Anda di halaman 1dari 17

Persyaratan Dan Tindakan Karantina

Tumbuhan
(Requirements And Actions of Plant
Quarantine)

Sapruddin, Ir.akt.
PERSYARATAN KARANTINA TUMBUHAN
Setiap Media Pembawa yang dimasukkan ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia, wajib :
a.dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dari negara asal dan negara transit
bagi tumbuhandan bagian-bagiannya, kecuali Media Pembawa yang tergolong benda
lain;
b.melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan;
c.dilaporkan dan diserahkan kepada petugas Karantina Tumbuhan di tempat-
tempat pemasukan untuk keperluan tindakan Karantina Tumbuhan.
Setiap Media Pembawa yang dibawa atau dikirim dari suatu Area ke Area lain di
dalamwilayah Negara Republik Indonesia, wajib:
a.dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dari Area asal bagi tumbuhan dan bagianbagiannya,
kecuali Media Pembawa yang tergolong benda lain;
b. melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah
ditetapkan;
c. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas Karantina Tumbuhan di
tempat-tempatpemasukan dan pengeluaran untuk keperluan tindakan
Karantina Tumbuhan.
Kewajiban dikenakan terhadap setiap Media Pembawa yang dibawa atau
dikirim dari suatu Area yang tidak bebas ke Area lain yang bebas dari Organisme
Pengganggu Tumbuhan Karantina.

Penetapan Area sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan oleh Menteri berdasarkan
hasil survei dan pemantauan daerah sebar serta dengan mempertimbangkan hasil análisis
rIsiko Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.
Setiap Media Pembawa yang akan dikeluarkan dari dalam wilayah Negara Republik
Indonesia,apabila disyaratkan oleh negara tujuan, wajib:
a. dilengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dari tempat pengeluaran bagi tumbuhan dan
bagian-bagiannya, kecuali Media Pembawa yang tergolong benda lain;
b. melalui tempat-tempat pengeluaran yang telah ditetapkan;
c. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas Karantina Tumbuhan di tempat-tempat pengeluaran
untuk keperluan tindakan Karantina Tumbuhan.
Selain persyaratan yang diwajibkan, dalam hal tertentu Menteri dapat menetapkan kewajiban
tambahan.
Kewajiban tambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berupa persyaratan teknisdan/atau
kelengkapan dokumen yang ditetapkan berdasarkan analisis Organisme PenggangguTumbuhan.
Ketentuan lebih lanjut tentang kewajiban tambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)diatur
dengan Keputusan Menteri.
8P (TINDAKAN KARANTINA TUMBUHAN)
1. Pemeriksaan (Inspections)
2. Pengasingan (Isolation)
3. Pengamatan (Observation)
4. Perlakuan (Treatments)
5. Penahanan (Detention)
6. Penolakan (Rejection)
7. Pemusnahan (Destruction)
8. Pembebasan (Freed)
1. Pemeriksaan
Tindakan pemeriksaan dimaksudkan untuk mengetahui kelengkapan
dan kebenaran isi dokumen serta untuk mendeteksi organisme
pengganggu tumbuhan karantina.
• Pemeriksaan terhadap benih, bibit, serbuk sari, tumbuhan
hidup/mati, bagian tumbuhan,bahan asal tumbuhan, hasil tumbuhan
yang diolah/belum diolah, media pembawa lain, benda lain,palet
kayu, kemasan pembungkus asal tumbuhan, dan dapat dilakukan
koordinasi dengan instansi lain yang bertanggung jawab di bidang
OPT karantina yang membahayakan kesehatan tumbuhan/manusia.
2. Pengasingan
3. Pengamatan === Singmat

• Pengasingan dan Pengamatan dimaksudkan untuk mendeteksi lebih


lanjut terhadap organisme pengganggu tumbuhan karantina tertentu
(OPTK A-1 Golongan I,Golongan II) yang karena sifatnya memerlukan
waktu lama, sarana dan kondisi khusus.
4. Perlakuan

