Anda di halaman 1dari 164

MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

SUPERVISORY ATAS
Manajemen Supervisi Konstruksi 1
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATERI PEMBEKALAN
1. PRINSIP DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI
2. KICKOFF MEETING
3. BASIC COMUNICATION PROYEK
4. CONSTRUCTION METHOD/PROCEDURE
5. QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL
6. NON CONFORMANCE REPORT
7. REPORTING SYSTEM
8. SERAH TERIMA PROYEK
9. SUPERVISI PENGELOLAAN MATERIAL DI LAPANGAN
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 2
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

1. PRINSIP DASAR
SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 3


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

1. PENGERTIAN DASAR
MANAJEMEN PROYEK DAN MANAJEMEN KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 4


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Manajemen Proyek dalam tata kelola


pelaksanaan pembangunan di PLN :

“ Mengelola/mengatur pelaksanaan pembangunan


termasuk sejak awal perencanaan, proses perijinan
sampai dengan pelaksanaan kontraktual
pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor serta
penyerahan pekerjaan dari Kontraktor maupun
penyerahan Asset kepada Institusi Lainnya sesuai
regulasi yang berlaku ”

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 5


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Manajemen Konstruksi di lapangan dapat


diartikan :
Mengatur pelaksanaan pembangunan di
lapangan agar hasil pelaksanaan pekerjaan
yang dilakukan oleh Kontrator secara
kontraktual dipenuhi sesuai kontrak dengan
memperhatikan prinsip dasar konstruksi :
Biaya, Mutu, Waktu dapat dicapai sesuai yang
direncanakan serta memuaskan para
stakeholder
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 6
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

1. DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 7


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PRINSIP DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

Setiap Langkah sebelum melaksanakan tahapan Kegiatan harus membuat


Action Plan dan monitor Perkembangannya secara periodik

1. JADWAL :

 Rapat Koordinasi awal harus disepakati format monitoring Jadwal


yang digunakan (Primavera, Microsoft Project, Artemis dsb ).

 Kontraktor diminta untuk menyampaikan Overall Schedule dan


detail Schedule (Level1,2,3,4), untuk disetujui Pemberi Kerja.

 Dilakukan monitoring melalui laporan dan dibahas rutin setiap


rapat mingguan (level 4) dan bulanan (Level 1).

Manajemen Supervisi Konstruksi


4/23/19
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PRINSIP DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

 Apabila ada masalah harus dicatat dalam risalah rapat dan


dipastikan langkah langkah yang akan dilakukan untuk
memenuhi jadwal yang telah disetujui bersama dengan target
yang jelas .

 Setiap minggu kontraktor Wajib menyampaikan Weekly Late &


Ahead schedule level 4 ( WLA Schedule)) dan Setiap bulan
Kontraktor Wajib menyampaikan Monthly Late & Ahead (MLA
Schedule).

 Dalam rapat harus dievaluasi/teliti Critical Path Schedule dan


yang terlambat harus dibahas bersama jalan penyelesaiannya
agar pekerjaan tetap kembali sesuai rencana.

 Apabila diperlukan Kontraktor harus menyampaikan Revisi


Overall Schedule (indikasikan Schedule Rev 1,2,3) dengan
4/23/19 Milestones Kontrak tidak
Manajemen berubah.
Supervisi Konstruksi 9
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PRINSIP DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

2. KUALITAS PEKERJAAN :

 Berhasil tidaknya Pengoperasian hasil Proyek sangat


tergantung pada kualitas Pekerjaan pada saat Konstruksi.

 Pengawas harus sangat memahami syarat syarat teknis/


Spesifikasi Kontrak sebelum dilakukan supervisi di
lapangan.

 Pengawas setiap saat harus selalu membandingkan


Drawing Approval dengan yang tertulis pada Kontrak.
Manajemen Supervisi Konstruksi 10
4/23/19
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PRINSIP DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

 Di Lapangan apabila terjadi perbedaan dengan Drawing segera


meminta Kontraktor untuk mengoreksi dan mengikutinya

 Apabila terjadi penyimpangan dengan Spesifikasi, Pengawas harus


segera meminta kepada Kontraktor untuk mengoreksi dan
menyesuaikan kembali dengan menyimpang Spesifikasi Kontrak.

 Apabila terjadi perbedaan dengan Kontraktor, segera melaporkan


perbedaan tersebut dengan Manajer Atasannya dan segera
menyiapkan konsep dokumen secara tertulis (NCR) dan
mengingatkan Owner untuk mengambil langkah koordinasi
dengan Desainer, Pengawas dan Kontraktor lebih lanjut.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 11


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PRINSIP DASAR SUPERVISI KONSTRUKSI DI LAPANGAN

3. BIAYA :

 Pengawas Lapangan harus tahu nilai kontrak dan rinciannya serta realisasi
pembayaran setiap saat.

 Pengendalian Biaya harus dilakukan melalui Format Monitoring


pengendalian Biaya yang mencakup seluruh komponennya dan direcord
rutin sehingga setiap saat dapat dengan mudah dimonitor yang meliputi :

 Rincian Harga Kontrak


 Realisasi pembayaran
 Disbursement Schedule sesuai Termin pembayaran
 Evaluasi pencapaian progress pembiayaan Proyek periode Konstruksi.
 Evaluasi paska Konstruksi tingkat keberhasilan dibandingkan dengan
Kajian Kelayakan pada saat Perencanaan.

 Format pengendalian biaya sebaiknya dilaporkan dalam laporan bulanan.

 Pengawas harus selaluManajemen


mengkoordinasikan
Supervisi Konstruksi dengan Institusi terkait dengan
12
4/23/19
pembiayaan agar recording pembiayaan Proyek sesuai dan akurat nilainya.
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

2. KICKOFF MEETING

13
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

1. TUJUAN DILAKUKAN KICKOFF MEETING

• KICKOFF MEETING WAJIB DILAKUKAN SEGERA SETELAH KONTRAK


DITANDATANGANI OLEH KEDUA BELAH PIHAK.
• DALAM KICKOFF MEETING DIBAHAS BERSAMA RENCANA
PELAKSANAAN KONTRAK YANG HARUS DILAKUKAN KEDUA BELAH
PIHAK.
• TIDAK DIPERKENANKAN MERUBAH ISI KONTRAK DAN HANYA
MENGATUR TEKNIS PELAKSANAAN KONTRAK DAN KOMUNIKASI
KEDUA BELAH PIHAK DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN
DILAPANGAN.
• KESEPAKATAN KEDUA BELAH PIHAK DITUANGKAN DALAM RISALAH
RAPAT/MINUTES OF MEETING DAN HASILNYA HARUS SEGERA
DITINDAKLANJUTI SESUAI KETENTUAN YANG DIATUR DALAM
KONTRAK.

14
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

• Pastikan bahwa kontrak telah ditanda tangani kedua belah pihak


(Owner dan Kontraktor).
• Pastikan bahwa Persyaratan administrasi telah dilengkapi dalam
Dokumen Kontrak :
– Performance Bond dari Bank dan masa berlakunya.
– CDA (Contract Discussion Agreement)
– Contractor Consortium /Joint Operation Agreement.
– Copy Dokumen Kontrak lengkap termasuk Volume dan
lampirannya.
• Agendakan Kickoff meeting dengan Kontraktor segera setelah
Kontrak ditandatangani untuk memastikan kewajiban Kontraktor
dan Owner yang lebih jelas dan persiapan pelaksanaan pekerjaan
di lapangan.
15
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

2. AGENDA KICKOFF MEETING

• Sebelum mengagendakan Kickoff Meeting , Pelajari Dokumen


Kontrak terutama kewajiban kedua belah pihak.
• Refer clausul – clausul kontrak dalam Agenda
• Buat Basic Communication untuk dibahas dan disampaikan kepada
Kontraktor.
• Buat Organisasi Proyek/ Tim Supervisi Konstruksi , untuk
diinformasikan dan dijelaskan kepada Kontraktor dalam Rapat.

