Anda di halaman 1dari 39

GILING GULA

– Pengertian : Pemecahan kristal gula menjadi


tepung gula untuk dilakukan proses granulasi.

– Mesin : Baumeister ( BM A & BM B )


– Prinsip : diskmill.
Mutu hasil giling

– Tidak ada gula kristal yang terdapat pada hasil giling gula.
– Jumlah sesuai yang ditentukan ( batch size ).
– Gula giling tidak blocking.
Tahapan kritis/Faktor
kritis

– Pengoperasian mesin.
– Proses transfert.
– Penuangan gula.
– Trouble Mesin.
– Listrik mati
CCP (Critical Control
Point )

– Metal sparator ( Inlet milling sugar ).


– Metal sparator ( outlet milling ).
Mixing Pewarna
Granulasi

– Pengertian : Proses pembuatan warna untuk proses


granulasi.
Tahapan proses

– Checklist bahan baku.


– Pengisian air dalam tangki.
– Mixing bahan pengikat ( CMC, pati ).
– Mixing bahan pewarna.
Faktor kritis

– Bahan pewarna sesuai jumlah dan jenis granulasinya.


– Jumlah air yang dipakai untuk melarutkan tepat.
– Kesempurnaan pembuatan larutan.
– Takaran dalam pembagian per batch.
CCP pembuatan warna

– UV ( ultra Violet ).
Proses Granulasi
Pengertian Proses
Granulasi
Proses terbentuknya granul melalui
penggabungan partikel partikel yang
dihubungkan oleh jembatan cair dalam keadaan
basah. Kemudian di keringkan sehingga terjadi
pori pori antar partikel yang menyebabkan
granul menjadi berporus.
* Menghasilkan produk dengan ukuran yang lebih besar.
* Umur simpan produk dapat lebih lama dan free flowing
(daya alir produk bagus )
* Produk mudah larut
* Produk lebih menarik kenampakannya.
Persiapan proses

– Personal hygienis dan APD.


– Cek GMP dan HACCP ruangan proses.
– Cek kondisi mesin meliputi :
– Kebersihan mesin dan kekeringan mesin.
– Filter produk (posisi, keutuhan dan kebersihannya ).
– Unit sprayer(pompa binder,selang binder, komponen sprayer dan
tes sprayer ).
– Kondisi container.
– Sampling device ( glatt EFGH ).
– Kondisi shacking.
Lanjutan

– Utility :
– Tekanan uap boiler ( by pass steam trap ).
– Dehu (mengatur kelembaban udara yang masuk ).
– Tekanan udara ( inlet pressure ).
– Pemanasan mesin ( suhu +/_ 90˚c selama 10-15 menit )
Bagian- bagian mesin Glatt

Dehumidification * Air Handling Unit


Heat (Exchanger
AHU )
Louver System Final Filter
Pre-Filter

Inlet
Outlet
Lower Section

Sebagai penahan container


selama proses dan penyalur
udara dari AHU ke container
atau chamber.
Product Container & Screen

* Sebagai penampung product


yang diproses.

*Screen
Menahan produk didalam
container ( 150 #/disesuaikan
ukuran partikel )& masuknya
udara proses.
Chamber / Body Glatt

Ruang proses granulasi.


Filter Housing

* Sebagai tempat filter product


Filter Housing
* Kawat sling, pengunci sling
filter, safety sling
* Inflatable sealing filter.
Product Filter

Spraying Zone

Inlet
Sprayer unit

* Feeding pump.
* Selang binder.
* Selang nozzle air
cleaner.
* Selang pressure
atomization.
*Batang sprayer.
* Head nozzle.
Filter Shaking System

• Menjatuhkan fine yang


menempel pada filter pada
proses shacking.
Exhaust Fan/Cilincer
Flow Proses Granulasi

– Conditioning :
– Pemanasan awal ( Parameter conditioning )
– Pengaruh conditioning :

– Ukuran granul.
– Friability ( kekuatan granul ).
– Berat jenis granul.
– Flow rate ( Free Flowing )
Lanjutan proses

–Spraying :
– Tujuan.
– Faktor yang berpengaruh.
– Parameter mesin.
– Spray rate (ukuran
gran,kerapuhan,BJ,Porositas, flow
rate dan lumb ).
Lanjutan proses

