Anda di halaman 1dari 32

DASAR DASAR

KARANTINA
UNITED NATION (UN/PBB)

 World Trade Organization (WTO)

 World Health Organization (WHO)

 Food Agriculture Organization ( FAO)


Food Agriculture Organization (FAO)

International Plant
Protection
Convention

Codex Alimentarius
FAO (PSAT)

Office International
Epizootic
(KH)
International Plant Protection
Convention
 RPPO (Regional Plant Protection Organization)
 NAPPO : North American Plant Protection Organization
 SAPPO : South American Plant Protection Organization
 EPPO : European and mediteranian Plant Protection Organization
 MEPPO : Middle East Plant Protection Organization
 APPPC : Asia pasific Plant Protection Commision
( Komisi perlindungan tumbuhan)
Asia Pasific Plant Protection
Commision(APPPC)
 NPPO (National Plant Protection Organization

 Perlindungan tumbuhan
 Dirjend Hortikultura dan tanaman pangan
Perkebunan
Kehutanan
Karantina Pertanian ( Vocal point NPPO Indonesia)
PPB

FAO

KESIMPULAN
IPPC

RPPO

APPPC

NPPO

KARANTINA PERTANIAN
7 ARTI KARANTINA
Menurut Undang-Undang No. 16 tahun
1992 tentang karantina hewan, ikan dan
tumbuhan, karantina didefinisikan sebagai
tempat pengasingan dan/atau tindakan
sebagai upaya pencegahan masuk dan
tersebarnya hama dan penyakit atau
organisme pengganggu dari luar negeri dan
dari suatu area ke area lain di dalam negeri,
atau keluarnya dari dalam wilayah negara
RI. 4/20/2019
Badan Karantina Pertanian :

 adalah Instansi Pemerintah, dibawah


Kementerian Pertanian RI.
== Menyelenggarakan Perkarantinaan
dan pengawasan Keamanan Hayati
Unit Eselon 1
Kepala Barantan : Ir. Ali Djamil, M,Sc.
 Indonesia Memiliki Berbagai jenis Hewan dan Tumbuhan, Yang
perlu dijaga dan dilindungi kelestariannya.
 == dari ancaman hama dan penyakit HPHK/OPTK,

 Tujuan dari Karantina Pertanian adalah :


 Mencegah masuk dan tersebarnya OPT dari luar negeri ke
dalam negeri;

Mencegah tersebarnya OPT/OPTK dari suatu area ke area


lain di dalam wilayah RI

Mencegah keluarnya OPT/OPTK dari dalam wilayah RI bila


negara lain mempersyaratkannya.
Bagaimana Cara Mencegahnya
Karena HPHK/OPTK Tidak dapat Berpindah/
menyebar begitu saja
Dengan cara terbawanya inang dari suatu
negara ke negara lain,
Disebut : Media Pembawa
 Tempat tempat Pengeluaran/Ekspor Media Pembawa.
 Teknis (UPT) : 50

 Balai Besar 5 : BBKP. Soekarno Hatta


BBKP. Tanjung Priok;
BBKP. Belawan
BBKP. Makasar;
BBKP. Surabaya
 Balai Kelas I 20
 Balai Kelas II 6
 Stasiun Karantina Kelas I 14
 Stasiun Karantina Kelas II 5
 Wilayah Kerja :
VISI : Karantina Yang Modern, Tangguh
dan Terpercaya

Misi :
Menjaga dan mencegah masuk dan
tersebesarnya OPTK dan HPHK di
wilayah Republik Indonesia;

Melindungi kelestarian sumber daya


alam hayati, hewani dan tumbuhan;

Mendukung keberhasilan program


pengembangan agribisnis, dan
peningkatan ketahanan pangan
nasional
Memfasilitasi kelancaran perdagangan/
pemasaran produk pertanian;

Mewujudkan pelayanan prima kepada


masyarakat;

Mendorong partisipasi masyarakat dalam


mendukung penyelenggaraan pertanian
Media Pembawa HPHK
 A. Hewan:
 == Semua binatang yang hidup di darat, yang dipelihara maupun hidup
yang secara liar. (Sapi, Anjing, Kelinci, Ayam. dll
 B. Bahan Asal Hewan
 == Bahan yang berasal dari Hewan yang dapat diolah lebih lanjut
 - Pangan : Daging, susu, telur, madu, Sarang burung walet
 -Non pangan : Kulit, Bulu
 C. Hasil Bahan Asal Hewan
 == Bahan asal hewan yang sudah diolah.. Baso, Sosis, nugget, tepung
tulang
 D. Benda Lain : Pakan ternak, Pakan hewan kesayangan, vaksin dan obat
hewan
Media Pembawa OPTK :
a. Tumbuhan
 Adalah : Tumbuhan dan bagian bagiannya yang akan ditumbuhkan dan
dikembangbiakan.
Klasifikasi Media Pembawa OPTK :
 a. Tanaman hidup, Stek, biji dan benih dan benih tumbuhan;
 b. Hasil tanaman hidup bukan benih;
 == Buah, sayuran, Hasil tanaman {Bawang,cabe, kentang
 c. Hasil tanaman mati. Baik yang sudah atau belum diolah
== Kayu, beras, Kakao, Kopra,Kopi

b. Benda lain == media pertumbuhan tanaman : Tanah, biakan organisme : (Sisa


makanan, sampah) pembungkus
 Tumbuhan : Semua jenis sumber daya alam nabati
dalam keadaan hidup atau mati, baik belum diolah
maupun telah diolah

 Benih/Bibit : Tumbuhan atau bagian bagiannya, dalam


keadaan dan bentuk apapun juga, yang dimaksudkan
untuk ditumbuhkan dan atau mengembangbiakan
tumbuhan
 OPTK : Permentan No. 31 Thn 2018

OPT : Organisme Pengganggu Tumbuhan


adalah :

a. Semua organisme yang dapat merusak, mengganggu


kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.

b. Setiap species,strain yang berbahaya bagi tumbuhan


dan hasil tumbuhan.

