Anda di halaman 1dari 39

http://www.free-powerpoint-templates-design.

com

DIARE
Rida Magfira Rohma 201610410311202
Anggya Bellavita 201610410311203
Desy Ismayanti 201610410311204
Aulia Suci Wulandari 201610410311205
DIAR Pengertian
E
Education
Plan Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan
perubahan feses meliputi kosistensi tinja yang lembek
sampai cair dan diiringi dengan frekuensi buang air
besar yang lebih dari sama dengan 3 kali per hari disertai
dengan muntah atau tinja berdarah (World Health
Organizaztion (WHO) & United Nation Children’s Fund
(UNICEF), 2009).
KLASIFIKASI
DIARE
Berdasarkan lamanya diare :

01 Akut
Diare yang berlangsung kurang dari 14 hari tanpa diselang-seling berhenti lebih
dari 2 hari. Dibedakan menjadi 4 kategori : diare tanpa dehidrasi, dengan dehidrasi
ringan (cairan yang hilang 2-5% BB), dehidrasi sedang (5-8%BB), dehidrasi berat
(>8-10%).

02 Persisten
Diare yang berlangsung 15-30 hari (peralihan antara diare akut dan kronik.)

03 Kronis
Diare hilang timbul, atau berlangsung lama dengan penyebab non-infeksi.
Seperti, gangguan metabolisme yang menurun. Lama waktunya > 30 hari.
Etiologi Diare
Diare
Diare Akut Kronis
• Diare akut umumnya
Gangguan fungsional dari saluran
disebabkan karena adanya
pencernaan, gangguan inflamasi di
infeksi bakteri atau virus yang
perut, gangguan endocrine,
mengkontaminasi makanan
malabsorption syndrome, dan
atau minuman.
pengaruh penggunaan obat lain
• Bakteri memproduksi toxin dan
( termasuk penyalahgunaan laxative )
menempel pada permukaan sel
mukosa di small intestine.
Secara Umum
• Kondisi diare akut dapat juga
disebabkan karena adanya
parasit-protozoa seperti Diare dapat disebabkan karena bakteri,
Entamoeba histolytica, virus, dan protoza yang menginfeksi
Microsporidium, Giardia gastrointestinal. Virus diduga menjadi
lamblia, and Cryptosporidium penyebab umum diseluruh dunia, terutama
parvum. pada anak-anak. Bakteri juga sering
• Beberapa kasus diare akut menjadi penyebab diare (Escherichia coli,
terjadi karena stress, Salmonella, Shigella, Campylobacter
mengkonsumsi alkohol, makan jejuni, dll).
makanan panas dan pedas
PATOFISIOLOGI
Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih patofisiologi sebagai
berikut

Osmolaritas intraluminal
yang meninggi, disebut Infeksi dinding usus,
diare osmotik disebut diare infeksi

sekresi cairan dan elektrolit Inflamasi dinding usus,


meninggi, disebut diare disebut diare inflamatorik
sekretorik

malabsorbsi asam empedu,


malabsorbsi lemak Motilitas dan waktu transit
usus abnormal

Defek sistem pertukaran


anion atau transpot
elektrolit aktif di enterosit
Manifestasi Klinis
Diare
Menurut Suriadi (2001), Manifestasi klinis diare yaitu :

g. Lemah
a. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair
h. Pucat
atau encer
i. Urin output menurun (oliguria, anuria)
b. Kram perut
j. Turgor kulit menurun sampai jelek
c. Demam
k. Ubun-ubun / fontanela cekung
d. Mual dan Muntah
l. Kelopak mata cekung
e. Kembung
m. Membran mukosa kering
f. Anoreksia
Terapi Farmakologi
• Agen agen antimotilitas
Dua obat yang digunakan untuk mengendalikan diare adalah diphenoxylate dan loperamide.
Keduanya merupakan analog meridene dan memiliki kerja mirip-opoid pada usus,
mengaktifkan reseptor opoid prasinaps dalam sistem saraf enterik untuk menghambat
pelepasan asetilkolin dan menurunkan peristaltik. Pada dosis lazim, obat ini kurang berefek
analgesia. Efek samping meliputi ngantuk, kram perut, dan pusing.karena obat in dapat
menyebabkan megakolon toksik, obat ini tidak boleh digunakan pada anak kecil atau pasien
dengan kolitis berat.
• Penyerap
Agen-agen yang menyerap seperti bismuth subsalicylate, methilcellulose, alumunium
hydroxide digunakan untuk mengendalikan diare. Diperikarakan, agen ini bekerja dengan
menyerap racun atau mikroorganisme intestinal dan atau dengan melapisi atau melindungi
mukosa usus. Agen-agen ini kurang jauh efektif dibandingkan agen-agen antimotilitas.
Agen-agen ini dapat menganggu absorbsi obat lain.
• Agen-agen yang mengubah transpor cairan dan elektrolit
Bismuth subsalicylate, digunakan untuk traveler’s diarrhea, menurukan sekresi cairan
dalam usus. Kerjanya dapat disebabkan akibat komponen salisilatnya dan kerja pelapisnya.
 