16
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

3. Contoh Agenda Kickoff Meeting :


MATTERS TO BE DISCUSSED DURING KICK OFF MEETING :
1. Site Management Organization
The Contractor shall submit detail proposal of the Site management
organization.
Refer to clause 3.19 , 2.13 , 2.14

2. Labour :
The contractor shall recruit the local labour resources as indicated in the
Environmental Document (AMDAL PLTU 1 Banten) submitted in the
meeting.
Refer to clause : 2.31, 2.22

3. Use of Local materials and services :


The Contractor shall use local materials and services as much as possible as
indicated in Ijin Lokasi issued by Local Government Walikota Cilegon as
submitted in this meeting.
Refer to Clause : 1.31
17
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATTERS TO BE DISCUSSED DURING KICK OFF MEETING

4. Security Procedure :
The Contractor shall make coordination with the Tripika to arrange the security on
site and fulfill all the arrangengement at Site including the coordination with the
existing PLTU Suralaya and the condition as stated in the Amdal .
Refer to Clause 3.3, 3.14.2 , 3.15 , 2.16
5. Site Office
The contractors shall also to provide the temporary owner supervision staff office for
about …. M2 equal with the Contractors standard office within site boundary in
location to be determined by the Owner.
Refer to Clause 3.20

6. Obtaining the permits for Construction :


The Contractor shall obtain and pay of all
Indonesian Licences and permits required for the Works as indicated but not limited
in accordance with Ijin Lokasi issued by Local Government as submitted in the
meeting.
Refer to Clause 3.8 , 3.5
18
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATTERS TO BE DISCUSSED DURING KICK OFF MEETING

7. Expatriate Contractor personnel :


The Contractor shall obtaining the approval from the institution involved related with
the permit of the expatriate personnel working in the Project.
Refer to Clause 3.11

8. Basic Communication :
The Contractor shall follow the basic Communication as submitted in the meeting.
Refer to Clause 2.55, 2.66, 2.65, 3.17, 2.1.16

9. Contractor Communication and Services Facilities :


The Contractor shall provide the communication facilities and inform to the owner
before selected the system .
The Contractor shall furnish all the services needed for Construction Facilities.
Refer to Clause 3.14.3, 3.14.4

19
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATTERS TO BE DISCUSSED DURING KICK OFF MEETING

10. Contractor’s Insurance :


The Contractor to explain the preparation of Insurance to be fulfill before the Works
execute at Site.
The proposed Insurance Company and Insurance Policy to be subject to approval by
the Owner.
Refer to Clause 2.20 and Part 3 clause 3.18

11. Subletting :
The Contractor shall submit vendors or sublet part of the works as indicated in the
Contract to the Owner for approval. The Contractor to be submit the complete
document neccessary for approval.
Refer to Clause 2.5

12. Down Payment :


The Contractor shall submit the invoice of Down Payment to the Owner attached
with the Bank Guarantee accepted by the Owner.
The Contractor shall submit the draft of Bank Guarantee prior to submit the invoice.
Refer to Clause 3.2.2 20
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

3. CONSTRUCTION METHOD/PROCEDURE

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 21


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

SEBELUM DIMULAI PEKERJAAN, KONTRAKTOR WAJIB MENYAMPAIKAN


PROSEDUR KERJA SETIAP BAGIAN KEGIATAN YANG AKAN DILAKUKAN.

6.1. PROSEDURE BAKU YANG HARUS DILAKUKAN DI LAPANGAN :

1. Construction Method disetujui sebelum pekerjaan dilakukan.


2. Kontraktor tidak dapat bekerja sebelum Construction Method
dan Approved Drawing telah disetujui dan berada di lapangan .
3. Peralatan yang dikirim di Site harus dibuat MRR (Material
Receiving Report) terlebih dahulu.
4. Sebelum pekerjaan dimulai Kontraktor harus mendapatkan
persetujuan RFI.
5. Apabila terdapat penyimpangan pekerjaan di lapangan harus
diterbitkan dokumen NCR untuk perbaikan dan langkah lebih
lanjut oleh Kontraktor agar dipenuhi syarat dalam pelaksanaan.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 22
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

CONSTRUCTION METHOD/PROCEDURE

6.2. CONTENT CONSTRUCTION METHOD/PROCEDURE :Sisdur (Suralaya)\IKA


Chimney Windshield\02. Lampiran - IKA Civil Work of Chimney Windshield.doc

 BAGAN ALUR PROSES PEKERJAANSisdur (Suralaya)\01. SISDUR


-General Flow Chart Civil Work of Chimney Windshield.xls

 PERALATAN YANG AKAN DIGUNAKAN


 ALAT UKUR YANG AKAN DIGUNAKAN
 INSPECTION /TEST ITEMS YANG AKAN DILAKUKAN
 STANDARD YANG AKAN DIGUNAKAN

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 23


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

6.3. LANGKAH YANG HARUS DIPERHATIKAN


 PASTIKAN APAKAH DRAWING SUDAH DISETUJUI
 PERIKSA PERALATAN YANG AKAN DIGUNAKAN SUDAH MEMADAI/CUKUP
 PASTIKAN STANDARD YANG DIGUNAKAN SESUAI KONTRAK
 PASTIKAN ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN TELAH DIKALIBRASI DAN SESUAI
STANDARD AKURASINYA
 LAKUKAN PENGAWASAN DI LAPANGAN
 SEBELUM DILAKUKAN PEKERJAAN PASTIKAN SUDAH ADA RFI (REQUEST FOR
INSPECTION DARI KONTRAKTOR DAN LAKUKAN INSPECTION SESUAI
PROSEDURE
 SETELAH SELESAI PEKERJAAN, PASTIKAN SUDAH ADA RFI DAN LAKUKAN
JOINT INSPECTION
 BERIKAN CATATAN PADA LEMBAR INSPECTION DISETUJUI DAN APABILA ADA
MINOR ITEMS YANG BELUM DIPENUHI DIBERIKAN KOMENTAR UNTUK
DITINDAKLANJUTI
 TERHADAP YANG TERDAPAT KETIDAKSESUAIANYA HARUS DITINDAKLANJUTI
DENGAN SURAT TEGURAN DAN DIMONITOR KOREKSINYA
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 24
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

