Anda di halaman 1dari 31

Armellya : 16.0430.765.01 Ni Ketut Irayani : 16.0468.803.

01
Christiyanti : 16.0433.768.01 Nilam Sari : 16.0471.806.01
Dodi Saputra : 16.0437.772.01 Nur Indah Puspita S : 16.0476.811.01
Erniliana Hibur : 16.0441.776.01 Putri Mariana : 16.0479.814.01
Fitrianingsih : 16.0445.780.01 Robbecha L : 16.0482.817.01
Gibson Lie : 16.0448.783.01 Siska Puspita Sari : 16.0486.821.01
Jonisty Dewary K. : 16.0454.789.01 Sri Wahyuni : 16.0489.824.01
M Novan Ahadinata : 16.0459.794.01 Syahdan : 16.0493.828.02
Mardiah : 16.0462.797.01 Triberti Natalis Yodi : 16.0496.831.01
Maria Yakolina Hurai : 16.0465.800.01 Zukri Fauza : 16.0499.834.01

START
Peran Perawat dalam
menjalankan intervensi
Keperawatan pada Sistem
Anatomi dan Fisiologi
Imunologi
Sistem Anatomi
&
Fisiologi Imunologi
DEFINISI

Imunitas
Imunitas adalah kemampuan tubuh menahan atau mengeliminasi benda asing atau sel
abnormal yang potensial berbahaya.

Bakteri
Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang tidak berinti dan diperlengkapi oleh
semua perangkat yang esensial bagi kelangsungan hidup dan reproduksi mereka.

Virus
Berbeda dengan bakteri, bukanlah suatu entitas seluler yang dapat hidup sendiri. Virus
hanya terdiri dari satu asam nukleat (DNA dan RNA) yang terbungkus di dalam suatu
selubung protein.

Alergi
Alergi merupakan reaksi imun tubuh yang bersifat spesifik terhadap rangsangan suatu
bahan yang pada orang lain biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahan ini
disebut sebagai allergen.
Respon Imun Nonspesifik
Respon imun nonspesifik adalah respon pertahanan inheren yang secara nonslektif
mempertahankan tubuh dari inpasi benda asing atau abnorma dari jenis apapun,
walaupun baru pertama kali terpajan. Respon seperti ini membentuk lini pertama
pertahanan terhadap berbagai faktor yang mengancam, yang masuk agen infeksi, iritan
kimia, dan cedera jaringan yang menyertai trauma mekanis atau luka bakar. Respon imun
spesifik, dipihak lain, cara selektif menyerang benda asing tertentu yang telah mereka
temui sebelumnya. Respon-respon spesifik ini di perantai oleh limfosit,yang setelah
mendapat pajanan berikutnya ke agen yag sama,mengenali dan secara diskriminatif
melawan agen tersebut. Kita mula-mula akan membahas megenai respon nonspesifik
sebelum berlanjut ke respon spesifik.
LANJUTAN..

Pertahanan-pertahanan nonspesifik yang beraksi tanpa memandang apakah agen


pencetus pernah atau belum pernah dijumpai adalah :
Peradangan, suatu respon nonspesifik terhadap cedera jaringan, pada keadaan ini
spesialis-spesialis fagositik-neutrofil dan makrofag-beperan penting, disertai bantuan
dari sel sel imun jenis lain.
Interferon, sekelompok protein yang secara nospesifik mempertahankan tubuh terhadap
infeksi virus.
Se Natural killer, sel jenis khusus mirip limfosit yang secara spontan dan relatif
nonspesifik melisiskan (menyebabkan ruptur)dan menghancurkan sel pejamu yang
terinfeksi virus dan sel kanker.
Sistem Komplemen, sekelompok protein plasma inaktif yang,apabila diaktifkan secara
sekuensial, menghancurkan sel asing dengan menyerang membran plasma. Sistem
komplemen dapat secara nonspesifik diaktifkan oleh adanya benda asing.sistem ini juga
dapat diaktifkan oleh antibodi yang dihasilkan sebagai bagian dari respons imun spesifik
terhadap mikroorganisme tertentu.
Respon Imun Spesifik
Respons imun spesifik mencakup imunitas yang diperantarai oleh antibodi yang
dilaksanakan oleh turunan limfosit B dan imunitas yang diperantarai oleh sel yang
dilaksanakan oleh Limfosit B.
Respons imun spesifik adalah serangan selektif yang ditujukan untuk membatasi atau
mentralisikan sasaran tertentu yang oleh tubuh telah dipersiapkan untuk dihadapi karena
tubuh sebelumnya sudah pernah terpajan kesasaran tersebut. Terdapat dua kelas respons
imun spesifik: imunitas yang diperantarai oleh antibodi atau imunitas humoral yang
melibatkan pembentukan antibodi oleh turunan limfosit B yang dikenal sebagai sel
plasma dan imunitas yang diperentarai oleh sel atau imunitas seluler yang melibatkan
pembentukan limfosit T aktif yang secara langsung menyerang sel-sel yang tidak
diinginkan.
LANJUTAN…

