Anda di halaman 1dari 47

FARMASETIKA

Anita Sukmawati (anita.sukmawati@ums.ac.id)


Bagian Farmasetika-Fakultas Farmasi
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
CAPAIAN PEMBELAJARAN
• Mampu menyebutkan dan menjelaskan
penggolongan obat.
• Mampu menyebutkan dan menjelaskan
berbagai bentuk sediaan obat.
• Mampu melakukan menentukan dosis
obat untuk pasien dewasa dan anak
PUSTAKA:
• UU NO. 36 TAHUN 2009 Tentang Kesehatan
• Peraturan Menteri Kesehatan No. 917/Menkes/Per/X/1993
• Moh Anief, 1999, Ilmu Meracik Obat.
• Departemen Kesehatan RI, 1979, Farmakope Indonesia Edisi 3.
• British National Formulary
• Drug Informatorium Handbook
• Informatorium Obat Nasional Indonesia, Dep Kes RI
• Paediatrics Dose Handbook
• Informatorium Speasialite Obat (ISO)
• Lack, J. A., & Stuart-Taylor, M. E. (1997). Calculation of drug dosage
and body surface area of children. British Journal of Anaesthesia, 78,
601–605.
• Pustaka lain yang relevan
PENGGOLONGAN OBAT
SEDIAAN FARMASI
(UU No.36 tahun 2009)

OBAT
BAHAN OBAT
KOSMETIKA
TRADISIONAL
OBAT
OBAT:
• Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk
biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki
sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka:
• Penetapan diagnosis
• Pencegahan
• Penyembuhan
• Pemulihan
• Penibgkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia.
PENGGOLONGAN OBAT:
• Penggolongan obat berdasarkan undang-undang
• Penggolongan obat berdasarkan fungsi
farmakologi.
• Penngolongan obat berdasarkan tempat
pemberian
• Dan lain-lain
PENGGOLONGAN OBAT
(PERMENKES 917/MENKES/PER/X/1993)
• OBAT BEBAS
• OBAT BEBAS TERBATAS
• OBAT KERAS
• OBAT WAJIB APOTEK
• PSIKOTROPIKA
• NARKOTIKA
OBAT BEBAS
• Obat bebas adalah
obat yang dijual
bebas dipasaran dan
dapat dibeli tanpa
resep dokter
• Over the Counter
(OTC) drug
• Contoh: Vitamin,
obat antasida,
paracetamol
OBAT BEBAS TERBATAS
• Obat daftar W
(warschuwing) 
mengandung peringatan.
• Dapat dibeli bebas tanpa
resep dokter dalam
jumlah yang terbatas.
• Dijual di apotek atau
toko obat.
• Contoh: Obat yang
mengandung
phenylpropanolamin
HCl, Bromheksin.
OBAT BEBAS TERBATAS
• Obat bebas terbatas mengandung tanda peringatan.
• Peringatan pada obat bebas terbatas:
OBAT KERAS
• Obat daftar G
(Gevarlijk =
berbahaya)
• Obat keras hanya
dapat dibeli di
apotek dengan resep
dokter
• Contoh: antibiotik,
obat sedatif.
OBAT WAJIB APOTEK (OWA)
(Kepmenkes No. 347/Menkes/SK/VII/ 1990)
• Obat wajib apotek (OWA) adalah obat keras yang dapat
diserahkan Apoteker di apotek, tanpa resep dokter.
• Batasan pelayanan OWA oleh apoteker:
1. Memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per
pasien yang disebutkan dalam Obat Wajib Apotik yang
bersangkutan.
2. Membuat catatan pasien serta obat yang telah
diserahkan.
3. Memberi informasi meliputi dosis dan aturan pakainya,
kontraindikasi, efek samping dan lain-lain yang perlu
diperhatikan oleh pasien.
• Contoh: Kontrasepsi, metoklopramid, bisakodil,
aminophillin.
OBAT PSIKOTROPIKA
• Merupakan golongan obat keras yang bukan
narkotik yang berkhasiat psikoaktif. Dapat
mempengaruhi susunan saraf pusat yang dapat
menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
dan perilaku.
• Psikotropika dapat menurunkan aktivitas atau
merangsang SSP dan menimbulkan kelainan
perilaku dan menimbukan ketergantungan
• Logo psikotropika = logo obat keras
• Contoh: valium, amfetamin, LSD
OBAT NARKOTIKA
• Narkotika: zat atau
obat yang berasal dari
tananaman atau bukan
tanaman, sintesis atau
bukan sintesis, yang
dapat menyebabkan
penurunan atau
perubahan kesadaran,
hilangnya rasa nyeri
dan dapat
menimbulkan
ketergantungan.
OBAT NARKOTIKA
• Obat narkotika hanya dapat diperoleh di apotek, dengan
resep dokter.
• Menurut UU no.35 tahun 2009, Narkotika digolongkan
menjadi tiga golongan.
• Penggolongan narkotika:
1. Golongan 1: Tanaman papaver somniferum, daun
koka dan lainnya
2. Golongan 2:Alfasetil metadol, alfametadol dan
lainnya.
3. Golongan 3: asetil dihidrokodein, etil morfin dan
lainnya.
BENTUK SEDIAAN OBAT
MACAM BENTUK SEDIAAN OBAT:

