Anda di halaman 1dari 22

Asuhan Keperawatan

Chronic Kidney Disease


Disusun oleh : 1. Annida Falahaini
2. Arin Hasanuddin
3. Mia Wijayanti
4. Naufalia Zulfa Adhania
5. Shinta Uly N.S
6. Siti Rofiqoh
Outline
Tujuan

Teori hronic Kidney Disease

Asuhan Keperawatan
• Pengkajian
• Analisis Masalah
• Intervensi
• Implementasi dan Evaluasi

Kesimpulan
Tujuan

Memaparkan asuhan keperawatan pada


pasien dengan CKD
Definisi Chronic Kidney Disease
Terjadi Penurunan
progesif fungsi ginjal
Chronic Kidney Bersifat irreversible
Disease atau GGk Disebut penyakit
Gagal ginjal ginjal stadium akhir

(Baughman, 2000;
Black, 2014)
Etiologi Chronic Kidney Disease
1. Prarenal
(hipoperfusi ginjal)
- Hipovolemia
- Sepsis 2. Intrarenal
- Gagal jantung (Kerusakan jaringan ginjal)
Kerusakan struktur glomerulus atau
tubulus ginjal
- Glomerulus nefritis
3. Postrenal
- Nefritis interstisial akut
(Obstruksi pada
- Obat-obat nefrotoksik
aliran ginjal, mulai
- Obat-obat anti inflamasi non steroid
dari tubulus sampai
pada lansia
meatus uretra)
- Hipertrofi
prostatik
- Striktur ureter
atau uretra
(Black, 2014)
Stage CKD

(Corwin, 2009;
Sudoyo, 2009)
WOC CKD
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
PASIEN CKD
Pengkajian
Analisis Masalah
Data Etiologi Diagnosis Keperawatan
Kelebihan volume cairan
b.d.
d.d.
Penurunan curah jantung
b.d.
d.d.
Intoleransi aktivitas
b.d.
d.d.
Diagnosa: Kelebihan volume cairan
No Dx Keperawatan NOC
1. Kelebihan volume cairan b.d. penurunan haluaran urin, retensi cairan dan natrium sekunder
terhadap penurunan fungsi ginjal
Intervensi Rasional

Mandiri
Monitor tanda vital Overload cairan disertai dengan perubahan tanda vital seperti takikardi,
takipnea dengan/tanpa dispnea, hipertensi, peningkatan CVP ditandai dengan
distensi JVP
Kaji tanda kesadaran selidiki perubahan mental, adanya gelisah akibat edema. Edema cerebral
menyebabkan gangguan berpikir, bingung dan cemas

Pantau, kaji tanda dan lokasi edema. Pitting edema, ukur lingkar Mengevaluasi derajat edema. Edema mungkin dapat tergeneralisir atau
abdomen untuk mengkaji asites terlokalisir di area tertentu. Edema dependant biasanya terjadi pada lansia.

Auskultasi paru dan bunyi jantung Bunyi napas crackles dan bunyi jantung S3 merupakan indikasi dari overload
cairan.
Timbang berat badan tiap hari Memantau edema. Edema ditandai dengan peningkatan berat badan yang
drastis dengan cepat atau tiba-tiba. Penambahan BB 1 kg = penambahan cairan 1
L
Monitor, catat dan hitung intake dan outake tiap 24 jam Mencegah kelebihan cairan bertambah parah. Kebutuhan cairan klien harus
dihitung dengan tepat agar sesuai input. Output dipantau sebagai
evaluasi/indikator keberhasilan terapi.

Monitor haluaran dan BJ urin Penurunan fungsi ginjal menyebabkan penurunan haluaran urin dan BJ urin

Batasi intake cairan sesuai kebutuhan klien Mengatasi kelebihan cairan


Intervensi Rasional
Berikan posisi semi fowler Gravitasi mendukung pengembangan paru dengan merendahkan diafragma dan
memindahkan cairan ke kavitas abdomen yg lebih rendah. Membantu
mengurangi dispnea dan asites

Monitor kecepatan infus Intake cairan via IV berpotensi menambah volume cairan
Anjurkan klien untuk bedrest Bedrest membantu diuresis dan mengurangi edema
Ajarkan latihan napas dalam dan batuk efektif Edema pulmonal berpotensi menimbulkan komplikasi pernapasan.

Berikan perawatan mulut tiap 2-4 jam Melembabkan mukosa mulut yg kering karena retriksi cairan
Bantu untuk duduk di kursi atau di tepi tempat tidur selama 20 Memonitor kemampuan untuk mentoleransi aktifitas tanpa sesak napas atau
menit, 2-3 kali sehari kelelahan
Kolaborasi
Bantu dalam mengidentifikasi/ mengatasi Merujuk pada faktor pendukung atau predisposisi untuk menentukan treatment
sesuai kebutuhan
penyebab, misalnya perbaiki perfusi ginjal
Monitor hasil lab: Na, kreatinin urin, Na serum, Kelebihan cairan berdampak pada keseimbangan elektrolit, penurunan Hb/Ht,
CCT dan peningkatan BUN
kalium serum, Hb/ Ht, BUN
Berikan diet rendah sodium Mengurangi retensi cairan karena sodium bersifat mengikat cairan dan
menambah rasa haus
Rongent Dada Mengetahui adanya edema pulmonal
Berikan obat sesuai indikasi dan monitor respon klien :
Loop diuretik : Furosemid (Lasix) Membantu untuk diuresis, sehingga membantu mengatasi kelebihan cairan.
Observasi efek terapeutik untuk menentukkan efek dari pengobatan dan efek
Thiazide diuretik: hydrochlorothiazide (Esidrix)
samping yang mungkin timbul seperti : Hipokalemia dll.
Potasium-sparing diuretik: spironolactone
Untuk klien disertai Sindrom Nefrotik dapat diberikan obat
kostikosteroid seperti prednison, prednisolon
Implementasi dan Evaluasi
No Waktu/ Implemetasi Evaluasi
tanggal
Diagnosa: Penurunan Curah Jantung
No Dx Keperawatan NOC
Implementasi dan Evaluasi
No Waktu/ Implemetasi Evaluasi
tanggal
Diagnosa: Intoleransi Aktivitas
No Dx Keperawatan NOC
Diagnosa:Intoleransi aktivitas
No Waktu/ Implemetasi Evaluasi
tanggal
Daftar Pustaka