Anda di halaman 1dari 38

SISTEM PEREDARAN

DARAH MANUSIA Oleh: Isti Dwi


Setyaningrum

(SISTEM SIRKULASI)
AMATI GAMBAR BERIKUT
Sel darah
merah

Sel darah
putih

Keping
darah

Plama darah
Dari ketiga gambar tersebut apa
yang dapat kalian jelaskan ?
DARAH

Darah tersusun dari 2 bagian, yaitu plasma


darah (55%) dan sel darah (45%).
Perbandingan bagian yang padat dan cair ini
disebut nilai hematokrit
Nilai hematokrit bervariasi, normalnya adalah
40-50% pada pria dewasa, 35-45% pada
wanita dewasa, 35% pada anak-anak di atas
10 tahun, dan 40-60% pada anak-anak.
Nilai hematokrit dapat mencerminkan volume
total eritrosit
 Sel darah ada 3 macam, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel
darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
PLASMA DARAH

Plasma atau cairan darah terdiri atas


90% air, 8% protein (terdiri dari albumin,
hormon, globulin, protrombin dan
fibrinogen), 0,9% mineral (terdiri dari
NaCl, natrium bikarbonat, kalsium,
fosfor, magnesium, dan besi), dan 0,1%
bahan organik (glukosa, lemak, urea,
asam urat, asam amino, enzim, dan
antigen).
Protein yang larut di dalam darah
disebut protein darah.
Protein darah yang penting antara lain
hormon, fibrinogen, albumin, dan globulin.
Hormon penting untuk kerja fisiologi alat
tubuh
Fibrinogen penting untuk proses pembekuan
darah
Albumin penting untuk menjaga tekanan
osmotik darah
Globulin penting untuk membuat zat kebal.
SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)

 Eritrosit berfungsi untuk


mengangkut oksigen.
 Eritrosit berbentuk pipih,
cekung di bagian tengahnya
(bikonkav), dan tidak
berinti.
 Setiap 1 mm 3 darah
mengandung ±5 juta
eritrosit.
 Eritrosit mengandung
hemoglobin (Hb) yaitu
suatu senyawa protein yang
mengandung unsur besi.
Hb berfungsi mengangkut oksigen dari paru-
paru dan mengedarkannya ke seluruh jaringan
tubuh.
Eritrosit dibentuk oleh sumsum tulang pipih.
Setelah eritrosit berumur ±120 hari, maka sel
menjadi usang. Eritrosit pun dirombak oleh
hati dan limpa.
Di dalam hati, Hb diubah menjadi zat warna
empedu (bilirubin). Sedangkan unsur besi di
Hb digunakan lagi untuk membuat eritrosit
baru
SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)

Leukosit berfungsi untuk membunuh bibit


penyakit dan membentuk zat antibodi.
Leukosit bening tidak berwarna dan
bentuknya tidak tetap seperti amoeba.
Setiap 1 mm 3 darah terdapat 8.000 leukosit.
Leukosit memiliki 5 macam bentuk yaitu
monosit, limfosit, basofil, eosinofil dan
netrofil.
MONOSIT

 Monosit terdapat sekitar 3-8% dari jumlah sel darah


putih
 Monosit merupakan fagosit yang efektif
 Monosit beredar di dalam darah selama beberapa
jam, kemudian berpindah ke jaringan.
 Di dalam jaringan monosit membesar dan
berkembang menjadi makrofag
 Makrofag bersifat ameboid dan dapat merentangkan
pseudopodia untuk menarik mikroba
LIMFOSIT

Vertebrata memiliki dua macam sel limfosit,


yaitu sel B (limfosit B) dan sel T (Limfosit T)
Limfosit dibuat di sumsum tulang dan hati
(pada fetus)
Limfosit berfungsi menghasilkan antibodi
untuk melawan zat asing yang masuk
NEUTROFIL

Neutrofil merupakan 60-70% dari jumlah sel


darah putih
Neutrofil dapat bergerak secara ameboid dari
darah dan masuk ke jaringan yang terinfeksi
lalu menghancurkan mikroba yang ada
Gerak neutrofil terjadi karena adanya sinyal
kimiawi dari daerah yang terinfeksi
Neutrofil berumur sekitar 6-20 jam
E0SINOFIL

Eosinofil kira-kira berjumlah 2-4% dari jumlah


sel darah putih
Eosinofil hanya sedikit bersifat fagositik
tetapi mempunyai enzim penghancur
Eosinofil berfungsi untuk melawan parasit
besar seperti cacing dengan cara
menghancurkan dinding luar tubuh cacing
BASOFIL

Granula Basofil mengandung histamin.


Histamin adalah salah satu sinyal kimia yang
akan dikirimkan jika terjadi luka dan
peradangan
Basofil diduga terlibat dalam reaksi alergi
atau melawan protein asing yang masuk
KEPING-KEPING DARAH (TROMBOSIT)

Trombosit berfungsi
untuk membekukan
darah.
Trombosit berbentuk
kecil, tidak teratur, dan
tidak berinti. Setiap 1
mm3 darah terdapat
±250.000 trombosit.
Trombosit memiliki enzim
trombokinase.
 Apabila darah keluar karena terluka, maka trombosit
akan pecah.
 Enzim trombokinase keluar dari trombosit. Karena
pengaruh ion kalsium dalam darah, enzim
trombokinase akan mengubah protrombin menjadi
trombin.
 Protrombin adalah senyawa protein yang dibentuk di
hati dengan bantuan vitamin K.
 Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi benang-
benang fibrin.
 Benang-benang fibrin menyebabkan luka tertutup
dan tidak mengeluarkan darah terus menerus.
TABEL PERBEDAAN
GOLONGAN DARAH

