Anda di halaman 1dari 21

FARMAKOLOGI 1

ANGGOTA:
1.APRIANA MULYA DEWI (1701032)
2.EKA YUNIARA YOPA (1701112)
3.HERMANSYAH (1701117)
4.HOIRIAH (1701070)
5.IAN RONALDO SIANTURI
6.MUTIA HAFIZAH (1701130)
7.ROFIQ ALMAUDUDI(1701095)
8.SINDY FAVORITA (1701066)
9.SYAWAL FERDIAN (1401058)
10.NOVITA
11.LIA KURNIAWATI
Sistem Saraf

Sistem saraf
Sistem saraf tepi
pusat(SSP)

1.Sistem saraf somatik


1.Otak
2.Medula 2.Sistem saraf otonom
spinalis
simpatis

parasimpatis
Sistem saraf tepi ada 2:
Saraf volunteer
mempersarafi
1.Sistem saraf
otot rangka yang
somatik
dapat dikendalikan
.

Saraf involunteer
mempersarafi
2.Sistem saraf organ –organ
otonom otonom,dan tidak
dapat dikendalikan
.
Sistem saraf otonom ada 2
neuron:
Aferen(sensorik) Eferen(motorik)

 Mengirimkan impuls ke SSP  Menerima impuls dari otak


untuk diinterpretasikan dan diteruskan melalui
medula spinalis ke sel-sel
organ efektor seperti
jantung, paru-paru,dan
saluran GI
Istilah lain dari simpatik dan
parasimpatik:
Simpatik Parasimpatik Efek

Simpatomimetik Parasimpatomimetik Berlawanan


adrenergik kolinergik berlawanan
Simpatomimetik Parasimpatolitik Serupa
adrenergik antikolinergik serupa
Simpatolitik Parasimpatomimetik Serupa
antiadrenergik kolinergik serupa
Simpatolitik Parasimpatolitik Berlawanan
antiadrenergik antikolinergik berlawanan
Perangsangan simpatik dan
parasimpatik:
Perangsangan simpatis Perangsangan parasimpatik
Meningkatkan tekanan darah Menurunkan tekanan darah
Meningkatkan denyut nadi Menurunkan denyut nadi
Relaksasi bronkus Kontraksi bronkus
Dilatisi pupil Kontraksi pupil
Relaksasi uterus Meningkatkan kontraksi saluran
Meningkatkan gula darah kemih
Meningkatkan kontraksi GI
Meningkatkan tonus otot
Penggolongan obat otonom:
1. ADRENERGIK (simpatomimetik) yang mempunyai efek
mirip dengan perangsang aktivitas susunan saraf simpatik
2. PENGHAMBAT ADRENERGIK (simpatolitik) yang
mempunyai efek penghambatan aktivitas susunan saraf
simpatik
3. KOLINERGIK (parasimpatomimetik) yang mempunyai
efek mirip dengan peningkatan aktivitas susunan saraf
simpatik
4. PENGHAMBAT KOLINERGIK (parasimpatolotik) yang
mempunyai efek penghambatan aktivitas susunan saraf
parasimpatik
5. OBAT GANGLION dengan efek merangsang atau
menghambat penerusan impuls di ganglion
KOLINERGIK
•Bekerja secara langsung
Contoh
obatnya adalah
bethanekol

Obat golongan ini langsung


berinteraksi dengan
reseptor muskarinik untuk
menghasilkan efek Obat ini digunakan untuk
kolinergik terapi retensi urin akibat
tindakan pembedahan
(operasi),karena
gangguan neurogenik
kandung kemih
Lanjutann…..
Contoh obat kolinergik selain bethanekol:
1. Carbakol 3.arecolin
2. Methakolin 4.pilokarpin

Nikotin suatu senyawa yang diperoleh dari ekstraksi daun tembakau juga
merupakan agonis reseptor nikotinik .nikotin dalam medis digunakan
untuk membantu pasien berhenti merokok.
•Bekerja secara tidak langsung:

Obat golongan ini bekerja tidak menduduki reseptor kolinergik ,tetapi


meningkat enzim asetilkolinesterase sehingga Ach meningkat .

Ikatan obat dengan asetil kolinesterase dapat reversible atau irreversible .

Zat yang berikatan secara iireversible dengan asetil kolinesterase tidak


digunakan untuk pengobatan karna akan meningkatkan kerja Ach secara
berlebihan .umumnya digunakan untuk insektisida
Contoh obat:
Bersifat reversible: Bersifat irreversible:

 Endrophonium  Diisopropil fluorofospat


 Neostigmin  Malathion
 Pyridostigmin  Parathion
 Physostigmin  sarin
ANTIKOLINERGIK

Obat golongan ini menghambat


reseptor muskarinik sehingga
efeknya berlawanan dengan obat
kolinergik baik yang bekerja langsung
atau tidak langsung

Contoh obat :
•Atropin
•Ipatropium
•Pirenzepin
•Scopolamin
•propantelin
Penggunaan dari obat-obat tersebut:
1. Atropin
mengurangi sekresi saluran pernafasan
pada tindakan operasi
2. Scopolamin
mengurangi mabuk perjalanan (motion
sickness)
3. Ipatropium
untuk bronkodilator (terapi asma)
ADRENERGIK

Bekerja secara langsung:

Obat Reseptor Penggunaan


Fenileprin α1 dekongestan
klonidin α2 Menurunkan tekanan darah
dobutamin β1 Meningkatkan kerja jantung
isoproteronol Β1 dan β2 Meningkatkan kerja jantung
dan bronkodilator
albuterol β2 bronkodilator
terbutalin β2 bronkodilator
metopretoronol β2 bronkodilator
Bekerja tidak langsung:

 Obat golongan ini bekerja dengan cara


mendorong pengeluaran NE dari tempat
penyimpanannya
 Contoh obatnya:
-amfetamin
- metilphenidat
 Obat tersebut berguna sebagai
antidepresan
ANTIADRENERGIK:

 Obat ini bekerja melalui penghambatan


terhadap reseptor andrenergik baik α
atau β.karena itu ,obat-obat ini disebut
sebagai α atau β bloker.
α bloker:

Suatu golongan obat yang digunakan untuk terapi


hipertensi karna dapat menyebabkan vasodilatasi
pembuluh darah:

Contoh obat:
-prazosin
-terazosin
-doxadosin
β bloker:

Digunakan untuk terapi hipertensi karena dapat mengurangi


frekuensi dan kekuatan denyut jantung

-atenolol
-metoprolor
-propanolor
-nadolol
-pindolol
Lanjutann….

1.β bloker yang bersifat selektif :relatif hanya


mengikat reseptor β1 satu atau β2 saja
Contohnya:atenolol,metoprolol(β1 bloker)
2.Relatif tidak selektif artinya mengikat β1danβ2
3.Oleh karna itu ,β bloker tidak selektif tidak boleh
diberikan pada penderita asma ,mengingat
hambatan terhadap reseptor β2 akan
meningkatkan kontraksi brounkus.
DAFTAR PUSTAKA

Priyanto. 2008. Farmakologi Dasar. Jawa


Barat: Lembaga Studi dan Konsultasi
Farmakologi(Leskonfil).
Staf Pengajar Laboratorium Farmakologi.
1994. Farmakologi Bagian 11.
Jakarta: EGC.
Tjay,T.H, dan Kirana Rahardja. 2007. Obat-
Obat Penting. Jakarta: Gramedia.