Anda di halaman 1dari 23

KONSEP PRINSIP DAN

LINGKUP PROMOSI
KESEHATAN

Beti Sartika, S.ST.,M.kes


PENGERTIAN PROMOSI KESEHATAN

 WHO (1984), merevitalisasi pendidikan kesehatan


dengan istilah promosi kesehatan, kalau pendidikan
kesehatan diartikan sebagai upaya perubahan
perilaku maka promosi kesehatan tidak hanya untuk
perubahan perilaku tetapi juga perubahan lingkungan
yang memfasilitasi perubahan perilaku tersebut.

 Ottawa Charter (1986),… “the process of enabling


people to control over and improve their health”.
(Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara,
meningkatkan dan melindungi kesehatannya).
PENGERTIAN PROMOSI KESEHATAN
 Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh,
untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat
menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan
yang bersumberdaya masyarakat, sesuai sosial budaya
setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang
berwawasan kesehatan (SK Menkes No.
1193/Menkes/SK/X/2014).
Promosi Kesehatan Puskesmas adalah upaya
puskesmasmelaksanakan pemberdayaan kepada
masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan
kesehatan setiap individu, keluarga serta lingkungannya
secara mandiri dan mengembangkan upaya kesehatan
bersumber masyarakat. (Kepmenkes Nomor
585/Menkes/SK/V/2007).
TUJUAN PROMOSI KESEHATAN

Adapun tujuan promosi kesehatan


sebagaimana yang kami kutip dari buku
Modul Pelatihan Pengangkatan Pertama
Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan
Masyarakat Ahli yang diterbitkan oleh
Pusat Promosi Kesehatan Bekerja Sama
Dengan Pusdiklat Aparatur Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia Tahun
2013, adalah sebagai berikut:
TUJUAN UMUM

Meningkatknya PHBS individu, keluarga


dan masyarakat serta berperan aktif
dalam setiap gerakan kesehatan
masyarakat melalui upaya promosi
kesehatan yang terintegrasi secara lintas
program, lintas sektor, swasta dan
masyarakat.
TUJUAN KHUSUS
1. Meningkatkan komitmen pembangunan berwawasan
kesehatan dari para pengambilan kebijakan dari
berbagai pihak.
2. Meningkatkan kerjasama, antar masyarakat, antar
kelompok, serta antar lembaga dalam rangka
pembangunan berwawasan kesehatan.
3. Meningkatkan peran serta masyarakat termasuk swasta
sebagai subjek atau penyelenggaraan upaya
pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan.
4. Meningkatkan upaya promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat yang efektif dengan
mempertimbangkan kearifan lokal.
5. Meningkatkan keterpaduan pelaksanaan upaya promosi
kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan
seluruh program dan sektor terkait, di pusat, provinsi
dan kabupaten/kota dengan mengacu kepada rencana
strategis kementerian kesehatan.
SASARAN PROMOSI KESEHATAN

Sasaran Primer (Primary Target)

Sasaran ini dapat dikelompokkan


menjadi, kepala keluarga untuk masalah
• kesehatan umum
• ibu hamil dan menyusui untuk masalah
KIA (kesehatan ibu dan anak)
• anak sekolah untuk kesehatan remaja,
dan sebagainya.
SASARAN PROMOSI KESEHATAN

Sasaran Sekunder (Secondary Target)

Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh


adat, dan sebagainya. Disebut sasaran
sekunder, karena dengan memberikan
pendidikan kesehatan kepada kelompok ini
diharapkan untuk selanjutnya kelompok ini
akan memberikan pendidikan kesehatan
kepada masyarakat di sekitamya.
SASARAN PROMOSI KESEHATAN

Sasaran Tersier (Tertiary Target)

Para pembuat keputusan atau penentu


kebijakan baik di tingkat pusat, maupun
daerah adalah sasaran tertier pendidikan
kesehatan Dengan kebijakan-kebijakan atau
keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini
akan mempunyai dampak terhadap perilaku
para tokoh masyarakat (sasaran sekunder),
dan juga kepada masyarakat umum (sasaran
primer).
SASARAN PROMKES SECARA SPESIFIK

Perorangan/ Keluarga

• Memperoleh informasi kesehatan melalui


berbagai saluran (baik langsung maupun melalui
media massa).
• Mempunyai pengetahuan dan kemauan untuk
memlihara, meningkatkan dan melindungi
kesehatannya.
• Mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat.
• Berperan serta dalam kegiatan sosial khususnya
yang berkaitan dengan Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) kesehatan.
SASARAN PROMOSI KESEHATAN

Masyarakat/ Lsm

• Menggalang potensi untuk


mengembangkan gerakan /upaya
kesehatan.
• Bergotong royong untuk
mewujudkan lingkungan sehat.
SASARAN PROMOSI KESEHATAN

Lembaga Pemerintah/ Lintas Sektor/


Politisi/ Swasta

• Peduli dan mendukung upaya kesehatan,


minimal dalam mengembangkan perilaku
dan lingkungan sehat.
• Membuat kebijakan sosial yang
memperhatikan dampak di bidang
kesehatan.
PRINSIP-PRINSIP PROMOSI
KESEHATAN
Dalam strategi global promosi kesehatan Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO,1984) dirumuskan bahwa promosi
kesehatan sekurang-kurangnya mengandung prinsip , yaitu
sebagai berikut :