SEDIAAN PADAT SEDIAAN SEMI


• Puyer/pulveres, PADAT
pulvis. Kapsul, tablet, • Salep, krim, gel,
pil suppositoria

SEDIAAN CAIR
• Emulsi, suspensi,
larutan, injeksi,
sediaan tetes.
PULVIS DAN PULVERES
• Pulvis: serbuk
campuran kering
obat yang dibungkus
tunggal
• Pulveres: serbuk
yang terbagi dalam
bobot yang sama.
• Dapat digunakan
untuk rute oral atau
pemakaian luar.
KAPSUL
• Sediaan padat yang terdiri dari obat serbuk yang
dibungkus oleh cangkang keras dan lunak yang
mudah larut.
• Umumnya digunakan lewat rute oral.
TABLET

• Tablet adalah sediaan padat kompak yaang


dibuat dengan cara mengempa serbuk menjadi
bentuk pipih atau tabung pipih, mengandung 1
atau lebih bahan obat dengan bahan tambahan.
• Umumnya digunakan untuk rute oral.
TABLET:
• Tablet Sublingual: tablet yang diberikan di bawah lidah,
untuk efek lebih cepat.
• Tablet bukal: Tablet yang diletakkan antara pipi dan gusi.
• Tablet effervescent: tablet yang harus dilarutkan dulu
dalam air sebelum digunakan. Tablet akan melepas CO2.
Tablet tidak boleh disimpan ditempat lembab.
• Tablet kunyah: Tablet yang harus dikunyah saat
penggunaan.
• Tablet sustained release/control release/ prolonged
release: tablet yang dtujukan untuk melepas obat secara
lambat, dalam jangka waktu yang panjang. Tablet ini
tidak boleh digerus.
PIL
• Sediaan padat,
bundar, kecil, bobot
sekitar 60-300 mg.
• Digunakan untuk
pemakaian oral.
• Masih banyak
ditemukan pada
sediaan jamu.
SALEP, KRIM DAN GEL
• Meruapakan sediaan semipadat yang ditujukan untuk
pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir.
• Umumnya ditandai untuk penggunaan luar.
• Salep: Sediaan semi padat dengan basis berlemak.
• Krim: Sediaan emulsi semi padat
• Gel: sediaan semipadat dengan basis gel yang jernih.
SUPPOSITORIA
• Sediaan semipadat,
yang diberikan
melalui rektal, vagina
atau uretra, dapat
meleleh, melunak,
melarut pada suhu
tubuh.
• Dapat berbentuk
torpedo atau bulat.
EMULSI
• Sediaan cair yang
terdiri dari 2 macam
cairan yang tidak
bercampur, dan
distabilkan oleh zat
pengemulsi.
• Umumnya digunakan
oral.
• Emulsi untuk
penggunaan luar
disebut liniment.
SUSPENSI
• Sediaan cair yang
mengandung partikel
padat yang tidak
larut. Partikel
terdispersi dalam
medium cair dan
distabilkan oleh zat
pensuspensi.
• Umunya digunakan
oral, tetapi ada juga
yang untuk topikal.
LARUTAN (SOLUTIONES)
• Larutan merupakan sediaan cair yang mengandung bahan
obat yang terlarut sempurna. Pelarut yang digunakan
umumnya air, tetapi ada juga yang mengandung alkohol.
• Larutan obat minum cair yang mengandung alkohol
disebut elixir.
• Larutan juga dapat mengandung gula  disebut sirup.
• Umunya digunakan untuk oral atau topikal.
INJEKSI
• Sediaan steril,
mengandung obat
terlarut atau
tersuspensi yang
digunakan melalui
rute parenteral.
SEDIAAN TETES (GUTTAE)
• Sediaan tetes dapat berupa larutan, emulsi
atau suspensi yang digunakan dengan
penetes.
• Sediaan tetes dapat digunakan oral atau
non-oral.
• Macam sediaan tetes:
1. Tetes mulut (Guttae oris)
2. Tetes telinga (Guttae auricularis)
3. Tetes hidung (guttae nasales).
4. Tetes mata (guttae ophtalmica)
DOSIS OBAT
PENGERTIAN DOSIS:
• Dosis: Jumlah obat yang diberikan kepada pasien dalam
satuan berat, isi atau unit.
• Jika tidak dinyatakan lain, dosis adalah jumlah obat yang
memberikan efek terapetik pada pasien dewasa.
• Dosis obat dapat dinyatakan dalam satuan bobot (mg,
gram), volume (ml, cc, tetes), dan konsentrasi (%, mg/ml,
mg/100 ml) dan lain-lain.
• Macam Dosis:
1. Dosis Minimal
2. Dosis terapi atau Dosis Lazim (DL)
3. Dosis Maksimal (DM)
4. Dosis Toksik
DOSIS MINIMAL:

