Anda di halaman 1dari 17

CLINICAL PATHWAY

Program Studi Rekam Medik


Jurusan Kesehatan
Politeknik Negeri Jember
KELOMPOK 7

01 Nurul Kamilia G41160590/A

02 Sedyo Pinerdi G41160593/A

03 Adhelia Fitri A F G41160608/A

04 Try Ganjar Wati G41160610/A

05 Muzaffatul Hasan G41160630/A


Pengertian Clinical Pathway

• Clinical pathway adalah alur yang menunjukkan secara detail tahap-


tahap penting dari pelayanan kesehatan termasuk hasil yang diharap
kan.
• Clinical pathway adalah tindakan pemetaan perencanaan pelayanan,
urutan, pemilihan waktu dan prosedur dengan memperhatikan
diagnosa pasien, sehingga diharapkan pasien dengan diagnosa sama
mendapatkan prosedur yang serupa.
• Suatu perencanaan proaktif dari multidisiplin terhadap suatu diagnos
a dan prosedur asuhan pasien.
• Suatu kronologi dari aktivitas pelayanan yang digunakan untuk
perencanaan, antisipasi, implementasi dan evaluasi.
Dasar Hukum Clinical Pathway

1. UU no 23/1992 tentang Kesehatan


2. UU no. 29/2004 tentang Praktik Kedokteran
3. Permenkes RI No.159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit
4. KepMenkes RI No.436/1993 tentang Berlakunya Standar pelayanan
RS dan SPM Rumah Sakit
5. PerMenkes RI No.920 Menkes/Per/XII/1996 tentang Upaya Pelayan
an Kesehatan RS Swasta di Bidang Medik
6. KepMenkes RI No.496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit
Medis di Rumah Sakit
7. KepMenkes RI No. 631/Menkes/SK/IV/2005 tentang Peraturan
Internal Staf Medis.
Prinsip Penyusunan Clinical Pathway
Seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan harus secara terpadu/
01 integrasi dan berorientasi focus terhadap pasien serta berkesinambung
an.

Melibatkan seluruh profesi (dokter, perawat/bidan, penata, laboratoris,


02
dan farmasis).

Dalam batasan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan keadaan perjala
03 nan penyakit pasien dan dicatat dalam bentuk periode harian (untuk kasus
rawat inap) atau jam (untuk kasus gawat darurat di unit emergensi).
Prinsip Penyusunan Clinical Pathway
Pencatatan CP seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan kepada
04 pasien secara terpadu dan berkesinambungan tersebut dalam bentuk
dokumen yang merupakan bagian dari Rekam Medis.

Setiap penyimpangan langkah dalam penerapan CP dicatat sebagai


05
varians dan dilakukan kajian analisis dalam bentuk audit.

Varians dapat terjadi karena kondisi perjalanan penyakit, penyakit penyert


a atau komplikasi maupun kesalahan medis (medical errors) dan dipergun
06 akan sebagai salah satu parameter dalam rangka mempertahankan dan
meningkatkan mutu pelayanan.
Lanjutan

CP dapat merupakan suatu Standar Prosedur Operasional yang


merangkum:
 Profesi medis: Standar Pelayanan Medis dari setiap kelompok staf
medis/staf medis fungsional (SMF) klinis dan penunjang.
 Profesi keperawatan: asuhan keperawatan.
 Profesi farmasi: unit dose daily dan stop ordering.
 Alur Pelayanan Pasien Rawat Inap dan Operasi dari Sistem
Kelompok Staf Medis/Staf Medis Fungsional (SMF), Instalasi dan
Sistem Manajemen Rumah Sakit.
Tujuan Clinical Pathway
Memilih pola praktek terbaik Memberikan informasi kepada
01 dari berbagai macam variasi seluruh staf yang terlibat mengenai
pola praktek 04 tujuan umum yang harus tercapai
dari sebuah pelayanan dan apa
Menetapkan standar yang di peran mereka dalam proses tersebut
harapkan mengenai lama
02 perawatan dan penggunaan
prosedur klinik yang seharusnya Menyediakan kerangka kerja untuk
05 mengumpulkan dan menganaisa
Menilai hubungan antara berbagai data proses layanan sehingga
tahap dan kondisi yang berbeda penyedia layanan dapat mengetahui
dalam suatu proses dan menyusun seberapa sering dan mengapa
03 strategi untuk mengkoordinasi seorang pasien tidak mendapatkan
agar dapat menghasilkan pelayanan sesuai dengan standar
pelayanan yang lebih cepat
dengan tahap yang lebih sedikit
Tujuan Clinical Pathway