7. REQUEST FOR INSPECTION

1. REQUEST FOR INSPECTION WAJIB DILAKUKAN OLEH KONTRAKTOR SEBELUM


BAGIAN PEKERJAAN DILAKUKAN DAN SETELAH PEKERJAAN SELESAI DILAKUKAN
2. OWNER MELALUI SUPERVISOR DI LAPANGAN MELAKUKAN JOINT INSPECTION
DAN HASILNYA DITUANGKAN DALAM LIST HASIL JOINT INSPECTION YANG
DITANDATANGANI OLEH KEDUA BELAH PIHAK
3. PEKERJAAN TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA KONTRAKTOR BELUM SIAP SESUAI
DENGAN PROCEDURE DALAM CONSTRUCTION METHOD DAN DAPAT MEMULAI
PEKERJAAN APABILA TELAH DISETUJUI OLEH OWNER.
4. DALAM JOINT INSPECTION SETELAH SELESAI BAGIAN PEKERJAAN DILAKUKAN,
SUPERVISOR HARUS MENCANTUMKAN DISETUJUI ATAU DITOLAK HASIL KERJA
KONTRAKTOR DALAM LIST HASIL JOINT INSPECTION.
5. PUNCH LIST YANG MERUPAKAN CATATAN HASIL KERJA YANG BELUM MEMENUHI
SYARAT SESUAI KONTRAK DICATAT SEBAGAI LAMPIRAN JOINT INSPECTION DAN
KONTRAKTOR HARUS MENYELESAIKAN /MEMPERBAIKI SEBELUM TOC DAN
DIMONITOR OLEH SUPERVISOR YANG MEWAKILI OWNER DI LAPANGAN.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 25
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Joint Inspection
Joint inspection dimaksudkan untuk melalukan pemeriksaan bersama antara Kontraktor,
Vendor, QA/QC Inspector, Pengawas dari JMK dan Konsultan (bila ada) dengan tujuan
untuk :
 Mengetahui apakah peralatan yang telah dipasang dalam kondisi baik dan tidak cacat
 Mengetahui apakah peralatan sesuai spesifikasi
 Memeriksa peralatan yang dipasang sudah sesuai dengan gambar kerja
 Menyaksikan pada saat Inspection semua items pekerjaan sesuai Test Procedure dan
bersama Kontraktor mencatat hasilnya.
 Seluruh kegiatan inspeksi dan testing harus mengacu pada Inspection & Test Plan (ITP)
serta Prosedure yang telah disetujui.
 QA/QC Inspector harus menyaksikan dan memberikan pengesahan atas hasil
pelaksanaan inspeksi pada saat itu juga.
 Hasil joint inspection dituangkan dalam suatu Berita Acara Hasil Pemeriksaan dan
ditandatangani oleh para pihak yaitu kontraktor, vendor, pengawas lapangan,
konsultan (bila ada) dan QA/QC engineer / inspector.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 26


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Weekly technical meeting


Ketua Tim Supervisi Konstruksi (KTSK)/APRO harus mengatur rapat di site minimal 1 (satu)
kali dalam seminggu (weekly meeting) untuk membahas kemajuan penyelesaian proyek
serta permasalahan atau kendala – kendala yang dihadapi di site (site matters) seperti :
 Ketersediaan gambar kerja/prosedur kerja di site
 Kemajuan pekerjaan yang telah dicapai
 Penyebab keterlambatan (Plan Progress dibandingkan dengan Actual Progress).
 Kegiatan yang terlambat dan tidak sesuai dengan MPS (Master Project Schedule).
 Penyelesaian NCR yang sudah bisa di close kalau sudah dikerjakan serta dilakukan
inspeksi bersama serta diterbitkan berita acara untuk tertib administrasi.
 Menyelesaikan deviasi (bila ada) yang bersifat site matter.
 Melakukan pemeriksaan dan evaluasi ketersediaan material, peralatan dan personil
kontraktor

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 27


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Flow chart

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 28


FLOW CHART DOCUMENT/DRAWING FOR APPROVAL
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 29


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
FLOW CHART SUB VENDOR APPROVAL

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 30


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
FLOW CHART SITE INSTRUCTION

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 31


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 32


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 33


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4. QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 34


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

• Jaminan Mutu (Quality Assurance, QA):


suatu atau sejumlah prosedur yang ditujukan untuk memastikan bahwa
produk atau jasa yang akan dikembangkan, dibuat, dilakukan (sebelum
pekerjaan selesai, dan tidak sesudahnya) memenuhi persyaratan yang
ditetapkan.
• Kendali Mutu (Quality Control, QC):
prosedur atau sejumlah prosedur yang ditujukan untuk memastikan
bahwa produk manufaktur atau jasa yang dilaksanakan seturut atau sesuai
dengan sejumlah kriteria mutu yang ditetapkan atau memenuhi
persyaratan klien atau pelanggan.
• Pengujian (Testing):
Proses pelaksanaan suatu sistem dengan maksud untuk menemukan cacat.
(Catat bahwa "proses pelaksanaan suatu sistem" mencakup perancangan
uji sebelum dilaksanakannya uji kasus.)
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 35
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Pelaksanaan program QC efektif


 Ditetapkan standar-standar spesifik apa atau mana yang dipakai dan
harus dipenuhi oleh produk atau jasa yang dipesan.
 Ditentukan kegiatan-kegiatan QC (misalnya, berapa persen produk/jasa
dari setiap lot yang akan diuji).
 Dikumpulkan data temuan (misalnya, prosentase produk/jasa yang cacat
atau gagal) dan hasilnya dilaporkan kepada manajemen.
 Diputuskan kegiatan korektif dan dilaksanakan (misalnya, produk
cacat/rusak harus diperbaiki atau ditolak dan jasa yang buruk harus
diulang tanpa biaya tambah sampai pelanggan puas).
 Jika produk/jasa gagal/buruk terlalu banyak atau terlalu sering terjadi,
perlu dilakukan penyempurnaan program proses produksi.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 36


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SESUAI DENGAN KONDISI KONTRAK

PASAL KONTRAK : GC .2.1 . INSPECTION AND TEST :


QA-QC JMK\PASAL KONTRAK -NSPECTIONS AND TESTS QA-QC PROGRAM.doc

Mensyaratkan bahwa Notification of shop Test yang harus


diwitnessed by Owner, disampaikan 14 hari (untuk expatriate)
dan 10 hari (untuk ex works) sebelum tanggal Test.
Mensyaratkan juga harus memenuhi persyaratan Part 4, Clause
4.3A.7.8 tentang QA/QC

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 37


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SESUAI DENGAN KONDISI KONTRAK

4.3A.7.3 Standard Quality Assurance/Qualitry Control Level 1


• Harus memenuhi BS 5750 atau equivalent
• Harus menunjuk 3rd party international reputable Quality Inspection Agency kantor pusat
diluar Negara contractor
• Harus disampaikan List of Quality Control Procedure, Special Process Procedur, Quality
Control Documentation (pada saat Tender)
• Harus menyampaikan detailed Quality Control Procedures selambat lambatnya 6 minggu
setelah kontrak ditandatangani.
• Harus membuat Instruction untuk tempat penyimpanan dan perawatannya sebelum
peralatan dipasang.
• Harus menyampaikan Site Quality Control Program untuk Site Quality Control
surveillance, hold point dan in progress Inspection
• Dalam 3 bulan setelah kontrak atau 4 bulan sebelum dimulai fabrikasi, harus
menyampaikan Inspection Point Program.
• Tiga copies dokumentasi terkait QA/QC sesuai dengan spesifikasi , codes dan standard
harus disampaikan sebelum atau pada saat pengapalan.
• Invoice untuk peralatan yang diterima di Site tidak dapat dibayar sampai documentation
diterima dan memenuhi spesifikasi
4/23/19 kontrak.
Manajemen Supervisi Konstruksi 38
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL


FAST TRACK PROGRAM 10.000 MW

QUALITY ASSURANCE/QUALITY CONTYROL :


