Anda di halaman 1dari 16

SISTEM IMUN

Dr. Hj. Sri Wahdaningsih, M.Sc., Apt


Sistem imun
1. Sistem kekebalan tubuh bawaan/non spesifik (innate immune
response)
- Non spesifik
- Sudah ada saat lahir
- Perlindungan spesifik terhadap mikroba
2. Sistem sistem kekebalan tubuh adaptif (adaptive immun response)
- Spesifik
- memberikan perlindungan spesifik terhadap mikroba
Sistem imun
Terdiri dari 3 mekanisme pertahanan :
1. lini I
2. lini II
3. lini III
Pertahanan lini I

• sistem kekebalan tubuh bawaan


• terdiri dari: 1. barier fisik (kulit,mukosa, ginggiva, silia)
2. barier kimia (saliva, keringat, sebum, air mata, lisozim,
enzim pencernaan, laktoferin, urin)
3. bioflora
Pertahanan Fisik/Mekanik

• Kulit, selaput lendir, silia saluran napas, batuk dan bersin, akan
mencegah masuknya berbagai kuman patogen ke dalam tubuh.
• Kulit yang rusak, misal karena luka bakar, akan meningkatkan resiko
infeksi
Pertahanan Biokimia

• pH asam dari keringat dan sekresi sebaseus efek antimikrobal


• Sekresi mukosa saluran napas dan telinga (sekresi lilin)
• Lisozim dalam keringat, ludah, air mata dan air susu melindungi
dari berbagai kuman Gram Positif menghancurkan dinding sel
• Air susu ibu laktoferin dan asam neuraminik sifat antibakterial
terhadap E. Coli dan Staphylococcus
• Asam hidroklorida dalam lambung, enzim proteolitik dan empedu
dalam usus halus menciptakan lingkungan anti bakteri
Pertahanan lini II

• sistem kekebalan tubuh bawaan


• Terdiri dari: 1. Fagositosis
2. Inflamasi
sel imun non-spesifik (makrofag, neutrofil, eosinofil, basofil)
Sel Fagositik

Agranulosit Granulosit
• Monosit - Eosinofil
• makrofag - Neutrofil
- Basofil
Eosinofil (2-4%)
• sel imun non-spesifik
• Berperan terhadap alergen dan parasit
Basofil (0,5-1% )
• beredar dalam darah
• melepaskan histamin pada trauma, infeksi dan respon alergi.
• histamin vasodilatasi pembuluh darah meningkatnya aliran
darah rekrutmen leukosit
Neutrofil (55-65% )
• Sel imun non-spesifik
• Proteksi terhadap material asing
• Sel yang pertama sampai pada tempat trauma atau infeksi
• Fungsi utama dari neutrofil adalah untuk fagosit dan mencerna
mikroba menyerang
• berumur pendek 3-8 hari
Monosit dan Makrofag
• agranular, sel imun non-spesifik
• Monosit beredar dalam darah migrasi ke jaringan makrofag
• Fungsi Makrofag pada sistem kekebalan tubuh non-spesifik:
1. fagositosis (fagosit profesional)
2. memproduksi mesenger kimia (sitokin) untuk signal terhadap sel
imun lain
3. menyajikan informasi tentang mikroba asing (antigen) pada sel T
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
Sistem Imun Non Spesifik
1. Spesies
2. Perbedaan individu dan pengaruh usia
3. Suhu
4. Pengaruh hormon
5. Faktor nutrisi
6. Flora bakteri normal
Pertahanan lini III
• Sistem imun adaptif/ spesifik
• Perlindungan jangka panjang terhadap mikroba
• Terdiri dari: 1. sel- T imunitas seluler
2. sel-B imunitas humoral antibodi
Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan tiga cara, yaitu
1) menghalangi masuknya bakteri dan virus kedalam tubuh,
2) jika bakteri dan virus berhasil masuk kedalam tubuh maka sistem
kekebalan pada tubuh dapat mendeteksi dan melakukan proses
eliminasi sebelum bakteri dan virus berkembang biak dan
menimbulkan penyakit,
3) jika bekteri dan virus terlanjur berkembang biak, maka sistem
kekebalan tubuh akan memberantasnya
Mekanisme obat golongan imunomodulator
1.Imonustimulasi
- bekerja dengan memperbaiki atau meningkatkan sistem fungsi imun
- Imunostimulan digolongkan menjadi 2 kategori yaitu imunostimulan
biologi (sitokin, antibodi, jamur dan tanaman obat) dan sintetik
(levamizol, isoprenosin dan muramil peptidase)
2. Imunosupresi
- bekerja dengan menekan respon imun yang berlebihan
- mempengaruhi aktivitas sel T, sel NK, makrofag dan melepaskan
interferon, interleukin.