Anda di halaman 1dari 50

BAB 5

Asam dan Basa


Next
BAB 6 Asam dan Basa
Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan
terapannya.
Kompetensi Dasar
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan
dan menghitung pH larutan.
4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit
dari hasil titrasi asam basa.

Indikator
1. Menjelaskan pengertian asam dan basa
2. Menjelaskan dan memformulasikan kesetimbangan air
3. Menjelaskan dan memformulasikan pengaruh penambahan asam dan basa
dalam air terhadap kesetimbangan air
4. Menghitung konsentrasi atau molaritas H+ dan OH– dalam suatu larutan
5. Menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung derajat keasaman (pH) suatu
larutan
6. Menjelaskan, meformulasikan, dan menerapkan reaksi netralisasi dan titrasi
asam-basa
Clos
7. Menjelaskan teori-teori asam-basa. Next
e
Daftar Materi Pokok

Konsep Asam dan Basa Reaksi Asam dan Basa


(Halaman 245 – 256) (Halaman 284 – 295)

Kesetimbangan Ion dalam Larutan Stoikiometri Larutan


(Halaman 245 – 268) (Halaman 295 – 301)

Derajat Keasaman (pH) Asam dan Basa Teori Asam Basa


(Halaman 268 – 283) (Halaman 301 – 304)

Back Next
A. Konsep Asam dan Basa

• Semua senyawa asam


mengandung oksigen.
• Oksigen sebagai komponen
dasar penyusun zat asam.

Antoine L. Lavoisier
(1743-1794)

Unsur yang terkandung dalam


senyawa asam adalah
hidrogen dan bukan oksigen.

Sir Humphry Davy


(1778-1829)
Back Next
• Asam, basa, dan garam
merupakan zat elektrolit.

• Ketika zat-zat tersebut


dilarutkan dalam air, maka
akan menghasilkan larutan
yang mengandung
partikel-partikel bermuatan
listrik (ion) dan dapat
Michael Faraday menghantarkan arus listrik.
(1791-1867)

Back Next
• Asam adalah senyawa-senyawa
yang mengandung hidrogen dan
menghasilkan ion-ion hidrogen (H+)
ketika dilarutkan dalam air.
• Basa adalah senyawa-senyawa yang
menghasilkan ion-ion hidroksida (OH–)
ketika dilarutkan dalam air.

Svante Arrhenius
(1859-1927)
Asam  H+ (aq) + anion (aq)
Basa  OH– (aq) + kation (aq)

Hom
Back Next
e
Asam dalam Kehidupan Sehari-hari

Asam sitrat
Asam laktat

Asam tartrat Asam asetat


Asam malat Asam askorbat
Hom
Back Next
e
Beberapa Senyawa Asam
Nama Asam Rumus Kimia

Asam klorida HCl


Asam nitrat HNO3

Asam sulfat H2SO4


Asam fosfat H3PO4

Asam karbonat H2CO3


Asam klorat HClO3

Asam asetat CH3COOH


Asam oksalat H2C2O4
Hom
Back Next
e
Basa dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalium hidroksida

Magnesium hidroksida
Natrium hidroksida
Aluminium hidroksida Hom
Back Next
e
Beberapa Senyawa Basa

Nama Basa Rumus Kimia

Natrium hidroksida NaOH


Kalium hidroksida KOH
Kalsium hidroksida Ca(OH)2
Besi (II) hidroksida Fe(OH)2

Besi (III) hidroksida Fe(OH)3


Magnesium hidroksida Mg(OH)2

Aluminium hidroksida Al(OH)3


Amonium hidroksida NH4OH
Hom
Back Next
e
Sifat Asam dan Basa

Asam Basa
 Bersifat korosif.  Bersifat kaustik.
 Bereaksi dengan logam  Terasa licin di tangan.
menghasilkan gas H2.  Mempunyai rasa yang
 Mempunyai rasa asam. pahit atau getir.
 Dapat mengubah warna  Dapat mengubah warna
zat-zat lain seperti lakmus zat-zat lain seperti lakmus
dan sari bunga sepatu. dan sari bunga sepatu.

