Anda di halaman 1dari 26

Sistem Pembiayaan

Kesehatan
Oleh:

M. Ali Ridho (04054821820135)


Ririn Puspita (04054821820064)
Humairoh Okba Vekos Putri (04054821820070)
Robertus Erik Kantona (04054821820018)

Pembimbing: Mariana, SKM, M.Kes


Outline

Pendahuluan

Tinjauan Pustaka

Kesimpulan
2
1.
Pendahuluan

3
Pelayanan
Kesehatan

Promotif Preventif Kuratif Rehabilitatif

Pelayanan kesehatan masyarakat tidak hanya tertuju pada pengobatan


individu sakit saja, tetapi yang lebih penting adalah upaya pencegahan
(preventif) dan peningkatan kesehatan (promotif).

4
Layanan
Pelayanan Primer
Pertama
Kesehata
n Sekunder Layanan
dan tersier Rujukan

5
Sistem Subsistem
Pelayanan Pembiayaan
Kesehatan Kesehatan

Pelayanan kesehatan harus bertahan secara ekonomi dalam


menghadapi krisis keuangan. Oleh sebab itu, pelayanan kesehatan
harus melakukan reformasi, reorientasi dan revitalisasi terutama pada
subsistem pembiayaan kesehatan.
6
Adanya reformasi, reorientasi dan revitalisasi pada subsistem
pembiayaan kesehatan membuat adanya beberapa perubahan
yang seyogianya diketahui oleh pemberi pelayanan kesehatan.
Maka dari itu, kami mengangkat materi sistem pembiayaan
kesehatan sebagai topik makalah.

Hal ini bertujuan agar terlaksananya pelayanan kesehatan yang


baik, yakni tersedia (available), menyeluruh (comprehensive),
berkesinambungan (continues), terpadu (integrated), wajar
(appropiate), dapat diterima (acceptable), bermutu (quality),
tercapai (accessible) serta terjangkau (affordable).

7
2.
Tinjauan pustaka

8

1. DEFINISI
Biaya kesehatan ialah besarnya
dana yang harus disediakan untuk
menyelenggarakan dan/atau
memanfaatkan berbagai upaya
kesehatan yang diperlukan oleh
perorangan, keluarga, kelompok
dan masyarakat.

9
1. DEFINISI
▣ Biaya kesehatan dapat ditinjau dari dua aspek:

1. Penyedia Pelayanan Kesehatan (Health Provider): besarnya


dana yang harus disediakan untuk dapat menyelenggarakan upaya
kesehatan, merujuk kepada seluruh biaya investasi (investment cost)
serta seluruh biaya operasional (operational cost).

2. Pemakai Jasa Pelayanan (Health consumer): besarnya dana


yang harus disediakan untuk dapat memanfaatkan jasa pelayanan.
Merujuk pada jumlah uang yang harus dikeluarkan (out of pocket) untuk
dapat memanfaatkan suatu upaya kesehatan.
2. Jenis Biaya Kesehatan
▣ Biaya pelayanan kedokteran: biaya untuk
menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan
kedokteran, tujuan utamanya lebih ke arah pengobatan dan
pemulihan dengan sumber dana dari sektor pemerintah
maupun swasta.
▣ Biaya pelayanan kesehatan masyarakat: biaya untuk
menyelenggarakan dan/atau memanfaatkan pelayanan
kesehatan masyarakat, tujuan utamanya lebih ke arah
peningkatan kesehatan dan pencegahan dengan sumber dana
terutama dari sektor pemerintah.
3. Tujuan Pembiayaan Kesehatan

• Meratakan besaran risiko biaya sepanjang waktu


Risk spreading sehingga besaran tersebut dapat terjangkau oleh
setiap rumah tangga
• Menghitung risiko dan besaran biaya masalah
kesehatan dengan biaya mahal dalam satu
Risk pooling komunitas, kemudian membaginya kepada setiap
individu anggota komunitas
Connection • Memastikan bahwa orang miskin mendapat
between ill-health pelayanan kesehatan yang layak sesuai standar
and poverty dan kebutuhan

Fundamental • Memenuhi kebutuhan dasar dimana individu


importance of tidak dapat menikmati kehidupan tanpa status
health kesehatan yang baik
12
4. SUMBER DANA

Sumber dana biaya kesehatan berbeda pada beberapa negara,


namun secara garis besar berasal dari:
a. Pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah
(propinsi dan kabupaten/kota) dengan dana berasal dari pajak
(umum dan penjualan), defisit financial (pinjaman luar negeri)
serta asuransi sosial.
b. Swasta, dengan sumber dana dari perusahaan, asuransi
kesehatan swasta, sumbangan sosial, pengeluaran rumah tangga
serta communan self help.

13
4. SUMBER DANA

Secara umum, sumber dana pembiayaan kesehatan biasanya


berasal dari:
▣ Pemerintah (APBN, APBD Prov, Kab/Kota)
▣ Swasta (investasi langsung oleh pihak swasta)
▣ Masyarakat melalui pembayaran langsung (fee for service)
▣ Dana yang terhimpun oleh perusahaan asuransi, Hibah atau
pinjaman luar negeri

14
5. Faktor yang Memengaruhi Biaya Kesehatan

Tingkat Inflasi

Tingkat Permintaan di Bidang Kesehatan

Kemajuan Ilmu Teknologi

Perubahan Pola Penyakit

Perubahan Pola Pelayanan Kesehatan

Perubahan Pola Hubungan Dokter-Pasien

Lemahnya Mekanisme Pengendalian Biaya


15
6. Model Sistem Pembiayaan

Direct Payment by Patients


• Setiap individu menanggung secara langsung besaran biaya
pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat penggunaannya

User Payment
• Pasien membayar secara langsung biaya pelayanan kesehatan
baik pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta.

