Anda di halaman 1dari 16

Ada sembilan komponen dasar komplemen yaitu C1 sampai C9 yang bila diaktifkan, dipecah

menjadi bagian-bagian yang besar dan kecil (C3a, C4a dan sebagainya). Fragmen yang besar dapat

berupa enzim tersendiri dan mengikat serta mengaktifkan molekul lain. Fragmen tersebut dapat juga

berinteraksi dengan inhibitor yang menghentikan reaksi selanjutnya. Komplemen sangat sensitif

terhadap sinyal kecil, misalnya jumlah virus yang sangat sedikit sudah dapat menimbulkan reaksi

beruntun yang biasanya menimbulkan respon lokal.


Untuk mengetahui fungsi dan peranan komplemen

dalam imunologi atau imun dalam tubuh.


2. Jalur Alternatif

Jalur Alternatif dari sistem komplemen ini merupakan jalur pintas atau

shortcut. Dikatakan jalur Alternatif atau jalur pintas karena menghasilkan

C5b produk yang sama dari yang dihasilkan oleh jalur Klasik. Jalur ini

dicetuskan oleh semua bahan-bahan yang dianggap asing oleh host.

(contoh : baik bakteri gram positif maupun gram negatif).


SIFAT KOMPLEMEN

1. Bersirkulasi di plasma darah dalam bentuk inaktif zymogens (enzymes that must be

modified in order to be active)

2. Heat labile (in aktif pada 560C selama 30 min)

3. Keberadaan nya 10% dari total protein serum

4. Disintesis di hepatosit, sel T, sel epitel, sel endotel, neuron, dsb.

5. Sistem komplemen berlangsung sangat cepat & efisien tiap reaksinya menghindari

kerusakan jaringan self yg tidak di inginkan.


1. Jalur Klasik :

Aktivator : semua bahan yang bersifat imunogenik, contoh : antigen beberapa bakteri, Mycoplasma, RNA

virus, komponen lipid A bakteriendotoksin. Antigen ini berikatan dengan IgM atau IgG membentuk kompleks

imun memicu aktivasi

2. Jalur Alternatif

Aktivator : kompleks imun IgA dan antigen, contoh antigen: tripsin, Liposakarida pada permukaan

patogen, asam tekoat atau endotoksin bakteri, sel yang terinfeksi virus, polisakarida pada permukaan sel

hewan atau tumbuhan (nonpatogen).

3. Jalur Lektin atau jalur MBL (Mannose Binding Lektin)

Lektin : protein larut yang mengikat manosa(KH dari dinding sel mikroba)Aktivator: molekul mannose

(Karbohidrat) atau golongan asetil yang terdapat pada permukaan pathogen atau jaringan sel yang rusak
b) Komponen Komplemen
c) Komponen Regulator
d) Komponen Reseptor Komplemen