• jumlah terkecil yang diperlukan penderita untuk satu kali minum atau
jangka waktu tertentu untuk mendapatkan efek terapi.

DOSIS TERAPI/DOSIS LAZIM (DL)

• rentang jumlah obat yang diberikan kepada penderita untuk satu kali
atau sehari pemberian. Dosis lazim merupakan petunjuk yang tidak
mengikat dan menunjukkan bahwa obat sudah dapat menimbulkan efek
terapetik pada kisaran dosis lazim.

DOSIS MAKSIMAL (DM)

• petunjuk batas maksimal jumlah obat yang dapat diberikan pada pasien,
dalam hal ini jika tidak dinyatakan lain, yang dimaksud adalah pasien
dewasa.

DOSIS TOKSIK:

• Dosis/jumlah obat diatas dosis maksimal dan dapat menimbulkan


terjadinya keracunan obat.
KONSENTRASI OBAT DALAM
TUBUH:
Kadar Zona Toksik
Obat MTC
Dlm
darah
Window
Therapeutic
Zona Terapi

MEC
Zona Inaktif

Waktu
DIMANA MEMPEROLEH INFORMASI
TERKAIT DOSIS OBAT?
• Farmakope Indonesia Edisi 3 tahun 1979
• Informatorium Obat Nasional Indonesia
(IONI)
• Bristish National Formulary (BNF)
• Paediatrics and Neonatal Dosage
Handbook
• Drug Information Handbook (DIH)
KEKUATAN/ STRENGTH
SEDIAAN OBAT:
• Kekuatan/ strength sediaan obat dinyatakan dalam µg,
mg, g, IU, % dan lain sebagainya.
 Satuan berat: mg (mil igram), g, G (gram)
 Satuan volume: ml (mililiter), L (liter)
 Satuan unit: IU/IU (Internasional Unit)
• Jika dinyatakan dalam persentase (%):
 0,5% (b/b) → 0,5 gram dalam 100 gram sediaan
 0,5% (b/v) → 0,5 gram dalam 100 ml sediaan
 0,5% (v/v) → 0,5 ml dalam 100 ml sediaan
• Umumnya untuk pasien anak, telah tersedia
perhitungan dosis tersendiri yang didasarkan
atas berat badan atau usia.
• Misal, dosis amoksisilin untuk anak adalah 25-50
mg/ kg berat badan, dosis codein untuk anak 1
kali pemakaian adalah 1mg/ tahun usia.
• Tetapi dalam beberapa kasus, rujukan untuk DM
untuk anak tidak diperoleh dari literatur,
sehingga perlu dilakukan penyesuaian DM anak
menggunakan acuan DM dewasa.
PENYESUAIN DOSIS MAKSIMAL
PADA ANAK:

Usia

BB
Luas
Perm
Tubuh
PENYESUAIAN DM ANAK BERDASARKAN USIA:
• Rumus Fried: digunakan untuk anak usia kurang
dari 1 tahun

