Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN FIELD TRIP

PENGHITUNGAN DUBOWITZ SCORE

Akifa Syahrir 18/433603/PKU/17516


Dheta Ernilia Puspita 18/433609/PKU/17522
Dwi Rachmat K. 18/433612/PKU/17525
Fitri Wahyuni 18/433617/PKU/17530
Kelahiran prematur merupakan tantangan utama dalam perawatan
kesehatan bayi baru lahir (neonatus)

Diperkirakan sekitar 15 juta bayi dilahirkan secara


prematur (<37 minggu) di dunia dan meningkat
setiap tahunnya

1. Negara kelima dengan penyumbang jumlah


kelahiran prematur terbesar
2. Negara dengan tingkat kelahiran prematur
tertinggi (15,5) per 100 kelahiran hidup
TREND ANGKA KEMATIAN NEONATAL, BAYI, DAN BALITA
Sumber: SDKI tahun 2003-2012 (Kemenkes RI. 2017)
50
46
45
40 40
40
35
35
32 32
30

25
20
20 19 19

15

10

0
2003 2007 2012
Angka Kematian Neonatal Kelahiran prematur
Angka Kematian Bayi
Morbiditas dan mortalitas pada neonatus berhubungan dengan usia
gestasional (usia kehamilan)
(Hockenberry & Wilson, 2015)

 HPHT
 USG
 McDonalds

 Ballard Score
 Dobowitz Scale
Morbiditas dan mortalitas pada neonatus berhubungan dengan usia
gestasional (usia kehamilan)
(Hockenberry & Wilson, 2015)

 HPHT
 USG
 McDonalds

 Ballard Score
 Dobowitz Scale Ruang NICU RSUP Dr.
Sardjito Yogyakarta
Tujuan

Memahami dan mengaplikasikan pemeriksaan usia


gestasional dengan menggunakkan penilaian
Dubowitz Scale

Manfaat

Menambah wawasan dan pengalaman tentang


konsep pengkajian usia kehamilan dengan
menggunakan Dubowitz Scale
Pengertian dan Tujuan
Pemeriksaan
Dubowitz

Pengertian Penilaian Prosedur Pemeriksaan


Usia Kehamilan Dubowitz Score
Pengertian
Pemeriksaan Dubowitz

Metode yang digunakan untuk menentukan usia gestasional


bayi yang ditemukan oleh Lilly Dubowitz sejak tahun 1970

1. Menentukan usia gestasi bayi


2. Mengevaluasi karakteristik fisik
dan karakteristik neurologis,
3. Mengetahui kesejahteraan bayi
untuk mengidentifikasi masalah
Pengertian Penilaian Usia Kehamilan

 Penilaian usia kehamilan adalah suatu proses


yang dilakukan seseorang dalam menentukan
usia kehamilan berdasarkan suatu pertimbangan
yang dilakukan, misalnya menggunakan
Dubowitz Score.

 Preterm : < 37 minggu


 Term/aterm : 37 – 42 minggu
 Postterm : > 42 minggu
Prosedur Pemeriksaan Dubowitz Scale
Anatomi Neurologis
•Edema •Sikap
•Elastisitas kulit • Angulus Radio-Carpea
•Warna kulit • Dorsofleksi Tumit
•Vena abdominalis • Arm recoil
•Lanugo • Leg Recoil
•Lipat Plantair • Angulus Poplitea
•Papillae mammae •Heel to ear
•Glandula mammae •Scarf Sign
•Bentuk telinga •Head leg
•Konsistensi telinga •Ventral Suspension
•Organon Genetalia

Nilai Total (x) = pemeriksaan anatomis + neurologis

Usia Kehamilan (y) = 0,2642x + 24,595


HASIL PENGKAJIAN

IDENTITAS KLIEN
Nama Klien : By. Ny. A
Tanggal Lahir : Senin, 25 Maret 2019
00.05 WIB
Persalinan : Sectio caesarea
BB : 3022 gram
PB : 49 cm
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur Kehamilan: 38 minggu