Mengurangi beban
06 dokumentasi klinik

Meningkatkan kepuasan
07 pasien melalui peningkatan
edukasi kepada pasien
Unsur Clinical Pathway

01 Riwayat medik yang lalu 05 Hasil pemeriksaan yang diperoleh

Kondisi saat hari pertama


02 06 Tindakan yang dilakukan
datang

03 Rencana, targat dan alur


07 Outcome yang diharapkan
pelayanan

04 Pemeriksaan yang dilakukan 08 Rencana pemulangan

09 Catatan “Varians”
Unsur Yang Terlibat Dalam Menyusun Clinical Pathway
1. Pimpinn RS
2. Komite medik
3. SMF
4. Unsur Penunjang Medik, Lab-Radiologi-Farmasi
5. Rehabilitasi Medik-Terapi Fisik
6. Keperawatan
7. Psikolog
8. Ahli Gizi
9. Ahli Perilaku dan Penyuluhan Kesehatan
10. Rekam Medik dan SIM-RS
11. Ahli Statisti
Tahapan Penyusunan Clinical Pathway
a. Pembentukan tim penyusun clinical pathway
Tim penyusun clinical pathway terdiri dari staf multidisplin dari semua tingkat dan
jenis pelayanan. Tim bertugas untuk menentukan dan melaksanakan langkah-langk
ah penyusunan clinical pathway.
b. Identifikasi key players
Identifikasi key players bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam
penanganan kasus atau kelompok pasien yang telah ditetapkan dan untuk merenca
nakan focus group dengan key players bersama dengan pelanggan internal dan
eksternal.
c. Pelaksanaan site visit di rumah sakit
Pelaksanaan site visit di rumah sakit bertujuan untuk mengenal praktik yang
sekarang berlangsung, menilai sistem pelayanan yang ada dan memperkuat alasan
mengapa clinical pathway perlu disusun.
Lanjutan
d. Studi literatur
Studi literatur diperlukan untuk menggali pertanyaan klinis yang perlu dijawab dalam pe
ngambilan keputusan klinis dan untuk menilai tingkat dan keakuratan bukti ilmiah.
e. Diskusi kelompok terarah
Diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mengena
l kebutuhan pelanggan (internal dan eksternal) dan menyesuaikan dengan kemampuan ru
mah sakit dalam memenuhi kebutuhan tersebut serta untuk mengenal kesenjangan antara
harapan pelanggan dan pelayanan yang diterima. Dan untuk memberi masukan dalam pe
ngembangan indikator mutu pelayanan klinis dan kepuasan pelanggan serta pengukuran
dan pengecekan.
f. Penyusunan pedoman klinik
Penyusunan pedoman klinik dilakukan dengan mempertimbangkan hasil site visit , hasil
studi literatur, dan hasil diskusi kelompok terarah. Pedoman klinik ini perlu disusun dala
m bentuk alur pelayanan untuk diketahui juga oleh pasien.
Lanjutan

g. Analisis bauran kasus


Analisis bauran kasus dilakukan untuk menyediakan informasi penting baik
pada saat sebelum dan setelah penerapan clinical pathway.
h. Menetapkan sistem pengukuran proses dan outcome
Contoh ukuran-ukuran proses antara lain pengukuran fungsi tubuh dan
mobilitas, tingkat kesadaran, temperatur, tekanan darah, fungsi paru dan skala
kesehatan pasien.
i. Mendesain dokumentasi clinical pathway
Penyusunan dokumentasi clinical pathway perlu memperhatikan format clinical
pathway , ukuran kertas, tepi dan perforasi untuk filing.
Pemilihan Kasus

Kasus yang yang dipilih terutama yang bersifat high volume, high
cost, high risk dan problem prone. Dapat pula dipilih kasus-kasus
yang mempunyai gap yang besar antara biaya yang dikeluarkan
dengan tarif INA CBG’s yang telah ditetapkan. Contoh : penyakit
jantung dan kanker.
Contoh CP,s
TERIMA
KASIH