Hom
Back Next
e
Oksida Asam dan Oksida Basa

Oksida Asam Oksida Basa

 Zat-zat yang dapat  Zat-zat yang dapat


bereaksi dengan zat lain bereaksi dengan zat lain
membentuk zat asam. membentuk zat basa.
 Contoh:  Contoh:
CO2 + H2O  H2CO3 Na2O + H2O  2NaOH
SO2 + H2O  H2SO3 K2O + H2O  2KOH

Hom
Back Next
e
Indikator Asam-Basa

Indikator asam-basa:
Zat yang warnanya dapat berubah
saat bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa

INDIKATOR ALAMI

Hom
Back Next
e
INDIKATOR BUATAN

Lakmus Dalam Dalam


larutan asam larutan basa

Hom
Back Next
e
Fenolftalein Bromtimol biru
Dalam Dalam Dalam Dalam
larutan asam larutan basa larutan asam larutan basa

Metil merah
Dalam Dalam
larutan asam larutan basa

Hom
Back Next
e
B. Kesetimbangan Ion dalam Larutan

Kesetimbangan Air
 Air dapat terurai (terdisosiasi) menjadi ion-ionnya,
yaitu ion hidrogen dan ion hidroksida.

H2O(l) � H+(aq) + OH–(aq)

konsentrasi
ion hidroksida
 Tetapan kesetimbangan air:

konsentrasi ion hidrogen


Harga Kw pada suhu 25 C adalah 10–14
Hom
Back Next
e
Pengaruh Asam terhadap Kesetimbangan Air
 Asam Kuat
• Mengalami ionisasi sempurna di dalam larutannya.
• Derajat ionisasinya = 1 ( = 1)
• Contoh asam kuat: H2SO4, HNO3, HI, HBr, HCl, dan HClO4
• Konsentrasi ion hidrogen untuk asam kuat:

konsentrasi molar asam

jumlah ion H+ yang dihasilkan


dalam reaksi ionisasi
Contoh Soal:
Hitung konsentrasi H+ dalam larutan H2SO4 0,2 M!
H2SO4 (aq)  2H+(aq) + SO42–(aq)
[H+] = (n × Ma) M = (2 × 0,2) M = 0,4 M
Hom
Back Next
e
 Asam Lemah
• Mengalami ionisasi tidak sempurna di dalam larutannya.
• Derajat ionisasinya  1 ( < 1)
• Contoh asam lemah: H2C2O4, HNO2, CH3COOH, H3PO4, dan HF.
• Konsentrasi ion hidrogen untuk asam lemah:

konsentrasi molar asam

tetapan kesetimbangan asam lemah

Contoh Soal:
Hitung konsentrasi H+ dalam larutan HNO2 0,05 M! (Ka = 5 × 10–4)
[H ] = K [HA]
+

= 5 �10 �0,05 M = 5 �10 M


-4 -3

Hom
Back Next
e
Pengaruh Basa terhadap Kesetimbangan Air
 Basa Kuat
• Mengalami ionisasi sempurna di dalam larutannya.
• Derajat ionisasinya = 1 ( = 1)
• Contoh basa kuat: KOH, NaOH, Ca(OH)2, dan Mg(OH)2
• Konsentrasi ion hidroksida untuk basa kuat:

konsentrasi molar basa

jumlah ion OH – yang dihasilkan


dalam reaksi ionisasi
Contoh Soal:
Hitung konsentrasi OH – dalam larutan NaOH 0,05 M!
NaOH (aq)  Na+(aq) + OH–(aq)
[OH–] = (n × Mb) M = (1 × 0,05) M = 0,05 M
Hom
Back Next
e
 Basa Lemah
• Mengalami ionisasi tidak sempurna di dalam larutannya.
• Derajat ionisasinya  1 ( < 1)
• Contoh basa lemah: NH4OH, Be(OH)2, AgOH, dan Zn(OH)2.
• Konsentrasi ion hidroksida untuk basa lemah:

konsentrasi molar basa

tetapan kesetimbangan basa lemah

Contoh Soal:
Hitung konsentrasi OH– dalam larutan NH4OH 0,2 M! (Kb = 2 × 10–5)
[OH ] = K [BOH]
-

= 2 �10 �0,2 M = 2 �10 M


-5 -3

Hom
Back Next
e
D. Derajat Keasaman (pH) Asam dan Basa

Konsentrasi Larutan
 Konsentrasi larutan menyatakan jumlah mol zat terlarut tiap satuan
volum larutan tersebut.

Hom
Back Next
e
 Konsentrasi larutan dinyatakan dalam molaritas larutan (M).

M = konsentrasi atau molaritas larutan (M)


gr = massa zat (gram)
Mr = massa molekul relatif zat (gram/mol)
V = volum larutan (mL)

 Konsentrasi larutan dapat diubah-ubah dengan pengenceran.

Pada pengenceran berlaku persamaan berikut.

MA = konsentrasi awal (M)


MB = konsentrasi akhir (M)
VA = volum awal (L atau mL)
VB = volum akhir (L atau mL)

Hom
Back Next
e
Menghitung pH Larutan Asam dan Basa
Derajat keasaman merupakan ukuran konsentrasi asam dalam
suatu zat, yang sering dinyatakan dalam pH.