Golongan Adsorben
Kaolin/ pectin Keampuhan adsorban dan Dapat 1 kehilangan Lesi usus obstruktif,
(kaopectate) protekton diragukan. K+ atau anak di bawah umur
mempengaruhi 3 tahun.
absorbsi obat dan zat
gizi
       
Kolestiramin Menyerap garam empedu konstipasi
(Questran) (yang menyebabkan diare) dan
toksin C. Difficile.
Golongan Antimotilitas
Difenolaksilat dan Difenoksilat adalah agonis pada Sedkit efek samping Infeksi parasit atau
atropin(lomotil) reseptor dalam saluran cerna dan minor meliputi konstipasi bakteri yang disertai
atropin memblok reseptor distensi usus dan demam,ikterus obstruktif
muskarinik.keduanya bekerja abdome, mual.
menghambat peristaltik.

Loperamid “ “ Infeksi parasit atau


(imodium) bakteri dengan demam

Tingtura Opium “ “ “

Paregorik “ “ “Juga, status konvulsi

Kodein   “ Lihat difenoksilat



Golongan Spasmolitikum
SCOPMA
HIOSIN N-BUTIL BROMIDA
Komposisi : Hyoscine-N-butylbromide (ISO 48: 500)

Dosis : Dewasa 10mg 3 kali sehari dapat ditingkatkan 20mg 4 kali


sehari
Anak 6-12 tahun 10mg 3 kali sehari (Martindale 36th :1734)

Indikasi : anastesi, kolik empedu, kolik ginjal, mabuk perjalanan,


vertigo (Martindale 36th :1735)

Kontraindikasi : hipersensitivitas, porfiria, pasien dengan penyakit


glaucoma (Martindale 36th :1735)

Efek samping : nyeri pada menelan, ulserasi esophagus, hiperesalivasi,


diare (Martindale 36th :1735)

Cara minum : diminum setelah makan (Martindale 36th :1735)

Interval : dewasa = tiap 8 jam. Anak 6-12 tahun = tiap 8 jam


(Martindale 36th :1735)
Golongan Lain-lain
Lacto-B Oralit
Kandungan
Kandungan
Per Viable sel lactobacillus acidop hillus
Natrium klorida 0.52g, Kalium Klorida 0.3 g, Trinatrium
bifidobacterium longun, sterptococus faeeium sitrat hidrat 0.58g, glukosa anhidrat 2.7 g untuk 1 gelas
1x 107 CFU/g Vit C 10 mg, Vit B 0,5 mg, Vit ( 200ml) air (indofarma).

B2 0,5mg, Vit B5 0,5mg, Niacin 2mg, protein Kalium Klorida 0.3g (1.5 g), natrium klorida 0.7 g (3.5 g),
natrium bikarbonat 0.5 g (2.5g), glukosa anhidrat 4 g (20 g).
0,02 g, fat 0,1 g/sachet. tiap kantong serbuk 200 ml (1000 ml) (kimia Farma)
(ISO Vol 48 Hal 503) Indikasi

Mencegah dan mengobati kekurangan cairan


Indikasi Kontraindikasinya
(dehidrasi) pada waktu muntaber, diare, kolera.
pengobatan diare Hipersensitifitas terhadap
beberapa formula.
EFEK SAMPING
DOSIS ORALIT
 Kadar natrium yang berlebihan didalam tubuh akan
Berikut dosis penggunaan oralit berdasarkan usia yang
diminum pada tiga jam pertama : mengganggu keseimbangan elektrolit

