Anda di halaman 1dari 26

MYASTHENIA GRAVIS

DISUSUN OLEH

SRI OKTAVIANI MOHA


MELKI S PELESI
DEFINISI
Etiologi dari penyakit miastenia gravis adalah sebagai
Berikut :

1.Kelainan automiun. direct media dan antibodi.


kekurangan ACHR, atau kelebihan kolinesterase

2.Genetik : bayi yang di lahirkan oleh ibu MG.


 Infeksi (virus)  Sedatif
 Antibiotik(Aminoglycosides,ciprof
 Pembedahan
loxacin,ampicilin,erythromycin
 Stress  Potassium depleting diuretic
 Perubahan harmonal  Narkotika analgentik
 Alkohol  Diphenilhydramide
 Tumor mediastinum  B-blocker(propanolol)
 Obat-obatan  Litium
 Magensium
 Antikolinesterase  Procanamide
 Lekasative atau enama  Verapamil
 choloquineprednisone
KLASIFIKASI MYASTHENIA GRAVIS

KELOMPOK 1
MISTENIA OKULAR

KELOMPOK II B KELOMPOK II A
MISTENIA UMUM MISTENIA UMUR
SEDANG RINGAN

KELOMPOK III
KELOMPOK IV
MISTENIA BERAT
AKUT MISTENIA BERAT
LANJUT
BENTUK-BENTUK VARIAN MIASTENIA GRAVIS









T
PEMERIKSAAN PENUNJANG
MYATHENIA GRAVIS

 tes darah
Pemeriksaan neurologis
Foto thorax x-Ray dan CT-SCAN
Pemeriksaan tensilon
Eletromyography
PENATALAKSANAAN MYASTHENIA GRAVIS

Menurut corwin (2009),pentalaksanaan pada pasien dengan


miastania gravis adalah
a. Periode istrahat yang sering selama siang hari untuk
menghemat kekuatan
b.Timektomi(pengangkatan timus melalui pembedahan)
c.plasmaferesis(dialisis darah dengan pengeluaran antibodi
igG)
d.Terapi farmokologi
 antikolinesterase

 Steroid

 Azatioprin

 Obat antiinflamsi untuk membatsi serangan autorium


komplikasi
 Krisis Miastenik
 Awitan mendadak kelemahan muskular yang biasanya merupakan akibat
dari kurang diobati atau tidak diberikan obat antikolinergik sama sekali
 Dapat merupakan akibat dari kemajuan penyakit, gangguan emosional,
disfungsi sistemik, obat-obatan, pembedahan, atau trauma.
 Ditunjukkan dengan awitan mendadak gawat napas akut serta
ketidakmampuan untuk menelan atau bicara.
 Krisis Kolinergik

 Disebabkan oleh obat berlebih dengan obat-obat kolinergik atau anti


kolinergik
 Selain kelemahan otot dan gawat napas akibat krisis miastenik, pasien ini
juga mengalami gejala-gejala GI (mual,muntah,diare), berkeringat,
peningkatan salivasi, dan bradikardia
PENCEGAHAN PADA PENYAKIT MYASTHENIA GRAVIS

Seperti pada penyakit automiun lainya,tidak ad yang dapat dilakukan


Untuk mencegah terjadinya myasthenia gravis,karena bukan di sebabkan
Oleh sesuatu yang bisa kita hindari
ASUHAN KEPERAWATAN MYASTHENIA GRAVIS
)
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Ketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan kelemahan otot pernafasan


2.Resiko cederapada fungsi indra penglihatan tidak optimal
3.Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan disfonia,gangguan pengucapa
kata gangguan neuromuskular kehilangan kontrol tonus otot fasial atau oral
4.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan pitosis
INTERVASI

1.Ketidakefektifan pola nafas yang berhubungan dengan


kelemahan otot pernafasan
Tujuan: Dalam waktu 1 x 24 jam setelah diberikan intervensi
pola pernapasan klien kembali efektif
Kriteria hasil :
 Irama, frekuensi dan kedalaman pernapasan dalam batas
normal
 Bunyi nafas terdengar jelas
 Respirator terpasang dengan optimal
Intervensi Rasionalisasi

1. Kaji Kemampuan ventilasi  Untuk klien dengan penurunan kapasitasventilasi,

perawat mengkaji frekuensipernapasan,

kedalaman, dna bunyi nafas,pantau hasil tes

fungsi paru-paru tidal, kapasitas vital, kekuatan

inspirasi),dengan interval yang sering

dalammendeteksi masalah pau-paru,

sebelumperubahan kadar gas darah arteri

dansebelum tampak gejala klinik.