Saving Based
• Mempunyai karakteristik ‘risk spreading’ pada individu namun
tidak terjadi risk pooling antar individu.
16
6. Model Sistem Pembiayaan

Informal
• Pembayaran yang dilakukan oleh individu pada provider kesehatan tidak
dilakukan secara formal atau tidak diatur besaran, jenis dan mekanisme
pembayarannya. Besaran biaya biasanya timbul dari kesepakatan

Insurance Based
• Individu tidak menanggung biaya langsung pelayanan kesehatan. Konsep
asuransi memiliki dua karakteristik khusus yaitu pengalihan risiko
kesakitan pada satu individu pada kelompok serta adanya sharing looses
secara adil.

17
7. Sistem Pembiayaan Pelayanan Kesehatan

▣ Fee for Service (Out of ▣ Health Insurance


Pocket)
Sistem pembayaran Sistem pembayaran
berdasarkan layanan, dilakukan oleh pihak ketiga
dimana pencari layanan atau pihak asuransi setelah
kesehatan berobat lalu pencari layanan kesehatan
membayar kepada pemberi berobat. Sistem health
pelayanan kesehatan (PPK). insurance ini dapat berupa
sistem kapitasi dan sistem
Diagnose Related Group
(DRG system).
18
8. Permasalahan dalam Pembiayaan Kesehatan
▣ Kecenderungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan
menyulitkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
yang dibutuhkannya. Keadaan ini terjadi terutama pada
keadaan dimana pembiayaannya harus ditanggung sendiri ("out
of pocket").
▣ Kenaikan biaya kesehatan akibat penerapan teknologi canggih,
pola penyakit kronik dan degeneratif, serta inflasi membuat
biaya pemeliharaan kesehatan itu semakin sulit diatasi oleh
kemampuan penyediaan dana pemerintah maupun masyarakat.
Peningkatan biaya mengancam akses dan mutu pelayanan
kesehatan.

19
9. Analisis-Rencana Pembiayaan Kesehatan

▣ Pokok Utama: ▣ Syarat Pokok:


1. Mengupayakan kecukupan/adekuasi 1. Tersedia dalam jumlah yang
dan kesinambungan pembiayaan
kesehatan pada tingkat pusat dan
cukup
daerah 2. Penyebaran dana yang harus
2. Mengupayakan pengurangan sesuai dengan kebutuhan
pembiayaan out of pocket dan
meniadakan hambatan pembiayaan 3. Pengaturan pemanfaatan
untuk mendapatkan pelayanan yang optimal
kesehatan terutama kelompok miskin
dan rentan melalui pengembangan
jaminan
3. Peningkatan efisiensi dan efektifitas
pembiayaan kesehatan.
20
Strategi Pembiayaan Kesehatan
1. Peningkatan efektifitas
Peningkatan efektifitas dilakukan dengan mengubah penyebaran atau alokasi
penggunaan sumber dana. Alokasi dana lebih diutamakan pada upaya kesehatan
yang menghasilkan dampak yang lebih besar, misalnya mengutamakan upaya
pencegahan, bukan pengobatan penyakit.
2. Peningkatan efisiensi.
Peningkatan efisiensi dilakukan dengan memperkenalkan berbagai mekanisme
pengawasan dan pengendalian. Mekanisme yang dimaksud untuk peningkatan
efisiensi antara lain:
a) Standar minimal pelayanan. Tujuannya adalah menghindari pemborosan.
b) Kerjasama. Terdapat dua bentuk kerjasama yang dapat dilakukan yakni
kerjasama institusi dan kerjasama sistem, misalnya sistem rujukan.
 
21
10. Jenis Pelayanan Kesehatan
▣ Penataan Terpadu (Managed Care)
Perusahaan mengurus pembiayaan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
Managed care membuat biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan bisa
lebih efisien.
▣ Sistem Reimbusment
Perusahaan membayar biaya pengobatan berdasarkan fee for services.
Sistem ini memungkinkan terjadinya over utilization.
▣ Asuransi
Perusahaan menggunakan modal asuransi kesehatan dalam upaya
melaksanakan pelayanan kesehatan bagi pekerjanya.
▣ Pemberian Tunjangan Kesehatan
Perusahaan memberikan tunjangan kesehatan atau biaya kesehatan kepada
pegawainya dalam bentuk uang. 22
3.
kesimpulan

23
▣ Permasalahan ekonomi nasional dan meningkatnya biaya
kesehatan membuat pembiayaan kesehatan menjadi salah satu
topik permasalahan yang perlu dibahas.
▣ Pembiayaan kesehatan bertujuan risk spreading, risk pooling,
connection between ill-health and poverty, serta fundamental
importance of health.
▣ Model pembiayaan kesehatan di Indonesia yakni fee for service
(out of pocket) dan health insurance.

24
▣ Peningkatan biaya pelayanan kesehatan yang makin tidak
terkendali serta mengantisipasi ketidakmampuan masyarakat
dalam mengakses pelayanan kesehatan, maka pilihan yang
tepat untuk pembiayaan kesehatan adalah asuransi kesehatan.
▣ Untuk itu sudah saatnya dikembangkan asuransi kesehatan
nasional dengan managed care sebagai bentuk operasionalnya.
Dengan cakupan asuransi yang semakin luas, maka diperlukan
jaringan pelayanan (Rumah Sakit) yang semakin luas pula.

25
Terima Kasih
26