Anda di halaman 1dari 8

Biology Ethics

OLEH : REDNA
STAMBUK : A 202 18 071
Defenisi bioetik

Bioetika berasal dari kata bios yang berati kehidupan dan ethos yang berarti
norma-norma atau nilai-nilai moral. Bioetika merupakan studi interdisipliner
tentang masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu
kedokteran baik skala mikro maupun makro, masa kini dan masa mendatang.

Menurut F. Abel, Bioetika adalah studi interdisipliner tentang masalah-masalah


yang ditimbulkan oleh perkembangan biologi dan kedokteran, tidak hanya
memperhatikan masalah-masalah yang terjadi pada masa sekarang, tetapi juga
memperhitungkan timbulnya masalah pada masa yang akan datang.
4 kaidah dasar moral yang sering juga
disebut kaidah dasar etika kedokteran
atau bioetika, yaitu:
– Beneficence
– Non - Maleficence
– Justice
– Autonomi
Beneficence
Dalam arti bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati martabat manusia, dokter tersebut harus berusaha maksimal
agar pasiennya tetap dalam kondisi sehat. Perlakuan terbaik kepada pasien merupakan poin utama dalam kaidah
ini. Kaidah beneficence menegaskan peran dokter untuk menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada pasien
mengambil langkah positif untuk memaksimalisasi akibat baik daripada hal yang buruk.Prinsip prinsip yang terkandung
didalam kaidah ini adalah;
– Mengutamakan Alturisme
– Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia
– Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya menguntungkan seorang dokter
– Tidak ada pembatasan “goal based”
– Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu keburukannya
– Paternalisme bertanggung jawab/kasih sayang
– Menjamin kehidupan baik-minimal manusia
– Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan
– Menerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti yang orang lain inginkan
– Memberi suatu resep berkhasiat namun murah
– Mengembangkan profesi secara terus menerus
– Minimalisasi akibat buruk
Non – Malficence
Non-malficence adalah suatu prinsip yang mana seorang dokter tidak melakukan perbuatan yang
memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang paling kecil resikonya bagi pasien yang dirawat atau diobati
olehnya. Pernyataan kuno Fist, do no harm, tetap berlaku dan harus diikuti. Non-malficence mempunyai ciri-ciri:
– Menolong pasien emergensi
– Mengobati pasien yang luka
– Tidak membunuh pasien
– Tidak memandang pasien sebagai objek
– Tidak menghina/mencaci maki/memanfaatkan pasien
– Melindungi pasien dari serangan
– Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter
– Tidak membahayakan pasien karena kelalaian
– Menghindari misrepresentasi
– Memberikan semangat hidup
– Tidak melakukan white collar crime
Autonomi
Dalam kaidah ini, seorang dokter wajib menghormati martabat dan hak manusia. Setiap individu harus
diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak menentukan nasib sendiri. Dalam hal ini pasien diberi hak untuk
berfikir secara logis dan membuat keputusan sendiri. Autonomi bermaksud menghendaki, menyetujui, membenarkan,
membela, dan membiarkan pasien demi dirinya sendiri. Kaidah Autonomi mempunyai prinsip – prinsip sebagai berikut:
– Menghargai hak menentukan nasib sendiri
– Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan
– Berterus terang menghargai privasi
– Menjaga rahasia pasien
– Menghargai rasionalitas pasien
– Melaksanakan Informed Consent
– Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri
– Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien
– Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri
– Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non emergensi
– Tidak berbohong kepada pasien meskipun demi kebaikann pasien
– Mejaga hubungan atau kontrak
Justice
Keadilan atau Justice adalah suatu prinsip dimana seorang dokter wajib memberikan perlakuan sama rata serta adil untuk kebahagiaan dan
kenyamanan pasien tersebut. Perbedaan tingkat ekonomi, pandangan politik, agama, kebangsaan, perbedaan kedudukan sosial, kebangsaan, dan
kewarganegaraan tidak boleh mengubah sikapdan pelayanan dokter terhadap pasiennya. Justice mempunyai ciri-ciri :
– Memberlakukan segala sesuatu secara universal
– Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan
– Memberikan kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama
– Menghargai hak sehat pasien
– Menghargai hak hukum pasien
– Menghargai hak orang lain
– Menjaga kelompok rentan
– Tidak membedakan pelayanan terhadap pasien atas dasar SARA, status social, dan sebagainya
– Tidak melakukan penyalahgunaan
– Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien
– Meminta partisipasi pasien sesuai dengan kemampuannya
– Kewajiban mendistribusikan keuntungan dan kerugian secara adil
– Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten
– Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah atau tepat
– Menghormati hak populasi yang sama sama rentan penyakit atau gangguan kesehatan
– Bijak dalam makroalokasi
THANK YOU