Anda di halaman 1dari 37

Business Plan

Koperasi Tani Harja


Tugas ini untuk memenuhi tugas perkuliahan Manajeman
Koperasi dan UMKM
Dosen Pengampu: Dr. I Putu Gede Sukaatmadja, S.E.,M.P.

Kelompok 7:
Pande Putu Gayatri Maharani (1607531027)
Putu Cindy Arintya Ardana (1607531029)
Putu Adhisty Prajna Putri (1607531030)
1.
PENDAHULUAN

2
Latar Belakang:

Indonesia sebagai negara berkembang agraris semestinya mengembangkan sistem


pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang
menunjang sistem tersebut. Peningkatan SDM tidak hanya dibatasi peningkatan
produktivitas petani. Namun, juga peningkatan kemampuan petani untuk lebih
berperan dalam proses pembangunan. Revitasilasi kinerja kelembagaan dan
penyuluhan pertanian yang aktif akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan
sdm pertanian. Selain itu pemberian ruang yang cukup untuk sektor swasta melalui
privatisasi penyuluhan juga akan mendorong terciptanya penyediaan layanan informasi
pertanian yang lebih kompetitif, efisien, dan efektif. Lingkungan strategis mencakup
lingkungan dan mekanisme produksi, ekonomi, sosial, dan ekologi. Terkait mekanisme
produksi pemberdayaan semestinya mendorong petani agar mampu memanfaatkan
sumber daya produksi yang dimilikinya sehingga mampu berproduksi secara efisien
dan menjamin pemenuhan pangan serta memperoleh surplus yang dapat dipasarkan.
Masyarakat umumnya memiliki institusi lokal yang sebenarnya dapat dikaitkan dengan
usaha-usaha kerja sama produktif. Gerakan kebangkitan petani hadir untuk
pemberdayaan organisasi petani dan peningkatan wawasan dan keterampilan petani
agar efektif dan dapat berlangsung dalam kurun waktu yang terus menerus.
Profil Usaha
Koperasi Tani Harja
Jatiluwih, Penebel, Tabanan Bali
(0361) 97002000

4
Visi:

Terwujudnya petani yang mandiri dan sejahtera


serta kemakmuran desa. Tercapainya pelestarian
lingkungan hidup dalam rangka mendukung tujuan
pembangunan nasional.

Misi :

Menghimpun potensi berbagai pihak terkait dengan pertanian organik meliputi :


birokrat/pemerintahan, peneliti/pakar, pengusaha, organisasi kemasyarakatan dan
petani, untuk mensukseskan program pembangunan pertanian berbasis organik.

Membina kerja sama yang saling menguntungkan di antara berbagai pihak


yang terkait dengan pertanian organic.

Membantu Pemerintah dalam menyelamatkan lahan dan mensukseskan pembangunan


pertanian dalam rangka mensejah- terakan masyarakat tani melalui sistem pertanian
organic.
2.
ORGANISASI DAN MANAJEMEN

6
Struktur Organisasi dan Kepengurusan Koperasi:
Organisasi diartikan sebagai suatu kumpulan orang- orang yang bekerjasama
yang ditempatkan dalam suatu bagian untuk mencapai suatu tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan setiap perusahaan dalam aktivitas usahanya agar
berkembang dengan baik adalah membutuhkan struktur organisasi yang baik
pula. Struktur organisasi bukan sekedar untuk menunjukkan bentuk atau tipe
organisasi melainkan perwujudan hubungan antara fungsi fungsi wewenang
dan tanggung jawab orang-orang yang diberi tugas dan tanggung jawab
terhadap pelaksanaan tugas tersebut. Koperasi sebagai kumpulan dari orang-
orang untuk mendirikan badan usaha berdasrkan kesepakatan, mutlak
memiliki satu organisasi yang kuat demi menopang tumbuh dan
berkembangnya koperasi. Organisasi koperasi ini bersifat terpadu, sehingga
satu bagian dengan bagian lain saling berhubungan dengan pembagian kerja
dan fungsi yang jelas. Mencerminkan satu kehidupan ekonomi yang dilakukan
berdasarkan usaha bersama dengn asas kekeluargaan.
Disetiap koperasi selalu ada organisasi yang terdiri dari rapat anggota,
pengurus, pengawas, dan manajer
Rapat Anggota Tahunan :

