Anda di halaman 1dari 55

INTEGRAL GARIS

FAJAR RESDIANA 4101414079 (01)


PUTRI WIJAYANTI 4101415044 (08)
DEA AMARA PARAMITA 4101415053 (12)
ANGGITA WINDAYANI P. 4101415062 (14)
PUJI LESTARI 4101415105 (23)
INTEGRAL
GARIS
1 Integral Garis pada Bidang

2 Penerapan Integral Garis


pada Pusat Massa Kawat

3 Integral Garis pada Ruang

4 Integral Garis dari Medan Vektor

5 Teorema Dasar Integral Garis


1 Integral Garis pada Bidang

  Integral Garis serupa dengan Integral


tunggal, tetapi memiliki karakteristik yang
berbeda.
Integral Garis bukan diintegralkan pada
selangmelainkan pada sebuah kurva.
 
 Misalkan kurva tersebut adalah kurva C pada
bidang, mempunyai persamaan parametrik:

  Atau dapat dinyatakan dalam persamaan


vektor:
  
Anggap kurva C adalah kurva mulus, artinya dan
Jika interval [a,b] dipartisi menjadi n selang bagian
(sub interval) berlebar sama (misal dan)
Maka titik terkait membagi kurva menjadi busur
bagian dengan panjang dengan
  Pilih
titik sebarangdalam busur
bagian ke-. (Hal ini berkaitan
dengan titik dalam ).
Jika adalah sebarang fungsi dua
variabel yang daerah asalnya
mencakup kurva, maka kita
hitungdi titik, mengalikannya
dengan panjang busur bagian
dan membentuk penjumlahan :

 
 
Definisi
Jika didefinisikan pada kurva mulus , maka
integral garis dari sepanjang adalah

Jika limit ini ada.


Ingat kembali di Kalkulus 2, untuk mencari
panjang busur S adalah
 Sesuai konsep di Kalkulus 2, untuk
mencari panjang busur S adalah
 

• Sehingga Rumus yang digunakan untuk


menghitung Integral Garis adalah sebagai
berikut :
 
 
Jika adalah panjang C antara
dan , maka
 

atau dapat ditulis:


 
Intepretasi Geometri Integral
Garis
 
Jika maka mewakili luas satu sisi “pagar”
dalam gambar di bawah, yang alasnya
adalah C dan yang tingginya di atas titik
adalah
Contoh Soal

  Hitungdengan C adalah setengah bagian
atas dari lingkaran satuan
Penyelesaian:
 Mengubah persamaan kurva C menjadi
persamaan parametric. Lingkaran satuan
dapat diparameterkan dengan persamaan

Setengah bagian atas lingkaran dijabarkan


oleh selang parameter
y

x
-1 0 1

Gambar kurva C yang merupakan setengah bagian


atas dari lingkaran satuan

  Sehingga
 
Definisi integral garis dapat diperluas
di mana C terdiri atas beberapa kurva
mulus Maka didefinisikan integral dari
sepanjang sebagai jumlah integral
dari sepanjang masing – masing
potongan mulus dari :
 
Contoh Soal
  
Hitung dengan C terdiri atas busur parabola dari
(0,0) ke (1,1) diikuti oleh ruas garis vertical dari
(1,1) ke (1,2)

Penyelesaian:

Kurva C seperti pada gambar. adalah grafik fungsi


sehingga kita dapat memilih sebagai parameter dan
persamaan
Diperoleh
y
(1,2)

(1,1)

x
(0,0)

  
Gambar kurva C yang terdiri atas busur parabola dari
(0,0) ke (1,1) diikuti oleh ruas garis vertical dari (1,1)
ke (1,2)

  Sehingga

 
  
Pada kita pilih sebagai parameter, sehingga
persamaan adalah

 Jadi,
2 Penerapan Integral Garis pada pusat massa kawat

 
Jika menyatakan kerapatan linear di titik dari kawat
tipis berbentuk seperti kurva , maka massa bagian
kawat dari ke , sehingga massa total kawat secara
hampiran adalah yang merupakan Jumlah Riemann.
Jadi Massa Total Kawat adalah limit dari jumlah
riemann
 
 
Pusat Massa Kawat dengan fungsi kerapatan
terletak di titk dengan:

   
Contoh Soal

  
Suatu kawat mengambil bentuk setengah
lingkaran , dan lebih tebal dekat alasnya
daripada dekat puncak. Carilah pusat massa
kawat jika kerapatan linear di sebarang titik
sebanding terhadap jaraknya dari garis
 
Penyelesaian:

Diketahui: Suatu kawat mengambil bentuk setengah lingkaran .