4.3A.7.3. OVERALL INSPECTION POINT PROGRAM

• 6 minggu setelah kontrak atau 4 minggu sebelum dimulai


fabrikasi, harus disampaikan Overall Inspection Point
Program

• 4 minggu sebelum dilakukan factory Test, harus


diberitahukan kepada Owner, dan 7 hari Owner diberikan
waktu untuk menyaksikan pengujian pabrik.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 39


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Pasal 4.3A.7.8 Shop Inspection and Test Plan


2 bulan setelah kontrak, Contractor harus menyampaikan detailed Shop Inspection Test Plan (ITP) level 1,2,3
termasuk raw material, steel plate dari mill certificated, memuat :
–Uraian
–Individual Inspection/Test Item
–Reference Document
–Verifying Document
–Siapa yang Witness (Bidder, Subvendor, Owner dsb)
–Lokasi Test
–Perkiraan tanggal Test
–Test Record submission
–Catatan
Shop Inspection Schedule diupdate secara regular apabila terdapat perubahan jadwal
Shop Inspection Procedure harus disampaikan untuk mendapatkan persetujuan.
Shop Inspection Notification minimum harus memuat :
–Peralatan yang akan diinspeksi
–Lolasi Test
–Contact Person di Fabrikan
–Tanggal Inspeksi
–Inspection procedure document
–Approves design drawing

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 40


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PASAL : 4.3A.7.8. DOCUMENT APPROVAL STATUS


• Sesuai Part 4 section 4.3A.2.2, Fabrikasi
dapat dilakukan apabila sudah sesuai gambar
yang disetujui. Inspection dilakukan
berdasarkan gambar final yang disetujui .
Kontraktor tidak diijinkan melakukan
Inspection atau mengirim material atau
peralatan sebelum diterima persetujuan.
QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 41


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

5.1. QUALITY ASSURANCE/QA & QUALITY CONTROL

1. QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL : QA-QC & ITP\ITP 001M Boiler 09-6-11.xls
 KUALITAS PEKERJAAN YANG DILAKSANAKAN DI LAPANGAN DAPAT DIUKUR
DENGAN PROGRAM QA/QC DALAM BENTUK INSPECTION TEST PLAN (ITP)
 SESUAI KONTRAK, KONTRAKTOR WAJIB MENYAMPAIKAN INSPECTION TEST
PLAN UNTUK DISEPAKATI BERSAMA SEBELUM PELAKSANAAN PEKERJAAN
 INSPECTION TEST PLAN DIBUAT UNTUK MEMASTIKAN TANGGUNG JAWAB
MASING MASING FABRIKAN,KONTRAKTOR/SUB KONTRAKTOR, KONSULTAN,
OWNER
 SELAMA PERIODE KONSTRUKSI PELAKSANAAN PEKERJAAN DI LAPANGAN
HARUS MENGIKUTI KETENTUAN YANG TELAH DISEPAKATI SESUAI ITP.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 42


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

5.2. TANGGUNG JAWAB MASING MASING DITENTUKAN SEBAGAI BERIKUT :


 H : HOLD POINT, NO WORK SEQUENCE CAN BE PROCEED WITHOUT
INSPECTION
 W : WITNESS OF INSPECTION, VENDOR MAY PROCEED IF OWNER
NOT APPERANCE AT THE POINTED TIME
WITNESS POINT SHALL GIVEN BY NOTIFICATION, IF
MANUFACTURER DOESN’T INFORM THE SUPERVISION PARTY
WHICH HAVE THE RIGHT TO REQUIRE A WITNESS AGAIN.
 SW: SPOT WITNESS, INSPECTION OR TEST BY MANUFACTURER
 RI : PARTIAL OR RANDOM INSPECTION
 P : PREPARE DOCUMENT OR WORK
 R : REVIEW OF REPORT OR DOCUMENTATION

CONTOH SEBAGAIMANA TERLAMPIR QA-QC & ITP\ITP 001M Boiler 09-6-11.xls

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 43


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

5.3. FORMAT YANG BIASA DIGUNAKAN :


CONTENT FORMAT MENCAKUP : QA-QC & ITP\ITP 002M Turbin 09-6-11.xls
 DESCRIPTION, URAIAN KEGIATAN YANG HARUS DIBUAT RINCI
SETIAP LANGKAH PEKERJAAN DARI PEMBELIAN RAW MATERIAL
SAMPAI PENGUJIAN DILAKUKAN DI LAPANGAN
 REFERENCE DOCUMENT DIISI KETENTUAN /PASAL DALAM
TECHNICAL SPECIFICATION, DRAWING, PROCEDURE
 VERIFYING DOCUMENT DIISI REFERENSI SEPERTI TEST REPORT
YANG DIGUNAKAN ATAU CERTIFICATE ATAU RECORD YANG LAIN
UNTUK MEMASTIKAN QUALITAS YANG HARUS DIPENUHI SESUAI
KONTRAK
 INSPECTION ACTIVITIES YANG DILAKUKAN OLEH MASING MASING
INSTITUSI TERKAIT : VENDOR, KONTRAKTOR, PLN, KONSULTAN,
YANG BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KEGIATAN YANG
DILAKUKAN SESUAI ITP .
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 44
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL

SET UP AWAL YANG PERLU DILAKUKAN


Memastikan bahwa semua dokumentasi harus dipenuhi :
• Quality Assurance Program dan Quality Control Manual telah
direview dan disetujui oleh Owner
• Telah menunjuk 3rd party International reputable quality
inspection agency
• Quality program harus dibuat terintergrasi dan comprehensive
dari inspection material, proses inspection dan pengendalian
fabrikasi, memeriksa dimensi dan non destructive test telah
dilakukan
• Test Procedure sesuai persyaratan kontrak telah disampaikan
dan disetujui oleh Owner
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 45
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

QUALITY
QUALITY ASSURANCE
ASSURANCE &
& QUALITY
QUALITY CONTROL
CONTROL

LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN OWNER


1)Mengingatkan Kontraktor untuk menunjuk 3rd party QA/QC Agency untuk
persetujuan.
2)Detailed Quality Control Procedure termasuk dalam dokumen ITP disampaikan
kepada Owner untuk disetujui.
3)Dokumen Instruction penyimpanan peralatan sebelum dipasang harus
disampaikan untuk dimonitor implementasinya.
4)Site Quality Control Program termasuk Hold point dan Inspection progress
pekerjaan telah dimasukkan dalam dokumen ITP dan dimonitor implementasinya
5)Meminta Dokumentasi terkait denga QA/QC yang dibuat dan di inspeksi oleh 3rd
party Agency disampaikan sebelum pengapalan.
6)Meneliti dokumen QA/QC sesuai spesifikasi, codes dan standar yang ditetapkan
dalam kontrak
7)Pada saat Invoice untuk peralatan tiba di lapangan diajukan, harus dapat
dipastikan bahwa dokumentasi yang diminta sesuai ITP dan Quality Control
Procedure telah disampaikan, baru dapat diproses pembayarannya.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 46
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

QUALITY
QUALITY ASSURANCE
ASSURANCE &
& QUALITY
QUALITY CONTROL
CONTROL

Overall Inspection Point Program


Sebelum melakukan Inspection di Manufacturer, harus
dipastikan bahwa Overall Inspection Point Program telah
disampaikan dan disetujui Owner.

Memastikan bahwa Shop Inspection Test Procedure telah


disampaikan sebelum dilakukan Factory Test.