Rapat anggota tahunan merupakan pemegang kekuasaan tertinggi


dalam tata kehidupan koperasi, yang mempunyai fungsi :
 Menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi
 Menetapkan kebijaksanaan umum koperasi.
 Memilih, mengangkat dan memberhentikan badan pemeriksa dan
pengurus.
 Menetapkan dan mengesahkan rencana kerja dan rencana
anggaran belanja koperasi serta kebijaksanaan pengurus dalam
bidang organisasi dan usaha koperasi.
PENGURUS ORGANISASI:
Pengurus koperasi dari anggota dalam suatu rapat anggota dan jumlahnya
sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
koperasi.
Bendahara, tugas
Ketua, Tugas ketua antara Sekretaris, tugas bendahara antara lain:
lain: sekretaris antara
lain:  Membuat buku besar,
 Memimpin dan mengawasi neraca lajur,
serta mengkoordinir  Menyelenggarakan perhitungan SHU,
pelaksana tugas anggota, dan memelihara perincian pembagian
rapat pengurus dan rapat
buku- buku SHU menurut
anggota, memberikan perbandingan simpanan
laporan pertanggung
oraganisasi, surat
masuk maupun anggota.
jawaban kepada rapat
anggota, memberikan surat keluar  Mencari permodalan
keputusan akhir dalam dibidang organisasi serta mengatur dan
kepengurusan koperasi dan mengadakan mengawasi penggunaan
dan mengesahkan semua hubungan kerja dana sesuai dengan
surat-surat anggaran.
dengan bendahara
Badan pengawas: Manajer:
Badan pengawas berfungsi sebagai Kekuasaan yang dipegang oleh
pengawas keseluruhan kehidupan manajer koperasi di bawah
koperasi meliputi organisasi dan kendali pertemuan anggota.
usaha serta pelaksanaan
kebijaksanaan pengurus.
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI:

RAPAT ANGGOTA

BADAN PENGAWAS PENGURUS KOPERASI

MANAJER

UNIT USAHA
GLOBAL T R A D E

3. ASPEK PASAR
Target Pasar

Target pasar kami jelas yaitu ingin mensuplai beras ke lingkungan


industri bisnis makanan dan konsumen langsung yang berada di wilayah
Bali. Berikut ini target yang ingin kami capai di tahun 2020

01 Industri Bisnis 02 Perusahaan atau Perumahan


Kami mensuplai beras ke Kami juga tertarik untuk
industri bisnis yang menyalurkan beras
berhubungan dengan organik kepada
makanan dimana Perusahaan yang
membutuhkan pasokan memiliki alokasi dana
beras dalam jumlah untuk pembelian beras
besar. bagi para karyawan /
pegawainya.
4.1 Produk

Mengkonsumsi beras organik merupakan kebiasaan


yang bijaksana karena akan mengurangi kadar urea
dalam darah dan mengurangi kadar logam berat
dalam darah karena penggunaan insektisida kimiawi.
Hal tersebut merupakan dampak positif dari
menyajikan harum nasi pulen di meja makan keluarga
anda.
Adapun varietas yang dikembangkan oleh Koperasi Tani
Harja antara lain :
Varietas Batang Lembang
Aman Dikonsumsi bagi
penderita diabetes karena
indeks glemiknya rendah.
Varietas Mentik Susu Varietas Sintanur
Memiliki aroma beras yang Memiliki aroma wangi
wangi yang muncul ketika
dimasak

Beras Hitam Organik Beras Merah Organik


Seperti Namanya, beras ini Memilik warna merah yang
berwarna hitam pekat dan kaya akan kandungan serat,
mengandung khasiat yang bersifat mengikat lemak
paling baik dalam tubuh.
4.2 Proses Produksi

17
4.2 Proses Produksi

18
5.
ASPEK KEUANGAN
5.1 Sumber Pendanaan
Dana Lembaga
Dana Investor
Keuangan
Berasal dari mitra
Berasal dari Bank yang
usaha yang tertarik
berkonsentrasi pada
berinvestasi pada
pengembangan
bisnis yang sedang
pertanian maupun
dijalankan
lainnya.
01 02 03 04

Dana Internal
Berasal dari anggota Dana Supplier
koperasi berupa laba Tidak berwujud uang,
dan iuran Pengurus berupa fasilitas
tempo pembayaran
yang diperpanjang
Berikut ini merupakan uraian sumber pendanaan Koperasi Tani Harja

Uraian Persentase (%)


Jumlah ( Rp )
GT 20% Mitra 50% Bank 30 %
Modal Sendiri 867.024.000 867.024.000
Mitra Usaha 2.167.560.000 2.167.560.000

Bank 1.300.536.000 1.300.536.000

Jumlah 867.024.000 2.167.560.000 1.300.536.000 4.335.120.000


5.2 Kebutuhan Modal Investasi
5.2 Kebutuhan Modal Investasi
Lanjutan….
5.3 Rencana Perlengkapan
5.4 Rancangan Peralatan
NO JENIS PERLENGKAPAN JUMLAH
1. Meja Komputer 3 buah
2. Komputer 3 set (dengan CPU, mouse, keyboard)
3. Rak Map 3 buah
4. Lemari 2 buah
5. Printer 2 buah
6. Kursi 5 buah