• Rumus Young: Digunakan untuk anak usia kurang


dari 8 tahun

• Rumus Dilling: Digunakan untuk anak usia lebih


dari 8 tahun
PENYESUAIAN DOSIS BERDASARKAN
BERAT BADAN (BB)
• Rumus Clark:
PENYESUAIAN DOSIS BERDASARKAN
LUAS PERMUKAAN TUBUH (LPT)
• RUMUS CRAWFORD-TERRY-ROUKE
CONTOH 1:
• Seorang pasien anak usia 10 tahun, BB 35 kg,
memerlukan antibiotik doxycyclin untuk mengobati
infeksinya. Diketahui :
• Doxycyclin:
• DM dewasa = Sekali 100 mg, sehari 600 mg (100
mg/600 mg)
• Dosis Lazim (DL) dewasa: 100 mg, 2 kali sehari
• DL anak: 2.2mg/kg BB, terbagi dalam 2 dosis sehari
• Hitung berapa DM untuk anak!
• Rekomendasikan pemakaian doxycyclin untuk pasien!
PENYELESAIAN
10 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
• Pemakaiansekali : 𝐷𝑀 𝑎𝑛𝑎𝑘 = x 100 mg = 50 mg
20 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
10 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
• Pemakaiansehari: 𝐷𝑀 𝑎𝑛𝑎𝑘 = x 600 mg = 300 mg
20 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
• DM anakusia 10 tahun: Sekali 50 mg, sehari 300 mg
• Dosislazimuntukanak 10 tahun, BB 35 kg:
𝑚𝑔
• 𝐷𝐿 𝑎𝑛𝑎𝑘 = 2.2 𝐵𝐵 𝑥 35 𝑘𝑔 = 38.5 𝑚𝑔terbagidalam 2
𝐾𝑔
dosis
• Rekomendasipemakaian: 38.5 - 50 mg, 2 kali sehari Doksisiklin:
kapsul 100
mg, sirup
50 mg/5 ml

PERHATIKAN KETERSEDIAAN KEKUATAN OBAT YANG


ADA DIPASARAN
CONTOH 2:
• Seorang pasien anak usia 7 tahun memerlukan Ibuprofen untuk
mengobati nyeri
• Diketahui:
• Dosis lazim Ibuprofen untuk anak 3-7 tahun adalah 100-125 mg,
3-4 kali sehari.
• Dosis lazim untuk dewasa: 200-250 mg, 3-4 kali sehari
• Bentuk sediaan obat yang ada dipasaran adalah
• Tablet: 200 mg per tablet
• Syrup : 100 mg/ 5 ml
• Syrup forte: 200 mg/5 ml
• Suppositoria: 125 mg/ suppositoria
• Rekomendasikan dosis dan bentuk sediaan yang diberikan untuk pasien,
termasuk aturan pakainya!
• Lakukan review terhadap dosis penggunaan obat untuk 1 kali pemakaian
dan 1 hari pemakaian yang diterima oleh pasien, sesuai aturan pakai!
PENYELESAIAN
• Dosis lazim ibuprofen untuk anak 7 tahun: 100-125 mg, 3-4
kali sehari.
• Rekomendasi dosis untuk pasien tersebut adalah 100-125 mg
sekali pakai, digunakan 3-4 kali sehari.
• Bentuk sediaan yang direkomendasikan: syrup 100 mg/5 ml,
digunakan 3-4 kali sehari  aturan pakai: 1 sendok teh, 3-4
kali sehari (tiap 6-8 jam).
• Dosis ibuprofen yang diterima oleh pasien dengan aturan
pakai di atas:
• 1 kali pakai: 5 ml  100 mg
• Sehari: 3-4 kali sehari = 300-400 mg sehari.
CONTOH 3:
• Seorang pasien anak usia 12 tahun, BB 45 kg, memerlukan
antibiotik erytromycin untuk mengobati infeksinya. Diketahui :
• Eritromycin:
• DM dewasa = Sekali 500 mg, sehari 4 gram (500 mg/4 gram)
• Dosis Lazim (DL) dewasa: sekali 250-500 mg, sehari 1-2 gram
• DL anak sekali 200 mg
• Sediaan yang tersedia di pasaran:
• Kapsul 250 mg, chewable tablet 200 mg, dry syrup 200 mg/5 ml,
tablet forte 500 mg
• Hitung berapa DM untuk anak!
• Rekomendasikan bentuk sediaan dan aturan pemakaian eritromycin
untuk pasien!
• Hitung dosis yang diterima oleh pasien untuk 1 kali pemakaian dan 1
hari pemakaian dengan aturan pakai yang direkomendasikan
CONTOH 4
• Seorang pasien anak usia 12 tahun, BB 40 kg, memerlukan kalium
diklofenak untuk mengobati nyeri
• Diketahui:
• Dosis lazim Kalium dikklofenak untuk anak usia 12 tahun adalah
1-3 mg/ kg BB, terbagi dalam 2-3 dosis sehari.
• Dosis lazim untuk dewasa: 75-150 mg/hari, dalam 2-3 dosis sehari
• Bentuk sediaan obat yang ada dipasaran adalah
• Tablet: 25 mg dan 50 mg per tablet
• Dispersed tablet: 50 mg per tablet
• Oral Drop: 1.5 %, volume 15 ml
• Rekomendasikan dosis dan bentuk sediaan yang diberikan untuk pasien,
termasuk aturan pakainya!
• Lakukan review terhadap dosis penggunaan obat untuk 1 kali
pemakaian dan 1 hari pemakaian yang diterima oleh pasien, sesuai
aturan pakai!