 Usia dibawah 1 tahun = 300 ml atau 1,5 gelas  Dehidrasi Hipernatraemia atau peningkatan osmolalitas
 Usia 1 – 5 tahun = 600 ml atau 3 gelas plasma dimana tubuh mengalami kelebihan kadar sodium.
 Usia 5 – 12 tahun = 1,21 atau 6 gelas
 Gejala mual, muntah dan kram perut akibat tertelannya
 Usia diatas 12 tahun – Dewasa = 2,41 atau 12 gelas
larutan hipertonik atau sejumlah besar natrium klorida
Berikut penggunaan oralit berdasarkan usia yang
diminum setelah BAB atau muntah :  Hilangnya bikarbonat dengan efek pengasaman karena
 Usia dibawah 1 tahun = 100 ml atau 0,5 gelas
penggunaan garam klorida yang berlebihan
(setengah gelas)
 Usia 1 – 5 tahun = 200 ml atau 1 gelas  Hiperkalemia akibat meminum cairan oralit yang terlalu
 Usia 5 – 12 tahun = 300 ml atau 1,5 gelas pekat
 Usia diatas 12 tahun – Dewasa = 400 ml atau 2
gelas  Penggunaan oralit yang berlebihan dapat menyebabkan
edema kelopak mata
ZINK
Kandungan : Zinc sulfate 54,9 mg setara dengan zinc 20 mg.
Education
Plan (Sumber: ISO Indonesia vol 48 hal 507)
Indikasi : pengobatan diare
Kontraindikasi : injeksi secara langsung larutan murni ke pembuluh darah perifer.
Efek samping : GI: Mual; muntah (terutama dalam dosis oral yang besar).
(A to Z drug Facts)

Mekanisme Kerja : Suplemen makanan, bertindak sebagai bagian integral dari


beberapa enzim penting untuk metabolisme protein dan karbohidrat, penyembuhan
luka, pemeliharaan pertumbuhan normal flora pada kulit, indra perasa dan
penciuman
(A to Z drug facts)
DOSIS ZINK

ORAL FUNGSI OBAT


Umur 6 bulan : 3 mg Zinc / hari ZINK

6-12 bulan : 5 mg Zinc / hari Sebagai antioksidan


Mempengaruhi absopsi air dan natrium
1-10 tahun : 10 mg Zinc / hari Meningkatkan metabolism vitamin A
11 tahun : 15 mg Zinc / hari Mencegah defisiensi enzim disakaridase
Meningkatkan sistem imun
( Drug Information Handbook ) Sebagai ko-faktor enzim

(Artana, 2005)
PRIMADEX FORTE
SULFAMETOKSAZOLE +
TRIMETOPRIME

Komposisi MEKANISME KERJA


Trimetoprim : 160 mg
Sulfametoksazol : 800 mg Sulfametoksazol (SMZ) menghambat
Dosis sintesis bakteri asam dihydrofolic dengan
Dewasa : sehari 2x2 tab (interval 12 bersaing dengan PABA.
jam) atau 1 tab forte selama 5 hari  Trimethoprim (TMP) blok produksi asam
Indikasi tetrahydrofolic dengan menghambat enzim
Gastroenteritis, disentri, tifoid, dihidrofolat reduktase.
kolera, sistitis, uretritis, otitis  Kombinasi ini blok dua langkah berturut-
media, sinusitis, meningitis, turut dalam biosintesis bakteri asam nukleat
osteoneolitis dan protein esensial dan biasanya
Kontraindikasi bakterisida.
Hipersensitivitas, diskrasia darah,
(A to Z Drug Facts,2003)
gangguan fungsi hati dan ginjal,
bayi baru lahir, hamil, menyusui
ENTROSTOP
ATTAPULGIT + PECTIN

Komposisi : Activated colloidal attapulgite 650 mg, pectin 50 mg


Dosis :
Dewasa dan Anak > 12 tahun : 2 tablet tiap diare. Maksimal 12
tablet/hari.
Anak 6-12 tahun : 1 tablet tiap diare. Maksimal 6 tablet/hari.
Indikasi : Meredakan diare non spesifik.
Kontraindikasi : Penderita konstipasi.
Efek Samping : Konstipasi
Perhatian : Jika sedang memakan obat lain, diberi selang waktu 2-3 jam.
Pemberian Obat : Diberikan setelah BAB
TERAPI NON
FARMAKOLOGI
1. Buang air besar di jamban
2. Hindari makanan dan minuman yang
tidak bersih
3. Cuci tangan pakai sabun dan air bersih
sebelum makan dan sesudah buang air
besar
4. Rebus air minum terlebih dahulu
5. Gunakan air bersih untuk memasak
KONSTIPASI
Pengertian
◦ Konstipasi adalah gangguan buang air besar berupa berkurangnya
frekuensi buang air besar, sensasi tidak puas,terdapat rasa sakit,
perlu ekstra mengejan atau feses yang keras.

