Anda di halaman 1dari 17

PERHITUNGAN

ASOSIASI DALAM
EPIDEMIOLOGI
Endah safitri (1811211047)
Irma Mainanda (1811212052)
M. Daffa A W (1811213008)
Iradatul ‘Aini (1611211007)
Syarah Fardila (1611211038)
Ukuran Asosiasi

Ukuran asosiasi dalam epidemiologi berguna untuk


merefleksikan kekuatan atau besar asosiasi antara
suatu eksposur/faktor risiko dan kejadian suatu
penyakit, memasukkan suatu perbandingan frekuensi
penyakit antara dua atau lebih kelompok dengan
berbagai derajat eksposur.
Paradigma Epidemiologi Klasik
1. Pejamu ( Host)
Adalah faktor yang terdapat pada diri manusia yang
dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu
penyakit. Macam- macam faktor pejamu, antala lain :
A. Faktor keturunan
B. Mekanisme pertahanan tubuh
C. Umur
D. Jenis kelamin
E. Ras
F. Status perkawinan
G. Pekerjaan
H. Kebiasaan hidup
2. Bibit Penyakit ( Agent)
Suatu substansi atau elemen tertentu yang kehadiran
atau ketidakhadirannya dapat menimbulkan atau
mempengaruhi penyakit. Agent adalah faktor yang
menyebabkan penyakit atau masalah kesehatan. Dan
penyebab agent menurut model segitiga epidemilogi
terdiri dari biotis dan abiotis
A. Biotis
khususnya pada penyakit menular yaitu
terjadi dari 5 golongan (Protozoa,
Metazoa, Bakteri, Virus, dan Jamur)
B. Abiotis
Terdiri dari (Nutrient Agent, Chemical
Agent, Physical Agent, Mechanical Agent,
Psychis Agent, dan Phycologis Agent)
3. Lingkungan ( Environment)
Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup
penting dalam menentukan terjadinya sifat karakteristik
individu sebagai pejamu dan itu memegang peranan
dalam proses kejadian penyakit.
A. Lingkungan Biologis
Segala flora dan fauna yang berada di sekitar
manusia
B. Lingkungan Fisik
Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh
terhadap manusia baik secara langsung, maupun
terhadap lingkungan biologis dan lingkungan
sosial manusia.
C. Lingkungan Sosial
Semua bentuk kehidupan sosial budaya,
ekonomi, politik, sistem organisasi. Serta instusi/
peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang
membentuk masyarakat tersebut.
Perhitungan Hasil Resiko

1. Relative Risk (RR)


Resiko relatif digunkana untuk mengetahui rasio risiko
terjadinya penyakit pada kelompok yang terpapar
terhadap risiko terjadinya penyakit pada kelompok yang
tidak terpapar.
Bila data hasil studi dikelompokkan seperti tabel 2 x 2 di bawah ini:
• a = individu yang terpapar faktor
Penyakit risiko dan menderita penyakit
Paparan
Ya Tidak
Jumlah • b = individu yang terpapar faktor
risiko dan tidak menderita penyakit
Ya a b a+b • c = individu yang tidak terpapar
faktor risiko dan menderita
Tidak c d c+d penyakit
• d = individu yang tidak terpapar
Jumlah a+c b+d faktor risiko dan tidak menderita
penyakit
Untuk studi epidemiologi yang bertujuan untuk
membandingkan kelompok terpapar dengan kelompok
tidak terpapar, maka RR merupakan indikator terbaik
untuk menunjukkan hubungan antara keduanya
Untuk studi uji klinis yang bertujuan untuk menilai efek
obat baru, prosedur atau pencegahan penyakit maka:
RR = risiko pada kelompok terpapar / risiko pada kelompok tidak terpapar

RR = risiko pada kelompok intervensi / risiko pada kelompok kontrol


• RR = 1, artinya risiko sama pada kedua kelompok, dan tidak ada hubungan antara faktor risiko
dengan kejadian penyakit
• RR > 1, artinya risiko penyakit lebih tinggi pada kelompok terpapar (kelompok intervensi) dibanding
dengan risiko kelompok tidak terpapar (kelompok kontrol)
• RR < 1, artinya risiko lebih rendah pada kelompok terpapar dan menunjukkan bahwa faktor paparan
(atau intervensi) merupakan proteksi
• RR makin jauh dari angka 1 menunjukkan makin kuatnya hubungan antara faktor paparan (atau
intervensi) dan penyakit yang terjadi
2. Odd Ratio (OR)
Rasio odds (OR) adalah rasio dari odds terjadinya
penyakit (D) pada kelompok paparan (kelompok
intervensi) dibandingkan dengan odds pada kelompok
tidak terpapar (kelompok kontrol). Odds adalah rasio
probabilitas suatu penyakit akan terjadi terhadap
probabilitas suatu penyakit tidak terjadi
OR = 1, terjadi bila odds atau proporsi sama pada kedua kelompok atau tidak ada
hubungan antara paparan dengan penyakit
OR selalu jauh dari dari angka 1 dibanding dengan RR:
• Bila RR > 1, maka OR > RR
• Bila RR < 1, maka OR < RR
• Untuk kasus jarang atau prob(1-D) mendekati angka 1, maka OR = RR
• OR terjadinya penyakit berbanding terbalik dengan OR tidak terjadinya penyakit
• Perbandingan OR kelompok terpapar dengan OR kelompok tidak terpapar = OR
penyakit, yaitu odds paparan pada kelompok sakit dibanding odds pada kelompok
sehat (analisis studi kasus-kontrol)
3. Prevalence Odds Ratio (POR)
Merupakan perhitungan yang sama dengan odd ratio,
hanya saja datanya didasarkan pada kasus-kasus
prevalensi. Digunakan pada studi cross-sectional.
POR = Odds terkena penyakit pada kelompok
terpapar/Odds terkana penyakit pada kelompok tidak
terpapar
4. Prevalence Ratio (PR)
Risiko terbatas (restricted risk period), yaitu biasanya
penyakit akut. Digunakan pada studi cros-sectional
PR = Prevalensi pada kelompok terpapar /Prevalensi
pada kelompok tidak terpapar Paparan Penyakit
Jumlah

Prevalence Ratio Ya
Ya
a
Tidak
b a+b

(PR) = a/(a+b) : c/(c+d) Tidak


Jumlah
c
a+c
d
b+d
c+d
THANK
YOU