Untuk asam:

Untuk basa:

pH = 7  larutan bersifat netral


pH < 7  larutan bersifat asam
pH > 7  larutan bersifat basa

Hom
Back Next
e
 pH Asam Kuat

Ma = konsentrasi asam kuat


n = koefisien H+ pada reaksi ionisasi asam

Contoh Soal

Hitung pH larutan HCl 0,02 M!


Penyelesaian
HCl merupakan asam kuat, sehingga:
HCl (aq)  H+ (aq) + Cl– (aq)
[H+] = n × [HCl] = 1 × 0,02 M = 0,02 M
pH = – log [H+]
= – log (0,02) = – log (2 × 10–2)
= 2 – log 2 = 1,7
Jadi, pH larutan tersebut adalah 1,7.
Hom
Back Next
e
 pH Basa Kuat

Mb = konsentrasi basa kuat


n = koefisien OH– pada reaksi ionisasi basa

Contoh Soal
Hitung pH larutan Ba(OH)2 0,01 M!
Penyelesaian
Ba(OH)2 merupakan basa kuat, sehingga:
Ba(OH)2(aq)  Ba2+ (aq) + 2OH– (aq)
[OH–] = n × [Ba(OH)2] = 2 × 0,01 M = 0,02 M
pOH = – log [OH– ] = – log (0,02)
= – log (2 × 10–2) = 2 – log 2 = 1,7
pH = 14 – pOH = 14 – 1,7 = 12,3
Jadi, pH larutan tersebut adalah 12,3.
Hom
Back Next
e
 pH Asam Lemah

Contoh Soal

Hitung pH larutan CH3COOH 0,1 M! (Ka = 10–5)


Penyelesaian
[H+] = K [CH COOH] = 10 �10 = 10 = 10 M
a 3
-5 -1 -6 -3

pH = – log [H+]
= – log (10–3) = 3
Jadi, pH larutan tersebut adalah 3.

Hom
Back Next
e
 pH Basa Lemah

Contoh Soal

Hitung pH larutan pH larutan NH4OH 0,05 M! (Kb = 2 × 10–5)


Penyelesaian
K [NH OH] = 2 �10 �5 �10 = 10 = 10 M
-5 -2 -6 -3

[OH–] = b 4

pOH = – log [OH– ]


= – log (10–3) = 3
pH = 14 – pOH = 14 – 3 = 11
Jadi, pH larutan tersebut adalah 11.

Hom
Back Next
e
Mengukur pH

 Trayek pH Indikator:
Rentang pH yang menyebabkan indikator berubah warna

Indikator Perubahan Warna Trayek pH

Metil jingga Merah – kuning 3,1 – 4,4


Metil merah Merah – kuning 4,2 – 6,2

Lakmus Merah – biru 4,5 – 8,3


Bromtimol biru Kuning – biru 6,0 – 7,6

Fenolftalein Tak berwarna – merah ungu 8,0 – 9,6

Hom
Back Next
e
 Indikator Universal

Kertas Indikator Universal

Penggunaannya:

Hom
Back Next
e
Larutan Indikator Universal
Warna standar larutan
indikator universal
berdasarkan pH-nya

Hom
Back Next
e
 pH meter

• pH meter dilengkapi
dengan elektrode yang
dicelupkan
ke dalam larutan yang
akan diukur pH-nya.
• Nilai pH dapat langsung
diketahui melalui tampilan
layar digital pada alat
tersebut.

Hom
Back Next
e
D. Reaksi Asam dan Basa

Reaksi
Asam dan Basa

Titrasi
Titrasi
Asam-Basa
Asam-Basa
Netralisasi
Netralisasi
Asam-Basa
Asam-Basa

Hom
Back Next
e
Netralisasi Asam-Basa
 Jika larutan asam dengan larutan basa dicampurkan, maka ion
H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH– dari basa
membentuk air (H2O).

 Pada komposisi tertentu, campuran kedua larutan tersebut dapat


bersifat netral, oleh karena itu reaksi antara senyawa asam dengan
basa dinamakan reaksi netralisasi.
 Selain terbentuk H2O, pada reaksi netralisasi juga terbentuk garam.
Oleh karena itu, reaksi netralisasi asam-basa disebut juga reaksi
penggaraman.

