Anda di halaman 1dari 29

RINOSINUSITIS

Luh Putu Lusy Indrawati


SMF THT RS Dr.Sardjito
Yogyakarta

kaliurang,14 Mei 2011


Pendahuluan
• Rinitis + sinusitis
• Dx : allergologists,
otolaryngologists,pulmonologyst , etc
• Di dahului ISPA ec virus (common cold)
dilanjutkan dg infeksi sekunder oleh
bakteri
• 2-5 serangan colds/ thn  60%
Rinosinusitis  << kualitas hidup
• Biaya >> untuk Tx
kaliurang,14 Mei 2011
Definisi

Peradangan lapisan
mukoperiosteum hidung dan
sinus paranasal yang
disebabkan oleh berbagai
penyebab

kaliurang,14 Mei 2011


kaliurang,14 Mei 2011
kaliurang,14 Mei 2011
Definisi Klinik

Etiologi : • virus, bakteri, dan jamur

Keparahan • mild (VAS 0-3),moderate (VAS > 3-


(VAS) : 7), severe (VAS >7-10)

• akut (< 12 mgg) : respon komplit


Durasi : • Kronik (> 12 mgg): tanpa perbaikan
dari simptom

kaliurang,14 Mei 2011


• Berdasarkan pada symptom tanpa
General Practice : Px THT dan radilogi

Akut : < 12 mgg • ≥2 symptom : obstruksi / discharge nasal


• ± facial pain / pressure
• Reduction or loss of smell

Common cold / acute • Durasi < 10 hari


viral rhinosinusitis
Acute non - viral • > 5 hr simptom ↗ , 10 hr – 12
rhinosinusitis mgg

Chronic • > 12 mg
rhinosinusitis • Dengan atau tanpa polip
kaliurang,14 Mei 2011
kaliurang,14 Mei 2011
Faktor – faktor yang berhubungan
dengan rinosinusitis
• patogen :
– Virus, bacteria, fungi
• Ciliary impairment
• Allergy
• Helicobacter pylori dan laryngopharyngeal reflux
• Asthma
• Genetic factors
• Imunocompromised state
• Pregnancy & endocrine state
• etc
kaliurang,14 Mei 2011
Patofisiologi
• Kompleks osteomeatal
– Unit fungsional di dinding lateral hidung
Patensi ostium
• Transport mukosilier
• Kualitas & kuantitas sekret

gangguan

rinosinusitis
kaliurang,14 Mei 2011
The concept of the ostiomeatal complex

kaliurang,14 Mei 2011


kaliurang,14 Mei 2011
kaliurang,14 Mei 2011
Diagnosis
Symptoms :
– Nasal
blockage,congesti
on/stuffines
– Nasal discharge
or postnasal drip
(mucopurulent)
– Facial pain /
pressure,
headache
– Reduction / loss of
smell

kaliurang,14 Mei 2011


Pemeriksaan klinis
Rinoskopi anterior Naso - endoskopi

kaliurang,14 Mei 2011


Pemeriksaan klinis
bakteri Sitologi, biopsi

kaliurang,14 Mei 2011


Pemeriksaan klinis

Imaging :

kaliurang,14 Mei 2011


Penatalaksanaan
(European Posittion Paper on
Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2007)

Terapi Bedah
Terapi Terapi Terapi medik
(Endoskopik
kortikosteroid antibiotik yang lain
Sinus Surgery)

kaliurang,14 Mei 2011


Kortikosteroid

Indikasi : Topikal
• Acute rhinosinusitis • alergi
• RSK dengan/tanpa • Eosinophilic Oral Sistemik
polip • RSK dg Polip yg
• Post –operative berulang
treatment RSK
dengan/tanpa polip

kaliurang,14 Mei 2011


Antibiotik
>10 hr

Ciprofloxacin

Amoxycillin clavulanate

Clarithromycin

clindamycin
kaliurang,14 Mei 2011
Terapi Tambahan
Decongestan

Mukolitik

Analgetik

Antimikotik

Antihistamin

PPI (proton pump inhibitor)


kaliurang,14 Mei 2011
Terapi bedah
• Klinis tidak membaik
• Variasi anatomi di hidung
• Polip hidung
• Teknik : FESS (functional endoscopy sinus
surgery)  teknik khusus (keahlian khusus)

kaliurang,14 Mei 2011


Anatomical Variation Obstructed OMC
 Septal Deviation
Concha Bulosa
Lateral Deflection of Uncinate Process

kaliurang,14 Mei 2011


Terapi Bedah
Bedah Sinus Endoskopi
FESS Fungsional

• Membutuhkan keahlian
(kompetensi) yg khusus
• Resiko / komplikasi yg serius
• Penguasaan anatomi hidung
dari operator
• Perawatan post operasi

kaliurang,14 Mei 2011


Komplikasi tindakan bedah
• Orbital
– Orbital emphysema,echymosis palpebrae
• Intracranial
– CSF-leak
• Perdarahan
• Lain-lain
– Sinekia,hyposmia,ostetis,atropic rhinitis dll

kaliurang,14 Mei 2011


Hasil terapi

kaliurang,14 Mei 2011


Komplikasi rinosinusits

• Periorbital cellulitis
(preseptal edema)
• Orbital cellulitis
Orbita • Subperiosteal abscess
• Abses orbita
• Cavernous sinus thrombosis

kaliurang,14 Mei 2011


Komplikasi intracranial

Abses
Meningitis
Cerebral

Cavernous
Abses
sinus
Epidural
trhombosis

kaliurang,14 Mei 2011


kaliurang,14 Mei 2011