Limfosit B dan T (sel B dan T) memiliki riwayat hidup yang berbeda dan , yang lebih
penting, sifat dan fungsi yang juga berbeda. Kedua jenis limfosit, seperti semua sel darah
lainnya, berasal dari sel bakal yang sama disumsum tulang. Apakah suatu limfosit dan
semua turunannya akan menjadi sel B atau T bergantung pada tempat diferensi dan
pematangan akhir dari sel semula. Selama masa janin dan pada masa kanak kanak dini,
sebagian limfosit imatur bermigrasi melalu darah ke timus, tempat sel-sel tersebut
mengalami pengelola lebih lanjut untuk menjadi limfosit T. Timus adalah suatu jaringan
limfoid yang terletak digaris tengah didalam rongga dada diatas jantung dalam ruang
antara kedua paru. Limfosit yang matang tanpa memperoleh “pendidikan dari timus”
menjadi limfosit B. Limfosit B pertama kali ditemukan pada burung, tempat proses
pematangannya berlangsung dijaringan limfoid terkait usus yang khas untuk burung, yaitu
bursa Fabrisius; dari sinilah berasal nama limfosit B pada manusia, tempat pematangan
dan diferensiasi B masih belum jelas, walau pun secara langsung disumsum tulang.
Setelah dikeluarkan didalam darah dari sumsum tulang atau timus, sel B dan T matang
berdiam dijaringan limfoid perifer untuk membentuk koloni. Disini, setelah mendapat
stimulasi yang tepat, sel-sel tersebut mengalami pembelahan untuk menghasilkan
generasi baru sel B dan T, bergantung pada nenek moyang mereka. Setelah masa kanak-
kanak dini, sebagian besar limfosid baru berasal dari kolonil limfosit perifer ini dan bukan
dari sumsum tulang.
Imun
Sifat antibodi
Antobodi merupakan gamma globulin yang disebut imunoglobulin ( disingkat sebagai Ig)
dan berat moleklnya antara 160.000 dan 970.000. immunoglobulin biasanya mencakup
sekitar 20 peren dari seluruh protein plasma.
Semua immunoglobulin terdir atas kombinasi rantai polipeptida ringan dan berat. Sebagian
besar merupakan kombinasi 2 rantai berat dan 2 rantai ringan. Ada beberapa
immunoglobulin yang mempunyai kombinasi sampai 10 rantai berat dan 10 rantai ringan,
menghasilkan immunoglobulin dengan berat molekul besar.
Spesifisitas antibodi
Setiap antibodi bersifat spesifik untuk antigen tertentu, hai ini disebabkan oleh struktur
organisasi asam amino yang unik pada bagian yang dapat berubah dari kedua rantai ringan
dan berat. Sususnan asam amino memiliki bentuk sterik yang berbeda untuk setiap
spesifitas antigen, sehingga bila suatu antigen melakukan kontak dengan bagian ini, maka
berbagai kelompok prostetik antigen tersebut seperti sebuah bayangan cermin dengan
asam amino yang terdapat dalam antibody, sehingga terjadiilah ikatan yang cepat dan kuat
antara antibod dan antigen. Bila antibodi bersifat sangat spesifik, maka ada banyak tempat
ikatan yang dapatr membuat pasangan antigen-antibodi itu sangat kuat terikat satu sama
lain, yaitu dengan cara:
Ikatan hidrofobik
Ikatan hidrogen
Daya Tarik ionic
Kekuatan van der waals.
Ikatan ini juga mematuhi hukum kerja massa termodinamik.
Penggolongan antibodi
Terdapat lima golongan umum antibodi, masing-masing diberi nama IgM, IgG, IgA, IgD dan
IgE.
Ada dua golongan antibody yang sangat penting, IgG, yang merupakan antibody bivalen
dan mencakup kira-kira 75 persen dari seluruh antibodi pada orang normal, dan IgE, yang
merupakan antibodi dalam jumlah kecil tetai terutama terlihat dalam peristiwa alergi.