Menunjuk QA/QC Konsultan untuk menyaksikan Test

Bersama sama Owner mewakili menyaksikan Factory


Inspection / Acceptance Test / FAT
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 47
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
Shop Inspection and Test Plan
 Meneliti Shop Inspection Test Plan (ITP) level 1,2,3
 Memastikan siapa yang akan : R (Review Document), W (Witness), R (Review
report & Document), H ( Hold sebelum dilakukan Inspection), P (Prepare
Document), SW (Spot witness), M ( 100 % Inspection oleh Fabrikan), RI
(Partion random Inspection) dalam dokumen ITP yang harus disetujui
Owner.
 Memastikan Reference Document telah sesuai dengan spesifikasi kontrak
 Mengusulkan Owner untuk menyetujui dokumen ITP
 Meminitor Updating Inspection Schedule
 Memastuikan Notification Shop Inspection telah sesuai dengan yang
ditentukan dalam kontrak
 Memastikan bahwa approval Drawing telah diterbitkan oleh Owner
 Memastikan bahwa Fabrikasi Peralatan hanya dapat dilakukan apabila sudah
terbit gambar final yang disetujui Owner
 Memastikan bahwa material peralatan yang difabrikasi telah sesuai dengan
mill certificate material dari supplier dan sesuai spesifikasi kontrak.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 48
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

QUALITY ASSURANCE & QUALITY CONTROL

Document Approval Status


 Memastikan bahwa fabrikasi Peralatan
dilakukan setelah gambar Final disetujui Owner.
 Memastikan bahwa pengiriman
material/peralatan dilakukan setelah gambar
final disetujui Owner
 Invoice tidak dapat diproses apabila Kontraktor
belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan
dan dokumentasi terkait ITP dipenuhi oleh
Kontraktor
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 49
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LANGKAH YANG HARUS DITEMPUH SEBELUM QA/QC


KONSULTAN MELAKUKAN PEKERJAAN DI MANUFACTURER
1) Diusulkan QA/QC Enjinir ditempatkan di manufacturer diambil dari konsultan QA/QC
melalui SLA JMK yang dapat bekerja Independen secara professional, untuk
mengamankan posisi PLN dari sisi Legal , apabila terjadi masalah kontraktual , PLN tidak
dikaitkan secara langsung sehingga terhindar dari masalah kegagalan konstruksi akibat
ulah Kontraktor yang mungkin terjadi dalam implementasi proyek.

2) Dalam pelaksanaan Inspection di Manufacturer, Enjinir PLN bertanggung jawab meneliti


dokumen QA/QC dan hasil Test telah dilakukan sesuai kontrak pada saat menyaksikan
pelaksanaan Inspection di Manufacturer, sedangkan yang harus memeriksa dan
menyetujui hasil Test dilakukan oleh QA/QC Enjinir yang ditunjuk mengawasi day to day
di manufacturer.

3) Tugas konsultan QA/QC di manufacturer sehari hari diberikan wewenang melakukan


pengawasan langsung berkoordinasi bersama Kontraktor/Fabrikan.

4) Disetup mekanisme dengan ditentukan basic Communication dan Flowchart tugas dan
tanggung jawabnya.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 50
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

TUGAS QA/QC KONSULTAN :


Langkah yang harus ditempuh sebelum QA/QC Konsultan melakukan
pekerjaan di Manufacturer

Diusulkan QA/QC Enjinir ditempatkan di manufacturer diambil dari konsultan QA/QC melalui SLA JMK
yang dapat bekerja Independen secara professional, untuk mengamankan posisi PLN dari sisi Legal ,
apabila terjadi masalah kontraktual , PLN tidak dikaitkan secara langsung sehingga terhindar dari masalah
kegagalan konstruksi akibat ulah Kontraktor yang mungkin terjadi dalam implementasi proyek

Dalam pelaksanaan Inspection di Manufacturer Enjinir PLN bertanggung jawab meneliti dokumen QA/QC
dan hasil Test telah dilakukan sesuai kontrak pada saat menyaksikan pelaksanaan Inspection di
Manufacturer, sedangkan yang harus memeriksa dan menyetujui hasil Test dilakukan oleh QA/QC Enjinir
yang ditunjuk mengawasi day to day di manufacturer

Tugas konsultan QA/QC di manufacturer sehari hari diberikan wewenang melakukan pengawasan
langsung berkoordinasi bersama Kontraktor/Fabrikan

Disetup mekanisme dengan ditentukan basic Communication dan Flowchart tugas dan tanggung
jawabnya
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 51
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

TUGAS QA/QC KONSULTAN :

– Membantu Owner dalam menyetujui dokumen ITP dan Inspection Procedure.


– Menerbitkan dokumen seperti Inspection Quality Certificate dan laporan pelaksanaan QA/QC
kepada PLN untuk memastikan bahwa kualitas peralatan sesuai dengan spesifikasi kontrak.
– Melakukan pemeriksaan kualitas material yang digunakan sebelum Fabrikasi peralatan dilakukan.
– Memeriksa kualitas peralatan pada saat di Fabrikasi
– Memeriksa dokumen QA/QC yang harus disampaikan oleh Kontraktor sesuai ketentuan untuk
disetujui Owner.
– Memastikan bahwa pelaksanaan Fabrikasi sesuai jadwal yang disepakati bersama.
– Melakukan Inspection dan atau Factory Acceptance Test seluruh peralatan sesuai kontrak baik yang
disaksikan/witness atau tidak disaksikan oleh PLN .
– Menandatangani /memeriksa hasil Inspection / test telah sesuai dengan ketentuan kontrak.
– Menerbitkan dokumen Inspection Quality Certificate untuk disampaikan kepada Owner.
– Memastikan peralatan yang akan dikapalkan telah memenuhi persyaratan kontrak dan
menyetujui /realease for shipment sesuai jadwal yang disepakati bersama.
– Memastikan bahwa Instruction manual penyimpanan peralatan telah sesuai dengan persyaratan,
sebelum peralatan dipasang.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 52


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 53


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

QA/QC Supervision Process


• Familiarize relative regulations and standards used
• Review test procedures
• Communicate to contractor or manufacturing of our trip
Preparation

• Procedures review and approval


• Inspection witnessing
• Test report review and quality error correction
• Documents review and quality error correction
QA/QC • Quality meeting
Execution • Documentation

• Documents and test data reporting


• Test data submission
QA/QC • Supervision report documentation
Completion

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 54


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
LEMBAR PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM QA/QC
EPC CONTRACT
1. CONTRACTOR RESPONSIBILITY :

Target Date
DURATION
No ACTIVITIES issued REMARK
(Refer to the Contract)
1 Detailed Quality Control 6 weeks after Contract
Procedures (ITP) Signed or 4 weeks before
start of fabrication
2 Overall Inspection Point 3 (three) month after
Program. Contract signed or 4
(four)months before
fabrication
3 Notification of shop Test to be 14 days before Inspection
witness by Owner
4 Notification of the date and 14 day prior the date of
place Plant ready for Testing testing
5 Owner advised may proceed 7 (seven) days pror
with the test thedate of testing
6 Format for the factory Test 2(two) months after
Procedure/Plan contract signed

7 Detailed inspection schedule 6 (six) Months prior the


/shop inspection procedure estimated inspection date
8 Notification when packing will 10 (ten) day prior to ex
carried out works despacth for
shipment
9 Field radiographs report 7 days after completion of
submitted to Owner radiography

