Anda di halaman 1dari 17

laporan yang memberikan gambaran yang

komprehensif tentang komunitas tentang


potensi daerah dan potret masyarakat dalam
promosi kesehatan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
 Profil kesehatan berisi tentang data wilayah
(seperti luas wilayah, daerah administatif),
data kependudukan (seperti perkembangan
jumlah penduduk, jumlah rumah tangga,
jenis kelamin, kelompok umur, kepadatan
penduduk) dll.
 Tujuan Umum
Diperolehnya gambaran potensi dan pencapaian kinerja
kegiatan pemberdayaan masyarakat promosi kesehatan di
Puskesmas Serimbu Tahun 2015.
 Tujuan Khusus
Tujuan profil kesehatan masyarakat yang komprehensif adalah
1. Mendapatkan data dan informasi potensi komunitas dalam
wilayah kerja Puskesmas Serimbu.
2. Menjelaskan kebutuhan sehingga dapat diprioritaskan
untuk tindakan peningkatan (promotif), pencegahan dan
penanggulangannya.
3. Mengidentifikasi indikator kesehatan dan sumber data yang
dapat digunakan untuk memantau perubahan dan kemajuan
dalam isu-isu prioritas kesehatan.
4. Menyusun data dasar untuk perencanaan kegiatan
peningkatan kesehatan masyarakat dan dokumen
perencanaan masyarakat lainnya.
 Puskesmas Serimbu terletak di kecamatan Air Besar
kabupaten Landak dengan wilayah kerja yang luas.
dengan perincian batas-batas wilayah yaitu sebelah
utara berbatasan dengan kecamatan Beduai dan
kecamatan Entikong kabupaten Sangau, sebelah timur
berbatasan dengan Kecamatan Jelimpo, Sebelah Barat
Berbatasan dengan kecamatan Suti Semarang
kabupaten Bengkayang, sebelah selatan berbatasan
dengan kecamatan Kuala Behe, sedangkan luas wilayah
adalah 1196,20 KM², terdiri dari enam belas (16) Desa
yaitu Desa Serimbu, Desa Sekendal, Desa Sepangah,
Desa Semuntik, Desa Jambu, Desa Engkangin, Desa
Merayuh, Desa Nyari, Desa Tengon, Desa Parek, Desa
Tenguwe, Desa Sempatung, Desa Temoyok, Desa
Dange Aji, Desa Engkadik Pade dan Desa Bentiang serta
9 Puskesmas Pembantu (Pustu), 6 Polindes, dan 3
poskesdes, yang ada dibeberapa desa untuk membantu
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
NO KECAMATAN DESA JUMLAH PENDUDUK

1 AIR BESAR SERIMBU 1972

2 SEPANGAH 1755

3 SEMUNTIK 1109

4 SEKENDAL 3605

5 TEMOYOK 1255

6 ENGKANGIN 1223

7 JAMBU T 1006

8 ENGKADIK P 1088

9 DANGE AJI 1006

10 TENGUWE 2335

11 PARE 1830

12 BENTIANG 1001

13 TENGON 1427

14 SEMPATUNG L 915

15 NYARI 1587

16 MERAYUH 993

TOTAL 24.337
JENIS KELAMIN
NO KECAMATAN PENDUDUK
Laki-Laki % Perempuan %

1 SERIMBU 1204 9% 939 8%

2 AIR BESAR SEPANGAH 927 7% 828 7%

3 SEMUNTIK 575 4% 534 5%

4 SEKENDAL 1948 15% 1661 15%

5 TEMOYOK 660 5% 593 5%

6 ENGKANGIN 693 5% 530 5%

7 JAMBU T 422 3% 584 5%

8 ENGKADIK P 551 4% 537 5%

9 DANGE AJI 525 4% 281 3%

10 TENGUWE 1256 10% 1079 10%

11 PARE 960 7% 930 8%

12 BENTIANG 522 4% 479 4%

13 TENGON 771 6% 659 6%

14 SEMPATUNG 491 4% 424 4%

15 NYARI 857 7% 730 6%

16 MERAYUH 546 4% 447 4%


1. Kondisi Sosial Ekonomi
2. Tingkat pendidikan
3. Budaya
4. Pencarian Pelayanan Kesehatan
5. Akses Informasi
6. Organisasi Masyarakat dan Kelompok Masyarakat Lain yang
Memiliki Potensi sebagai Agent of Change dalam Bidang Kesehatan
 Kondisi Sosial Ekonomi
1. Mata pencarian
Mata pencarian adalah suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi
seseorang dan keluarganya. Permintaan terhadap suatu barang atau jasa dalam
kesehatan sangat ditentukan oleh faktor pendapatan keluarga dan faktor harga
Kemampuan ekonomi menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi
seseorang memanfaatkan fasilitas kesehatan ataupun aktifitas sosial.

