Anda di halaman 1dari 8

KEL0MPOK 6

HUKUM PIDANA
Nama kelompok:
1. Agustina B. Leda Bani
2. Ambrosius Nawar
3. Devi Yohana Kase
4. Dofrosa R. Hayon
5. Rikardus Watu
6. Sebasianus Bapa
7. Yustina Gego Wea
Pengertian Hukum Pidana
 Hukum Pidana merupakan bagian dari pada
keseluruhan Hukum yang berlaku disuatu negara
yang mengadakan dasar-dasar dan aturan-aturan
untuk:
 1. menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tida
boleh dilakuakan, dilarang, dengan disertai ancaman
atau saksi yang berupa pidana terte ntu bagi siapa
yang melarang larangan tersebut.
 2. menentukan kapan dan dalam hal apa kepada
mereka yang telah melanggar larangan-larangan itu
dapat dikenakan atau dijatuhi pidana sebagaimana
yang telah diancamkan.
Sejarah Hukum Pidana Di
Indonesia

1.Pada zaman voc (1602-1799)


Masa pemberlakuan hukum pidana barat dimulai
sejak bangsa Belanda datang ke wilayah Nusantara
yaitu ditandai dengan dilakukannya beberapa
peraturan pidana oleh voc. Voc memperluas daerah
jajahannya di kepulauan Nusantara untuk
memperbesar keuntungan, voc memaksa aturan-
aturan yang dibawahnnya dari Eropa untuk ditaati
oleh orang-orang pribumi.
2. Zaman Belanda(1811-1814)
Indonesia pernah jatuh ketangan Belanda ketangaan Inggris.
Pemerintah Inggris diserah terimakan kepada komisaris Jendral yang
dikirim Belanda.
3. Zaman Pendudukan Jepang
Pada hakekatnya hukum pidana yang yang Berlaku di Indonesia
tidak mengalami perubahan yang signifikan.
4. Hukum Pidana sesudah kemerdekaan
Hukum pidana yang berlaku pada tanggal 8 Maret 1942 dengan
berbagai perubahan dan penambahan yang di sesuaikan dengan
negara proklamasi kemerdekaan Indonesia.
5. Hukum Pidana Nasional
a. Tahun 1945 – 1949
Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bebas dan berdaulat
setelah merdeka. Oleh karena itu, untuk mengisi kekosongan hukum
karna hukum nasional belum dapat diwujudkan, maka UUD 1945
mnengamatkan dalam pasal 11 aturan peralihan agar segala badan
negara peraturan yang ada masih langsung berlaku, selama belum
diakan yang barau menurut UUD ini.
b. Tahun 1945 – 1950
pada tahun ini Indonesia menjadi negara serikat, sebgai konsekuensi atas
syarat pengakuan kemerdekaan dari negara belanda. Dengan ini maka UUD
1945 tidak berlaku lagi dan diganti dengan Konstitusi Republik Indonesia Srikat.
c. Tahun 1950 – 1959
Setelah menjadi negara serikat selam 7 bulan 16 hari, sebagai trik politik
agar belanda mengakui kedaulatan Indonesia, maka pada tanggal 17 Agustus
1950 Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Dengan perubahan ini, maka
konstitusi yang berlakupun berubah yakni diganti dengan UUD sementara .
d. Tahun 1959 – sekarang
Setelah keluarnya dekrit presiden 1959, yang salah satunya berisi
mengenai berlakunya kembali UUD dasar 1945, maka sejak itu indonesia
menjadi negara kesatuan Republik dengan UUD 1945 sebagai konstitusinya.
Peristiwa Hukum pidana suatu peristiwa Hukum yang dapat dinyatakan sebagai
peristiwa pidana apabila memenuhi unsur pidananya meliputi :
1. Objektif : suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
2. Subjektif : perbuatan seseorang yang berakibat tidak dikehendaki oleh UU.
Syarat –syarat yang harus dipenuhi sebagai suatu peristiwa pidana ialah :
3. Harus ada perbuatan
4. perbuatan itu harus sesuai dengan apa yang ditentukan dalam apa saja
ketententuan hukum.
3. Harus terbukti adanya kesalahan yang dapat dipertanggungjawabkan
1. Asas Legalitas
a. Tiada suatu perbuatan dapat di pidana kecuali atas kekuatan
pidana dalam perudanga-undagan yang telah ada sebalum
perbuatan dilakukan
b. Jika perbuatan dilakukan ada perubahan dalam perudangan-
undangan, dipakai aturan yang paling ringan bagai terdakwa.
2. Asas Teritorial
Berlakunya undang-undang pidana suatu negara semata-mata
digantungn pada tempat dimana tindak pidana atau perbuatan
dilakukan, dan tempat tersebut hatus terletak didalam teritori atau
wilaya bersangkutan.
3. Asas Perlindungan
menurut asas ini peraturan pidana di Indonesia berfungsi untuk
melindungi keamanan kepintingan hukum terhadap gangguan dari
setiap orang luar Indonesia terhadap kepentingan hukum
Indonesia.
4. Asas Personal
Yaitu ketentuan hukum pidana yang berlaku
bagi setiap wilaya Indonesia yang melakukan
tindakan pidana di luar Indonesia.
5. Asas Universal
Bersifat mendunia dan tidak membeda-bedakan
warga negara apapun yang penting adalah
terjaminnya ketertiban dan keselamatan dunia
Tindakan yang Melanggar Hukum
Pidana
Meliputi:
1. Makar

2. Kejahatan terhadap martabat Presiden dan wakil


presiden
3. kejahatan terhadap ketertiban umum
4. pencurian
5. pembunuhan
6. penipuan
7. Pencurian

8. penghinaan
9. Pengelapan

10. penganiayaan