Anda di halaman 1dari 13

Family-Centered Care Dalam

Perawatan Anak

ASUHAN BERPUSAT PADA KELUARGA


Pengantar

Filosofi asuhan berpusat pada keluarga


menunjukkan keluarga bersifat konstan
dalam hidup anak. Sistem pelayan dan
personel harus mendukung, menghargai,
mendorong, dan meningkatkan kekuatan dan
kompetensi keluarga melalui pemberdayaan
pendekatan dan pemberian bantuan efektif
(Duns & Trivette, 1996 dalam Wong, 2001).
Cont’d…(pengantar)

 FCC memberikan kerangka kerja pada


perawat untuk memastikan bahwa semua
aspek dari asuhan didisain berfokus pada
keluarga.
 Pasien dan keluarga adalah anggota aktif
dari tim asuhan.
 Keluarga dikenali & kepedulian pada anak
yg dirawat dengan informasi yang lengkap,
dukungan dan rasa hormat
Tujuan

 Mempertahankan atau menguatkan peran dan hubungan


keluarga dengan anak yang dirawat untuk meningkatkan
normalisasi unit keluarga, untuk mengurangi rasa cemas
dan rasa keputusasaan ketika anak mengetahui penyakit
yang dideritanya.
 Keluarga dpt menjalankan fungsinya sbg koping bagi
anak u/ memberikan kenyamanan emosional, membantu
anak dalam membentuk identitas dan mempertahankan
saat terjadi stress (Friedman, 1992)
 Mengurangi stresor dan reaksi keluarga terhadap anak
yang dihospitalisasi.
Keuntungan bagi orang tua dan anak
 Asuhan dan pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatan
keluarga yang spesifik.
 Peran keluarga dan interaksi keluarga yang dekat ditingkatkan (selama
masa stres)
 Mengurangi kecemasan
 Mengurangi reaksi protes, penolakan dan putus asa
 Meningkatkan rasa aman bagi anak
 Kebutuhan keluarga untuk mengasuh anaknya secara fisik dan
emosional terpenuhi
 Ortu merasa sangat berguna dan penting, tidak tergantung dan tersisih.
 Mengurangi persasaan bersala h ortu
 Meningkatkan kompetensi ortu dan pede dlm mengasuh anak yang sakit
 Ortu anak dg kebutuhan khusus membutuhkan berbagi kenyamanan
dan dukungan satu sama lain.
 Penyerapan yang lebih baik o/ keluarga akan HE
 Mengurangi reaksi post hospitalisasi
Elemen penting asuhan berpusat keluarga

 Memasukkan pemahaman kepada anak, bahwa keluarga


bersifat konstan.
 Memfasilitasi kolaborasi keluarga/profesional
 Saling bertukar informasi yang lengkap dan jelas antara
anggota keluarga-profesional
 Menggabungkan pemahaman dan penghormatan terhadap
keanekaragaman budaya.
 Mengenal dan menghormati metode koping yang berbeda.
 Mendorong dan memfasilitasi dukungan dan jaringan
kerjasama keluarga dengan keluarga.
 Menetapkan bahwa seluruh pelayanan untuk anak-anak
fleksibel, mudah diakses dan komprehensif.
 Mengahargai keluarga sebagai keluarga dan anak-anak
sebagai anak-anak.
Strategi implementasi

Aktivitas yg dapat memfasilitasi dan menguatkan hubungan


keluarga :
 Menggali riwayat keluarga dan mendengarkan kebutuhan keluarga/budaya
scr spesifik dan keinginan
 Mengijinkan rooming-in untuk ortu anak kecil
 Libatkan ortu dlm perawatan fisik anak.
 Pahami bahwa orang tua bkn pengunjung; Miliki regulasi kunjungan
fleksibel untuk anggota keluarga, termasuk saudara kandung
 Foto-foto anggota keluarga di RS
 Dukung hub telp
 Gunakan kaset rekaman keluarga.
 Dukung anak dan anggota keluarga untuk berpartisipasi bila
memungkinkan. Input ortu dpt bermanfaat.
 Pahami tentang berbagai jenis unit keluarga. pengasuh anak mungkin tidak
selalu ortu atau wali yang sah yang termasuk dalam pengambilan
keputusan.
Peran perawat