– Spraying :
– Lanjutan faktor yang berpengaruh :

– Pressure :
– Ukuran granul.
– Friability / kerapuhan.
– Berat jenis.
– Flow rate granul.
– Fine granul.
– Lumb.
– Kestabilan kondisi mekanik mesin.
Lanjutan proses

–Drying:
–Tujuan drying.
–Pengaruh suhu drying.
–Parameter drying.
Lanjutan proses

– Cooling :
– Tujuan cooling.
– Sampling product.
– Parameter cooling.
I. Conditioning

Conditioning adalah tahap pemanasan awal dari tepung gula pada


proses granulasi untuk mengkondisikan agar gula siap untuk proses yang
selanjutnya yaitu spraying.
Masalah berkaitan dgn proses
granulasi

– Repro Fine ( partikel lolos 80 mesh ).


– Inlet temperatur terlalu tinggi.
– Spray rate rendah.
– Volume udara proses tinggi.
– Konsentrasi binder rendah.
– Pressure atomization tinggi.
– Tidak seimbang antara spray rate dan pressure atomization.

– Perbaikan ( spray ulang dengan air ).


Masalah berkaitan dgn proses
granulasi

– Lumb basah (granul yg koagulannya besar / kecil


tapi basah baik didalam atau luar dalam ).
– Volume udara proses terlalu rendah.
– Inlet temperatur terlalu rendah.
– Spray rate terlalu tinggi, atomization rendah.
– Konsentrasi binder terlalu tinggi.
– Ada trouble diunit sprayer.

– Perbaikan lumb basah ( Redry / GS ).


Masalah berkaitan dgn proses
granulasi

– Kadar air ( KA granul secara keseluruhan belum


mencapai standart ).
– Binder tidak teratomization dengan baik.
– Posisi nozzle sprayer terlalu rendah.

– Perbaikan ( redry ).
Masalah berkaitan dgn proses
granulasi

– Bintik putih ( gula tidak terwarnai dengan sempurna


).
– Proses conditioning tidak sempurna.
– Proses shacking tidak sempurna.
– Interval shacking terlalu panjang dan shacking time terlalu
rendah.

– Perbaikan ( semprot dengan suhu rendah atau GS &


disemprot dgn suhu rendah ).
Masalah berkaitan dgn proses
granulasi

– Gula Kristal ( masih ada gula kristal dalam granul ).


– Proses giling gula tidak sempurna.
– Pada saat giling gula mesin ngetrip atau listrik mati.

– Perbaikan : granulasi digiling ulang dan direproses


sesuai tahapan granulasi dan bindernya diganti air.
Masalah berkaitan dgn proses
granulasi

– Granulasi blocking dan basah( mlenyek


menjadi gulali ).
– Golakan tiba tiba mati dan spray tetap on.
– Screen container mampet cukup parah sehingga produk tidak
mampu bergolak.
– Pada saat proses spraying mesin mati dalam waktu cukup lama.

– Perbaikan : produk diurai, diredry , dan diGS secara


bertahap.
Mixing

– Pengertian : Pencampuran bahan mayor dan minor.


– Mesin :
– LMD
– CM 1500.
– CM 1600.
Tahapan proses mixing

– Menyesuaikan item produk yang akan dimixing dengan jenis


granul yang diproses ( LHP ).
– Check granul ( suhu dan status QC ).
– Checklist bahan baku sesuai CPB.
– Pemisahan bahan baku :
– Masuk container ( GS ).
– Ayak manual ( langsung bin mixer ).
– Proses GS & penuangan dalam bin mixer.
– Mixing 10 menit.
– Sampling ( oke / #oke ).
Parameter mutu hasil
mixing

– Aroma dan Rasa.


– pH ( keasaman larutan ).
– Larutan ( warna dan kekeruhan ).
– KA produk.
Permasalahan yang
sering terjadi

– Rasa & Aroma tidak rata.


– Produk terlalu manis / kurang manis.
– Larutan ( terlalu keruh / jernih ).
– Rasa tidak nyambung.
CCP mixing

– Screen lousung.
– Metal sparator GS
– Metal sparator lousung.
– Suhu & Rh ruangan.