2. Tingkat pendidikan
a. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan
Penduduk berpendidikan yang tinggi dapat mempercepat proses
mengadopsi perilaku sehat. Hal ini dikarenakan mereka memiliki pengetahuan,
kesadaran, dan sikap positif yang membuat perilaku tersebut langgeng.

3. Budaya
Masyarakat kecamatan Air Besar pada umumnya masih kuat unsur
kebudayaanya, dimana masi di temui pengobatan – pengobatan tradisional
dan jampi – jampi dari sesepu di kampung. Dalam mengambil keputusan di
dalam keluarga masyarakat kecamatan Air Besar berpengaruh kepada Kepala
Keluarga (patrilineal), terkadang masi kita jumpai pengambilan keputusan
dari hasil musyawarah keluarga besar, contoh pada kasus Rujukan Gawat
Darurat, keluarga masi sulit memberi keputusan sebelum ada hasil
musyawarah keluarga, sehingga berpengaruh kepada terlambatnya proses
rujukan pada kasus gawat darurat.
Kebiasaan masyarakat yang masih belum bisa diubah yang berpengaruh
terhadap kesehatan (kebiasaan buang air besar di sungai, dll). Hal ini sangat
berpengaruh terhadap Kesehatan dikecamatan Air Besar.
Upaya yang telah kami lakukan untuk mengembangkan kebisaan baik dan
mengurangi kebiasan buruk itu seperti kegiatan Penyuluhan & Kegiatan
Pemberdayaan (STBM).

4. Pencarian Pelayanan Kesehatan


Pola pencarian pelayanan kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh budaya
setempat. Untuk ketersediaan pelayanan kesehatan, hamper setipan dusun di
desa – desa sudah memiliki akses pelayanan Kesehatan, tetapi masi ada kendala
pada jarak tempuh antar pelayanan, transportasi menuju ke pelayanan. Perlu
diberikan penjelasan tentang aksesbilitas masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan secara umum.

5. Sumber informasi
Sumber Informasi Kesehatan Penting bagi masyarakat dalam menentukan
sikap atau keputusan bertindak. Sumber informasi bisa didapat dari beberapa
Media, di kecamatan Air Besar sumber informasi kesehatan biasanya digunakan
Masyarakat dalam menyerap informasi, bersikap, dan berperilaku. Pemuka
pendapat yang dimaksudkan adalah tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat,
kader, dan sebagainya. Dan beberapa sumber informasi kesehatan bisa didapat
melalui media Cetak, Media elektronika seperti Hp dan Televisi
6. Organisasi Masyarakat dan Kelompok Masyarakat Lain yang Memiliki
Potensi sebagai Agent of Change dalam Bidang Kesehatan

Untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan


tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan saja, membutuhkan
peran serta dari berbagai pihak termasuk peran serta dari organisasi
kemasyarakatan. Diharapkan melalui peran organisasi tersebut, upaya
menyehatkan masyarakat dapat ditingkatkan.

Organisasi Kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk oleh


anggota masyarakat Warganegara Republik Indonesia secara sukarela
atas dasar kesamaan kegiatan (profesi, agama, dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa), untuk berperanserta dalam
pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Menjelaskan peran (misalnya sebagai sumber informasi, penggerak
masyarakat, pengembangan promkes di institusi yang dimiiki, dll)
organisasi agama yang berpotensi untuk menjadi mitra bagi Kabupaten
untuk pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan di masing-masing
Kecamatan.

Dari table di atas ada lima Organisasi keagamaan yang berpotensi


untuk menjadi mitra bagi Kecamatan Lingga untuk pemberdayaan
masyarakat di bidang kesehatan di masing-masing Desa/ Kelurahan.
ORGANISASI PROMOSI KESEHATAN
 Struktur organisasi

Organisasi merupakan salah satu fungsi dari administrasi,


yang merupakan wadah dari orang-orang atau unit kerja untuk
dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Berikut ini adalah
struktur organisasi promosi kesehatan di Puskesmas Serimbu
tahun 2015.

