Anda di halaman 1dari 14

HIPERTROFI ADENOID

Oleh :
z Mega Rahmawati

Pembimbing :
dr.Kholid Yusuf, Sp.THT-KL
ADENOID
z

 Adenoid merupakan jaringan limfoid yang


terletak di fossa nasopharing

 Tonsil palatina, tonsil pharyngeal


(adenoid), tonsil lingual, tonsil tuba
(Waldayers Ring) merupakan Mukosa
Assosiated Lympoid Tisuue (MALT) 
merupakan mekanisme sistem
pertahanan imun pertama dalam
melindungi saluran nafas bagian atas,
bagian bawah dan traktus gastrointestinal
ADENOID
z
 Adenoid terletak diantara tuba eustachius
dan dinding posterior nasofaring.

 Struktur imunologis dari adenoid terbagi


dalam 4 kompartemen : reticular crypt
epithelium, area ekstrafolikular, mantle
zone of the lymphoid follicle, germinal
center of the lymphoid follicle


z
SISTEM IMUNITAS ADENOID
z
1. Saat bakteri virus patogen masuk ke nasofaring akan mengenai epitel
kripte adenoid.

2. Kemudian akan diabsorbsi secara selektif oleh makrofag, sel HLA dan
sel M dari tepi adenoid.

3. Antigen selanjutnya diangkut dan dipresentasikan ke sel T pada area


ekstra folikuler dan ke sel B pada sentrum germinativum oleh follicular
dendritic cells (FDC)

4. Interaksi antara sel T dengan antigen yang dipresentasikan oleh APC


bersama dengan IL-1 akan mengakibatkan aktifasi sel T yang ditandai
oleh pelepasan IL-2.

5. Antigen bersama-sama dengan sel Th dan IL-2, IL-4, IL-6 sebagai


aktifator dan promotor bagi sel B untuk berkembang menjadi sel
plasma.

6. Sel plasma akan didistribusikan pada zona ekstrafolikuler yang


menghasilkan immunoglobulin (IgG 65%, IgA 20%, sisanya IgM, IgD,
IgE) untuk memelihara flora normal dalam kripte individu yang sehat.
HIPERTROFI ADENOID
z

 Hipertrofi Adenoid adalah


pembesaran dari jaringan limfoid
adenoid (tonsil pharingeal).

 Secara fisiologik, adenoid akan


membesar pada anak usia 3
tahun dan akan mengecil atau
regresi pada usia 14 tahun

 Akibat hipertrofi adenoid :

- Sumbatan pada Koana

- Sumbatan Tuba Eustachius


ETIOLOGI
z HIPERTOFI ADENOID

 Etiologi Hipertrofi Adenoid : non infeksi dan infeksi

 Non infeksi  Secara fisiologis adenoid akan mengalami hipertrofi


pada masa puncaknya yaitu 3-7 tahun dan kemudian akan mengecil
pada usia 14 tahun

 Infeksi  Hipertrofi adenoid juga didapatkan pada anak yang


mengalami infeksi kronik atau rekuren pada ISPA



ETIOLOGI
z HIPERTOFI ADENOID
 Mikroorganisme yang sering menyebabkan Adenoiditis dan
Tonsilitis
HIPERTOFI ADENOID
z
Hipertrofi adenoid menyebabkan :

1. Gangguan ventilasi dan


drainase sinus paranasal
sehingga menimbulkan sinusitis
kronik

2. Fasies adenoid  gigi insisivus


ke depan (prominen), posisi
rahang bawah/ mandibula turun,
arkus faring tinggi sehingga
tampak seperti wajah orang
bodoh
HIPERTOFI ADENOID
z
Hipertrofi adenoid menyebabkan :

3. Gangguan tidur, tidur ngorok,


retardasi mental, pertumbuhan
fisik berkurang

4. Obstruksi tuba eustachius  tuli


konduksi, otitis media
DIAGNOSIS
z HIPERTOFI ADENOID
 ANAMNESIS :

Dilihat tanda dan gejala pada pasien seperti rhinore, tampang wajah, bagaimana dia berbicara

 PMX.FISIK
 RHINOSCOPY ANTERIOR : melihat tahanan velum palatum mole saat fonasi

 RHINOSCOPY POSTERIOR : Dengan cermin dan lampu kepala melihat nasofaring dari arah
orofaring

 PMX. PENUNJANG
 RADIOLOGI : Foto Polos Lateral Kepala

 NASOENDOSKOPI
TATALAKSANA
z HIPERTOFI ADENOID
1. ADENOIDEKTOMI

Indikasi :

 SUMBATAN  CURIGA NEOPLASMA JINAK


ATAU GANAS
1. Sumbatan hidung
menyebabkan bernafas
melalui mulut

2. Sleep apnea

3. Gangguan menelan

4. Gangguan berbicara

5. Fasies adenoid

 INFEKSI

1. Adenoiditis berulang / kronik

2. Otitis media efusi berulang

3. Otitis media akut berulang


KOMPLIKASI
z HIPERTOFI ADENOID
KOMPLIKASI :

 Obstructive sleep apnea syndrome

 Post adenoidektomi dapat terjadi perdarah bila penegerokan


adenoid kurang bersih, bila terlalu dalam dapat terjadi
kerusakan dinding belakang faring, bila kuretase terlalu
lateral dapat terjadi kerusakan pada torus tubarius sehingga
mengakibatkan oklusi tuba eustachius dan akan timbul tuli
konduksi
PROGNOSIS
z HIPERTOFI ADENOID

Adenotonsilektomi merupakan tindakan kuratif pada


kebanyakan individu. Jika pasien ditangani dengan baik
diharapkan dapat sembuh sempurna dan obtruksi jalan nafas
dan sleep apnea dapat diatasi.