Mekanisme kerja antibodi


Antibodi bekerja terutama melalui dua acara untuk melindungi tubuh terhadap agen yang
menginvasi:
Dengan langsung menyerang penyebab penyakit tersebut
Mengaktifkan sistem komplemem yang kemudian dengan berbagai cara yang dimilikinya
akan menghncurkan penyebab penyakit tersebut.
Beberapa tipe sel T dan berbagai fungsinya.
Sel T Pembantu
Merupakan sel T yang yang jumlahnya paling banyak, biasanya meliputi lebih dari 3
perempat jumlah sel T, seperti yang ditunjukan oleh Namanya, sel-sel ini membantu untuk
melakukan fungsi sistem imun dengan banyak cara.
Sel T sitotoksis merupakan sel “pembunuh”
Sel T sitotoksis merupakan sel penyerang langsung yang mampu membunuh
mikroorganisme dan pada suatu saat, bahkan membunuh sel-sel tubuh sendiri. Maka sel
ini disebut sel pembunuh. Protein reseptor pada permukaan sel sitotoksis menyebabkan
sel ini berikatan erat dengan organisme atau sel yang , mengandung antigen spesifik.
Beberapa sel T sitotoksis besifat mematikan terhadap sel-sel jaringan yang telah diinvasi
oleh virus, karena banyak partikel virus yang terperangkap dalam membran sel jaringan
dan menarik sel T sebagai respons terhadap antigenisitas virus.
Sel T Supresor
Sel ini mempunyai kemampuan untuk menekan fungsi sel T sitotoksik dan sel pembantu.
Fungsi supresor ini diduga bertujuan untuk mecegah sel sitotoksik agar tidak
menyebabkan reaksi imun yang berlebihan yang dapat merusak jsringsn tubuh sendiri.
Fisiologi
A. Sistem pertahanan imun menghasilkan proteksi terhadap sel asing dan abnormal dan
membersihkan debris sel.
Imunitas, mengacu kepada kemampuan tubuh menahan atau mengeliminasi
benda asing atau sel abnormal yang potensial berbahaya, aktivitas-aktivitas berikut
berkaitan dengan system pertahanan imun, yang berperan penting dalam mengenali dan
menghancurkan atau menetralisasi benda-benda didalam tubuh yang diangab asing oleh
“diri normal”.
Pertahanan tehadp pathogen penginvasi (mikroorganisme penghasil penyakit, misalnya
virus dan bateri )
Pengeluaran sel yang “aus” (misalnya sel darah merah yang tua) dan debris jaringan
(misalnya jaringan rusak akibat trauma atau penyakit). Yang terakhir ini pentng untuk
menyembuhkan luka dan perbaikan jaringan
Identifikasi dan destruksi sel abnormal atau mutan yang berasal dari tubuh sendiri, funsu
ini, yang diberi nama surveilans imun, adalah mekanisme pertahanan internal utama
terhadap kanker.
Respon imun yang tidak sesuai yang menimbulkan alergi, yaitu tubuh bereaksi terhadap zat
kimia dari lingkungan yang tidak berbahaya, atau penyakit otoimun, yaitu saat system
pertahanan secara salah menghasilka antibody terhada[ tubuh sendiri, sehingga terjadi
kerusakan sel-sel jenis terutama di dalam tubuh.
Penolong sel-sel jaringan asing, yang menjadi kendala utama salam tranplantasi organ.
B. Bakteri dan virus pathogenic adalah sasaran utama system petahanan imun.
Musuh asing utama yang dilawan oleh system imun adalah bakteri dan virus,
bakteri adalah mikroorganisme bersek tungal yang tidak berinti dan diperlengkapi oleh
semua perangkat yang esensial bagi kelangsungan hidup dan reproduksi mereka. Bakteri
pathogen yang menginvasi tubuh mencetukan kerusakan jaringan dan menimbulkan
penyakit terutama dengan mengeluargan enzim atau toksin yang secara fisik mencederai
atau menganggu fungsi sel dan organ yang terkena. Daya suatu pathogen menimbulkan
penyakit dikenal sebagai virulensi.
Virus, berbeda dengan bakteri bukanlah suatu entitas seluler yang dapat hidup sendiri.
Virus hanya terdiri dari asam nukleat (DNA atau RNA) yang terbungkus didalam suatu
selubung protein. Karena tidak memiliki perangkat untuk menghasilakn energy dan
membentuk protein, virus tidak mampu menjalankan metabolism atau reproduksi, kecuali
jika mereka menginfasi sel pejamu (sel pada individu yang terinfeksi) dan mengambil alih
fasilitas biokimiawi sel tersebut untuk kepentingan mereka sendiri. Virus tidak saja
melemahkan sumber energi sel pejamu, tetapi asam-asam nukleat virus juga
memerintahkan sel pejamu untuk mensintesis protein-proetein yang diperlukan leh
replikasi virus. Efek infasi dan replikasi virus pada sel penjamu berbeda sesuai dengan jenis
virus.
C. Leukosit adalah sel-sel efektor pada system pertahan imun
Sel-sel yang bertangung jawab atas berbagai strategi pertahanan imun adalah
leukosit (sel darah putih) dan turunannya.
Neutrophil adalah spesialis fagositik yang sangat mudah bergerak (mobil) dan memakan
serta menghancurkan bahan-bahan yang tidak diperlukan.
Eosinofil mengeluarkan zat-zat kimiawi yang menghancurkan cacing parasite dan berperan
dalam manifestasi alergi.
Basofil mengeluarkan histamine dan heparin, dan juga terlibat dalam manifestasi reaksi
alergi.
Limfosit
Limfosit B berubah menjadi sel plasma, yang mengeluarkan antibody yang secara tidak
langsung menyebabkan dekstruksi benda asing
Limfosit T berperan dalam imunitas yang diperantarai oleh sel (imunitas seluler) dengan
melibatkan dekstrusi langsungsel-sel terinfasi virus dan sel- sel mutan melalui cara-cara
nonfagositik.
Monosit berubah menjadi makrofag, yaitu spesialis fagositik yang berukuran besar dan
terikat dengan jaringan.
Bakeri
Struktur bakteri
Bakteri termasuk dalam golongan prokariota, yang strukturnya lebih sederhana dari
eukariota, kecuali bahwa struktur dinding sel prokariota lebih kompleks dari eukariota.
Bakteri adalah mikro organism bersel tunggal yang tidak berinti dan diperlengkapi oleh
semua perangkat yang esensial bagi kelangsungan hidup dan reproduksi mereka. Bakteri
pathogen yang menginvasi tubuh mencetuskan kerusakan jaringan dan menimbulkan
penyakit terutama dengan mengeluarkan enzim atau toksin yang secara fisik mencederai
atau mengganggu fungsi sel dan organ yang terkena.