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 55


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
LEMBAR PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM QA/QC
1. OWNER RESPOSIBILITY :
EPC CONTRACT
(Necessary approval by the Owner)

No Institution in Charge Standard Date issued Remarks


Maximum
Duration
(Days)
1 Document submission by the
0
Contractor
2 Enjiniring PLN E/PLN JE check and
submit comment to the Owner 5
Representative/UIP (if any)
3 QA/QC Consultant Review the
2
Document

4 QA/QC Consultant submit to JMK


3
Head Office

5 JMK Head Office Team Check and


prepared Recommendation Letter 3
for General Manager signing

6 General Manager JMK Signed


Letter and send to the
2
Owner/Representative for
approval

7 Owner check for issuance of


approval ( if needed to be 5
discussed with PLN JE/PLN E)

8 Final Draft Letter ready for General


2
Manager UIP signing

9 General Manager UIP/Owner


Representative issued Aprroval 2
Letter
4/23/19Total Duration Manajemen Supervisi19
Konstruksi 56
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LEMBAR PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM QA/QC


EPC CONTRACT
1. OWNER RESPOSIBILITY :
(Direct Approval by QA/QC Consultant at Manufacturer)

No Institution in Charge Standard Dated issued Remarks


Maximum
Duration
(Days)
1 The Correct Document 0
submission by the Contractor
2 QA/QC Consultant review and 2
check the submittal Document
3 QA/QC Signed and stamp 1
realesed for Manufacturing or
packing or shipment
4 QA/QC reported and submitted 2
the Document had signed and
stamp to the Owner
Total Duration 5
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 57
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

5. NON CONFORMANCE REPORT

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 58


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

• Non Conformance Report harus diterbitkan


apabila terdapat ketidaksesuaian sesuai kontrak
• Ketidaksesuaian sesuai kontrak biasanya
dikelompokkan dalam beberapa kategori :
 Pekerjaan tidak dilakukan sesuai gambar yang
disetujui
 Pekerjaan dilakukan sesuai Gambar tetapi tidak
dilakukan sesuai spesifikasi kontrak
 Pekerjaan dilakukan tidak sesuai dengan gambar,
berdampak pada kualitas yang dipersyaratkan sesuai
kontrak
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 59
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH SUPERVISOR

• Supervisor wajib segera menerbitkan NCR apabila terdapat


ketidaksesuaian sesuai kontrak
• Supervisor wajib merecord daftar NCR untuk keperluan pengedalian dan
dimonitor tindak lanjutnya yang harus dilakukan Kontraktor
• Apabila belum ada tindak lanjut/feed back dari Kontraktor , NCR tetap
dalam posisi open NCR
• Sebelum pekerjaan diserahterimakan , harus dipastikan NCR seluruhnya
telah diselesaikan.
• Apabila pada saat harus diserahterimakan pekerjaan belum juga
ditindaklanjuti, Supervisor harus dapat memastikan dituangkan dalam
Outstanding Items sebagai lampiran TOC, sepanjang dianggap minor, tidak
berpengaruh pada safely operation of the Unit.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 60


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LANGKAH PENYELESAIAN NCR SEBELUM TOC

• NCR dibahas bersama Kontraktor dan Institusi terkait : Owner, Konsultan


Engineering, Konsultan Supervisi.
• Langkah yang dilakukan :
 Apabila telah diselesaikan oleh Kontraktor, dilakukan Joint Inspection
ditandatangani oleh kedua belah pihak
 Apabila dapat diterima tidak berpengaruh dengan kualitas sesuai
kontrak , diminta Konsultan Engineering menerbitkan Justifikasi Teknik
 Apabila tidak berpengaruh pada kualitas sesuai kontrak , tetapi
mengurangi lingkup /kuantitas sesuai kontrak, dilakukan pengurangan
harga didukung Justifikasi Teknis dan Amandemen kontrak.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 61


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

NCR Open

NCR Compilation
Supervision
Review and approve NCR
engineer
NCR Issued with suggestion

Contractor quality error correction Contractor

Contractor feedback

Supervision
Reject Review
engineer

Accept

4/23/19
NCR Close
Manajemen Supervisi Konstruksi
NCR Process 62
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

6. REPORTING SYSTEM

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 63


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

REPORTING SYSTEM

• Laporan Kontraktor harus dapat disampaikan tepat


waktu
• Laporan yang harus dibuat oleh Kontraktor meliputi :
– Laporan/ Record Harian
– Laporan Mingguan
– Laporan Bulanan
– Laporan Disbursement 4 (empat) bulanan
– Laporan Tenaga kerja Asing (RPTKA)
– Laporan RPL/RKL
– Laporan Kandungan Lokal
– Laporan lain yang diperlukan sesuai GOI Regulation
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Laporan Harian, Mingguan


 Pengawas Lapangan harus meneliti kebenaran atas laporan yang
disampaikan Kontraktor.
 Record lapangan harus ditandatangani oleh Pengawas di lapangan
 Hasil joint Measurement harus diteliti akurasinya dan ditandatangani
bersama Kontraktor dan Pengawas Lapangan.
 Apabila terdapat ketidaksesuaian dengan yang disyaratkan, Pengawas harus
mencatat didalam Record Lapangan yang ditandatangani bersama
Kontraktor dan memonitor langkah tindak lanjutnya sampai selesai.
 Apabila terdapat perbedaan pendapat di lapangan, Pengawas harus
melaporkan kepada Ketua Tim dan segera mengatur rapat pertemuan
khusus dalam rangka mencari Solusi yang dihadapi di lapangan.
 Apabila terdapat deviasi di Lapangan yang tidak dapat diselesaikan dalam
rapat , melalui Ketua Tim segera menerbitkan surat kepada Kontrator dan
mendokumentasikan dalam NCR (Non Conforming Report).
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Laporan bulanan
Kontraktor wajib menyampaikan laporan bulanan kepada “owner”
Content laporan bulanan minimal mencakup :
• Profile proyek/contract yang mencakup no dan tanggal kontrak ditandatangani,kontraktor
/member of consortium resposibility
• Summary report
• Rincian realisasi pekerjaan yang dilakukan dalam bulan laporan
• Chronological event selama bulan laporan
• Milestones dan realisasinya
• Status drawing yang telah disampaikan, disetujui, ditolak (status “A,B,C”)
• Status of Quality Assurance-QA/QC
• Shipment schedule dan realisasinya
• Status of vendor/supplier komulatif sampai dengan bulan laporan
• Realisasi penggunaan resources : peralatan, material, tenaga kerja
• Kendala yang dihadapi dalam bulan laporan
• Daftar tenaga kerja asing sesuai rptka form
• Rincian realisasi pembayaran ( dibandingkan dengan harga kontrak
• Progress fisik sesuai format yang disepakati dirinci masing masing bagian pekerjaan
• S – curve dibandingkan original schedule, revised/catchup schedule yang telah disepakati kedua
belah pihak.
• Daftar korespondensi
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Laporan Penggunaan Tenaga Asing


Sesuai GOI Regulation Kontraktor wajib menyampaikan RPTKA secara rutine
setiap bulan kepada Pemberi Kerja.
Pemberi Kerja wajib melaporkan Kepada Depnaker, Kantor Imigrasi dan
Kepolisian Setempat

RPTKA antara lain meliputi :


• Job Tenaga Asing
• Record masa berlaku Pasport
• Masa berlaku Ijin Kerja
• Masa berlaku Ijin lapor diri dari Kepolisian Setempat

Job Tenaga asing pada dasarnya tidak diijinkan sebagai Labour/Unskill Labour ,
namun harus dipekerjakan sebagai Supervisor, manajer, Job lain yang dapat
dilakukan oleh tenaga kerja Indonesia.

