Anda di halaman 1dari 32

NAMA : FEBRINA RAHMADHANI

NPM : 1806203010017
KELAS : B
• Teknik non tes adalah alat penilaian yang dilakukan tanpa
melalui tes.
• Melaksanakan penilaian dengan tidak mengunakan tes.
• Umumnya untuk menilai kepribadian anak secara menyeluruh
meliputi sikap, tingkah laku, sifat, sikap sosial, ucapan, riwayat
hidup  berhubungan dengan kegiatan belajar dalam
pendidikan (individu/kelompok)
Observasi
Penliaian
teman
sejawat Angket
(Peer
Asessment)

Penilaian
Sendiri Wawancara
(Self
Asessment)

Portofolio Ceklist

Riwayat Skala
Hidup bertingkat
Suatu pengamatan langsung terhadap peserta didik dengan
memperhatikan tingkah lakunya
Observasi menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang
dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan
secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang
dijadikan sasaran pengamatan
Contoh observasi untuk tujuan evaluasi adalah observasi untuk
menilai atau mengukur hasil belajar melalui pengamatan
tingkah laku siswa pada saat guru mengajar, misalnya: aktivitas
siswa dalam kegiatan diskusi, partisipasi siswa dalam simulasi,
sikap siswa saat belajar di kelas, aktivitas siswa dalam kegiatan
kelompok dan sebagainya.
a. Observasi partisipatif adalah observasi dimana orang yang
mengobservasi/pengamat (observer) ikut ambil bagian
dalam kegiatan yang dilakukan oleh objek yang diamatinya.
b. Observasi sistematis adalah pengamatan yang terlebih
dahulu direncanakan segala sesuatunya dengan
teliti. Sedangkan observasi non-sistematis yaitu apabila
dalam pengamatan tidak terencana terlebih dahulu yang
akan diamati
c. Observasi eksperimental adalah pengamatan yang terlibih
dahulu dibuat sisi dengan sengaja diciptakan untuk memenuhi
kebutuhan penilaian,
• Kelebihan Observasi
Observasi dapat memperoleh data sebagai aspek tingkah laku
anak.
Dalam observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan
terjadinya suatu gejala atau kejadian yang penting
Observasi dapat dilakukan untuk melengkapi dan mencek data
yang diperoleh dari teknik lain, misalnya wawancara atau angket
Observer tidak perlu mengunakan bahasa untuk berkomunikasi
dengan objek yang diamati

• Kelemahan Observasi
Observer tidak dapat mengungkapkan kehidupan pribadi
seseorang
Apabila si objek yang diobservasikan mengetahui kalau sedang
diobservasi maka tidak mustahil tingkah lakunya dibuat-buat
Observer banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak
dapat dapat dikontrol sebelumya.
1. Merumuskan tujuan
2. Merumuskan kegiatan
3. Menyusun langkah-langkah
4. Menyusun kisi-kisi
5. Menyusun panduan observasi
6. Menyusun alat penilaian
 Wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan
keterangan yang dilaksanakan dengan tanya jawab baik
secara lisan, sepihak, berhadapan muka, maupun dengan arah
serta tujuan yang telah ditentukan.
a. Wawancara terpimpin (Guided Interview)dimana pewawancara
telah menyusun pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu yang
bertujuan untuk mengarahkan penjawab pada informasi-
informasi yang diperlukan saja.

a. Wawancara tidak terpimpin (Un-Guided Interview)atau


wawancara bebas, yaitu penjawab (responden) diperkenankan
untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang
diketahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara.
a. Hubungan baik pewawancara dengan anak yang
diwawancarai.

a. Keterampilan pewawancara.

a. Pedoman wawancara.
• Kelebihan wawancara
 Wawancara dapat memberikan keterangan keadaan pribadi hal
ini tergantung pada hubungan baik antara pewawancara dengan
objek
 Wawancara dapat dilaksanakan untuk setiap umur dan mudah
dalam pelaksaannya
Wawancara dapat menimbulkan hubungan yang baik antara si
pewawancara dengan objek
• Kelemahan wawancara
Keberhasilan wawancara dapat dipengaruhi oleh kesediaan,
kemampuan individu yang diwawancarai
Kelancaran wawancara dapat dipengaruhi oleh keadaan sekitar
pelaksanaan wawancara
Wawancara menuntut penguasaan bahasa yang baik dan
sempurna dari pewawancara
Langkah-langkah penyusunan wawancara

a. Perumusan tujuan
b. Perumusan kegiatan atau aspek-aspek yang dinilai
c. Penyusunan kisi-kisi
d. Penyusunan pedoman wawancara
e. Pelaksanaan
 Pada dasarnya adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus
diisi oleh orang yang akan diukur (responden).