◦ Dalam praktek sehari-hari dikatakan konstipasi bila buang air


besar kurang dari 3 kali seminggu atau 3 hari tidak buang air
besar atau buang air besar diperlukan mengejan secara berlebihan

(Djojoningrat, 2009).
Klasifikasi Konstipasi
Berdasarkan lamanya keluhan, konstipasi
Berdasarkan patofisiologis, konstipasi dapat diklasifikasikan menjadi :
dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Konstipasi akut :keluhan kurang dari
1. Konstipasi struktural : Konstipasi 4 minggu.
akibat kelainan struktural terjadi
melalui proses obstruksi aliran 2. Konstipasi kronis :keluhan lebih dari 4
tinja minggu
2. Konstipasi fungsional: Konstipasi (Kasdu, 2005)
yang berhubungan dengan
gangguan motilitas kolon atau
anorektal.
Etiologi
◦ Pola hidup tidak sehat :diet rendah serat, kurang minum, kebiasaan buang air besar
yang tidak teratur, kurang olahraga
◦ Minum obat-obat yang menyebabkan efek samping konstipasi. Seperti: morfin,
codein.
◦ Kelainan struktural kolon ; tumor, stiktur, hemoroid, abses perineum, magakolon.
◦ Penyakit sistemik : hipotiroidisme, gagal ginjal kronik, diabetes mellitus.
◦ Penyakit neurologik : hirschprung, lesi medulla spinalis, neuropati otonom.
◦ Disfungsi otot dinding dasar pelvis.
◦ Idiopatik transit kolon yang lambat, pseudo obstruksi kronis
◦ Irritable Bowel syndrome tipe konstipasi
(Djojoningrat, 2009).
Patofisiologi
Defekasi dimulai dari gerakan peristaltik usus besar yang menghantar feses ke rektum
untuk dikeluarkan. Feses masuk dan merenggangkan ampula dari rekum diikuti relaksasi
dari sfingter anus interna. Untuk menghindari pengeluaran feses secara spontan, terjadi
refleks kontraksi dari sfingter anus eksterna dan kontraksi otot dasar pelvis yang dipersarafi
oleh saraf pudendus. Otak menerima rangsangan keinginan untuk buang air besar dan
sfingter anus eksterna diperintahkan untuk relaksasi, sehingga rektum mengeluarkan isinya
dengan bantuan kontraksi otot dinding perut. Kontraksi ini akan menaikkan tekanan dalam
perut, relaksasi sfingter dan otot-otot levator ani (Pranaka, 2009).
Lanjutan...
Ketika serat yang dikonsumsi sedikit, kotoran akan menjadi kecil dan keras.
Konstipasi akan timbul, dimana dalam proses defekasi terjadi tekanan yang berlebihan
dalam usus besar (kolon) keluar dari otot, membentuk kantong kecil yang disebut
divertikula. Hemoroid juga bisa sebagai akibat dari tekanan yang berlebihan saat
defekasi (Wardlaw, Hampl, and DiSilvestro, 2004). Hampir 50% dari pasien dengan
penyakit divertikular atau anorektal, ketika ditanya, menyangkal mengalami
konstipasi/sembelit. Namun, hampir semua pasien ini memiliki gejala ketegangan atau
jarang defekasi (Basson, 2010)
Tanda dan Gejala
◦ Perut terasa begah, penuh dan kaku
◦ Tubuh tidak fit, terasa tidak nyaman, lesu
◦ Sering berdebar-debar sehingga memicu untuk cepat emosi, rentan sakit kepala bahkan
demam
◦ Feses lebih keras, panas, berwarna lebih gelap, dan lebih sedikit daripada biasanya
◦ Feses sulit dikeluarkan atau dibuang ketika air besar, pada saat bersamaan tubuh
berkeringat dingin, dan terkadang harus mengejan atupun menekan-nekan perut terlebih
dahulu supaya dapat mengeluarkan dan membuang feses ( bahkan sampai mengalami
ambeien/wasir )
◦ Bagian anus atau dubur terasa penuh, tidak plong, dan bagai terganjal sesuatu disertai