 1. Kepala Puskesmas Serimbu


 2. Ka. Kesling dan Pemberdayaan Masyarakat
 3. Pengelola Program Promkes
 4. Pengelola Program Desa Siaga
 5. Pengelola Program UKBM
 6. Pengelola Program UKS
Sasaran

Sasaran yang akan dicapai oleh Promosi


Kesehatan Puskesmas Serimbu tahun 2015,
meliputi:

1. Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


2. Desa dan Kelurahan Siaga Aktif
3. Sekolah yang Mempromosikan Kesehatan
4. Desa/Kelurahan yang diadvokasi untuk menetapkan
Kebijakan Publik Berwawasan Kesehatan.
5. Strategi Promosi Kesehatan yang Terintegrasi ke dalam
Strategi Pencapaian Tujuan Pembangunan.
Strategi
Strategi yang dipakai oleh Promosi Kesehatan
Puskesmas Serimbu adalah:
1. Advokasi
2. Bina Suasana
3. Gerakan Pemberdayaan yang didukung
Berbagai pihak masyarakat
4. Kemitraan
Selama tahun 2015 ini Promosi Kesehatan
Puskesmas Serimbu telah Melaksanakan strategi
di atas namun masih ada beberapa kendala yang
di pengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari segi
pengetahuan yang kurang dari kepala daerah
(desa) tentang kesehatan dan pemberdayan
masyarakat.
Sumber Daya Yang Dimiliki
1. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam
suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi
dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia
dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh
manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua
kegiatan institusi/organisasi.
2. Anggaran
Anggaran yang di gunakan Puskesmas Serimbu untuk
melaksanakan promosi kesehatan dari APBD Kab Landak Melalui
Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, dan Dana Bantuan
Operasional Kesehatan (BOK).
3. Sarana Promosi Kesehatan Puskesmas Serimbu
Sarana promosi kesehatan yang digunakan puskesmas
Serimbu adalah Peralatan Sederhana yaitu standart
LCD/Proyektor, Lembar Balik, dan Liflead.
Untuk sarana promosi kesehatan yang lain belum dimiliki
puskesmas Serimbu yang menjadi penghabat Pencapaian kinerja
Program di tahun 2015.
PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
DAN PROMOSI KESEHATAN

Pencapaian kinerja program pemberdayaan masyarakat dan


promosi kesehatan Puskesmas Serimbu pada tahun 2015.

A. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masyarakat

B. Meningkatkan Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat


Kesimpulan
Sangatlah kami sadari secara umum promosi
kesehatan yang ada di puskesmas Serimbu tidaklah
optimal baik dalam pelaksanaannya serta sarana prasarana
penyuluhan dan medianya yang terbatas, tetapi hal ini
tidak membuat kami di puskesmas Serimbu berkecil hati
dan berdiam diri akan keadaan dan keterbatasan kami,
tentu kami berusaha menjalankan program ini agar sesuai
dengan harapan kita bersama yang didalam
pelaksanaannya tidak lepas dari ketersediaan sumber daya
manusianya, sarana dan prasarana yang mendukung
promosi kesehatan, dan pembiayaannya, sehingga
kedepannya program promosi kesehatan di puskesmas
Serimbu menjadi yang terdepan dari program-program
lain dan lebih digalakkan lagi pelaksanaannya dengan
memperhatikan kebutuhan program promosi kesehatan ini
dalam rangka pencapaian hasil yang optimal.
Saran

Beberapa hal yang menjadi permasalahan dalam pencapaian program


promosi kesehatan di Puskesmas Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten
Landak adalah :

1. Perilaku hidup bersih dan sehat belum mencapai pada tingkat yang diharapkan, Sanitasi dasar
yang memenuhi syarat kesehatan seperti jamban sehat dan air bersih yang sangat terbatas.
2. Terbatasnya sarana dan prasarana program promosi kesehatan yang ada di puskesmas Serimbu
menjadi kendala dalam pelaksanaan promosi kesehatan karena keefektifan serta modernitas
pada media dan sarana yang digunakan menentukan keberhasilan serta menarik perhatian
masyarakat untuk memperhatikan pesan kesehatan yang disampaikan.
3. Pencatatan dan pelaporan serta dokumentasi yang lemah menyebabkan semua kegiatan
promosi kesehatan yang dilaksanakan menjadi sulit untuk di evaluasi.
4. Kurang lancarnya koordinasi, informasi, sinkronisasi dan sosialisasi baik di puskesmas Serimbu
sendiri, di lintas sektoral maupun di masyarakat akan pentingnya program promosi kesehatan.
5. Pentingnya penetapan standar pelayanan minimum di lingkungan masyarakat yang bertujuan
untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan.
6. Masih kurangnya kinerja tim di puskesmas Serimbu yang beranggapan bahwa tugas
penyuluhan/promosi kesehatan adalah tugas pemegang program promosi kesehatan itu
sendiri sehingga hal inilah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan promosi kesehatan.
7. Team Building perlu tingkatkan dalam pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan sesuai dengan
disiplin keilmuan yang ada di puskesmas sehingga penyuluhan atau promosi kesehatan
berjalan sesuai bidang keilmuannya, sehingga petugas kesehatan yang
memberikan/menyampaikan materi penyuluhan diharapkan sesuai dengan kapabilitas dan
akuntabilitas yang di miliki.