Gambar 1.1 struktur bakteri

Inti atau nukleus


Dengan pewarnaan feulgen,inti sel prokariota dapat dilihat dengan hanya menggunakan
mikroskop cahaya biasa. Pewarnaan Feulgen sebetulnya mewarna molekul DNA.
Dengan mikroskop elekton tampak bahwa badan inti tidak mempunyai dinding
inti/membrane inti. Didalamnya terdapat benang DNA (DNA fibril) yang bila
diekstraksi,berupa molekul tunggal dan utuh dari DNA dengan berat molekul 2-3 x 10.
Benang DNA ini disebut kromosom yang panjangnya kira-kira 1 mm. ekstraksi DNA
dilakukan dengan melisikan dinding sel secara hati-hati, kemudian dilakukan sentrifungsi;
maka benang DNA akan terpisah dari materi sel lainnya,dan dapat dimurnikan.
Struktur sitoplasma
Sel prokariota tidak mempunyai mitokondria atau kloroplas; sehingga enzim-enzim untuk
transport electron tidak bekerja di membran sel; tetapi pada lamelea yang berada
dibawah membran sel.
Bakteri menyimpan pula makanan cadangan dalam bentuk granula sitoplasma. Granula ini
bekerja sebagai sumber karbon,tetapi lebih sumber protein berkurang,karbon dalam
granula ini dapat dikonversi menjadi sumber nitrogen.
Granula sitoplasma pada beberapa jenis bakteri yang menyimpan pula sulfur, fosfat
inorganic (granula volutin) dan granula pada jenis kuman korine-bakteri disebut granula
meta-kromatik,karna granula tersebut bila diwarnai dengan zat warna biru tua tapi tidak
berwarna biru ,tetapi berwana merah. Pada sitoplasma pro-kariota tidak didaptkan
struktur mikrotubulus seperti yang ada pada eukariota.