Ditanya: Pusat massa kawat jika kerapatan linear di sebarang titik
sebanding terhadap jaraknya dari garis
Jawab:

Persamaan setengah lingkaran adalah .

Ubah persamaan lingkaran menjadi persamaan parametrik


dengan parameterisasi dan dengan dan kita telah menemukan
bahwa untuk kasus lingkaran.
  
Kerapatan linearnya adalah sebarang titik
sebanding terhadap jaraknya dari garis maka

dengan konstanta. Massa kawat diperoleh:


  
Daripersamaan di atas maka pusat
massa:

, ingat
Maka diperoleh,

Berdasarkan simetri diperoleh sehingga pusat massanya adalah


 Duaintegral garis lain diperoleh dari penggantian dengan atau .
Dua integral tersebut disebut Integral garis sepanjang garis
terhadap dan

Sedangkan integral garis disebut Integral Garis terhadap


Panjang Busur.
 
Integral garis terhadap dan juga dapat dihitung
dengan mengekspresikan semua dalam
sehingga

 
 

 
Representasi vektor dari ruas garis yang berawal di
dan berakhir di diberikan oleh

Dengan
B
(Perhatikan Gambar
C
A di Samping).
 Nilai Integral Garis
terhadap panjang busurnya
tidak berubah walaupun
a b t orientasi kurva C dibalik,
atau dapat ditulis
B
 
A -C

 
Hal ini dikarenakan, nilaiselalu positif
 
Akan tetapi, nilai integral garis
terhadapdan nilai integral garis terhadap
mengalami perubahan apabila orientasi
kurva C dibalik.
 

 
Hal ini dikarenakan, nilaidan berganti
tanda bila orientasi C dibalik
3 Integral Garis pada Ruang

 Dipunyai kurva C dalam ruang yang


diberikan dalam persamaan parametrik

• Dalam persamaan vektor menjadi

 
Definisi
 
Jika adalah fungsi tiga variabel yang
kontinu pada suatu daerah yang
memuat , maka definisi integral
garis sepanjang (terhadap panjang
busur) serupa dengan definisi integral
garis untuk kurva bidang.

 
 Panjang C adalah

 Jika adalah panjang antara dan maka

 
 Sehingga diperoleh rumus untuk
menghitung integral garis
 

Apabila dituliskan dalam notasi vektor diperoleh

  • Untuk Kasus khusus , didapatkan


 
 Dengan adalah
panjang kurva
 • Dengan mengekspresikan semuanya dalam
bentuk parameter
     

     

 • Integral garis sepanjang terhadap dan dapat juga


didefinisikan sebagai berikut
 

 
 Apabila integral garis terhadap dan
terjadi bersama, maka berdasar sifat
integral diperoleh:

 
4 Integral Garis dari Medan Vektor

  
Kerja yang dilakukan oleh gaya variabel dalam
menggerakkan partikel dari ke sepanjang
sumbu- adalah . Kemudian kita menemukan
bahwa kerja yang dilakukan oleh gaya konstan
dalam menggerakkan benda dari titik ke titik
lain di ruang adalah , dengan , merupakan
vektor simpangan (perpindahan).
 