Suatu teknik atau cara memahami peserta didik dengan


mengadakan komunikasi tertulis, yaitu dengan memberikan
daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh
resonden secara tertulis juga
1. Berdasarkan bentuk pertanyaan atau pernyataan

a. Angket terbuka merupakan bentuk angket yang pertanyaan atau


pernyataannya memberi kebebasan kepada responden untuk
memberikan jawaban dan pendapatnya sesuai dengan keinginan
mereka.

b. Angket tertutup (closed questionnaire) adalah angket yang


pertanyaan atau pernyataannya tidak memberi kebebasan kepada
responden untuk menjawabnya sesuai pendapat dan keinginan
mereka.

c. Angket semi terbuka (semi open questionaire) yaitu bentuk angket


yang pertanyaan atau pernyataannya berbentuk tertutup, tetapi
diikuti pertanyaan terbuka.
2. Berdasarkan strukturnya
a. Angket berstruktur, angket yang menyediakan kemungkinan
jawaban :
• Bentuk jawaban tertutup, angket yang telah menyediakan alternatif
jawaban.
• Bentuk jawaban tertutup tetapi alternatif terakhir merupakan jawaban
terbuka yang dapat memberikan kesempatan kepada responden untuk
memberikan jawaban bebas.
• Bentuk jawaban bergambar, yang memberikan alternatif jawaban
berupa gambar.
b. Angket tidak berstruktur, angket yag memberikan jawaban
secara terbuka (bebas). Angket ini memberikan gambaran lebih
tentang situasi, namun lebih bersifat subjektif dan tidak dapat di
ukur secara statistik sehingga data yang di peroleh bersifat
umum.
3. Ditinjau dari responden yang menjawab

a. Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan


kepada responden yang ingin diselidiki. Jawaban diperoleh dari
sumber pertama tanpa menggunakan perantara.

b. Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaikan


kepada orang lain yang diminta pendapat tentang pendapat
atau keadaan orang lain. Jawaban angket itu diperoleh dengan
melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber
pertama.
Kelebihan
Dengan angket kita dapat memperoleh data dari sejumlah peserta didik
yang banyak yang hanya membutuhkan waktu yang sigkat.
Setiap peserta didik dapat memperoleh sejumlah pertanyaan yang sama.
Dengan angket pengaruh subjektif peserta didik dari guru dapat
dihindarkan.
Kelemahan
Pertanyaan yang diberikan melalui angket adalah terbatas, sehingga
apabila ada hal-hal yang kurang jelas maka sulit untuk diterangkan
kembali.
Kadang-kadang pertanyaan yang diberikan tidak dijawab oleh semua
peserta didik, atau mungkin dijawab tetapi tidak sesuai dengan
kenyataan yang sebenarnya. Karena peserta didik merasa bebas
menjawab dan tidak diawasi secara mendetail.
Ada kemungkinan angket yang diberikan tidak dapat dikumpulkan semua,
sebab banyak peserta didik yang merasa kurang perlu hasil dari angket
yang diterima, sehingga tidak memberikan kembali angketnya.
Langkah-langkah menyusun angket
a. Merumuskan tujuan
b. Merumuskan kegiatan
c. Menyusun langkah-langkah
d. Menyusun kisi-kisi
e. Menyusun panduan angket
f. Menyusun alat penilaian
 Suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan
diamati. Daftar cek dapat memungkinkan guru sebagai penilai
mencatat tiap-tiap kejadian yang betapun kecilnya, tetapi
dianggap penting.

Ada bermacam-macam aspek perbuatan yang biasanya


dicantumkan dalam daftar cek, kemudian tinggal memberikan
tanda centang ( √ ) pada tiap-tiap aspek tersbut sesuai
dengan hasil penilaiannya.
a. Daftar cocok sebagai alat observasi, yaitu daftar yang
berisi kemungkinan aspek-aspek tingkah laku sebagai
alat/pedoman observasi bagi guru untuk mengetahui ada
tidaknya aspek-aspek tingkah laku tertentu dalam belajar
pada orang yang diobservasi(siswa), sehingga observasi itu
menjadi efisien.

b. Problem daftar cocok, yaitu daftar yang berisi kemungkinan-


kemungkinan masalah yang disusun sebagai alat/pedoman
mawas diri dan menyatakan hasil wawasannya itu secara
lebih efisien. Dengan problem daftar daftar cocok itu
seseorang dapat terpancing untuk menyatakan masalah-
masalah yang sedang atau pernah dihadapinya.
a. Judul daftar cocok
b. Kolom pencatatan kelas dan nama siswa yang diobservasi
tanggal dan tempat observasi dilaksanakan
c. Petunjuk cara melakukan/mengerjakan daftar cocok
d. Item-item daftar cocok
e. Kolom skor/nilai dan analisa
f. Kolom saran-saran/komentar
g. Kolom nama dan tanda tangan observer/guru
 Rating scale adalah instrument pengukuran non tes yang
menggunakan suatu prosedur terstruktur untuk memperoleh
informasi tentang sesuatu yang diobservasi yang menyatakan
posisi tertentu dalam hubungannya dengan yang lain.