5.5 Rancangan Kesekretariatan


NO KETERANGAN JUMLAH HARGA TOTAL HARGA
1. Proposal 10 Rp 20.000,00 Rp 20.000,00

2. Surat-surat dan 50 Rp 2.000,00 Rp 100.000,00


Undangan

3. Laporan 15 Rp 25.000,00 Rp 375.000,00


Pertanggungjawaban

Total Rp 495.000,00
5.6 Pendirian
NO KETERANGAN TOTAL HARGA
1. Sewa Tempat Rp 25.000.000,00

2. Sarana dan Prasarana Rp 10.000.000,00

3. Program Rp 5.000.000,00

Total Rp 40.000.000,00
5.7 Rancangan Sumber Pendapatan

Dengan budidaya padi organik seluas 100 hektar, maka analisa usaha
dalam 1 (satu) MT adalah sebagai berikut :
a) Produksi gabah sebesar 800.000 kg.
b) Dikonversi 60 % rendemen sebesar 480.000 kg.
c) Sortasi untuk menghasilkan beras kepala menyisihkan 15%, dari
d) 480.000 kilogram hasil padi broken sebesar 72.000 kg
e) Sisa beras kepala setelah sortasi sebesar 408.000 kg.
f) Harga jual setelah packing & vacuum senilai Rp. 12.000,- / kg.

Total biaya produksi : Rp. 4.335.120.000,-


Total penjualan : Rp. 5.076.000.000,-
Sisa Laba : Rp. 740.880.000,-
B/C Ratio : 14,5 %
5.8 Rancangan Simpanan Anggota

No Jenis Simpanan Jumlah Simpanan Jumlah Anggota Jumlah Bulan Total Simpanan
1 Pokok Rp 50,000 240 1 Rp 12,000,000
2 Wajib Rp 10,000 240 12 Rp 28,800,000
3 Sukarela Rp 10,000 240 12 Rp 28,800,000
Total Rp 69,600,000
5.9 Sisa Hasil Usaha

1. SHU Atas Jasa Modal 2. SHU Atas Usaha jasa


Mencerminkan anggota mencerminkan bahwa
sebagai pemilik ataupun anggota koperasi selain
investor, diterima pemilik juga sebagai
sepanjang koperasi pemakai (pelanggan).
tersebut menghasilkan Secara umum SHU
SHU pada tahun buku koperasi dibagi sesuai
yang bersangkutan. dengan aturan yang
telah ditetapkan pada
AD/ART
29
6. Analisis SWOT
S W
Kekuantan Kelemahan
(Strength) (Weakness)

Peluang Ancaman
(Oportunity) (Threat)

O T
5. Lokasi Usaha
Strategis

3. Mengikuti Pelatihan
teknologi

4. Pelatihan
1. Memiliki mitra rice
Budidaya Padi
plant yang
mendukung
2. Memilliki Jaringan
Organisasi yang
Aktif
Kelemahan (Weakness)

SDA
Mayoritas Pemasaran Petani
lahan belum kurang
01 sewa 03 efisien 05 Kompeten

Modal 02 Tidak semua 04 Pengurus 06


Kerja petani Organisasi
Terbatas mampu Belum
menerapkan Konsisten
budidaya
padi organik
Peluang (Opportunity)

Hubungan Baik Potensi


dengan Dinas sumber daya
Pertanian alam yang
Setempat mendukung

Adanya jaringan Tersedia sarana Peluang Adanya


pertanian yang produksi untuk Program
pasar
memahami kebutuhan sangat luas pemerintah
pertanian pertanian Go Organic
organik organik 2010
4.5 Ancaman (Threat)

Perubahan tak
Beredarnya padi
menentu
orgsnik palsu
Mengakibatkan Maraknya konversi
Lemahnya pengawasan lahan pertanian
petani tidak bisa
terhadap jaminan
lagi mempelajari Diakibatkan adanya
produk organik yang
alam dan kurang alih fungsi lahan
beredar di pasaran,
mampu untuk pertanian menjadi
memungkinkan para
menentukan masa lahan non produktif
produsen beras
tanam yang paling
anorganik dalam
baik.
memalsukan
produknya
35
6.2 Matrix SWOT

INTERNAL
Kelemahan (Weakness)
Kekuatan (Strengths)
1. Modal kerja yang terbatas
1. Memiliki peralatan pertanian dari
2. Mayoritas lahan petani merupakan lahan
mitra pendukung.
sewaan.
2. Memiliki Pengurus yang aktif dan
3. Petani kurang mampu mengimplementasikan.
dinamis.
budidaya padi organik.
3. Telah mengikuti elatihan budidaya
4. Pemasaran yang kurang efisien.
pertanian ramah lingkungan.
5. Kurang konsistennya anggota organisasi
4. Telah mengikuti pelatihan
terhadap tugas- tugasnya.
budidaya padi yang baik.
6. Sumberdaya manusia petani kurang
5. Lokasi usaha yang strategis.
kompeten.
6.2 Matrix SWOT