Hom
Back Next
e
Asam + Basa  Garam + Air
Asam + Basa  Garam + Air
HCl + NaOH  NaCl + H2O
HCl + NaOH  NaCl + H2O

Oksida asam + Basa  Garam + Air


Oksida asam + Basa  Garam + Air
SO3 + 2KOH  K2SO4 + H2O
SO3 + 2KOH  K2SO4 + H2O
Reaksi
Reaksi
Netralisasi
Netralisasi Asam + Oksida basa  Garam + Air
Asam + Oksida basa  Garam + Air
2HCl + K2O  2KCl + H2O
2HCl + K2O  2KCl + H2O

Oksida asam + Oksida basa  Garam


Oksida asam + Oksida basa  Garam
CO2 + Na2O  Na2CO3
CO2 + Na2O  Na2CO3
Hom
Back Next
e
Titrasi Asam-Basa

 Titrasi adalah cara menentukan


konsentrasi suatu zat terlarut dengan
menambah jumlah larutan standar
yang diketahui konsentrasinya. Basa yang
 Titik akhir titrasi merupakan titik di diketahui
konsentrasinya
mana pada titik tersebut indikator
yang digunakan dalam titrasi mulai
berubah warna .
 Titik ekivalen adalah titik di mana
pada titik tersebut mol H+ sama
dengan mol OH– yang ditunjukkan
dengan nilai pH.

Asam yang tidak diketahui konsentrasinya


Hom
Back Next
e
Titrasi Asam Kuat-Basa Kuat
Data Titrasi

 Titik ekuivalen tercapai ketika pH larutan = 7.


 Contoh:
Titrasi asam-basa dari 25 cm3 larutan HCl 0,1 M
oleh larutan NaOH 0,1 M.

Kurva Titrasi

Hom
Back Next
e
Titrasi Asam Lemah-Basa Kuat
Data Titrasi

 Titik ekuivalen tercapai ketika pH larutan > 7.


 Contoh:
Titrasi asam-basa dari 25 cm3 larutan
CH3COOH 0,1 M oleh larutan NaOH 0,1 M.

Kurva Titrasi

Hom
Back Next
e
Perhitungan dalam Titrasi Asam-Basa

 Titrasi asam-basa dapat digunakan untuk menentukan besaran-


besaran yang belum diketahui dari larutan yang dititrasi, misalnya
konsentrasi dan pH.
 Langkah-langkah perhitungan titrasi asam-basa:

(1) Tuliskan persamaan kimia yang setimbang untuk reaksi


tersebut.
(2) Ambil semua informasi yang relevan dari masalah yang
ditanyakan.
(3) Periksa bahwa semua data konsistensi, misalnya
satuan konsentrasi umumnya M atau mol L–1 tetapi
volume seringkali diberikan dalam mL sehingga harus
diubah menjadi L.
(4) Hitung jumlah mol pereaksi (n) dengan menggunakan
rumus n = M × V.

Hom
Back Next
e
(5) Dari persamaan reaksi kimia yang setimbang cari
perbandingan mol pereaksi yang diketahui : pereaksi
yang tidak diketahui.
(6) Gunakan perbandingan mol tersebut untuk menghitung
mol pereaksi yang tidak diketahui.
(7) Dari volume pereaksi yang tidak diketahui (V) dan mol
yang dihitung sebelumnya (n), hitung konsentrasinya (M);
M = n : V.

Contoh Soal

30 mL larutan NaOH 0,1 M menetralkan 25 mL asam klorida.


Tentukan konsentrasi asam tersebut!

Hom
Back Next
e
Penyelesaian
Persamaan kimia yang setimbang
NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)
Informasi yang relevan dari pertanyaan
V NaOH = 30 mL = 30 × 10–3 mL M NaOH = 0,1 M
V HCl = 25 mL = 25 × 10–3 mL M HCl = ?
Menghitung mol NaOH
n NaOH = M × V = 0,1 × 30 ×10–3 = 3 × 10–3 mol
Perbandingan mol NaOH : HCl = 1 : 1, sehingga
n NaOH = n HCl = 3 × 10–3 mol
Menghitung konsentrasi HCl
M = n HCl : V HCl = (3 × 10–3 mol) : (25 × 10–3 L) = 0,12 M

Cara Singkat: VNaOH �MNaOH = VHCl �MHCl


V �MNaOH 30 mL �0,1 M
MHCl = NaOH = = 0,12 M
VHCl 25 mL

Jadi, konsentrasi HCl adalah 0,12 M.

Hom
Back Next
e
E. Stoikiometri Larutan

Asam dan basa merupakan zat elektrolit.