Membran sitoplasma
Struktur
Membran sitoplasma disebut juga membrane sel; yang komposisinya terdiri dari fosfolipid
dan protein. Membran sel dari semua jenis prokariota tidak mengandung sterol,kecuali
Genus Mycoplasma. Ditempat –tempat tertentu pada membrane sitoplasma terdapat
cekungan/lelukan ke dalam (convoluted invagination) yang disebut mesosom.
Ada dua jenis mesosom:
Septal mesosom: berfungsi dalam pembelahan sel.
Lateral mesosom Kromosom bakteri (DNA) melekat pada septal mesosom
Fungsi
Fungsi utamaa membrane sitoplasma adalah :
Menjadi tempat transport bahan makanan secara selektif
Pada spesies kuman aerob merupakan tempat transport electron dan oksidasi-fosforilasi.
Tempat ekspresi bagi eksoenzim yang hidrolitik.
Mengandung enzim dan molekul-molekul yang berfungsi pada biosintesa DNA,
polimerisasi dinding sel dan lipid membran = fungsi biosintetik.
Mengandung reseptor dan protein untuk sistem kemotaktik.
Virus
Virus terdiri atas asam nukleat yang dikeleilingi selubung protein
Para ilmuwan mampu mandeteksi virus secara tak langsung jauh sebelum mereka benar-
benar mampu melihat virus.

