Anda di halaman 1dari 18

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

BERBASIS STEM
KOMPETENSI
• Memahami filosofi pendidikan STEM dan isu penerapan yang
berkembang saat ini.
INDIKATOR
 Menjelaskan latar belakang, pengertian, tujuan, dan outcome STEM
Education
 Menjelaskan kaitan pembelajaran STEM dengan keterampilan abad
21
 Menjelaskan literasi STEM
 Menjelaskan Isu yang berkembang
 Menjelaskan tantangan penerapan STEM
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN STEM
• Kebutuhan global bagi masyarakat untuk menyesuaikan, mengubah,
beradaptasi dan berinovasi dalam wacana politik dan kebijakan, dan
STEM telah diidentifikasi sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan ini.
• Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD, 2014
Organisation for Economic Co-operation and Development), misalnya, telah melaporkan
secara luas tentang peran STEM dalam memimpin inovasi untuk pulih
dari krisis ekonomi 2008, dan juga tentang bagaimana STEM dapat
memungkinkan negara-negara untuk merespon tantangan lingkungan
dan sosial.
PENTINGNYA STEM
Transformasi proses pendidikan Tantangan teknologi
Campos et. All, 2000 Campos et. All, 2000

Peningkatan kemahiran Kunci dalam kemajuan dan inovasi


Watt et. All, 2007
pemahaman saintifik
Bao et. All, 2009.

Pengembangan SDM Penting untuk kesejahteraan


Kuenz, 2008. Sanders, 2009
PENDIDIKAN STEM
Pendidikan STEM adalah pendekatan dalam pendidikan di mana Sains,
Teknologi, Engineering (Rekayasa) dan Matematika terintegrasi dengan
proses pendidikan dengan berfokus pada pemecahan masalah dalam
kehidupan sehari-hari yang nyata serta dalam kehidupan profesional
STEM

Teknologi
01 S Sains
Kajian tentang fenomena alam
yang melibatkan observasi dan
Inovasi-inovasi untuk
memodifikasi alam agar
memenuhi kebutuhan dan
T 02
pengukuran

Rekayasa (engineering)
keinginan manusia
Matematika
Ilmu tentang pola-pola dan
03 E Pengetahuan dan keterampilan
untuk mendesain dan
mengkonstruksi mesin, peralatan,
sistem, material, dan proses yang
hubungan-hubungan, dan
menyediakan bahasa bagi
teknologi, sains, dan
M 04
bermanfaat bagi manusia secara
ekonomis dan ramah lingkungan.

engineering/rekayasa
ELEMEN KUNCI PENDIDIKAN STEM
• Memungkinkan siswa untuk terlibat dalam tantangan belajar yang autentik,
aktif, bermakna.
• Memungkinkan siswa mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan yang
mereka pelajari secara autentik.
• Pengajaran didasarkan pada praktik berbasis bukti.
• Keberhasilan membutuhkan dukungan dari guru, administrator, dan siswa.
ELEMEN KUNCI PENDIDIKAN STEM
• Menggunakan kemitraan dengan organisasi eksternal, industri, universitas,
dan asosiasi untuk memberikan pengalaman STEM berkualitas tinggi bagi
siswa.
• Fokus pada apa yang akan diperoleh siswa dari pengalaman belajar,
daripada konten atau penilaian hasil.
PENDIDIKAN STEM CREATIVITY

& KETERAMPILAN
ABAD KE-21 CRITICAL
THINKING
COLLABORATION

STEM
EDUCATION

PROBLEM COMMUNICATION
SOLVING
RESEARCH
Tujuan Pendidikan Hasil Pendidikan
STEM STEM
Tujuan Untuk Siswa Hasil untuk Siswa
TUJUAN &  Literasi STEM
 Kompetensi abad 21
 Belajar dan Berprestasi
 Kompetensi abad 21
HASIL  Kesiapan Tenaga
Kerja STEM
 Ketekunan dan kegigihan belajar
dalam meningkatkan prestasi
PENDIDIKAN  Minat dan
keterlibatan
 Pekerjaan yang berhubungan
dengan STEM