 Golongan darah dapat digolongkan menjadi


golongan darah A, B, AB, dan O
 Orang yang memberikan darah disebut donor
 Orang yang menerima darah disebut resipien
 Darah dapat menggumpal karena adanya
aglutinogen dan aglutinin
 Aglutinogen adalah zat protein darah yang dapat
digumpalkan oleh aglutinin
 Ada dua macam aglutinogen, yaitu aglutinogen A
dan aglutinogen B
 Aglutinin adalah zat protein darah yang dapat
menggumpalkan aglutinogen
 Ada dua macam aglutinin, yaitu aglutinin a (anti zat A) dan
aglutinin b (anti zat B)
 Golongan darah A mengandung zat Aglutinogen A
dan aglutinin (anti b)
 Golongan darah B mengandung zat Aglutinogen B
dan aglutinin (anti a)
 Golongan darah AB mengandung zat Aglutinogen A
dan B, dan tidak memiliki aglutinin
 Golongan darah O tidak mengandung zat Aglutinogen
A dan B, tetapi memiliki aglutinin a dan b
 Aglutinogen A dapat digumpalkan aglutinin a (anti A)
 Aglutinogen B dapat digumpalkan oleh aglutinin b (anti B)
ALAT PEREDARAN DARAH

1. JANTUNG

 Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah


kiri.
 Jantung berukuran satu kepalan tangan, dan
berongga.
 Rongga jantung manusia terbagi menjadi 4
bagian, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik
kanan dan bilik kiri.
 Jantung diselubungi oleh selaput ganda yang
disebut perikardium
 Dinding rongga jantung tersusun atas otot jantung
 Otot jantung berkontraksi dengan cara mengembang
dan mengempis.
 Kecepatan denyut jantung tiap orang berbeda
tergantung kondisi setiap orang, misalnya usia, berat
badan, jenis kelamin, kesehatan, dan aktivitas
seseorang
 Tekanan darah pada saat bilik jantung mengembang
disebut tekanan diastol
 Tekanan darah pada saat bilik jantung mengempis
disebut tekanan sistol
 Tekanan darah dapat diukur dengan tensi
meter (sphigmomanometer).
 Tekanan darah orang dewasa normal
120/80 mmHg (milimeter air raksa). Nilai
120 menunjukkan tekanan sistol sedangkan
80 menunjukkan tekanan diastol
 Pembuluh darah yang menuju atau keluar jantung
adalah:
1. Vena cava superior dan inferior, yang mengalirkan
darah dari seluruh tubuh, bermuara pada serambi kanan
2. Arteri pulmonalis, yang mengalirkan darah dari bilik
kanan menuju ke paru-paru, darahnya banyak mengandung
CO 2
3. Vena pulmonalis, yang mengalirkan darah dari paru-paru
menuju ke serambi kiri, darahnya banyak mengandung
oksigen
4. Aorta, yang mengalirkan darah dari bilik kiri menuju ke
seluruh tubuh
PEMBULUH DARAH

 Pembuluh darah dibedakan menjadi 2 yaitu


pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena).
 Arteri dan vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler.
 Tekanan darah merupakan tanda kekuatan jantung
memompa darah dan tanda kesehatan seseorang.
PEMBULUH NADI (ARTERI)

 Arteri adalah pembuluh yang membawa darah


keluar dari jantung.
 Arteri mengalirkan darah yang mengandung banyak
oksigen.
 Arteri terletak agak ke dalam tersembunyi dari
permukaan tubuh.
 Arteri memiliki dinding pembuluh yang kuat dan
elastis.
 Arteri yang keluar dari bilik kiri jantung disebut
aorta. Aorta mengalirkan darah yang kaya oksigen
ke seluruh tubuh.
Aorta memiliki satu katup dekat jantung yang
berfungsi menjaga agar darah tidak mengalir
kembali ke jantung.
Arteri yang keluar dari bilik kanan menuju ke
paru-paru disebut arteri pulmonalis. Arteri
pulmonalis membawa darah yang kaya CO2.
Karbondioksida dilepaskan oleh darah di
paru-paru, dan oksigen ditangkap oleh Hb.
Darah yang telah memperoleh oksigen akan
dialirkan menuju jantung melalui vena
pulmonalis.
PEMBULUH BALIK (VENA)

 Vena adalah pembuluh yang membawa darah


menuju ke jantung.
 Vena terletak di dekat permukaan tubuh dan tampak
kebiru-biruan.
 Vena memiliki dinding pembuluh yang tipis dan
tidak elastis.
 Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang
pembuluh yang berfungsi agar darah tetap mengalir
satu arah menuju jantung.
 Dari seluruh tubuh, semua vena bermuara menjadi
satu pembuluh darah besar yang disebut vena cava.
 Vena cava mengalirkan darah yang kaya
karbondioksida dari tubuh masuk ke jantung melalui
serambi kanan.
 Sedangkan vena pulmonalis mengalirkan darah kaya
oksigen dari paru-paru menuju ke jantung.
MACAM-MACAM PEREDARAN DARAH

 Peredaran darah kecil adalah peredaran darah yang


dimulai dari jantung – paru-paru – jantung
(bilik kanan-arteri pulmonalis-paruparu-vena
pulmonalis-serambi kiri)
 Peredaran darah besar ialah peredaran darah dari
bilik kiri jantung keseluruh tubuh, kemudian kembali
keserambi kanan jantung
( bilik kiri – aorta-seluruh tubuh- vena cava-serambi
kanan)