 Sebagai contoh adalah skor atau biji yang diberikan oleh guru
disekolah untuk menggambarkan tingkat prestasi belajar siswa.
Siswa yang mendapat skor 8, digambarkan di tempat yang
lebih kanan dalam skala, dibandingkan penggambaran skor 5.
a. Numerical rating scale. Pernyataan tentang kualitas tertentu dari
sesuatu yang akan diukur,yang diikuti oleh angka yang
menunjukkan kualitas sesuatu yang diukur.

b. Descriptive graphic rating scale. Penilaian dengan memberi tanda


tertentu pada suatu kontinum baris. Tipe ini baik digunakan
untuk mendeskripsikan profil suatu kegiatan, prosedur atau hasil
kegiatan tertentu.

c. Rangking Method Rating Scale. Menyusun rangking sebaiknya


dilakukan secara bersamaan dan disusun dalam satu garis dari
rangking tertinggi atau terendah seterusnya bergerak ke titik
tengah. Kesukaran akan dialami ketika berada ditengah-
tengah.
d. Comparative Rating scale. Rating scale jenis ini berupa
pembuatan kriteria atau alat pembanding.

e. Paired Comparison Rating Scale. Jenis ini dilakukan dengan cara


membandingkan hasil kerja seorang peserta didik dengan hasil
kerja peserta didik lainnya.
Riwayat hidup gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam
masa kehidupannya.

Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subjek evaluasi akan


dapat menarik suatu kesimpulan tentang kepribadian, kebiasaan dan
sikap dari objek yang dinilai.

Evaluasi mengenai kemajuan, perkembangan atau keberhasilan


belajar peserta didik tanpa menguji (teknik non tes) juga dapat
dilengkapi atau diperkaya dengan cara melakukan pemeriksaan
terhadap dokumen-dokumen, misalnya dokumen yang memuat
informasi mengenai riwayat hidup (auto biografi).
 Pengumpulan data secara terorganisasi yang dilakukan dalam
periode waktu tertentu atas siswa atau perkembangan
program kelompok mahasiswa, pencapaian keterampilan atau
sikap.

Portofolio dapat berupa sekumpulan file yang terdiri atas topik


pilihan tugas atau pekerjaan yang telah dan akan diselesaikan
siswa dalam satu semester, satu tahun atau sejak masuk sampai
selesai menjadi siswa atau mahasiswa, tergantung tujuan
penggunaan portofolio tersebut.
Kelebihan
1. Portofolio menyajikan atau memberikan “bukti” yang lebih jelas atau lebih
lengkap tentang kinerja peserta didik daripada hasil tes di kelas.
2. Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program
pembelajaran yang baik.
3. Portofolio merupakn catatan jangka panjang tentang kemajuan peserta didik
4. Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan peserta didik.
5. Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk menunjukkan keunggulna dirinya, bukan kekurangan atau
kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas.
6. Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atas bervariasinya
gaya belajar peserta didik.
7. Portofolio memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif
dalam penilaian hasil belajar.
8. Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan peserta didik.
9. Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran
atau perbaikan pembelajaran.
10. Portofolio merupakan bahan ang relative lengkap untuk berdiskusi dengan
orang tua peserta didik, tentang perkembangan peserta didik yang
bersangkutan.
11. Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang
bersangkutan.
1. Penggunaan portofolio tergantung pada kemampuan peserta
didik dalam menyampaikan uraian secara tertulis
2. Penggunaan portofolio untuk penilaian memerlukan banyak
waktu dari guru untuk melakukan penskoran ; apalagi kalau
kelasnya besar.
a. Menetapkan tujuan portofolio
b. Menetapkan prosedur pengembangan portofolio
c. Melakukan tugas dan menyusun portofolio
d. Merangkum dan melaporkan
e. Mengadakan proses evaluasi
8. Penilaian Diri (Self assessment)

 Suatu teknik penilaian, di mana subjek yang ingin dinilai


diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan,
status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang
dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu.

 Teknik penilaian diri dapat digunakan dalam aspek kognitif,


afektif dan psikomotor.
9. Penilaian Teman Sejawat (Peer Assessment)

 Penilaian yang melibatkan siswa untuk menilai temannya


mengenai kualitas kerja mereka.

Penilaian teman sejawat merupakan penilaian yang dilakukan


siswa/mahasiswa untuk memberikan nilai atau umpan balik
kepada teman mereka mengenai kinerja, produk mereka
berdasarkan suatu kriteria yang telah dibuat bersama mereka.
a. Menyampaikan kriteria penilaian kepada peserta didik.
b. Membagikan format penilaian teman sebaya kepada peserta
didik.
c. Menyampaikan persepsi tentang setiap indikator yang akan
dinilai.
d. Menentukan penilai untuk setiap peserta didik, satu orang
peserta didik sebaiknya dinilai oleh beberapa teman lainnya.
e. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian terhadap
sikap temannya pada lembar penilaian