Reaksi
Reaksi
Elektrolit
Elektrolit

Reaksi Metatesis
Reaksi Reaksi Metatesis
Reaksi (Dekomposisi
Pendesakan Logam (Dekomposisi
Pendesakan Logam Rangkap)
Rangkap)

Hom
Back Next
e
Reaksi Pendesakan Logam

Deret Volta:
K – Ba – Ca – Na – Mg – Al – Mn – Zn
– Cr – Fe – Cd – Co – Ni – Sn – Pb –
(H) – Cu – Hg – Ag – Pt – Au

 Semakin ke kiri, semakin kuat sifat


reduktor unsur tersebut.
 Unsur yang lebih kiri dalam deret Volta
dapat mendesak unsur yang lebih kanan
Alessandro Giuseppe Volta melalui reaksi redoks.
(1745 – 1827)  Reaksi ini dinamakan reaksi pendesakan
logam.

Hom
Back Next
e
Reaksi
Pendesakan Logam

HCl
Logam + Asam  Garam + H2

Logam terletak di sebelah kiri H


dalam deret Volta.
Zn
Contoh: Zn + 2HCl  ZnCl2 + H2

Logam + Garam  Garam + Logam

Logam terletak di sebelah kiri logam pada


garam dalam deret Volta.
Contoh: Cu + 2AgNO3  Cu(NO3)2 + 2Ag

Hom
Back Next
e
Reaksi Metatesis
 Reaksi metatesis (dekomposisi rangkap) adalah reaksi kimia
yang di dalamnya dua buah senyawa menukar satu atau lebih
komponennya sehingga terbentuk dua buah senyawa baru.
 Hasil reaksi metatesis berupa endapan atau gas.

Garam + Garam  Garam + Garam


2KI+ Pb(NO3)2  PbI2 + 2KNO3

Hom
Back Next
e
Garam + Asam  Garam + Asam
NaBr + H2SO4  NaHSO4 + HBr

Garam + Basa  Garam + Basa


CuSO4 + 2NaOH  Cu(OH)2 + Na2SO4

Hom
Back Next
e
Daftar kelarutan elektrolit dalam air

Larut Tidak Larut


Semua asam
Basa: NaOH, KOH, NH4OH, Ba(OH)2, Sebagian besar basa
Ca(OH)2

Semua garam K+, Na+, NH4+, NO3–, Umumnya garam CO32–, CrO42–, PO43–,
CH3COO–, ClO3–, ClO2–, ClO4–, ClO–, dan NO2–
BrO3–, IO3–

Umumnya garam F– dan SO42– Garam MgF2, CaF2, BaF2, BaSO4,


PbSO4, dan Ag2SO4

Garam Na2S, K2S, (NH4)2S, MgS, CaS, Umumnya garam-garam S2–


dan BaS

Umumnya garam Cl–, Br–, dan I– Garam AgCl, PbCl2, Hg2Cl2, AgBr,
PbBr2, Pb2Br2, AgI, PbI2, dan Hg2I2
Hom
Back Next
e
F. Teori Asam Basa

 Pengertian asam dan basa menurut Arrhenius hanya terbatas


pada larutnya zat -zat tersebut di dalam air.
 Beberapa senyawa asam maupun basa dapat langsung
bereaksi dengan zat lain tanpa dilarutkan di dalam air.
Contoh: gas amonia (NH3) dapat langsung bereaksi dengan
asam klorida (HCl) yang menghasilkan amonium klorida
(NH4Cl) tanpa dilarutkan di dalam air.
 Beberapa ilmuwan kemudian mengembangkan teori asam
basa, yaitu teori Bronsted-Lowry dan teori Lewis.

Hom
Back Next
e
Teori Bronsted-Lowry

Asam adalah zat yang


memberikan ion H+
(donor proton).

Basa adalah zat yang


menerima ion H+ Thomas Martin
(akseptor proton). Lowry
(1874–1936)

Johanes Nicolaus
Bronsted
(1879–1947)
Hom
Back Next
e
 Jika suatu asam memberikan ion H+, maka sisanya merupakan
basa konjugasi.
 Jika suatu basa menerima ion H+, maka zat yang terbentuk
merupakan asam konjugasi.

Contoh
basa asam konjugasi

H2SO4(l) + H2O(l)  H3O+ (aq) + HSO4–(aq)

asam basa konjugasi

Hom
Back Next
e
Teori Lewis

Asam adalah zat yang


dapat menerima pasangan
elektron.

Basa adalah zat yang


memberikan pasangan
elektron
Gilbert Newton Lewis
Contoh: (1875-1946)
Dalam reaksi antara ion H+ dengan ion OH–
membentuk H2O, maka menurut Lewis H+
merupakan asam dan OH– merupakan basa.
Alasannya:
H+ menerima pasangan elektron yang
diberikan oleh OH–.
Hom
Back Next
e