Andaikan adalah medan gaya
kontinu pada . Kita akan menghitung
kerja yang dilakukan oleh gaya ini
dalam menggerakkan partikel
sepanjang kurva mulus .
 Z
 

 
 
   
P i-1 Pi   Pn
Y
0    
 

   

  P0
X
 Kita bagi menjadi busur bagian dengan
panjang dengan cara membagi selang
parameter menjadi selang bagian berlebar
sama. Pilih titik pada busur bagian ke- yang
berkaitan dengan nilai paramater . Jika kecil,
maka ketika partikel bergerak dari ke
sepanjang kurva, busur bagian ini maju kira-
kira dalam arah , vektor singggung satuan di
. Jadi, kerja yang dilakukan oleh gaya dalam
menggerakkan partikel dari ke adalah:

 

  Kerja
total yang dilakukan dalam
mengerakkan partikel sepanjang adalah
 

   Kerjayang dilakukan oleh medan gaya


didefinisikan sebagai limit dari jumlah Riemann
 

 Persamaan diatas mengatakan bahwa kerja


adalah integral garis terhadap panjang busur
dari komponen tangensial (singgung) dari gaya.
 Jika kurva diberikan oleh persamaan vektor , maka ,
berdasarkan persamaan , diperoleh:

 
Definisi
 
Misalkan adalah medan vektor kontinu
yang terdefinisi pada kurva mulus C
yang diberikan oleh fungsi vektor . Maka
integral garis dari sepanjang
adalah:
 

 
Di mana
 
Misalkan medan vektor pada
diberikan dalam bentuk komponen oleh
persamaan . Integral garisnya
sepanjang C yaitu:

 
Sehingga persamaan tersebut dapat
disederhanakan

dengan
Contoh Soal:
 
Carilah kerja yang dilakukan oleh medan
gaya dalam menggerakkan partikel
sepanjang seperempat lingkaran .

   
 
Penyelesaian:

 Karena dan , kita mempunyai

dan

Karena itu, kerja yang dilakukan adalah


5 Teorema Dasar Integral Garis

 Teorema 1 (Teorema Dasar Kalkulus)

 Dengan kontinu pada

Kita juga menyebut Teorema 1 sebagai


teorema perubahan total: Integral laju
perubahan adalah perubahan toal.
 • Teorema 2 (Teorema Dasar Integral Garis)
Misalkan C adalah kurva mulus yang
diberikan oleh fungsi vektor Misalkan
adalah fungsi dua atau tiga variabel yang
vektor gradiennya kontinu pada C, maka
 

 Teorema 2 mengatakan bahwa kita dapat


menghitung integral garis dari medan Vektor
konservatif (medan vektor gradien dari fungsi
potensial f) cukup dengan mengetahui nilai f di
titik-titik ujung C. Nyatanya, Teorema 2
mengatakan bahwa integral garis dari adalah
perubahan total dalam f.
 
Jika adalah fungsi dua variabel dan C
adalah kurva bidang dengan titik awal
dan titik akhir , maka teorema 2
menjadi

   

   
 
  
Jikaadalah fungsi tiga variabel dan adalah kurva
ruang yang menghubungkan titik dan maka kita
mempunyai :

 
   

 
 

 
Kebebasan Lintasan
 
Jika merupakan medan vektor kontinu
dengan daerah asal , kita katakan bahwa
integral garis adalah bebas lintasan jika
untuk sembarang dua lintasan dan di
yang mempunyai titik awal dan titik akhir
sama. Dengan istilah ini kita dapat
mengatakan bahwa integral garis dari
medan vektor konservatif adalah bebas
lintasan.
 •
Kurva disebut tertutup jika titik akhirnya
berimpit dengan titik awalnya yaitu

Kurva Tertutup
 
Jika adalah bebas lintasan dalam , kita dapat
memilih sebarang dua titik A dan B pada C dan
memandang C sebagai sedang dibangun dari
lintasan mulai dari A ke B diikuti oleh lintasan
mulai dari B ke A.
 

 
 
 

 Karena dan mempunyai titik awal dan titik akhir yang


sama
 • Teorema 3
adalah bebas lintasan dalam D jika dan
hanya jika untuk setiap lintasan tertutup
dalam

 • Teorema 4
Andaikan adalah medan vektor yang kontinu
pada daerah terhubung terbuka
Jika adalah bebas lintasan dalam , maka adalah
medan vektor konservatif pada , yakni terdapat
fungsi sedemikian rupa sehingga
TERIMA
KASIH