Tanggal Pengkajian :
Selasa, 26 Maret 2019

Waktu : 09.00 WIB


Tempat : Ruang NICU
RSUP DR. Sardjito
External Signs 0 1 2 3 4

Edema Jelas pada Tak jelas pada Tidak ada NA NA


tangan dan kaki tangan dan kaki, edema
Nilai : 2 pitting edema

Tekstur / Sangat lunak Tipis dan halus Halus,setengah Tampak tebal, Tebal dan kasar,
elastisitas kulit seperti gelatin kasar dan atau ada lekukan lekukan-lekukan
mengelupas kulit dan superfisial
Nilai : 3 mengelupas ataupun dalam
(tangan + kaki)

Warna kulit Merah gelap/tua Merah muda Merah pucat Pucat, hanya NA
(pale pink), merah muda di
berlainan telinga, bibir,
Nilai : 3 diseluruh telapak tangan
tubuh

Skin opacity Veverapa Terlihat vena Vasa besar Vasa besar Tak terlihat
(Vena venulae dan dan cabang- terlihat tegas terlihat samar- vasa-vasa darah
Abdominalis) vena terlihat cabangnya pada perut samar pada
tegas, terutama perut
Nilai : 3
pada perut

Lanugo Tidak ada Lanugo banyak, Rambut tipis Sedikit lanugo Hanya separoh
lanugo sama panjang dan terutama dan didaerah punggung yang
sekali tebal di seluruh dipunggung kening ada lanugonya
Nilai : 3 tubuh bagian bawah
External 0 1 2 3 4
Signs
Lipat plantar Tidak ada Noda merah Noda merah ½ Lekukan lebih Lekukan –
lipatan/lekukan pada setengah lebih dan dari 1/3 cekungan yang
sama sekali anterior telapak lekukan kurang anterior dalam lebih dari
Nilai : 3 kaki dari 1/3 anterior 1/3 anterior

Pappila Terlihat pappila Ada pappila, Areola berbatas Areola tegas dan NA
mammae tidak ada areola areola halus tegas, belum timbul, diameter
(nipple dan rata, timbul, diameter >0.75 cm
diameter < 0.75 < 0.75 cm
formation)
cm
Nilai : 3

Glandula Tak teraba Glandula Teraba Teraba jaringan, NA


Mammae jaringan mammae teraba, jaringan,atu satu atau
mammae satu atau atau keduanya keduanya >1 cm
keduanya <0.5 antara 0.5–1cm
Nilai : 2 cm

Bentuk telinga Daun telinga Ada lekukan Pinggir lekukan Pinggir NA


rata, kecil atau pinggir daun daun telinga lekukan daun
pada pinggirnya telinga bagian atas telinga bagian
Nilai : 3 tidak berlekuk berlekuk atas berlekuk
sebagian sempurna
External 0 1 2 3 4
Signs
Konsistensi Daun telinga Mudah ditekuk Kartilago halus Daun telinga NA
telinga lunak, mudah kembali pada pinggir kaku, kartilago
ditekuk, tidak perlahan telinga, mudah pinggir telinga,
kembali kembali cepat kembali
Nilai : 3

Organ genetalia Tidak ada testis Sekurang- Sekurang- NA NA


laki-laki teraba kurangnya satu kurangnya satu
testis pada testis telah turun
skrotum bagian
atas

Organ genetalia Labia majora Labia majora Labia majora NA NA


perempuan terpisah, labia menutup menutup seluruh
(Pada minora sebagian labia labia minora
minora
pemeriksaan ini, menonjol
coxae setengah
abduksi)
Nilai : 2

TOTAL
NILAI = 30
Kriteria Cara memeriksa 0 1 2 3 4 5
Neurologis
Sikap Dinilai bila bayi dalam Tangan dan Mulai fleksi Fleksi kaki Kaki fleksi Fleksi NA
posisi telentang dan diam kaki ekstensi pada coxae lebih kuat, dan maksimum
dan genu, tangan abduksi, tangan dan
Nilai : 3 tangan tetap tetap tangan kaki
ekstensi ekstensi mulai
fleksi