1. Empowerment ( pemberdayaan) yaitu cara kerja untuk


memungkinkan seseorang untuk mendapatkan kontrol
lebih besar atas keputusan dan tindakkan yang
mempengaruhi kesehatan mereka.
2. Partisipative ( partisipasi) yaitu dimana seseorang
mengambil bagian aktif dalam pengambilan keputusan.
3. Holistic ( menyeluruh ) yaitu memperhitungkan hal-hal
yang mempengaruhi kesehatan dan interaksi dari
dimensi-dimensi tersebut.
4. Equitable ( kesetaraan) yaitu memastikan kesamaan
atau kesetaraan hasil yang di dapat oleh klien.
PRINSIP-PRINSIP PROMOSI
KESEHATAN
5. Intersectoral ( antar sektor ) yaitu bekerja dalam
kemitraan dengan instasi terkait lainnya atau
organisasi.
6. Sustainable ( berkelanjutan) yaitu memastikan
bahwa hasil dari kegiatan promosi kesehatan
yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
7. Multi Strategy yaitu bekerja pada sejumlah
strategi daerah seperti program kebijakkan.
SEJARAH PROMOSI KESEHATAN

Era propaganda dan Pendidikan Kesehatan Rakyat


(masa kemerdekaan sampai 1960an)
• Tahun 1924 pemerintah Belanda dibentuk Dinas Higiene.
Kegiatan pertamanya berupa pemberantasan cacing
tambang di daerah Banten. Bentuk usahanya dengan
mendorong rakyat untuk membuat kakus/jamban
sederhana dan mempergunakannya. Lambat laun
pemberantasan cacing tambang tumbuh menjadi apa yang
dinamakan “Medisch Hygienische Propaganda”. Propaganda
ini kemudian meluas pada penyakit perut lainnya, bahkan
melangkah pula dengan penyuluhan di sekolah-sekolah dan
pengobatan kepada anak-anak sekolah yang sakit.
Timbullah gerakan, untuk mendirikan “brigade sekolah”
dimana-mana.
• Perintisan Pendidikan Kesehatan Rakyat oleh Dr. R.
Mohtar
SEJARAH PROMOSI KESEHATAN
Era Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan
(1960-1980)

• Munculnya istilah Pendidikan Kesehatan dan


diterbitkannya UU Kesehatan 1960
• Ditetapkannya Hari Kesehatan Nasional (12
November 1964)
SEJARAH PROMOSI KESEHATAN
Era PKMD, Posyandu dan Penyuluhan
Kesehatan melalui Media Elektronik (1975-1995)

• Peran serta dan pemberdayaan masyarakat


(Deklarasi Alma Ata, 1978)
• Munculnya PKMD (Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa)
• Munculnya Posyandu
• Penyuluhan kesehatan melalui media elektronik
(dialog interaktif, sinetron dll)
SEJARAH PROMOSI KESEHATAN
Era Promosi dan Paradigma Kesehatan (1995-
2005)
Konferensi Internasional Promosi Kesehatan I di
Ottawa, Kanada, munculnya istilah promosi kesehatan
(Ottawa Charter, 1986) memuat 5 strategi pokok
PromKes
1. Mengembangkan kebijakan yang berwawasan
kesehatan (healthy public policy)
2. Menciptakan lingkungan yang mendukung
(supportive environment)
3. Memperkuat gerakan masyarakat (community
action)
4. Mengembangkan kemampuan perorangan
(personnal skills)
5. Menata kembali arah pelayanan kesehatan (reorient
health services).
SEJARAH PROMOSI KESEHATAN
• Konferensi Internasional Promosi Kesehatan II di
Adelaide, Australia (1988) Konferensi ini menekankan
4 bidang prioritas, yaitu:
1. Mendukung kesehatan wanita
2. Makanan dan gizi
3. Rokok dan alkohol
4. Menciptakan lingkungan sehat.

• Konferensi Internasional Promosi Kesehatan III di


Sundval, Swedia (1991)
• Konferensi Internasional Promosi Kesehatan IV di
Jakarta, Indonesia (Jakarta Declaration on Health
Promotion, 1997)
SEJARAH PROMOSI KESEHATAN
Promosi Kesehatan abad 21 adalah :

 Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam


kesehatan;
 Meningkatkan investasi untuk pembangunan
kesehatan;
 Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan;
 Meningkatkan kemampuan perorangan dan
memberdayakan masyarakat;
 Mengembangkan infra struktur promosi
kesehatan.
METODE PROMOSI KESEHATAN

Metoda Promosi Kelompok

Yang dimaksud kelompok besar di sini adalah


apabila peserta penyuluhan itu lebih dari 15
orang. Metode yang baik untuk kelompok
besar ini, antara lain ceramah dan seminar.
METODE PROMOSI KESEHATAN

Metode promosi kesehatan massa

Metode promosi kesehatan secara massa dipakai


untuk mengomunikasikan pesan-pesan kesehatan
yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya
massa atau publik. Dengan demikian cara yang
paling tepat adalah pendekatan massa. Oleh karena
itu sasaran sasaran promosi ini bersifat umum,
dalam arti tidak membedakan golongan umur, jenis
kelamin, pekerjaan, status sosial ekonomi, tingkat
pendidikan dan sebagainya
TERIMA KASIH