Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK 5

AMELIA PUTRI J1A115250


ILHAM IBNU AHMADI J1A117056
KURNIA WULAN RAMADHANI J1A117066
RAHMAYANI J1A117113

SILVI TRISTYA PRATIWI J1A117131


NADILA RAMADHAN ARBAIN S. J1A117243
SRI AYU MULYANA J1A117272
WA ODE YASNI J1A117282
SUB TOPIK

01 Definisi dari Personal Mastery


02 Konsep Mengenali diri
Definisi Personal Mastery
Secara etimologi, mastery berasal dari bahasa inggris dan
latin yang berarti penguasaan atau keahlian dominasi terhadap
sesuatu. Sedangkan dari bahasa Perancis, berasal dari kata Maitre
yang berarti seseorang mempunyai keahlian khusus, cakap, dan ahli
dalam sesuatu.
Dari pendapat beberapa para ahli ini
“Personal Mastery” dapat dartikan,
Menurut Peter M. Senge Personal Mastery adalah suatu yaitu pengendalian, penguasaan, dan
disiplin yang selalu mengklarifikasi secara terus menerus dan pengembangan diri sendiri yang
memperdalam visi pribadi kita, berfokus pada energi kita, melalui suatu proses pembelajaran
mengembangkan kesabaran, dan melihat realita secara objektif. kehidupan. Personal mastery
mengajarkan untuk mengembangkan
Menurut Michael J. Marquardt Personal Mastery adalah kepribadian diri sendiri, belajar
mencintai diri sendiri, dan dapat
sebuah tingkatan khusus dari kemampuan yang berkomitmen untuk mengetahui dan mengidentifikasi
terus meningkatkan dan keterampilan yang sempurna, sebuah kebiasaan yang muncul, serta dapat
disiplin yang terus mengklarifikasi dan memperdalam visi pribadi mengontrol kebiasaan tersebut.
seseorang, energi, dan kesabaran.
• Manfaat atau keuntungan bagi
seseorang yang mempunyai
tingkat penguasaan diri tinggi
adalah:

a. Kemampuan mengambil tanggung jawab


b. Kejelasan dan profesionalisme visi
c. Kohesive dan team work yang berlaku
d. Penurunan jumlah karyawan yang absen melalui
peningkatan kesejahteraan karyawan
e. Mampu mengendalikan stress dan bersikap positif
f. Menciptakan petumbuhan organisasi yang tetap dan
berjangka panjang
g. Pemenuhan tanggung jawab sosial
h. Kepemimpinan kreatif yang kuat
i. Meningkatkan kecerdasan emosi
Konsep Mengenali
Diri
Pada dasarnya setiap manusia cenderung untuk mengembangkan dirinya
sendiri menjadi lebih baik., lebih matang dan lebih mantap. Namun
kecendrungan seseorang untuk menimbulkan kemampuannya tidak
terwujud begitu saja, tanpa ada upaya untuk pengembangan kepribadian
yang dimilikinya, karena setiap manusia memiliki kemampuan dan
keunikan tersendiri.
Dengan mengenal diri sendiri secara tepat akan diketahui konsep diri yang
tepat pula, dengan berupaya mengembangkan yang positif dan mengatasi
atau menghilangkan yang negatif.
Menurut John Robert Powers (1997), konsep diri adalah kesadaran dan
pemahaman terhadap dirinya sendiri yang meliputi : siapa aku, apa
kemampuanku, apa kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan
apa keinginanku, konsep diri menjadi dasar prilaku hidup sehari-hari yang
disadari, kesadaran dan pemahaman akan dirinya semakin mencerminkan
prinsip hidup dan kehidupannya.
Setiap orang perlu mengetahui dan memahami dirinya serta mampu
menumbuhan dan mengembangkan kemampuannya. Setelah seseorang
mengetahui dirinya, maka terbentuklah sikap dan prilaku dalam
menentukan arah dan prinsip hidup yang diinginkan.
Aspek Personal Mastery
Seseorang yang telah menguasai Personal Mastery
memiliki komitmen yang tinggi terhadap suatu hal,
sering mengambil insiatif, terus menerus Aspek Emosional
mengembangkan kemampuan untuk menciptakan hasil Personal Mastery berkaitan erat dengan
aspek emosional yang terdapat dalam diri
terbaik dalam kehidupan yang diinginkan. Metavarsity
seseorang.
Course menyebutkan bahwa Personal Mastery
memiliki empat aspek, yaitu:
Aspek Spiritual
Faktor spiritual menjadi aspek yang tidak
terpisahkan dengan personal mastery

Aspek Fisik
Kondisi fisik seseorang juga berpengaruh
cukup kuat dalam implementasi personal
mastery

Aspek Mental
Faktor mental memiliki pengaruh yang sama
pentingnya dengan aspek fisik.
Karakteristik Personal Mastery
They have a special sense of
They accurately assess their purpose – a calling.
current reality; in particular,
they quickly recognize
inaccurate assumptions.