Square Tangan di fleksikan pada Sudut 90° Sudut 60° Sudut 45° Sudut 30° Sudut 0° NA
window lengan bawah (antara ibu
jari dan telunjuk
(Pergelanga
pemeriksa). Diberikan
n tangan /
tekanan yang cukup agar
angulus
fleksi maksimum dan
radio
diukur sudut antara
carpea)
tonjolan hipotenar dan
bagian muka lengan

Nilai : 3 bawah (sudut fleksi


maksimum tangan dan
lengan bawah)
Kriteria Cara memeriksa 0 1 2 3 4 5
Neurologis
Ankle Dorsofleksi tumit bayi Sudut 90° Sudut 75° Sudut 45° Sudut 20° Sudut 0° NA
dorsoflexion (tekanan secukupnya
antara ibu jari pemeriksa
(dorsofleksi
pada plantar dan jari-jari
tumit)
belakang tungkai ), diukur
sudut dorsum pedis

Nilai : 2 dengan tibia

Arm recoil Bayi dalam posisi Jika tetap Kembalinya Lengan NA NA NA


telentang, lengan bawah ekstensi atau lengan tidak kembali
mula-mula difleksikan hanya ada fleksi penuh secara
Nilai : 2 selama 5 detik lalu gerakan- atau cepat pada
diekstensikan dan gerakan gerakannya fleksi
dilepaskan lambat maksimum
(Sudut 180°)
(Sudut 90 - (Sudut <
180°) 90°)
Kriteria Cara memeriksa 0 1 2 3 4 5
Neurologis

Leg recoil Bayi telentang, coxae Tidak ada Terjadi fleksi Terjadi NA NA NA
dan genu difleksikan 5 gerakan atau sedikit fleksi penuh
detik secara fleksi sedikit coxae dan
(Sudut 90 -
maksimum, lalu genu
(Sudut 180°) 180°)
Nilai : 2 diekstensikan dengan
(Sudut <
menarik kaki dan
90°)
dilepaskan

Popliteal Bayi telentang dan Sudut 180° Sudut 160° Sudut 130° Sudut 110° Sudut 90° Sudut <
angle pelvis rata, ibu jari dan 90°
telunjuk kiri
memegang lutut bayi
Nilai : 3 dan ditempelkan ke
dada (knee-chest,
tangan kanan menarik
tumit hingga kaki
ekstensi), sudut
poplitea diukur
Kriteria Cara memeriksa 0 1 2 3 4 5
Neurologis
Heel to ear
Pada bayi Ujung jari Ujung jari Ujung jari Ujung jari Ujung jari NA
(Tumit ke telentang,kaki kaki kaki kaki kaki kaki
telinga) diangkat kearah menempel menempel hampir diatas diatas
kepala, lutut ada ke telinga ke hidung menempel leher dada
disamping badan ke muka ( (120° from ( 90° from
Nilai : 3 140° from prone) prone )
prone )

Scarf sign Pada bayi telentang, Siku Siku antara Siku Siku tak NA NA
(tanda tangan ditarik mencapai linea mencapai mencapai
selendang) melingkar leher linea aksilaris sternum garis
melalui lengan yang aksilaris yang (garis tengah
lain, perhatikan yang berlawanan tengah) badan
Nilai : 3 kedudukan siku berlawanan dengan
dengan sternum
sternum
Kriteria Cara memeriksa 0 1 2 3 4 5
Neurologis
Head lags Kedua tangan bayi Kepala Kepala Kepala Kepala NA NA
ditarik kearah posisi terkulai masih dapat berada
duduk perhatikan sempurna terkulai dipertahan lebih
Nilai : 3 kedudukan kepala tetapi sudah kan dimuka
(kepala
terhadap badan tertinggal sedikit mengikuti aksis
90° dipertahank aksis tubuh badan
an
terhadap
aksis tubuh)