rasa sakit akibat bergesekan dengan feses yang kering dan keras atau karena mengalami
wasir sehingga pada saat duduk tersa tidak nyaman
◦ Lebih sering bung angin yang berbau lebih busuk daripada biasanya
◦ Terjadi penurunan frekuensi buang air besar
LAKSATIVA
Definisi
Laksatif atau urus -urus atau pencahar ringan adalah obat
yang berkhasiat untuk memperlancar pengeluaran isi usus.
Disebut juga Sebagai Aperients dan aperitive.
Penggolongan laksatif berdasarkan mekanisme
kerja
1. Laksatif stimulan
2. Laksatif osmotik
3. Zat-zat pelicin
4. Zat-zat pembesar volume
Laksatif SIMULANT
◦ Laksatif tipe ini akan merangsang saraf yang mengendalikan otot-otot yang
melapisi saluran pencernaan Dengan begitu akan mempercepat pergerakan tinja
di usus halus dan usus besar. Obat jenis ini juga dapat meningkatkan penyerapan
cairan pada tinja.
◦ Contoh
5. Antrakinon
1. Minyak jarak
a. sena
2. Bisakodil
b. Kaskara
3. Fenoltalein
sagrada
4. Oksifenasetin
c. Dantron
asetat
Laksatif SIMULANT
BISAKODIL
Perhatian:
-Isi : bisakodil Sediaan berupa tablet bersalut -Bisacodyl diketahui tidak diserap ke
enteral 5 mg dan 10 mg. Sediaan supositoria 10 dalam ASI. Meski demikian, wanita
mg. menyusui disarankan untuk
-Indikasi laksativa ( pencahar) berkonsultasi terlebih dahulu kepada
- Dosis dewasa 10-15 mg, dosis anak 5-10 mg. dokter
- Efek samping berupa kolik usus dan perasaan -Patut diperhatikan bahwa obat
terbakar pada penggunaan rektal. pencahar tidak boleh digunakan
-Efek pencahar akan terlihat setelah 6-12 jam, untuk menurunkan berat badan.
sedangkan pada pemberian rektal efek pencahar
terlihat setelah setengah sampai satu jam. Pada
pemberian oral, bisakodil diabsorbsi kira-kira 5%
dan diekskresi bersama urin dalam bentuk
glukuronid, tetapi ekskresi utama adalah di dalam
tinja.
-Interaksi : indometasin menurunkan efek
Laksatif STIMULANT
OKSIFENASETIN ASETAT ◦FENOLFTALEIN
◦Diberikan per oral dan mengalami absorbsi kira-kira 15%
◦ Respon tubuh terhadap oksifenisatin di usus halus.
asetat mirip dengan bisakodil. ◦Efek fenolftalein dapat bertahan lama karena mengalami
sirkulasi enterohepatik. Sebagian besar fenolftalein
◦ Efek pencaharnya tidak melebihi diekskresi melalui tinja, sebagian lagi diekskresikan di
bisakodil. Obat ini jarang digunakan ginjal dalam bentuk metabolitnya. Jika diberikan dalam
karena dapat menimbulkan hepatitis dan dosis besar, akan ditemukan dalam bentuk utuh dalam
ikterus.4,5,7 urin, dan pada suasana alkali akan menyebabkan urin dan
tinja berwarna merah.
◦ Sediaan berupa tablet 5 mg atau sirup 5 ◦Ekskresi melalui ASI sangat kecil sehingga tidak akan
mg / 5 ml, supositoria 10 mg. mempengaruhi bayi yang sedang disusui.
◦Sediaan dalam bentuk tablet 125 mg, dosis 60-100 mg.
◦ Dosis dewasa oral 4-5 mg, per rektal 10 Fenolftalein relatif tidak toksik untuk pengobatan jangka
mg. Sedangkan untuk anak per oral 1-2 pendek, tetapi dosis yang berlebihan akan meningkatkan
mg. Efek samping bisa berupa hepatitis, kehilangan elektrolit. Bisa menyebabkan reaksi alergi.
ikterus, dan reaksi alergi. Efek pencahar Efek pencahar akan terlihat setelah 6-8 jam.
setelah 6-12 jam kemudian
Laksatif STIMULANT
MINYAK JARAK
◦Berasal dari biji Ricinus communis, merupakan suatu trigliserida asam
risinoleat dan asam lemak tidak jenuh. Di dalam usus halus minyak
