapat ion I-, dioksidasi
menjadi IO3- (tdk berwarna)
 +air klor
 Penambahan air klor terus menerus, warna
kuning-coklat terbentuk pada lapisan CCl4
 a) KBr + AgNO3 →↓kuning
Br- + Ag+ → ↓ AgBr
b) KBr + HNO3 pekat + dipanaskan →uap warna
coklat merah.
Uap ini dapat dibuktikan dengan :
Kertas saring yang dibasahi dengan larutan
fluorescein yang diletakkan diatas tabung maka akan
berubah menjadi merah jingga.
Uji fluorescein brom bebas mengubah zat warna
fluorescein ( I ) yang kuning menjadi eosin (II) atau
tetra bromo fluorescein yang merah. Maka kertas
saring yang dijenuhi dengan larutan fluorescein
adalah resensia yang berharga untuk uap brom,
karena kertas akan memperoleh warna merah.
 Jika dalam sampel terdapat ion I- dan Br-,
dihilangkan dengan ion peroksodisulfat
(S2O82-) yang tidak mampu mengoksidasi ion
Cl-
 Halogen yang dibebaskan diekstraksi ke
dalam CCl4
 (X- = I- atau Br-)
 Larutan bebas diasamkan dg HNO3 dan +
AgNO3
 Terbentuk endapan putih AgCl yang larut
dalam larutan amoniak pekat
 a) NaCl + AgNO3 →↓putih AgCl
Endapan larut dalam NH4OH encer tetapi tidak larut dalam
HNO3 encer.
Cl- + Ag+ →↓AgCl
↓ AgCl + 2NH3 →(Ag (NH3)2)+ + Cl-
(Ag(NH3)2)+ + Cl- + 2H+ →↓AgCl + 2NH4+
b) NaCl + H2SO4 + dipanaskan →gas
Dapat dibuktikan dengan :
1. Kertas lakmus biru menjadi merah jika diletakkan diatas
tabung reaksi.
2. Batang pengaduk yang dibasahi dengan amonia, maka
akan terbentuk kabut putih pada batang.
c) NaCl + Pb(NO3) → Tidak terjadi endapan
Dalam percobaan ini tidak terjadi endapan putih
disebabkan jumlah larutan yang dicampurkan tidak sama,
dan ketika dipanaskan kemudian didihkan tidak terjadi
endapan berbentuk jarum.
 Sampel diasamkan dg H2SO4 encer
 + larutan FeSO4 encer
 + larutan H2SO4 pekat (dingin), terbentuk
cincin coklat [Fe(NO)]2+
 Menghilangkan gangguan ion halogen dg
menambahkan larutan Ag(CH3COOH)
 Menghilangkan gangguan kromat dengan
mengendapkannya sebagai BaCrO4
 Uji identifikasi untuk nitrat (NO3-) hampir sama dengan
uji identifikasi nitrit (NO2-), tetapi konsentrasi hidrogen
atau keasamannya lebih tinggi. Jika NO2- bersifat
oksidator dan reduktor maka NO3- hanya sebagai
oksidator.
a) NaNO3- + AgNO3 →tidak terbentuk endapan
b) NaNO3- + FeSO4 + H2SO4 →cincin coklat
Ketika ditambahkan dengan H2SO4 secara pelan-pelan
melalui dinding tabung reaksi, maka akan terbentuk cincin
coklat diantara dua larutan.
Terbentuknya cincin coklat menunjukkan bahwa sampel
mengandung ion NO3-.
c) NaCl + PbNO3 →↓putih
Ketika dipanaskan endapan akan larut, kemudian setelah
mendidih akan terbentuk endapan berbentuk jarum.
 Sampel dalam suasana asam+ BaCl2
 Terbentuk endapan putih BaSO4
 Sampel dalam suasana asam + larutan
amonium molibdat
 Terbentuk endapan merah cerah dari
amonium molibdofosfat (NH4)3P(Mo3O10)4
 a) NaPO4 + AgNO3 →↓kuning
HPO42- + 3Ag+ →Ag3PO4 ↓+ H+
Endapan larut dalam amonia dan asam nitrat
encer.
↓Ag3PO4 + 2H+ →H2PO4- + 3Ag+
↓Ag3PO4 + 6NH3 →3 (Ag (NH3)2)+ + PO43-
b) Na fosfat + Ammonium molibdat + HNO3
dipanaskan →↓
Endapan kuning yang terbentuk adalah endapan
ammonium fosfamolibdat yang mempunyai
rumus (NH4)3 (PMO12 O4o)
c) Na fosfat + Mg mixture →↓putih
 Sampel dalam suasana asam + barium asetat
 Terbentuk endapan kuning barium kromat
BaCrO4
 Adanya ion kromat (CrO42-) ditandai oleh warna kuning dari
larutan dalam suasana basa atau orange dalam suasana asam.
a) K2CrO4 + AgNO3 →↓merah coklat
b) K2CrO4 + Pb (NO3)2 →↓kuning
c) K2CrO4 + BaCl →↓kuning
Adanya ion kromat dalam larutan diidentifikasi dengan endapan
kuning dari barium kromat (BrCrO4) yang terbentuk apabila
kedalam larutan sampel yang ada dalam suasana asam
ditambahkan Ba (CH3COO)2
Ba2+ + CrO42- →BaCrO4(s)
d) K2Cr2O4 + H2SO4 + H2O →larutan biru tua
e) K2Cr2O4 + HCl encer →larutan berwarna orange
Ke dalam suasana asam adanya ion CrO42- ditandai oleh warna
orange dari laruan.
f) K2Cr2O4 + NaOH encer →larutan tetap berwarna kuning
Warna kuning diperoleh dari K2Cr2O4, adanya warna kuning
menunjukkan bahwa larutan berada dalam keadaan basa.
 16. Dikromat (Cr2O72-)
Kromat logam biasanya adalah zat-zat padat berwarna yang menghasilkan larutan
kuning bila dapat larut dalam air.
a) KCr2O72- + AgNO3 →↓merah coklat (AsCrO4)
Endapan larut dalam nitrat encer dan dalam ammonia, tetapi tidak larut dalam
asam asetat.
CrO42- + 2Ag+ →Ag2CrO4 ↓
↓2 Ag2CrO4 + 2H+ →4Ag+ + Cr2O72- + H2O
As2 CrO4 ↓+ 4NH3 →2 (Ag (NH3)2)+ + CrO42-
b) KCrO72- + Pb (NO3)2 →↓kuning PbCrO4
CrO42- + Pb2+ →PbCrO4↓
c) K2Cr2O72- + BaCl2 →↓kuning barium kromat
Endapan tidak larut dalam air maupun asam asetat, tetapi larut dalam asam
mineral encer.
CrO42- + Ba2+ →BaCrO4 ↓
d) KCr2O72- + H2SO4 + hidrogen peroksida →larutan biru tua →timbul gas
→larutan berwarna hijau
Jika larutan asam suatu kromat diolah dengan hidrogen peroksida, maka akan
didapat larutan kromium peroksida yang berwarna biru tua. Larutan biru ini
sangat tidak stabil dan segera terurai menghasilkan oksigen dan larutan garam
kromium (III) yang berwarna hijau.
e) KCr2O72- + HCl encer →larutan berwarna orange
f) KCr2O72- + NaOH →larutan berwarna kuning