Pengawas harus memonitor status TKA dan apabila Dokumen telah tidak
berlaku, wajib mengingatkan melalui surat dan apabila perlu tidak mengijinkan
bekerja di Lapangan sebelum memperbaharui dokumen yang dimilikinya.
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Laporan RPL/RKL
Kontraktor yang melaksanakan kegiatan di lapangan wajib memenuhi ketentuan
Lingkungan Hidup dalam Dokumen Amdal.

Kontraktor wajib membuat laporan RPL/RKL kepada Pemberi Kerja.

Kontraktor wajib menunjuk Tim RPL/RKL yang memiliki pengalaman Pelaksanaan


RPL/RKL .

Monitoring /pengukuran di lapangan wajib dilakukan setidaknya 1 bulan sekali.

Pengukuran di lapangan harus konsisten dan sesuai dengan titik titik pengukuran
yang telah dilakukan pada saat Amdal agar dapat dibandingkan nilai baku mutunya.

Pengawas Lapangan harus memonitor dan melakukan pendampingan dalam setiap


dilakukan kegiatan monitoring/pengukuran di lapangan yang dilakukan oleh
Kontraktor.
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Laporan RPL/RKL
 Laporan RPL/RKL yang disampaikan ke Bapedalda harus atas nama Pemrakarsa
(PLN) sehingga laporan RPL/RKL oleh Kontraktor harus diteliti dan dibahas
terlebih dahulu kebenarannya bersama Pengawas di lapangan, sebelum
disampaikan kepada Bapedalda oleh Pemberi Kerja.

 Laporan RPL/RKL kepada Pemberi Kerja dilakukan Bulanan, dan Laporan


kepada Bapedalda disampaikan setiap 3 bulanan.

 RPL/RKL wajib dilakukan oleh pelaksana Proyek dalam setiap melakukan


kegiatannya di Lapangan.

 RPL/RKL sepenuhnya harus mengacu pada Dokumen Amdal yang telah


disetujui oleh Gubernur/Instansi Pemda yang terkait.

4/23/19
 Laporan RPL/RKL setiap Manajemen
triwulanSupervisi
wajibKonstruksi
dilaporkan kepada Bapedalda 69
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Community Development / Comdev


Tim Supervisi wajib mempelajari persyaratan yang harus dilaksanakan oleh pemrakarsa
dalam pelaksanaan proyek di lapangan.

Pemrakarsa harus melaksanakan RPL/RKL selama periode Konstruksi. Sesuai kontrak


Kontraktor harus melaksanakannya karena setiap Institusi yang melaksanakan kegiatan di
lapangan wajib memenuhi ketentuan dalam dokumen Amdal. Oleh karen itu segera menset
Up Konsultan yang akan melakasanakan monitoring RKL/RPL sesuai dokumen Amdal.

Tim Comdev sebaiknya sibentuk oleh dalam format Tim bersama Kontraktor yang
melibatkan aparat setempat dan tokoh masyarakat yang diprakarsai oleh Tim Manajemen
Supervisi Konstruksi JMK untuk mengantisipasi /fasilitasi keinginan lingkungan

Owner harus “Take care “ terhadap komplain/keinginan lingkungan dalam partisipasi


menjaga lingkungan selama periode Konstruksi. Apabila terjadi permasalahan lingkungan
sehubungan kegiatan Proyek, harus segera disikapi dan dikomunikasikan dengan Tim
Comdev yang didalamnya termasuk aparat dan Tokoh masyarakat setempat.
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LAPORAN PROYEK SELESAI


•Laporan Proyek Selesai harus dilakukan segera setelah proyek secara
keseluruhan diselesaikan oleh Kontraktor di lapangan.
•Project Completion Report dibuat oleh Konsultan Pengawas atau PLN
JMK yang melaksanakan supervisi Pekerjaan di lapangan.
•Project Completion hanya dapat disusun apabila seluruh dokumen
yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan dari
kontraktor dan dokumen pengawasan lengkap dimiliki oleh para
pengawas di lapangan.
•Oleh karena itu Sejak awal Konstruksi, seluruh dokumen yang
digunakan untuk dasar pengawasan harus dimiliki dan disimpan
dengan baik selama masa konstruksi, agar Project Completion
Report/Laporan Proyek Selesai dapat dibuat dengan baik dan
sempurna.
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LAPORAN PROYEK SELESAI


Hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam pnyusunan Poject
Completion Report :

1. Sejak awal Konstruksi, sudah harus tersedia dan didokumentasikan


dengan baik antara lain :
 Dokumen Pemilihan Lokasi,
 KKO & KKF,
 Dokumen tanah ,
 Dokumen Pre FS/FS,
 Amdal,
 Copy Perijinan,
 Realisasi Pembayaran & Realisasi Fisik di lapangan
 Evedence proses Pengadaan untuk mengetahui schedule
pengadaan dan permsalahannya
 Gambar approval
 Hasil Uji Lapangan dan dokumen hasil uji Kommisioning
 Dokumen Serah Terima Pekerjaan termasuk yang masih pending
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 72
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LAPORAN PROYEK SELESAI


2. Dokumen Pengawasan sebaiknya disetup dan telah
disiapkan format laprannya melalui laporan bulanan
Kontraktor, sehingga pada saat penyusunan Draft/
Konsep Laporan Proyek Selesai disusun sudah dpat
dirangkum dan digunakan sebagai lampiran dalam
Laporan Proyek Selesai.

3. Narasi laporan akan mudah dibuat apabila Pengawas


telah memiliki dokumen pengawasan lengkap pada saat
penyusunan laporan.
Apabila dikompile menjelang laporan akan disusun ,
Pengawas akan mengalami kesulitan penulisan dalam
penyusunan laporan.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 73
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LAPORAN PROYEK SELESAI


Contoh Daftar Isi
Project Completion Report
VOLUME I:

• GENERAL
1.Project history
2.Project background
3.Scope of project
4.Contract and contractors
5.Specification of the project
6.Construction schedule
7.Manpower utilization
8.Construction cost
9.Services provided by PLN jasa penunjang
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 74
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

VOLUME II:
 
FIELD SURVEY (Bathymetry, Topography, Soil Investigation )

DESIGN
Site Layout
Site Condition
Design Concept
Power Plant Equipment
Building and Structures
I & C Control Equipment
 
 
PROCUREMENT
Procurement Schedule 
 
MANUFACTURING
Manufacturer of Power Plant Equipment
Sources of Civil Materials
Factory Inspection and Expediting (BVI)
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 75
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

VOLUME III:

CONSTRUCTION
Scope of Contract
Contract Schedule
Contract Execution
Chronologies Event  
Civil Work
Main Mechanical Plant
Electrical, Control and Instrumentation Works
Miscellaneous Services 
Outstanding Items
Commissioning and Testing
Spareparts, tools and consumables 
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 76
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