2.Kaji kualitas, frekuensi,Dan ke dalaman  Dengan mengkaji kualitas, frekuensi,

pernapasan,laporkansetiap perubahan yang dankedalaman pernapasan, kita dapatmengetahui

terjadi. sejauh mana perubahan kondisiklien.

3.Baringkan klien dalamposisi yang nyamandalam  Penurunan diafragma memperluas daerah dada
2.Resiko cedera bd fungsi indra penglihatan yang tidak optimal
Tujuan: Menyatakan pemahaman terhadap faktor yang terlibat
dalam kemungkinan cedera.
Kriteria hasil :
 Menunjukkan perubahan perilaku, pola hidup untuk
menurunkan faktor resiko dan melindungi diri dari cedera.
 Mengubah lingkungan sesuai dengan indikasi untuk
meningkatkan keamanan
Intervensi Rasionalisasi

1. Kaji kemampuan klien dalam  Menjadi data dasar dalam melakukan

melakukan aktivitas intervensi selanjutnya

2.Atur cara beraktivitas klien sesuai  Sasaran klien adalah memperbaiki

kemampuan kekuatandan daya tahan. Menjadi

partisipan dalampengobatan, klien

harus belajar tentangfakta-faakta dasar

mengenai agen-agenantikolinesterase-

kerja, waktu, penyesuaiandosis, gejala-

gejala kelebihan dosis, danefek toksik.

Dan yang penting padapengguaan


3.Hambatan komunikasi verbal berhubungan dengan disfonia,gangguan
pengucapan kata, gangguan neuromuskular, kehilangankontrol tonus otot
fasial atau ora
Tujuan: Klien dapat menunjukkan pengertian terhadap
masalahkomunikasi, mampu mengekspresikan perasaannya,
mampumenggunakan bahasa isyarat
Kriteria hasil :
 Terciptanya suatu komunikasi di mana kebutuhanklien dapat dipenuhi
 Klien mampu merespons setiap berkomunikasi secara verbal maupun
isyarat.
INTERVENSI RASIONALISASI

aji komunikasi verbal klien.  Kelemahan otot-otot bicara klien krisis

miastenia gravis dapat berakibat pada

komunikasi

kukan metode komunikasi yang idealsesuai  Teknik untuk meningkatkan


engan kondisiklien komunikasimeliputi mendengarkan klien,

mengulangiapa yang mereka coba

komunikasikan dengan jelas dan

membuktikan yang diinformasikan,

berbicara dengan klienterhadap kedipan

mata mereka dan ataugoyangkan jari-jari


4.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan ptosis, ketidakmampuan
komunikasi verbal
Tujuan : Citra diri klien meningkat
Kriteria hasil :
 Mampu menyatakan atau mengkomunikasikan denganorang terdekat
tentang situasi dan perubahan yangsedang terjadi
 Mampu menyatakan penerimaan diriterhadap situasi
 Mengakui dan menggabungkan perubahan ke dalam kosep diri dengan
cara yang akurat tanpa harga diri yang negatif
Intervensi Rasionalisasi

1. Kaji perubahan darigangguan persepsi  Menentukan bantuan individual

danhubungan dengan derajat dalammenyusun rencana perawatan

ketidakmampuan ataupemilihan intervensi.

2.Identifikasi arti dari Kehilangan atau disfungsi  Beberapa klien dapat menerima

pada klien. danmengatur beberapa fungsi secara

efektifdengan sedikit penyesuaian diri,

sedangkanyang lain mempunyai

kesulitanmembandingkan mengenal dan

mengaturkekurangan.

3.Bantu dan anjurkan perawatan yang baik dan  Membantu meningkatkan perasaan hargadiri

memperbaiki kebiasaan dan mengontrol lebih dari satu