Anda di halaman 1dari 17

ETIKA DAN HUKUM

KEPERAWATAN GERONTIK
ENDAH SUBIJARTI,SKM,MMKes

1
Yang perlu diperhatikan:”keputusan
tentang mati-hidup pasien”
Apakah Tx diteruskan / dihentikan?
Apakah perlu tindakan resusitasi
Apakah makanan tambahan per infus
tetap diberikan pada pasien dengan
kondisi yang sdh jelas akan mati?

2
PRINSIP ETIKA PELAYANAN KESEHATAN
PADA LANSIA

1. EMPATI
 Pelayanan geriatri:lansia yang sakit
dipahami penderitaannya
 Empati harus dilaksanakan dgn
wajar,tidak berlebihan shg tdk
memberi kesan over protective dan
belas kasihan
 Petugas geriatri harus paham proses
fisiologi dan patologi dari lansia
3
2. YANG,HARUS DAN YANG JANGAN
 Prinsip ini sering dikemukakan sebagai NON
MALEFICENCE dan BENEFICENCE
Pelayanan geriatri didasarkan pd keharusan untk
mengerjakan yg baik bagi Px.
Harus menghindari tindakan yg menambah
penderitaan px.
→Terdapat:
“Adagium primum non nocare”
(yg penting jangan membuat seseorang
menderita)
Atur posisi yg tepat untuk menghindari nyeri
Pemberian analgesik k/p derifat morfina
Pengucapan kata-kata hiburan 4
3. OTONOMI
 Suatu prinsip bahwa individu mempunyai
hak untuk menentukan nasibnya,dan
mengemukakan keinginannya sendiri (dalam
batas tertentu)
Dalam etika ketimuran seringkali hal
ini dibantu oleh keluarga dekat.
Secara hakiki otonomi berupaya untuk
melindungi pasien yang fungsional masih
kapabel
Nonmaleficence dan beneficence lebih
bersifat melindungi pasien yg inkapabel

5
4. KEADILAN
 Prinsip pelayanan geriatri hrs
memberikan perlakuan yg sama bagi
semua px memperlakukan scr
wajar,tdk membedakan atas dasar
karakteristik yg tdk relevan.
5. KESUNGGUHAN HATI
 Suatu prinsip untuk selalu memenuhi
janji yang diberikan pada seorang px

6
Dgn melihat prinsip diatas→aspek etika pd
pelayanan geriatrik berdasar prinsip otonomi
ditik beratkan pd berbagai hal sbb:
1. Px hrs ikut partisipasi dlm pengambilan
keputusan→keputusan hrs bersifat sukarela.
2. Keputusan hrs telah mendapat penjelasan
cukup ttg tindakan yg akan dilakukan
3. Keputusan yg diambil hanya dianggap sah bila
px scr mental dianggap kapabel
persetujuan dituangkan dlm bentuk hukum
“informed consent”
4. Px berhak menolak tindakan medik→tetapi
tidak berarti boleh memilih tindakan yg tdk
berguna (useles)atau berbahaya(harmful) 7
ARAHAN KEINGINAN PX(ADVANCE DERECTIVES)
(Reuben et al,1996,kane et al,1994)

Ucapan,keinginan px yg diucapkan pd saat px


masih dlm keadaan kapasitas fungsional yg baik

sebaiknya dicatat /direkam utk digunakan


sbg pedoman bila diperlukan utk mengambil
keputusan pada saat kapasitas fungsional px
terganggu,menurun

sebagai testement kematian (living will)


didepan pengacara/notaris →punya kekuatan
hukum
8
PEMBERIAN PERALATAN PERPANJANGAN
HIDUP (life Sustaning Device)
Salah satu aspek etika yg penting dan tetapi controversial dlm
pelayanan geriatric;
o Pd px dewasa muda sering tdk masalah →diharapkan jiwa
masih bisa ditolong
o Pd px lansia dgn penyakit sdh meluas (advanced)→tindakan
tsb sering dianggap “KEJAM”
(futile treatment)
o Dikatakan “kekejaman fisiologik”bila Tx/tindk yg akan
diberikan tdk akan memberi perbaikan (plausible effect)pd
px
o Dikatakan “kekejaman kuantitatif”bila tx/tindk tampaknya
tidak ada gunanya
o Dikatakan “kekejaman kualitatif”bila tx/tindk tidak
menunjukkan perbaikan atau justru mengurangi kualitas
hidup px
9
PERUMATAN PX TERMINAL DAN HOSPIS
(Shaw,1984,Kane et al,1994,Ruben et al,1996
Pearlman,1990

