Anda di halaman 1dari 14

KUISIONER ANALISIS KUALITATIF

MEDIS MATERNAL
KELOMPOK 18

1. INES MEIYOLA PRADHANTI G41161526/B


2. KESIA STEFANI HALLATU G41161534/B
3. M. ULUMMUDIN M G41151885/C
4. INNEKE RESTU RIDHANI P G41161569/C
5. SEPTINA DWI INDRAWATI G41161607/C
ANALISIS KUALITATIF MEDIS
Analisis kualitatif menelaah sesi medis rekaman yang difokuskan dalam 2
(dua) tahapan yaitu:

Menganalisis kelengkapan data/ informasi sesuai dengan standar


1 pelayanan medis atau standart operating procedures(SOP)

Menganalisis apakah data/ informasi dari kondisi buruk pasien di


2 manfaatkan tenaga kesehatan dengan membukti tindak lanjut
ANALISIS KUALITATIF MEDIS
MATERNAL
FAKTOR MORTALITAS MATERNAL
Depkes RI dalam jurnal penelitian Sri Juharni, dkk (2011) mengelompokkan faktor risiko kematian ibu
menjadi tiga, yaitu:

a. Faktor medik
Terdiri dari : umur ibu yang terlalu muda atau tua pada waktu hamil, jumlah anak terlalu banyak, jarak
antar kehamilan terlalu dekat, adanya komplikasi yang terjadi pada masa kehamilan, persalinan dan
nifas serta beberapa keadaan yang memperberat derajat kesehatan ibu selama hamil (kekurangan gizi
dan anemia);
b. Faktor non medik
Terdiri dari: kurangnya akses ibu dalam mendapatkan antenatal care, terbatasnya pengetahuan ibu
tentang tanda-tanda bahaya (kehamilan, persalinan maupun nifas), ketidakberdayaan ibu hamil dalam
pengambilan keputusan untuk dirujuk serta ketidakmampuan ibu hamil untuk membayar biaya transpor
dan perawatan di rumah sakit
c. Faktor pelayanan kesehatan
Terdiri dari : penolong persalinan, tempat persalinan, cara persalinan, penanganan medis pada kasus
rujukan, penerapan prosedur tetap penanganan kasus gawat darurat kebidanan belum dilakukan secara
konsisten, kemampuan bidan di desa yang belum optimal dalam menangani kasus kegawadaruratan
kebidanan.
Menurut Helen Varney, et al (2006), kematian ibu dikelompokkan ke dalam
dua kategori yaitu;

1. Kematian obstetrik langsung.


Kematian jenis ini diakibatkan komplikasi kebidanan yang terkait
dengan kehamilan (kehamilan, persalinan,dan infeksi puerperium), akibat
intervensi, kelalaian, terapi yang tidak tepat ,atau salah satu diantaranya.

2. Kematian obstetrik tidak langsung.


Kematian jenis ini merupakan akibat penyakit terdahulu atau
penyakit yang berkembang selama masa hamil, dan tidak berkaitan dengan
penyebab langsung, tetapi diperparah dengan dampak fisiologis kehamilan.
5 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN IBU DI
NEGARA BERKEMBANG

PERDARAHAN
Kehamilan normal biasanya identik dengan amenore dan tidak ada pendarahan
1
pervaginam, tetapi banyak juga wanita yang mengalami episode pendarahan pada
trimester pertama kehamilan.

SEPSIS
serangan dini sepsis menjadi salah satu sebagian besar penyebab umum morbiditas
2 dan mortalitas neonatal di prematur yang penduduk. Identifikasi neonatus beresiko
awal-awal sepsis sering didasarkan pada konstelasi faktor risiko perinatal yang tidak
sensitif maupun spesifik
5 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN IBU DI
NEGARA BERKEMBANG

HIPERTENSI AKIBAT KEHAMILAN


Peningkatan tekanan darah setelah 20 minggu kehamilan ≥140 mmHg untuk sistolik
3 dan ≥90 mmHg untuk distolik (sebelumnya disebut hipertensi yang dipicu kehamilan)
tanpa proteinuria atau hasil evaluasi laboratorium yang abnormal selama kehamilan
dan yang kembali normal 12 minggu pascapartum.