Struktur virus
Virus yang paling kecil berdiameter hanya 20 nm lebih kecil dari pada ribosom. Jutaan
virus bisa dengan mudah dimasukkan ke kepala jarum. Virus terbesar yang diketahui pun,
dengan diameter beberapa ratus nanometer, nyaris tidak tampak dibawah mikroskop
cahaya. Temuan Stanley bahwa sebagian virus bisa dikristalisasi merupakan berita yang
menarik sekaligus membingungkan. Sel paling sederhana sekali pun tidak bisa beragregasi
menjadi kristal teratur. Virus merupakan partikel penginfeksian yang terdiri atas asam
nukleat berselubung protein dan pada beberapa kasus dilindungi oleh amplop
bermembran.
Alergi
Dalam tubuh kita ada 5 jenis anti body atau imunoglobulin E tinggi yang spesifik terhadap
zat-zat tertentu yang menimbulkan reaksi alergi (zat allergen). Misalnya debu, susu, ikan
laut, Dll. Di dalam jaringan tubuh, anti body atau imunoglobulin E yang bereaksi pada
allergen-allergen diatas menempel pada sel mast (sel yang berperan pada reaksi alergi dan
peradangan). Bila anti body atau imunoglobulin E ini terkontak lagi dengan zat-zat terkait
dengan, misalnya protein susu sapi, protein telur, tungau debu rumah, Dll, maka sel mast
akan mengalami degranulasi (pecah) dan mengeluarkan zat-zat seperti kistamin, kinin, dan
bratinin yang terkandung dalam granulanya yang berperan dalam reaksi alergi. Zat-zat
tersebut akan menimbulkan gejala alergi seperti gatal-gatal (biduran), sisim saluran nafas (
alergi asma), saluran cerna ( diare,muntah), kulit (biduran, eksim), mata (konjungtifis
alergika) serta susunan saraf (sakit kepala, Dll).
Pemeriksaan diagnostic
Pemeriksaan Indikasi/komentar
Sinar X dada Akut abdomen, visskus perforasi, abses subfrenik
pneumonia, udara bebas dibawah diafragma,efusi
pleura, peninggian diafragma
Cara pemeriksaan :
1. Pasien datang ke radiologi harus membawa
surat perintah rontgen dari dokter dan ahli
kesehatan lainnya
2. Informasikan kepada petugas jika anda pernah
di rontgen sebelumnya dan jika anda sedang
hamil ( perempuan )
3. Semua benda logam yang terdapat di daerah
https;//www.google.com/search? dada di lepaskan dan mengganti pakaian anda
q=gambar+sinar+x+abdomen&client dengan pakaian yang telah disedikan diruang
radiologi
4. Setelah anda selesai mengganti pakaian, anda
akan diposisikan PA/AP/Lateral oleh peugaas
radiologi
5. Pada saat pemeriksaan, anda akan diminta
petugas untuk tarik nafas dan tahan nafas
selama beberapa detik.
6. Pemeriksaan selesaianda dipersilakan untuk
mengganti pakaian anda kembali
Sinar X abdomen Abstruksi usus, perforasi, kolik renal tampak batas
cairan (fluid level), udara di atas hati,batu saluran
kemih
Cara pemeriksaan :
1. Abdomen adalah rongga perut yang berisi
organ – organ tubuh seperti lambung, hati, usus
halus, usus besar dll dengan batas atas adalah
vertebra thorakal XII dan batas bawah adalah
simphisis pubis.
2. Abdomen akut adalah suatu keadaan sakit
https;//www.google.com/search? mendadak di dalam rongga perut yang
q=gambar+sinar+x+abdomen&client memerlukan tindakan segera.
3. Teknik pemeriksaan radiologi abdomen adalah
pemotretan dengan menggunakan sinar-X
untuk membantu menegakkan diagnosa melihat
kelainan patologis maupun non patologis di
daerah abdomen.
4. FFD (Focus Film Distance) adalah jarak antara
film dengan tabung sinar-X
5. CR (Central Ray) adalah arah sinar –X yang
dikeluarkan tabung menuju obyek yang akan di
foto.
6. CP (Central Point) adalah titik pada obyek
sebagai pusat penyinaran sinar-X dari tabung.
7. KV adalah kilo volt
8. mA adalah mili ampere
9. Second adalah waktu yang diperlukan untuk
ekspose.
10. MSP (Mid Sagital Plane) adalah bidang yang
membagi tubuh sama bagiannya kanan dan kiri.
11. Prone adalah posisi tubuh tengkurap.
12. Supine adalah posisi tubuh berbaring terlentang.
13. AP (Antero Superior) adalah posisi dilihat dari
depan ke belakang / sinar –X menembus tubuh
dari belakang ke depan tubuh.
Barium meal Disfage, dispepsia jika gastroskopi tidak
memungkinkan obsturksi esopagus(lebih disukai
endoskopi, terutama pada riwayat operasi lambung
sebelumnya)
Cara pemeriksaan :
1. pemeriksaan ini dikerjakan di kantor atau &
rumah sakit Departemen & radiologi. penderita
berbaring di meja X-ray dan persiapan diambil
X-ray.penderita berbaring dan dimasukkan tube
enema lubrikasi secara gently lemah lembut ke
dalam rectum.
https;//www.google.com/search? 2. Barium radioopaque contrast medium kemudian
q=gambar+barium+meal&client=fi diikuti untuk mengiisicolon penderita. Balon
kecil dari tube enema mungkin dapat
membantuagar barium tidak keluar. aliran
barium dimonitor oleh radiologist padalayar
fluoroscopy. udara mungkin dapat dipompakan
ke dalam colonuntuk mengembangkan colon,
dan didapatkan gambaran yang lebih baik.)
3. penderita diminta untuk bergerak pada posisi
yang berbeda dan meja dapatdiatur untuk
mendapatkan gambaran yang berbeda. ada
waktu X-ray diambil, penderita diharapkan untuk
menahan napas beberapa detik agar gambar
tidak kabur.
4. Tube enema dikeluarkan setelah gambar-
gambar diambil dan penderitadapat ke toilet
.penderita diharapkan mengeluarkan barium.
'atu atau duafoto (X-ray dapat diambil setelah
barium dikeluarkan)
5. jika double atau pemeriksaan contrast udara
dilakukan, melalui tubeenema akan dimasukkan
dengan lemah lembut dengan sedikit banyak
udara ke dalam colon, dan kemudian gambar
diambil lagi. hal ini akan memberikan gambaran
yang lebih detail. tube enema kemudian
dikeluarkan dan penderita dapat mengosongkan
colon.
Endoskopi GI bagian bawah (kolonoskopi) Pendarahan raktum, pendarahan GI yang tidak dapat
dijelaskan, perubahan pola defekasi dapat pula
dilakukan biopsi lesi dan mengangkat polop
Cara pemeriksaaan :
Prosedur endoskopi biasanya berlangsung antara 5
sampai 10menit. Pertama lakukan cuci tangan
kemudian gunakan APD sepertihandscoon, masker,
dan scord. Lakukan instruksi dokter
denganmenyemprotkan anastesi local (xylokain)
spray ke daerah orofaring.Kemudian pasang
mouthpiece ke mulut pasien untuk memfiksasi
https;//www.google.com/search? mulutagar tidak menggigit skop endoskopi. Berikan
q=kolonoskopi&client suntikan premedikasi sesuaidengan order dari
dokter. Jika diindikasikan untuk melakukan
biopsysiapkan botol yang berisi cairan formalin 10%
untuk menempatkan jaringan yang telah diambil
oleh dokter. Selama prosedur lakukanmonitoring
terhadap TTV pasien.Prosedur endoskopi dilakukan
dengan bantuan endoskop.Endoskop adalah tabung
fleksibel dengan system pengiriman cahayayang
menerangi sluran tersebut. Lebih lanjut memiliki
system lensa yangmenyampaikan gambar dari
fiberscope dan menampilkan gambar di TVwarna.
Endoskop ini diturunkan dari kerongkongan, ke
perut dank e dalamusus. Endoskopi yang gagal
dapat mengganggu pernapasan. Selamaprosedur
pasien disarankan untuk menarik nafas
panjang.Endoskopi kapsul adalah bentuk lain dari
endoskopi dimana pasienmenelan kamera berbentuk
kapsul yang merekam gambar ketika kapsulbergerak
melalui saluran pencernaan. Selanjutnya kapsul akan
keluar melalui gerakan usus. Endoskopi biasanya
digunakan bersama layar monitor sehingga
gambaran organ yang diperiksa tidak hanya
dilihatsendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang
lain di sekitarnya. Gambar yang diperoleh selama
pemeriksaan biasanya direkam untuk
dokumentasiatau evaluasi lebih lanjut.
Endoskopi kapsul video Perdarahan rektum, perdarahan GI yang dapat
dijelaskan, penyakit usus halus malformasi vaskular,
penyakit inflamasi pelvis
Cara pemeriksaaan :
1. Pasien akan dipersiapkan dengan pembersihan
isi saluran pencernaan untuk mendapat gambar
yang baik.
2. Setelah kapsul ditelan kemudian dipasang alat
perekam yang ditempelkan diperut dengan
menggunakan semacam sabuk atau ikat
pinggang.
https;//www.google.com/search? 3. Memerlukan waktu selama 8-10 jam. Selama
q=endoskopi+kapsul+video pemeriksaan pasien dapat tetap beraktivitas.
4. Kapsul Endoskopi bersifat disposable ( setelah
dipakai tidak dapat dipakai lagi), sehingga
sterilitas dapat diandalkan
5. Setelah ditelan kapsul tersebut akan keluar
bersama feces ( kotoran ).