OPTK : Organisme Pengganggu Tumbuhan


Karantina
Adalah :
a. Semua OPT yang ditetapkan
pemerintah untuk dicegah masuknya
ke dalam dan tersebarnya di dalam
wilayah RI;
b. Suatu OPT yang membahayakan
atau mengancam potensi ekonomi
penting suatu area, baik area yang
masih bebas atau area yang sudah
tertular OPT tersebut, akan tetapi
belum menyebar secara luas dan
secara resmi sedang dikendalikan.
Kategori :
 A1 : Jenis2 OPTK yang belum terdapat di dalam wilayah
negara RI.
 A2 : Jenis2 OPTK yang sudah terdapat di dalam wilayah
negara RI

Golongan I , adalah : OPTK yang tidak dapat dibebaskan


dari mediapembawanya dengan cara perlakuan.

Golongan II, adalah : Semua OPTK yang dapat


dibebaskan dari media pembawanya dengan cara
perlakuan.
Kategori OPTK

OPTK A1 Gol. 1
OPTK A1 Gol. 2
OPTK A2 Gol. 1
OPTK A2 Gol. 2
OPTP :

adalah :

OPT Selain OPTK yang keberadaannya pada


benih tanaman yang dilalulintaskan dapat
menimbulkan pengaruh yang merugikan
secara ekonomis terhadap tujuan
penggunaan benih tanaman tersebut dan
ditetapkan oleh Menteri Pertanian untuk
dikenai Tindakan Karantina Tumbuhan.
Tindakan Karantina Tumbuhan
1. Setiap media pembawa yang dimasukkan
ke dalam wil. Negara RI ;

2. Setiap media pembawa yang dibawa atau


dikirim dari suatu area yang tidak bebas ke
area lain yang tidak bebas di dalam wilayah RI

3. Setiap media pembawa yang akan dikeluarkan


dari wilayah negara RI, apabila dipersyaratkan
oleh negara tujuan.
Kawasan Karantina

Ditemukan atau terdapat petunjuk


serangan suatu hama dan atau penyakit
Tumbuhan
atau OPTK yang semula diketahui bebas.
== sementara dapat menjadi
kawasan karantina.

Pemasukan dan pengeluaran MP


OPTK ke dan dari kawasan karantina
8 P Tindak Karantina Tumbuhan

1. Pemeriksaan
2. Pengasingan
3. Pengamatan
4. Perlakuan
5. Penahanan
6. Penolakan
7. Pemusnahan
8. Pembebasan
Sertifikat Karantina Tumbuhan
Surat keterangan yang dibuat oleh pejabat
yang berwenang di negara atau area
asal/pengirim/transit yang menyatakan
bahwa tumbuhan atau bagian2 tumbuhan
yang tercantum di dalamnya bebas dari
OPT/OPTK/OPTP serta memenuhi persyaratan
Karantina Tumbuhan yang ditetapkan dan
atau menyatakan keterangan yang
diperlukan
Persyaratan Karantina Tumbuhan
Setiap media pembawa yang dimasukan ke dalam
wilayah RI, wajib :

 a. Dilengkapi sertifikat Kesehatan tumbuhan dari negara


asal dan negara transit bagi tumbuhan dan
bagian2nya, kecuali media pembawa yang tergolong
benda lain;

 b. Melalui tempat2 pemasukan yang telah ditetapkan

 c. Dilaporkan dan diserahkan kepada petugas


karantina tumbuhan di tempat2 pemasukan untuk
keperluan tindakan karantina tumbuhan.
Jenis Sertifikasi
Ekspor (KT-10)
Impor (KT- 9 )
SP7 : Form MP Tanpa target pest
ex : Pancake durian; Cireng

Antar area : Masuk (KT-12)


Keluar (KT- 9)

== PPK (Permohonan Pemeriksaan


Karantina) online.
Ekspor :
1. Packing List
2. Invoice
3. Pemberitahuan Ekspor Barang
(PEB)
4. Shipping Intruction (SI)
5. Bill of loading (BL)
Impor
Komoditi : PIB
Bibit / Benih : - PC. Dari negara asal
- Tempat pemasukan yang sudah
ditetapkan
- Dilaporkan dan diserahkan kepada
petugas karantina tumbuhan
== Periksa Persyaratan
Penahanan ( 14 Hari)
Penolakan (14 hari)
=== 14 hari : Pemusnahan
Tarif jasa Karantina Tumbuhan : PP No.
35/2018
Antar Area : Balai Pengawasan dan Sertifikasi
Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura
(BPSBTPH)

List OPTK == Perkembangan daerah sebar dan


dinamika status OPT
Permentan No. 31/2018
a. Pelabuhan : CIQ
b. Impor Benih : - Harus Aropt
- PSI
c. Syarat Tambahan : Cites == KSDA
d. UU No. 16 Tahun 1992
Tentang Karantina Hewan, Ikan dan
Tumbuhan
e. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2002
Tentang Karantina Tumbuhan
TERIMA
KASIH

Pusat Karantina
Tumbuhan dan
Keamanan Hayati
Nabati
2019