ABORTUS
Abortus adalah suatu usaha mengakhiri kehamilan dengan mengeluarkan hasil
4 pembuahan secara paksa sebelum janin mampu bertahan hidup, jika dilahirkan. Selain
itu abortus atau lebih dikenal aborsi yaitu pendarahan pervaginan pada kehamilan < 22
minggu (sebelum janin mencapai viabilitas)

PERSALINAN MACET/LAMA
5 Persalinan lama (partus lama) adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam
(Manuaba, 2008).
FAKTOR LAIN
PENYEBAB MORTALITAS MATERNAL
1
USIA
Risiko plasenta previa berkembang 3 kali lebih besar pada perempuan di atas usia 35
tahun dibandingkan pada wanita di bawah usia 20 tahun (Sheiner, 2001). usia wanita
produktif yang aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-35 tahun. Plasenta
previa merupakan salah satu penyebab serius perdarahan pada periode trimester ke
III. Hal ini biasanya terjadi pada wanita dengan usia lebih dari 35 tahun.

2
EKLAMSIA
Eklamsia sering terjadi pada kehamilan nullipara,kehamilan kembar,kehamilan mola
dan hipertensi dengan penyakit ginjal (Ramin K. D.,1999). Lebih kurang 75%
penderita eklamsia terjadi antepartum dan 25% sisanya terjadi pasca-melahirkan.
Eklamsia biasanya terjadi akibat oedema otak yang luas, yang terjadi akibat
peningkatan tekanan darah mendadak dan tinggi yang akan menyebabkan kegagalan
autoregulasi aliran darah
SOP

KUISIONER
KUISIONER
ANALISIS KELENGKAPAN INFORMASI PEMANFAATAN KELENGKAPAN
1. Apakah dalam berkas rekam medis ada keterangan Bila iya, apakah dalam berkas RM ada informasi
tentang keluhan pasien? “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya

2. Apakah dalam berkas rekam medis tertera riwayat Bila iya, apakah dalam berkas RM ada informasi
penyakit sekarang? “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya

3. Apakah dalam berkas rekam medis tertera riwayat Bila iya, apakah berpengaruh pada kondisi saat ini?
penyakit dahulu? 1 = tidak
1 = tidak 2 = iya
2 = iya
4. Apakah dalam berkas rekam medis tertera riwayat Bila iya, apakah dalam berkas RM ada informasi
penyakit keluarga? “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya
5. Apakah dalam berkas rekam Bila iya, apakah dalam berkas RM ada
medis ada keterangan alergi obat? informasi “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya

6. Apakah pada berkas rekam medis Bila iya, apakah dalam berkas RM ada
terdapat pemeriksaan vital sign? informasi “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya

7. Apakah pada berkas rekam medis Bila iya, apakah dalam berkas RM ada
terdapat pemeriksaan fisik? informasi “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya
8. Apakah pada berkas rekam medis Bila iya, apakah dalam berkas RM ada
terdapat pemeriksaan penunjang? informasi “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya

9. Apakah pada berkas rekam medis Bila iya, apakah sesuai anamnesa dengan
terdapat penegakan diagnosa? hasil pemeriksaan penunjang, vital sign,
1 = tidak ataupun pemeriksaan fisik? Apakah ada
2 = iya informassi “ekstra” ?
1 = tidak
2 = iya

10. Apakah pada berkas rekam medis Bila pengobatan pada tanda sepsis atau
terdapat pemberian terapi atau dugaan abortus dengan komplikasi.
pengobatan? Apakah ada informasi “ekstra” ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya
11. Apakah pada berkas rekam medis Tentang anjuran makan dan menjaga
terdapat pemberian edukasi kepada kebersihan. Apakah terdapat informasi
pasien? ekstra ?
1 = tidak 1 = tidak
2 = iya 2 = iya
12. Apakah pada berkas rekam medis Bila iya, apakah erdapat informasi ekstra ?
pasien dilakukan rujukan ? 1 = tidak
1 = tidak 2 = iya
2 = iya
TERIMAKASIH