Anda di halaman 1dari 11

Transcranial Magnetic

Stimulation
Sinta merlinda yuni
1413010015
Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
adalah salah satu alat di bidang Neurofisiologi yang dapat digunakan baik
sebagai alat bantu diagnostik maupun sebagai alat terapi gangguan susunan
saraf pusat dan susunan saraf tepi.

Pasien dengan gangguan sistern saraf tetap diberikan


pengobatan sesuai standar setelah itu dapat diberikan terapi TMS untuk
menunjang atau
mempercepat proses penyembuhan

Pemeriksaan fungsi saraf otak bertujuan untuk memastikan bahwa pasien


yang akan dilakukan TMS pasien yang mengalami gangguan sistem saraf serta
dapat menjadi acuan dalam pemberian dosis TMS.
Ruang periksaan TMS dibuka supaya berguna bagi
1.Pasien yang ingin memanfaatkan pelayanan
pemeriksaan TMS sebagai pilihan terapi utama atau
pilihan terapi pelengkap
2.Masyarakat yang ingin mengetahui dan
mendapatkan informasi tentang pelayanan
pemeriksaan TMS
Indikasi pemeriksaan TMS :
• Stroke
• Parkinson
• Alzheimer
• Cephalgia, Migrain. Tension Headache
• Carpal Turner Syndrome ( CTS )
• Low Back Pain
• Apasia / Gangguan Bicara
• Depresi
• Pasien Epilepsi
• Schizophrenia
• Pasien yang kecanduan atau ketergantungan rokok, alkohol, napza
TMS ini tidak dapat dilakukan pada orang yang mempunyai benda logam di
otaknya karena prinsip kerja TMS ini adalah menggunakan meclan magnet
1. Stroke
• Low back pain
Dari penelitian Rian Dwi Kusuma
didapatkan penurunan kualitas nyeri sebelum – sesudah terapi TMS
sebesar 6.76 – 4.11, Sedangkan rata - rata penurunan kualitas nyeri Non
TMS sebelum -
sesudah 6.47 – 5.11 ini menunjukkan adanya perbedaan rata– rata
penurunan kualitas nyeri
pasien LBP pada kedua kelompok sebelum dilakukan terapi. Namun
setelah dilakukan
penghitungan mann-whitney untuk menguji tingkat keefektifitasan terapi
TMS lebih efektif
dalam menurunkan kualitas nyeri.
Kontra - indikasi yang mutlak

• implan logam intrakranial


• Alat pacu jantung / Pace maker
• Ada aneurysm clip systems
• koklea implan
• Ada metal di badannya
Relative Kontra Indikasi
• Encephalopathy ( tumor, iskemia, hemorraghe / perdarahan,
meningitis, ensepalitis
• Obat bersamaan yang merubah rangsangan kortikal ( terutama
antidepresan , stimulan sistem dan antipsikotik )
• Riwayat trauma kepala dengan kehilangan kesadaran selama lebih
dari 15 detik
• Riwayat operasi otak
• Epilepsi Seizure
• Riwayat penyalanggunaan substansi dengan withdrawal
• Kejang yang berakibat serius dengan potensi gejala sisa ( misal :
Decompensasi Cordis atau peningkatan Tekanan Intracranial
• Cerebral Contusion
Efek samping

1. Sistemik
• G.I : mual
• Cardiovaskuler : aritmia
• Muskulosceletal : nyeri , kontraksi otot, arthralgia
• Kulit : Eritema ( kemerahan pada kulit )

2. Pscykiatric
• Cemas, disforia akut, menangis, rasa melayang
3. Neurologi
• Nyeri lokal / rasa tidak nyaman pada daerah yang
distimulasi
• Pusing
• Kelemahan
• Kehilangan pendengaran
• Kesemutan
• Kejang – kejang
• Otot - otot wajah yang bergerak