endoskopi rettrograde kolangiopankreatografi(ERCP) Ikterus obstruktif,pankreatitis akut dan kronik peran


diagnostik dan terapeutik membuka (stenting)
struktur dan mengangkat batu
Cara pemeriksaan:
1. Pasien berbaring di meja X-ray dalam posisi
prone. Kemudian pasien diberikan obat sedatif
(diazepam/midazolam ditambah dengan
petidin). Anestesi umum dapat dilakukan bila
pasien adalah anak-anak atau pasien tidak
kooperatif. Mouthpiece dipasang pada mulut
https;//www.endoscopi.com/ pasien untuk menjaga mulut pasien tetap
terbuka. Posisi awal pasien ERCP dapat dilihat
pada gambar 2
2. Pemeriksa memasukkan endoskop melalui mulut
pasien dan menelusuri saluran cerna bagian atas
hingga mencapai duodenum. Saat endoskop
mencapai duodenum perlu diberikan buscopan
20 mg atau glukagon 0,25 mg secara intravena
dan bertahap untuk menekan motilitas
duodenum dan sfingter.
3. Saat endoskop mencapai duodenum, identifikasi
papila yang merupakan muara dari duktus bilier
dan pankreas di duodenum. Setelah
diidentifikasi, lakukan kanulasi dengan
menggunakan kateter dan guidewires.
Masukkan zat kontras ke dalam duktus bilier dan
pankreas untuk mendapatkan gambaran
kolangiogram dan pankreatogram.
Keto Koma diabetic (ketoasidosis)
Cara Pemeriksaan :
1. Pemeriksaan fisik.
2. Tes darah untuk mengetahui kadar gula darah,
kadar keton, dan tingkat keasaman darah
(analisis gas darah), dan elektrolit darah.
3. Tes urine untuk melihat kadar keton urin dan
kemungkinan infeksi saluran kemih.
4. Rontgen dada untuk melihat kemungkinan
pneumonia.
http://www.google.co.id/search?dcr=0&biw 5. Tes elektrokardiografi (EKG) untuk merekam
aktivitas listrik jantung.