They are skilled at using


creative tension to inspire
their forward progress.

They see change as opportunity.

They are deeply inquisitive.

They place a high priority on


personal connections without giving
up their individuality. They are systemic thinkers, that is,
they see themselves as one part in a
larger system.
Proses Pembentukan Konsep
Diri
Rahmat (2000), menjelaskan bahwa konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif, tapi juga penilaian diri anda
tentang diri anda. Jadi, konsep diri meliputi apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan tentang diri anda. Adanya proses
perkembangan konsep diri menunjukkan bahwa konsep diri seseorang tidak lansung dan menetap, tetapi merupakan suatu keadaan
yang mempunyai proses pembentukan dan masih dapat berubah.
Konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejak masa pertumbuhan seorang manusia dari kecil hingga dewasa.
Lingkungan, pengalaman dan pola asuh orang tua turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap konsep diri yang terbentuk.
Sikap atau respon orang tua dan lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Oleh
karna itu, sering kali anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dalam pola asuh yang keliru dan negative atau pun lingkunganya yang
kurang mendukung, cenderung mempunyai konsep diri yang negative.
Hal ini disebabkan sikap orang tua yang misalnya : suka memukul, mengabaikan, kurang memperhatikan, melecehkan,
menghina, bersikap tidak adil, tidak pernah memuji, suka marah-marah dsb. Hal ini dianggap sebagai hukuman akibat kekurangan ,
kesalahan atau punkebodohan dirinya.
Faktor yang
mempengaruhi konsep
diri

Orang yang terdekat Persepsi diri sendiri

Dimana konsep diri dipelajari melalui Yaitu persepsi individu terhadap diri sendiri dan
kontak dan pengalaman dengan orang lain, penilaiannya, serta persepsi individu terhadap
belajar diri sendiri melalui cermin orang pengalamannya akan situasi tertentu. Konsep diri
dapat dibentuk melalui pandangan diri dan
lain yaitu dengan cara pandangan diri pengalaman yang positif. Sehingga konsep
merupakan interprestasi diri pandangan merupakan aspek yang kritikal dan dasar
orang lain terhadap diri, anak sangat dari prilaku individu. Individu dengan konsep diri
dipengaruhi orang yang dekat, remaja yang positif dapat berfungsi lebih efektif yang
dipengaruhi oleh orang lain yang dekat dapat berfungsi lebih efektif yang dapat dilihat
dengan dirinya, pengaruh orang dekat atau dari kemampuan interpersonal, kemampuan
orang pentingsepanjang siklus hidup, intelektual dan penguasaan lingkungan.
Sedangkan konsep diri yang negatif dapat dilihat
pengaruh budaya dan sosialisasi. darihubungan individu dan sosial yang terganggu.
Cara mengembangkan Personal Mastery
Untuk mengembangkan “Personal Mastery” dibutuhkan proses seumur hidup, dan tidak pernah ada kata
terlambat untuk memulainya. Banyak hal yang terjadi tentang bagaimana cara kita berfikir dan bagaimana cara kita
memandang dunia dimana tempat kita hidup dan bekerja. Untuk dapat meningkatkan “Personal Mastery” disini ada
beberapa hal yang dapat kita coba :

01 02 03 04
Jaga Keseimbangan pembelaan
Berfikir secara Sistematik Menaksir Kenyataan Sekarang Membuat Makna Bersama
dengan pemeriksaan

Seseorang yang memiliki “Peronal


Mastery” yang baik mengetahui
bahwa sesuatu yang dimilikinya
Ketika kamu meghadapi suatu hasil Didalam suatu diskusi, kebanyakan
Dalam menaksirkan Kenyataan tidaklah sempurna oleh karena itu,
yang tidak diinginkan atau hal yang orang mempertahankan pendapat
sekarang ini, dibutuhkan kesadaran dengan banyak berkomunikasi dan
tidak terduga, sebaiknya memikirkan yang menurutnya benar. hal ini, bukan
akan asumsi-asumsi yang ada bertanya kepada orang lain tentang
suatu proses/penyelesaian dari berarti bahwa kita tidak bisa
disekitar. sudut pandang orang tersebut kita
masalah tersebut ketimbang mencari mendengarkan pendapat dari orang
dapat mengetahui kekurangan pada
seseorang untuk disalahkan. lain.
diri kita dan mencari kesamaan dari
sudut pandang orang tersebut.
Thank You
Insert the Sub Title of
Your Presentation