 Ciptakan lingkungan yg konduktif u/ mempertahankan kekuatan,


integritas dan kesatuan keluarga:
 Bantu mempertahankan hub positif perawat –ortua-nak. Hindari aksi2 yg dpt
menyebabkan ortu merasa terancam o/ perawat.
 Fasilitasi hubungan perkawinan yg suprotif, memungkinkan pdperbedaan dalam
gaya dan kebutuhan.
 Libatkan saudara kandung dlm rencana & intervensi sesuai usia dan suasana
mereka.
 Suplemen kemampuan & peran perawat dlm mencapai 7-an umum dr
kesejahteraan anak.
 Membantu ortu dg membuat keputusan tentang kapan bersama
anak & kapan pergi.
 Kehadiran keluarga sangat penting jika usia anak 5 th atau lebih muda, terutama
cemas, gangguan, atau dlm krisis medis.
 Keputusan ortu terpengaruh oleh kebe anggota kelg lain, serta o/ pekerjaan TJ
rumah dan keb personal.
 Perawat hrs kurangi rasa bersalah ortu yg tdk dpt tggl bersama anaknya.
Con’t…

 Untuk meningkatkan kepercayaan, hubungan


tujuan-diarahkan dengan keluarga
 Dptkan secara mendalam riwayat keperawatan yg
memberikan informasi u/ mengkaji pertimbangan secara luas
ttg kekuatan, hub, & perhatian; termasuk tik perkembangan
keluarga & individu.
 Rencanakan dg kelg ke dpn 7-an yg bermutu & realistik.
 Kenali & pahami perhatian & pertimangan anak yg diterima
dari ortu.
Con’t…

 Amati hub ortu-anak & mampu u/:


 Mengevaluasi derajat partisipasi & keefektifan ortu dlm
perawatan fisik & emosional .
 Amati sikap, skill & teknik ortu & perilaku anak & tanggapi
mereka.
 Kaji pendidikan yg perlu dilakukan.

 Deteksi & tanggapi masalah aktual & potensial pd hub ortu-


anak
Con’t…
 Ajarkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan ortu yg
dibutuhkan agar berfungsi efektif dg anak yg dirawat.
 Kaji secara seksama kebutuhan pembelajaran, gaya pembelajaran &
kemungkinan hambatan u/ mengerti & mengembangkan slill; bantu keluarga
yg membutuhkan interpretasi bahasa.
 Lakukan teknik keperawatan secara aman & efisien.
 Bersama dg orang tua, menilai dan menafsirkan perilaku anak di RS, sehingga
pengertian & intervensi yg tepat tercapai.
 Kaji pengertian anak & ortu ttg esensi perawatan & kesehatan yang berfokus
pada informasi
 Menginterpretasikan dan memperkuat apa telah perawat beritahu orang tua,
jwb pertanyaan secara seksama & jujur sesuai pengetahuan & wewenang
perawat. Arahkan pertanyaan ttg diagnosis & prognosis kepada tim lain yg
kompeten.
 Jelaskan prosedur medis & tes diagnostik serta preparasi pre prosedur yg
dibuthkan.
 Memberikan pengajaran dan bimbingan kesehatan antisipatif menyangkut
medis terkait informasi dan perilaku kesehatan, orangtua dan masalah
membesarkan anak, dan intervensi krisis dan sumber daya masyarakat.
Con’t…

 Bantu ortu beradaptasi dg situasi & meningkatkan


perasaan mereka akan nilai melalui koping terhdap
penyakit anak & memaknai melalui pengalaman sulit
yang mereka hadapi
 Hati2 terhadap reaksi ortu yg umum terhadap stres yg dialami o/
kelg dr anak2 yg mengidap penyakit kronis atau parah; tanggap
terhadap disiplin imu lain sesuai indikasi (psikiatri anak).
 Hati2 terhadap mekanisme bertahan, jika digunakan seperlunya 
konstruktif dan dapat memfasilitasi coping optimal.
 Bantu pasien mengenali & menilai perasaan mereka & perasaan
keluarga terdekat mereka.
 Indentifikasi sistem suport seperti koping adaptif & maladaptif.
 Amati keb fisik & emosional ortu & pembatasan
 Sebisa mungkin, bantu cegah ortu menjadi lelah
 Dorong ortu u/ istirahat.
Con’t…
 Bantu kelg dlm dalam menangani tugas-tugas
perkembangan keluarga yg normatif.
 Hati2 bahwa anak yg dirawat secara umum hanya satu dari sekian
banyak stres keluarga, yg lain mungkin termasuk:
 Masalah interpersonal
 Tidak bekerja, perubahan pekerjaan.
 Baru pindah rumah, dan berakibat gangguan
 Masalah yg berhub mengasuh anak & disiplin
 Masalah keluangan, kurang asuransi
 Isu transportasi (tidak punya mobil, trans publik terbatas)
 Hambatan bahasa
 Ingat bahwa unit kelg & anggota kelg secara individu memp kekuatan
& sumber2 untuk digali & dilibatkan.
 Secara sadar identifikasi & pisahkan perasaan dan penilaian tentang
situasi akan orang2 dari anak dan keluarga, tujuannya adalah untuk
memanfaatkan kekuatan individu dan keluarga untuk memenuhi
kebutuhan dan memecahkan masalah sebagai sebuah unit keluarga.