Ventral Sikap tengkurap, Tidak ada Sedikit Kepala Punggung Punggung NA


suspension tangan pemeriksa ekstensi ekstensi sama ekstensi ekstensi
dibawah dada bayi. sama sekali, punggung, tinggi maksimu, maksimu,
Perhatikan ekstensi tergantung anggota dengan fleksi kepala
Nilai : 3 punggung, fleksi lemas/relak badan punggung, anggota lebih
tangan dan kaki sasi masih tangan dan lebih kuat tinggi dari
lemas kaki agak punggung
fleksi

TOTAL NILAI = 27
Interpretasi :

Menggunakan Rumus :
Usia Kehamilan (y) = 0,2642 x + 24,595

Diketahui :
Score total (x) = pemeriksaan anatomis + neurologis
= 30 + 27
= 57

Usia Kehamilan (y) = 0,2642 . 57 + 24,595


= 39,564
Y = 40

Perkiraan Usia Kronologis atau usia gestasi By. Ny A adalah 40 minggu


Menggunakan Grafik

40 Minggu
Pengkajian terhadap usia kehamilan sangat penting dilakukan karena
berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas perinatal serta berat badan
lahir. Instrumen pengkajian usia kehamilan yang paling banyak
digunakan adalah New Ballard Scale (NBS) yang merupakan
pengembangan dari Dubowitz Scale. NBS terdiri dari 5 penilaian fisik dan
6 penilaian neurologis sedangkan Dubowitz terdiri dari 11 penilaian fisik
dan 10 penilaian neurologis (Hockenberry & Wilson, 2015).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Singhal et al. (2017)


mengungkapkan bahwa NBS sama efektifnya dengan Dubowitz dalam
menilai usia gestasional, meskipun Dubowitz memiliki keunggulan dalam
kriteria yang lebih banyak. Akan tetapi dalam penggunaanya, Dubowitz
memiliki kelemahan dalam hal metode karena tindakan yang lebih
banyak sehingga membutuhkan keterampilan yang lebih pada
pemeriksa dan menggunakan waktu yang lebih banyak untuk menilai
dan hal tersebut dapat menjadi gangguan khususnya pada bayi yang
sakit.
Persalinan prematur (<37 minggu kehamilan) menjadi penyebab utama
kematian neonatal di seluruh dunia (Manuck et al., 2016)

 Gangguan neurologis berat, seperti kebutaan, gangguan


penglihatan, dan tuli.
 Gangguan seperti kelainan perilaku, kesulitan belajar dan berbahasa,
gangguan konsentrasi/atensi dan hiperaktif. (Sulistiarini & Berliana,
2016)

Hal ini dapat mengakibatkan rendahnya kualitas sumber


daya manusia di masa yang akan datang. Selain itu,
perawatan bayi prematur juga membutuhkan teknologi
kedokteran canggih dan mahal
Pemeriksaan dubowitz adalah pemeriksaan yang sering digunakan untuk
menghitung usia gestasi. Pemeriksaan dubowitz ini selain untuk
menentukan usia gestasi bayi, pemeriksaan ini juga bertujuan
mengevaluasi karakteristik fisik serta karakteristik neurologis. Penilaian
dengan dubowitz score ini penting untuk mengetahui kesejahteraan bayi
saat lahir sehingga akan dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan
bayi. Berdasarkan hasil pengkajian atau pemeriksaan dengan
menggunakan Dubowitz score yang dilakukan pada bayi Ny. A di ruang
NICU RSUP Dr. Sardjito didapatkan hasil bahwa umur kehamilan pada
saat bayi dilahirkan yaitu 40 minggu, dimana hasil pengukuran umur
kehamilan yang ada dikartu identitas bayi yaitu 38 minggu ini
dikarenakan usia bayi saat dilakukan pengukuran telah lewat dari 24 jam
(bukan bayi baru lahir)