STEM  Membuat koneksi  Meningkatkan minat STEM


 Pengembangan identitas STEM
Tujuan untuk Pendidik  Kemampuan untuk membuat
 Meningkatkan koneksi di antara disiplin STEM
konten STEM Hasil untuk Pendidik
 Meningkatkan Perubahan dalam praktik
pedagogical content Peningkatan konten STEM dan PCK
knowledge
LITERASI STEM
 SISWA YANG MELEK SECARA ILMIAH MENGGUNAKAN PENGETAHUAN ILMIAH TIDAK HANYA
DALAM FISIKA, KIMIA, ILMU BIOLOGI, DAN ILMU BUMI / RUANG UNTUK MEMAHAMI DUNIA
ALAMI, TETAPI MEREKA JUGA MEMAHAMI KEBUTUHAN ILMIAH UNTUK TEKNOLOGI YANG ADA
DAN BARU, BAGAIMANA KEMAJUAN BARU DALAM PEMAHAMAN ILMIAH DAPAT DIREKAYASA. ,
DAN BAGAIMANA MATEMATIKA DIGUNAKAN UNTUK MENGARTIKULASIKAN DAN MEMECAHKAN
MASALAH.
 SISWA YANG MELEK TEKNOLOGI MEMAHAMI BAHWA TEKNOLOGI ADALAH INOVASI DENGAN
ATAU MANIPULASI SUMBER DAYA ALAM KITA UNTUK MEMBANTU MENCIPTAKAN DAN
MEMUASKAN KEBUTUHAN MANUSIA DAN JUGA MEMPELAJARI CARA MENDAPATKAN,
MEMANFAATKAN, DAN MENGELOLA ALAT TEKNOLOGI UNTUK MEMECAHKAN MASALAH SAINS,
MATEMATIKA, DAN MASALAH TEKNIK
LITERASI STEM
 SISWA YANG MELEK TEKNOLOGI MEMAHAMI BAGAIMANA TEKNOLOGI MASA LALU,
SEKARANG, DAN MASA DEPAN DIKEMBANGKAN MELALUI PROSES DESAIN TEKNIK UNTUK
MEMECAHKAN MASALAH. MEREKA JUGA MELIHAT BAGAIMANA SAINS DAN MATEMATIKA
DIGUNAKAN DALAM PENCIPTAAN TEKNOLOGI INI.
 SISWA YANG MELEK SECARA MATEMATIS TIDAK HANYA TAHU CARA MENGANALISIS,
BERNALAR, DAN MENGKOMUNIKASIKAN IDE SECARA EFEKTIF; MEREKA JUGA DAPAT SECARA
MATEMATIS BERPOSE, MERUMUSKAN MODEL, MEMECAHKAN, DAN MENAFSIRKAN
PERTANYAAN DAN SOLUSI DALAM SAINS, TEKNOLOGI, DAN TEKNIK
ISU YANG BERKEMBANG
STEM BASED LEARNING MERUPAKAN PENDEKATAN
STEM EDUCATION MERUPAKAN MODEL PENDIDIKAN
STEM BASED LEARNING BUKAN BERARTI HARUS
MENGINTEGRASIKAN SAINS KE MATEMATIKA, TEKNOLOGI DAN
REKAYASA
DALAM KONTEKS SAINS, STEM BASED LEARNING HARUS
DIPANDANG SEBAGAI MEMPELAJARI SAINS DENGAN
MENGGUNAKAN KONTEKS YANG BERHUBUNGAN DENGAN
MATEMATIKA, REKAYASA, DAN TEKNOLOGI
TANTANGAN
• Pendidikan STEM adalah belajar di ruang antara sains, teknologi,
rekayasa dan matematika.
• Bagaimana sebagai pendidik kita mampu memulai dan merencanakan
pembelajaran seperti itu?
• Perencanaan-Bagaimana STEM bisa mengatasi berbagai persyaratan
dalam kurikulum?
TANTANGAN
Transdisipliner

Interdisipliner

Multidisipliner
Dengan mengatasi
permasalahan atau
Intradisipliner
proyek nyata peserta
Peserta didik belajar didik menerap kan
konsep dan pengetahuan dan
keterampilan dari dua keterampilan dari dua
Peserta didik belajar atau lebih disiplin ilmu atau lebih disiplin ilmu
konsep dan keterampilan yg terhubung guna dan membantu untuk
scr terpisah dalam tiap memperdalam ilmu dan membentuk
Peserta didik belajar keterampilan
disiplin ilmu tetapi pengalaman belajar
konsep dan keterampilan
merujuk pada tema
secara terpisah dalam
umum
setiap disiplin ilmu
TANTANGAN
• Bagaimana membawa STEM dalam konteks sekolah?
• Bagaimana membawa STEMdalam konteks masyarakat?