jarak dihidrolisis menjadi gliserol dan asam risinoleat oleh enzim
lipase. Asam risinoleat merupakan bahan aktif. Minyak jarak juga
bersifat emolien.
◦Sebagai pencahar, obat ini tidak banyak lagi digunakan karena
banyak obat lain yang lebih aman.
◦Dosis untuk dewasa adalah 15-60 mL, sedangkan untuk anak-anak
adalah 5-15 mL.
◦Efek samping dari minyak jarak antara lain kolik, dehidrasi dengan
gangguan elektrolit, confussion, denyut nadi tidak teratur, kram otot,
rash kulit, dan kelelahan.
◦Minyak jarak dianjurkan diberikan pagi hari waktu perut kosong. Jika
dosisnya ditambah, tidak akan menambah efek pencahar, dan efek
pencahar akan terlihat setelah 3 jam
Laksatif STIMULANT
SENA
◦ Berasal dari daun atau buah Cassia acutifolia atau Cassia angustifolia, terdapat zat
aktif senosida A dan B. Sebagian antrakinon yang diabsorbsi akan diekskresi
melalui ginjal dengan warna kuning sampai merah bila suasana urin alkali.
◦ Sediaan berupa sirup dan eliksir, dosis 2-4 ml. Sediaan juga terdapat dalam bentuk
tablet 280 mg,
◦ dosis 0,5-2 g.
◦ Efek samping pada penggunaan lama akan menyebabkan kerusakan neuron
mesenterik.
◦ Efek pencahar akan terliaht setelah 6 jam
Laksatif OSMOTIK
◦Obat pencahar tipe ini bekerja dengan meningkatkan kadar
air dalam usus dan jaringan di sekitarnya. Lebih banyak air
pada usus berarti membuat tinja lebih lunak dan mudah
untuk dibuang.
◦Contoh
1. Garam Magnesium / garam inggris / garam urus-urus
2. Laktulosa
GARAM MAGNESIUM / GARAM INGGRIS / GARAM
URUS-URUS
◦ Diabsorbsi melalui usus kira-kira 20% dan dieksresikan
melalui ginjal. Bila fungsi ginjal terganggu, garam
magnesium berefek sistemik menyebabkan dehidrasi,
kegagalan fungsi ginjal, hipotensi, dan paralisis
pernapasan. Jika terjadi hal-hal tersebut, maka harus
diberian kalsium secara intravena dan melakukan napas
buatan.
◦ Garam magnesium tidak boleh diberikan pada pasien
gagal ginjal.
◦ Sediaan yang ada misalnya adalah magnesium sulfat
dalam bubuk
◦ dosis dewasa 15-30 g;
◦ efek pencahar terlihat setelah 3-6 jam.
◦ Magnesium oksida dosis dewasa 2-4 g; efek pencahar
terliaht seteah 6 jam.
◦ Walaupun garam magnesium bekerja secara lokal di
traktus gastrointestinal, efek farmakologisnya pun
mungkin disebabkan oleh pelepasan hormon seperti
LAKTULOSA
◦ tersedia dalam bentuk sirup. Obat ini diminum Untuk keadaan hipertensi portal kronis
bersama sari buah atau air dalam jumlah cukup dan ensefalopati hepar
banyak. dosis pemeliharaan biasanya 3-4 kali 20-30 g
(30-45 ml) laktulosa sehari; dosis ini
◦ Dosis pemeliharaan harian untuk mengatasi disesuaikan dengan defekasi 2-3 kali sehari
konstipasi sangatlah bervariasi, biasanya 7-10 dan tinja lunak, serta pH 5,5. Laktulosa juga
g dosis tunggal maupun terbagi. dapat diberikan per rektal
◦ Selain sebagai agen osmotic, produk-produk ini
juga menstimulasi motilitas dan sekresi
intestinum.
◦ Efek samping Rasa kembung, tidak nyaman di
perut, dan flatus yang sering
Zat-zat pembesar volume
◦ Laksatif tipe ini memiliki cara kerja yang sama dengan serat makanan
alami, yaitu dengan meningkatkan serapan cairan pada feses, sehingga
feses menjadi lebih lembek, mengembang, dan mudah dikeluarkan.
◦ Contoh:
1. Metilselulosa
2. Natrium karboksimetilselulosa
3. Psilium (Plantago)
4. Agar-agar