Perawatan Hospis atau pearwatan


penderita penyakit terminal atau menuju
kematian mrpk bagian penting dari
pelayanan geriatri
 Bagi px tdk sadar/koma dalam.nafas
agonal,keadaan jelas “tidak memberi
harapan”→masalah mungkin tidak begitu
sulit.

10
 Pada pasien yang masih sadar penuh,masih
mobilitas dgn fungsi organ masih baik→persoalan
etika dan hukum menjadi rumit(misal : Dx Ca
metastase lanjut)beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan :
 apa pasien perlu diberitahu?
Kalau jelas semua tindakan medis tidak bisa
dikerjakan,apa ada hal lain yang perlu
dilakukan?Apakah etis dokter memaksa
pemberian sitostatika?
Dari prinsip otonomi→jelas px harus diberitahu
keadaan yang sebenarnya.

11
 Produk hukum tentang usila dan
penerapannya di suatu
negara→gambaran perhatian negara
terhadap usilanya
 Indonesia th 1965 : UU No:4 th 1965
ttg bantuan bagi orang jompo
 Dinegara maju telah diundangkan :di
Australia sejak 1954,AS 1965<Inggris
1948
12
Di Indonesia UU No 13 th 1998 berisi a.l:
1. Hak dan kewajiban,tugas tanggung jawab
pemerintah,masyarakat dan kelembagaan
2. Upaya pemberdayaan
3. Upaya peningkatan kesejahteraan sosial usila
peotensial dan tidak potensial
4. Pelayanan terhadap usila
5. Perlindungan sosial
6. Bantuan social
7. Koordinasi
8. Ketentuan pidana dan sangsi administrasi
9. Ketentuan peralihan 13
PERMASALAHAN
Ditinjau dari aspek hukum dan etika sbb:
1. Produk Hukum
• Belum mempunyai peraturan
daerah,juklak,juknis→penerapan dilapangan timbul
masalah
2. Keterbatasan Prasarana
• Prasarana pelayanan terhadap usila yang terbatas
ditingkat masyarakat,pelayanan tingkat
dasar→pelayanan di tingkat I dan II (rujukan)sering
timbul masalah bagi usila
• Lembaga sosial masyarakat dan organisasi sosial dan
masyarakat yang menaruh minat pada usila sangat
terbatas
14
3. Keterbatasan SDM
• Trebatasnya kuantitas dan kualitas SDM secara
bermutu dan berkelanjutan→terlambat dalam
mengetahui adanya masalah hukum dan etika yang
terjadi→penanganan sering terlambat,berlarut
larut

15
SDM DARI BERBAGAI DISIPLIN ILMU
1. Tenaga ahli gerontologi
2. Tenaga kesehatan:
dokter spesialis
gereatri,psikogeriatri,neurogeriatri,dr
umum,fisioterapis,speech therapist,perawat
terlatih
3. Tenaga sosial: sosiolog,konselor,petugas sosial
masyarakat
4. Ahli hukum SH,pengacara,jaksa penuntut umum
hakim →yang terlatih
5. Ahli psikolog : psikolog dan koselor terlatih
6. Tenaga relawan: kelompok masyarakat yang
terlatih
16
MARY CHRIST et,al (1993) berbagai isu hukum dan
etika yang sering terjadi pd hubungan usila dengan
keluarganya:

1. Pelecehan dan diterlantarkan(abuse and


neglect)
2. Tindak kejahatan (crime)
3. Pelayanan perlindungan (protective services)
4. Persetujuan tertulis (informed consent)
5. Kualiatas kehidupan dan isu etika (quality of
life and related ethical issues)

17