Anda di halaman 1dari 33

Tumor Phyllodes

Munawar
Pembimbing :
Dr. Iskandar, Sp.B(K)Onk
Anatomi
EMBRIOLOGI
• Tumor phyllodes merupakan sebuah tipe neoplasma
jaringan ikat yang timbul dari stroma intralobular
mammae.
• John Muller, pada tahun 1983, pertama kali memberikan
nama cystosarcoma phyllodes. Namanya berasal dari kata
Yunani sarcoma, yang berarti tumor berdaging, dan
phyllo, yang berarti daun.

Definisi
• Penyebab pasti Tumor phyllodes sampai saat ini belum
diketahui
• Tumor phyllodes dipercaya berhubungan dengan
fibroadenoma dalam beberapa kasus, karena pasien dapat
memiliki kedua lesi dan gambaran histologis kedua lesi pada
tumor yang sama
• Namun, apakah tumor phyllodes berkembang dari
fibroadenoma atau keduanya berkembang bersama-sama, atau
apakah tumor phyllodes dapat muncul de novo, tidaklah jelas.

Etiologi
• Wanita > pria
• Jarang  Sekitar 1 % - 2,5 % dari seluruh neoplasma
pada payudara
• Umur rata-rata dekade keempat dan kelima (35 dan 55
tahun, jarang dibawah usia 20 tahun)
• 80-95% kasus tumor filodes adalah jinak, sekitar 10-15%
adalah ganas.

Epidemiologi
Diagnosis
• Pasien khususnya datang dengan massa di mammae yang
keras, bergerak, dan tidak nyeri.
• Tumor jarang melibatkan nipple areola kompleks atau
ulserasi kulit
• Pasien dengan metastase bisa datang dengan gejala
seperti dispnoe, kelelahan, dan nyeri tulang

Anamnesis
Kapan benjolan timbul? benjolan lain? perubahan ukuran atau sifat?

Perubahan siklus menstruasi? Adakah keluar sekret dari puting?

Disertai dengan nyeri?

Pembesaran KGB, demam, penurunan BB, sesak, nyeri punggung?

Riwayat penyakit dengan benjolan di payudara sebelumnya?

Riwayat persalinan, menyusui dan menarche?

Riwayat konsumsi obat hormonal yang mengandung estrogen?

Riwayat kemoterapi/terpapar sinar radiasi?

Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara?


• Didapatkan adanya massa mammae yang keras, mobile,
dan batasnya jelas
• Diatas kulit bisa terlihat tampilan licin dan translusen
untuk memperlihatkan vena mammae yang mendasarinya
• Tumor phyllodes umumnya bermanifestasi sebagai massa
besar dengan pertumbuhan yang cepat dalam beberapa
minggu.

Pemeriksaan Fisik
Apakah kedua
Adakah Apakah puting
payudara
perlekatan normal, melesak,
simetris?
kulit?Apakah atau
Apakah ada
kulit diatasnya mengeluarkan
benjolan yang
abnormal? sekret?
jelas?

Inspeksi
Apakah teraba Adakah nyeri
Adakah
ada benjolan? tekan dan
pembesaran
Dimana? perlekatan
kelenjar getah
Ukurannya? benjolan pada
bening aksila dan
Konsistensi? struktur
tempat lain?
Permukaan? dalam?Batas?

Palpasi
• Radiologi • Histopatologi
 Mammografi  FNAB
 MRI  Biopsi
 USG

Pemeriksaan Penunjang
Mammografi
MRI & USG
 Berdasarkan histopatologi diklasifikasikan atas:
1. Benign,
2. Borderline (atau Indeterminate),
3. Maligna.
 85-90% dari tumor phyllodes adalah benigna dan
borderline dan 10-15% adalah maligna
 Devita, Hellman & Rosenberg’s 2008 : 23-50% maligna
 Tumor Phyllodes maligna : sifat infiltratif, rekurensi lokal

Klasifikasi
Kriteria Azzopardi & Salvadon untuk Tumor Phyllodes
Benigna Borderline Maligna

Tumor Margin Pushing - Infiltrating

Stromal cellularity low moderate High

Mitotic rate (/lpb) <5 5-9 >10

Pleomorphism mild moderate severe

Benigna vs Maligna
Makroskopik Tumor Phyllodes maligna
Tumor Phyllodes Benigna
Tumor Phyllodes Borderline
Tumor Phyllodes Maligna
 Walaupun tumor benigna tidak bermetastasis, tapi
memiliki tendensi untuk berkembang dengan agresif dan
dapat berekurensi lokal
 Benigna maupun maligna  risiko rekurensi lokal ± 20%
 Sama seperti sarkoma lainnya, tumor phyllodes maligna
dapat bermetastasis secara hematogen

Karakteristik Biologis
• Gambaran tumor phyllodes : sircumscribe  massa yang
bundar atau oval muntinoduler dan dikelilingi oleh
kapsul.
• Ukuran tumor bervariasi dari kurang dari 1 cm s/d 40 cm.
Kebanyakan tumor berwarna putih keabu-abuan.
• Nekrosis dan perdarahan dapat saja terjadi biasanya pada
massa tumor yang besar.
• Rekurensi malignant tumor lebih aggresive dibandingkan
dengan tumor awalnya
• Paru-paru merupakan metastase yang tersering, diikuti oleh
tulang, jantung dan hati
• Gejala dari metastase muncul mulai dari beberapa bulan
sampai dengan 12 tahun setelah inisial therapy
• Rata-rata metastase terjadi pada kurun waktu 3 tahun setelah
inisial therapy
• Secara umum 30% pasien dengan malignant phyllodes
meninggal karena penyakit ini

Karakteristik Malignan
• Adenocarcinoma • Breast abscess
• Fibroadenoma • Mastitis
• Angiosarcoma • Inflammatory
• Fat necrosis carcinoma

Diagnosis Banding
 Terapi terbaik baik untuk benigna maupun maligna 
Pembedahan dengan eksisi luas (margin bebas tumor)
 Eksisi yang tidak tuntas dipercaya sebagai penyebab utama
rekurensi
 Schwartz, 2009 : margin sampai didapatkan 1cm jaringan
normal, baik untuk benigna maupun maligna
 Devita, Hellman & Rosenberg’s 2008: Optimal width margin :
not known!
 Untuk lesi besar dan rekuren  mastektomi simple
 Maligna  post op dilanjutkan dengan radiasi

Penatalaksanaan
• Komplikasi dini :
 Perdarahan
 Pembentukan seroma
 Edema
• Komplikasi lanjut
 Infeksi
 Pembentukan keloid paska penyembuhan luka operasi
 Rekurensi

Komplikasi Post Operatif


• Pada kasus benigna  prognosis jangka panjang baik setelah
dilakukan eksisi lokal yang memadai
• Meskipun tumor phyllodes dianggap sebagai tumor jinak
secara klinis, kemungkinan untuk rekurensi lokal setelah eksisi
selalu ada, khususnya dengan lesi yang memperlihatkan
histologi maligna.

Benign Borderline Malignant


Local Recurrence (%) 15 25 30
Distant Metastases (%) 0 5 20

Prognosis
TERIMA KASIH