Hemoglobin
Sinkop, kejang, strok

http://www.google.co.id/search?dcr=0&biw
Sel darah putih Infeksi misalnya, meningitis

http://www.google.co.id/search?dcr=0&biw=1366&bih
Kultur darah

Meningitis, endokarditis, stroke

http://www.google.co.id/search? Kultur+darah
Sel darah merah/C-creactive

Arteritis kranial

http://www.google.co.id/search? Laju + endapan + darah %

Human immunodeficiency virus


Berbagai sindrom saraf sentral/perifer

http://www.google.co.id/search?dcr=Hiv+virus
Uji fungsi tiroid
Tremor
sindrom carpal tunnel

Uji fungsi hati


Atansia/kejang/neuropati akibat alcohol

http://www.google.co.id/search? Dcr= Uji+fungsi+hati&oq

Urea/kreatinin

Ensefalopati
Neuropati perifer

http://www.google.co.id/search? Dcr= Urea%2Fkreatinin&oq


Elektrolit
Kejang
Ensefalopati
Diabetes insipidus/syndrome of
Inappropriate antidiuretic
Homon secretion (SIADH)

Electromyogram (EMG) Miopati


Distrofi muscular
Penyakit motor neurone

http://www.google.co.id/search

EKG 12 sadapan Epilepsy/sinkop


Strok distrofi muskular

http://www.google.co.id/search? Dcr =pemeriksaan+EKG


Hematokrit

Meningkat pada polisitemia

http://www.google.co.id/medikus.com.
Hitung eosinofil Tinggi pada :
1. Asma alergi
2. Eosinofilia pulmonal
3. Aspergilosis

http://www.google.co.id/search?q=hitung+eosinofil&dcr

C-reactive protein

Tinggi pada :
1. pneumonia
2. empiema

http://www.google.co.id/search?q=C-
reative+protein&dcr=0&source=inm
Natrium serum
Menurun pada :
1. karsinoma paru sel kecil (inapproriate antidiuretic
hormone (ADH) secretion atau sekresi hormon
antidiuretik yang tidak sesuai)
2. penyakit legionnaire (akibat legionella) dan
pneumonia berat apapun

http://www.google.co.id/search?q=natrium+serum

Kalsium serum Meningkat pada metastasis tulang, sarkoidosis, dan


karsinoma paru sel sikiamosa

Imunoglobin

Defisiensi pada bronkiektasis

http://www.google.co.id/search?dcr
Tekanan gas darah Kegagalan pernafasan dan keseimbangan asam/basa
Pemeriksaan Fisik
1. Perkenalkan diri anda kepada pasien (termasuk berjabat tangan dan nilai kesan
pertama)
2. Berbicara dengan pasien (anamnesis)
a. Riwayat penyakit dahulu
b. Riwayat penggunaan obat-obatan
c. Riwayat penyakit keluarga
d. Riwayat sosial
1) Riwayat pekerjaan
2) Riwayat bepergian
3) Riwayat seksual (jika perlu)
4) Rokok
5) Alkohol
3. Pertanyaan sistemik
4. Diagnosa banding
5. Pemeriksaan pasien (gunakan pendekatan sistemik)
a. Inspeksi
b. Palpasi
c. Perkusi
d. Auskutasi
6. Mengkonfirmasi atau menyingkirkan diagnosis anda
TERIMA KASIH