Anda di halaman 1dari 7

GEOLOGI KUARTER

FORMASI PUCANGAN
OLEH :
AGUNG PRAKOSO WICAKSONO (410017004)
IMAM KUKUH W (410017058)
HENDRIKI (410017060)
M.NOVAN PRASETYO R (410017139)
Formasi Pucangan (Plistosen Bawah)

Formasi ini terletak di dukuh Ngampon, desa Krikilan, Kecamatan Klaijambe dan Kabupaten Sragen. Formasi
Pucangan berumur 1.800.000-800.000 tahun yang lalu.Formasi ini terbagi menjadi dua yaitu lahar bawah dan
lempung hitam. Formasi Pucangan lahar bawah ketebalannya berkisar 0,7-50 meter berupa endapan lahar dingin
atau breksi vulkanik yang terbawa aliran sungai dan mengendapkan moluska air tawar di bagian bawah dan diatome
di bagian atas. Pada lapisan ini juga terdapat fragmen batu lempung gampingan dari formasi Kalibeng.
Formasi Pucangan Atas ketebalan mencapai 100 meter berupa lapisan napal dan lempung yang
merupakan pengendapan rawa-rawa, pada formasi ini terdapat sisipan endapan molusca marine yang
menunjukkan bahwa pada waktu itu pernahterjadi transgresi laut.Formasi ini banyak mengandung fosil
binatang vertebrata seperti gajah (Stegodon trigonocephalus), banteng (Bibos paleosondaicus),
kerbau(Bubalus paleokarabau, Hippopotamidae dan Cervidae. Pada formasi Pucanganini juga ditemukan
fosil Homo erectus , fosil karapaks dan plastrón kura-kura.
Dua pasies pokok yang terdapat pada formasi ini adalah pasies batulempung hitam laut dan pasies breksi
yang terdiri dari vulkanik tufaan sampai pasiran.Pada pasies ini banyak ditemukan fosil vertebrata.
Fragmen batuan berupa batu pasir gampingan dari formasi kalibeng jugadijumpai pada pasies breksi
kalibeng bagian bawah.
Keadaan ini menunjukan bahwa formasi kalibeng.Susunan tanah menurut J. Duyfjes, dari atas sampai kebawah
sebagai berikut:
a. Endapan batu pasir tufaan setebal 35 meter
b. Batu pasir tufaan yang mengandung tanah liat dan napal yang berisis keranglaut setebal 10 meter.
c. Lapisan lempung berwarna kehijauan setebal 5 meter.
d. Batu pasir kasar, konglomerat atau batu adesit setebal 100 meter. Pada lapisanini ditemukan fosil
Pithecantropus (homo erectus).
e. Endapan batu pasir tufaan dengan diselingi batu lempung.
f. Napal dan batu pasir tufaan yang mengandung lempung dan molusca lautsetebal 25 meter.
Pada formasi pucangan fosil tengkorak Pithecantropus Erectus, kemudian ditemukan juga fosil tengkorak
Megantropus Paleojavanicus. Asosiasi hewan lain yang hidup berdampingan dengan kedua manusia purba
adalah gajah, penyu, ikan hiu, badak, dll.

Pithecantropus Erectus Megantropus Paleojavanicus


TERIMA KASIH