• Perlakuan dimaksudkan untuk menyucihamakan media


pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina.
• Perlakuan diberikan terhadap media pembawa apabila
setelah dilakukan pemeriksaan atau pengasingan untuk
diadakan pengamatan ternyata media pembawa tersebut :
• Tertular atau diduga tertular OPT karantina, atau
• Tidak bebas atau diduga tidak bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina.
5. Penahanan

• Penahanan dilakukan apabila setelah dilakukan pemeriksaan


terhadap media pembawa organisme pengganggu
tumbuhan karantina ternyata persyaratan karantina atau
pemasukan ke dalam atau dari suatu area ke area lain di
dalam wilayah Negara Republik Indonesia belum seluruhnya
dipenuhi.
6. Penolakan

• Penolakan dilakukan terhadap media pembawa organisme


pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan kedalam
atau dimasukkan dari suatu araea kearea lain di dalam
wilayah negara Republik Indonesia apabila ternyata :
. Setelah dilakukan pemeriksaan diatas alat angkut, tertular tidak bebas dari organisme pengganggu
tumbuhan karantina;

• tumbuhan karantina yang ditetapkan oleh Pemerintah, atau busuk, atau rusak, atau
merupakan jenis-jenis yang dilarang pemasukannya, atau

• Persyaratan karantina seluruhnya tidak dipenuhi, atau

• Setelah dilakukan penahanan keseluruhan persyaratan yang harus dilengkapi dalam


batas waktu yang ditetapkan tidak dapat dipenuhi, atau

• Setelah diberi perlakuan diatas alat angkut, tidak dapat disembuhkan dan/atau disuci
hamakan dari tidak dapat dibebaskan dari organisme pengganggu tumbuhan
karantina.
7. Pemusnahan

Pemusnahan dapat dilakukan terhadap media pembawa hama


dan penyakit hewan atau organisme pengganggu tumbuhan
karantina yang dimasukan ke dalam atau dimasukkan dari
suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Repbulik
Indonesia ternyata :
• Setelah media pembawa tersebut diturunkan dari alat angkut dan dilakukan
pemeriksan, tertular hama dan organisme pengganggu tumbuhan karantina tertentu
yang ditetapkan oleh pemerintah, atau busuk, atau rusak, atau merupakan jenis-jenis
yang dilarang pemasukannya, atau

• Setelah dilakukan penolakan media pembawa yang bersangkutan tidak seger dibawa
keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia atau dari area tujuan oleh pemiliknya
dalam batas waktu yang ditetapkan, atau

• Setelah dilakukan pengamatan dalam pengasingan, tertular tidak bebas dari organisme
pengganggu tumbuhan karantina tertentu yang ditatapkan oleh pemerintah, atau

• Setelah media pembawa tersebut diturunkan dari alat angkut dan diberi perlakuan,
tidak dapat disembuhkan dan/atau disucihamakan tidak bebas dari organisme
pengganggu tumbuhan karantina.
8. Pembebasan

• Pembebasan dilakukan terhadap media pembawa hama dan


penyakit hewan karatina atau organisme pengganggu
tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam atau
dimasukkan dri suatu area ke area lain di dalam wilayah
Negara Republik Indonesia ternyata :
• Setelah dilakukan pemeriksaan tidak tertular bebas dari organisme
pengganggu tumbuhan karantina, atau
. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak tertular bebas dari
organisme pengganggu tumbuhan karantina, atau
. Setelah dilakukan pengamatan dan pengasingan tidak
tertular atau bebas dari organisme pengganggu tumbuhan
karantina, atau
. Setelah dilakukan perlakuan dapat disembuhkan atau
dapat dibebaskan dari organisme pengganggu tumbuhan
karantina, atau
. Setelah dilakukan penahanan seluruh persyaratan yang
diwajibkan telah dapat dipenuhi.
Terima kasih