5. Polikarbofil dan kalsium polikarbofil
Natrium
Metilselulosa karboksimetilselulosa
Obat ini memiliki sifat-sifat yang sama
Obat ini diberikan secara oral, tidak
dengan metilselulosa, hanya
diabsorbsi melalui slauran cerna sehingga
saja tidak larut dalam cairan lambung
diekskresi melalui tinja. Dalam cairan usus,
dan bisa digunakan sebagai antasid.
metilselulosa
Sediaan dalam bentuk tablet 0,5 g dan
akan mengembang membentuk gel emolien
1 g, atau kapsul 650 mg.
atau larutan kental, yang dapat melunakkan
◦ Metilselulosa digunakan untuk melembekkan Dosis dewasa adalah 3-6 g.
tinja
feses pada pasien yang tidak boleh
mengejan, misalnya pasien dengan
hemoroid.
◦ Sediaan adalah bentuk bubuk atau granula
500 mg, tablet atau kapsul 500 mg.
◦ Dosis anak 3-4 kali 500 mg / hari, sedangkan
dosis dewasa 2-4 kali 1,5 g / hari.
Psilium polikarbofil dan
(plantago)
Psilium sekarang telah digantikan dengan
kalsium polikarbofil
Merupakan poliakrilik resin hidrofilik yang
preparat yang lebih murni dan ditambahkan
tidak diabsorbsi, lebih banyak mengikat air
musiloid, yaitu merupakan substansi hidrofilik
dari pencahar pembentuk massa
yang membentuk gelatin bila bercampur
lainnya.
dengan air; dosis yang dianjurkan 1-3 kali 3-
Polikarbofil dapat mengikat air 60-100 kali dari
3,6 g sehari dalam 250 ml air atau sari buah.
beratnya sehingga memperbanyak massa tinja.
Pada penggunaan kronik, psilium dikatakan
Preparat ini mengandung natrium dalam
dapat menurunkan kadar kolesterol darah
jumlah kecil. Dalam saluran cerna kalsium
karena mengganggu absorbsi asam empedu.
polikarbofil dilepaskan ion Ca2+, sehingga
tidak boleh diberikan pada pasien dengan
pembatasan asupan kalium. Dosis dewasa 1-2
kali 1000 mg / hari, maksimum 6 g / hari,
disertai air minum 250 m
Zat-zat pelicin/emolient
Laksatif ini dapat ditolerensi tubuh dengan
baik.
Obat yang termasuk golongan ini memudahkan
defekasi dengan jalan melunakkan feses tanpa
merangsang peristaltik usus, baik secara
langsung maupun tidak langsung. macamacam
laksatif emolien:
1.Parafin liquidum
2.Dioktilnatrium Sulfosuksinat
Paraffin liquidum
Adalah campuran
hidrokarbon yang diperoleh
dari minyak bumi.
Dosis dewasa adalah 15-30 ml / hari.
Setelah minum obat ini, maka
Kebiasaan menggunakan parafin cair akan
tinja akan menjadi lunak mengganggu absorbsi zat larut lemak,
disebabkan berkurangnya misalnya absorbsi karoten menurun 50%,
reabsorbsi air dari tinja. juga absorbsi vitamin A dan D akan
Parafin cair tidak dicerna di menurun. Absorbsi vitamin K menurun
akibat hipoprotrombinemia; dan juga
dalam usus dan hanya sedikit
dilaporkan terjadinya pneumonia lipid.
yang diabsorbsi. Yang efek samping berupa pruritus ani,
diabsorbsi ditemukan pada menyulitkan penyembuhan pascabedah
limfonosi mesenterik, hati, anorektal, dan bisa menyebabkan
dan limpa. perdarahan.
Jadi untuk penggunaan kronik, obat ini tidak
Terapi non farmakologi
1. Konsumsi lebih banyak serat. Usahakan
untuk mengonsumsi minimal 30 gr serat
setiap hari. Anda bisa mengonsumsi buah,
sayuran dan sereal yang merupakan sumber
serat yang baik.
2. Tambahkan bulking agen pada menu
makanan Anda. Bahan seperti tepung
gandum utuh akan membuat tinja jadi lebih
lembut, meskipun efek sampingnya
mungkin membuat sedikit kembung
3. Minum banyak air, minimal 8 gelas per
harinya.