ATTACHMENTS

Figure 1-1 : Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik 
                               (RUPTL) 2006–2012
Figure 1-2 : Alternative Site Selection
Figure 1-3 : Financial Analysis Report for Suralaya of Coal Fired Steam
                               Power Plant Unit 8
Figure 1-4 : List of Sub Contractors and Sub Vendors
Figure 1-5 : Summary of the Latest Plans and Actual Project Master 
                               Schedule
Figure 1-6 : List of Expatriate Personnel Employed
Figure 1-7 : Manpower Utilization Graphic
Figure 1-8 : Summary of Payment Status of EPC Contract
Figure 1-9 : Construction Project Cost of PLTU 1 Banten, Suralaya Unit 8
Figure 1-10 : Summary of Comparison of Estimated Cost Versus Actual 
                               Cost of the Project

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 77


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Figure 1-11 : Record of Approved Drawing Number
Figure 1-12 : Manmonths Usage & Direct Cost of PT. PLN 
                            (Persero) Pusenlis
Figure 1-13 : Manmonths Usage & Direct Cost of PT. PLN (Persero)
                            Jasa Manajemen Konstruksi
Figure 1-14 : Manmonths Usage & Direct Cost of PT. PLN (Persero)
                             Jasa Sertifikasi
Figure 1-15 :  List of Permit Issued by Local Government
Figure 1-16 :  Chronology Event During Construction Period
Figure 1-17 :  List of Outstanding Items and Missing Equipment to
                             be Settled by Contractor
Figure 1-18 :  List of Non Conforming Record (NCR) to be Settled 
                             by Contractor
Figure 1-19 : Test and Commissioning Sequence Schedule
Figure 1-20 : “Laik Operasi” Certificate  Issued by PT. PLN 
                             (Persero) Jasa Sertifikasi
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 78
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Figure 1-21 :  Record of Progress During 
                                   Construction
Attachment II-1 :  List of Main Equipment Level 1
Attachment II-2 :  Report of Inspection Test at                           
Manufacture by Black & Veatch 
                                    Consultant
Attachment II-3 :  List of Manufacturer’s Trainees for                        
  Operation & Maintenance
Attachment II-4 :  List of On Site Trainees for Operation &                        
   Maintenance
Attachment II-5 :  List of Spareparts, Maintenance Tools,                        
   and Test Equipments
Attachment II-6 :  List of Consumables Parts
Attachment III :  Photo Documentation
Attachment IV :  Field Survey Document
Attachment V :  List of As Built Drawings
Attachment VI
4/23/19
:  “AMDAL” Document
Manajemen Supervisi Konstruksi 79
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

7. SERAH TERIMA PEKERJAAN

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 80


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Serah terima pekerjaan meliputi :


1. Sesuai Kontrak terdapat 2 (dua) jenis
Serah Terima Pekerjaan meliputi :

a) Serah Terima Pekerjaan Pekerjaan


tahap 1 (TOC)

b) Serah Terima Pekerjaan tahap 2 (FAC)


4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 81
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

2. Secara Internal Institusi PLN , penyerahan pekerjaan


kepada Institusi PLN terkait :
a) Serah terima sebagian pekerjaan dari Tim Supervisi
Konstruksi kepada Tim Commissioning yang
bertanggug jawab melakukan supervisi
Commisioning yang harus mengacu sesuai kontrak
pekerjaan dengan pihak ketiga
b) Serah Terima Pengoperasian dari yang mewakili
Owner (Pemilik Proyek - UIP) kepada Institusi yang
akan bertanggung jawab melakukan Operasi
(Pemilik/pengolaan Asset – PLN Regional/Anak
Perusahaan)
c) Serah Terima Proyek dari Manajemen PLN kepada
Pengelola Asset
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 82
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

a) Serah Terima Pekerjaan Pekerjaan tahap 1


(TOC)
– Sesuai Kontrak Pekerjaan dengan pihak ketiga
(Kontraktor) , diatur bahwa Serah Terima Pekerjaan
tahap 1 (Taking Over Certificate) dapat dilakukan
apabila pekerjaan telah diselesaikan dan telah
dilakukan Pengujian/Commissioning.

– Apabila Perfomance Test telah berhasil dilakukan


sesuai Kontrak dan telah disetujui hasilnya oleh Tim
Commissioning , Kontraktor berhak meminta
4/23/19
diterbitkan Taking Over Certificate (TOC).
Manajemen Supervisi Konstruksi 83
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

b) Serah Terima Pekerjan tahap 2 (FAC)

– Final Acceptance Certificate dapat diterbitkan oleh Pemberi


Kerja kepada Kontraktor, apabila telah dilakukan Final
Inspection/First Year Inspection telah dilakukan dan
memenuhi persyaratan memuaskan (Satisfied) sesuai
kontrak dan seluruh pending, outstanding, NCR, Defect
during warranty period telah diselesaikan seluruhnya oleh
Kontraktor.
– FAC hanya dapat diterbitkan apabila seluruh kewajiban
sesuai kontrak dipenuhi oleh Kontraktor. Hal ini perlu
menjadi perhatian bagi Supervisor bahwa Kontrak masih
akan berlaku/Valid apabila FAC belum diterbitkan.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 84
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

c) Serah Terima sebagian pekerjaan dari Tim Supervisi


Konstruksi kepada Tim Commissioning (Taking Over
Packages - TOP)
– Serah Terima sebagian pekerjaan dari Tim Supervisi
Konstruksi kepada Tim Commissioning (TOP) dilakukan
apabila pemasangan peralatan/pekerjaan telah dilakukan
Joint Inspection/Individual Test bersama Kontraktor dengan
baik sesuai kontrak.
– Serah Terima sebagian pekerjaan (TOP) dapat dilakukan
beberapa kali, sesuai progress pekerjaan di lapangan.
– Maksud TOP diterbitkan untuk memastikan bahwa peralatan
sudah siap dilakukan Commissioning, sehingga tanggung
jawab pelaksanaan Commissioning dialihkan kepada Tim
4/23/19
Commissioning. Manajemen Supervisi Konstruksi 85
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Sebagai gambaran Hubungan antar Unit dan


4/23/19
Flow chart Commissioning sebagai berikut :
Manajemen Supervisi Konstruksi 86
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 87


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

d) Serah Terima Pengoperasian


– Serah Terima Operasi Proyek (STOP) dilakukan
segera setelah Pembangkit/Unit dinyatakan sudah
Commercial Operation Date (COD), karena
tanggung jawab pengoperasian harus diambil alih
oleh PLN . Sejak tanggal COD tersebut dimulai
masa garansi sesuai kontrak.
– Tanggung jawab Pemilik Proyek/yang ditunjuk
mewakili Proyek (Owner – UIP) hanya defect
during warranty Period dan pending kontraktual
yang harus diselesaikan sesuai kontrak.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 88
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

e) Serah Terima Proyek dari Manajemen PLN


kepada Pengelola Asset
– Serah Terima Proyek (STP) dilakukan dari Manajemen PLN
kepada pengelola Asset setelah seluruh kewajiban secara
kontraktual dan perhitungan nilai asset telah ditetapkan oleh
Manajemen PLN. Dalam kenyataannya Serah Terima Proyek
(STP) dilakukan segera setelah FAC diterbitkan .

– Pengelola Asset selanjutnya bertanggung jawab sepenuhnya


dalam mengelola Asset yang diserahkan dan pembiayaan
Operation dan Maintenance (O&M) direncanakan dan
direalisasikan.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 89


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 90


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

8. PENGELOLAAN MATERIAL DAN PERALATAN


DI LAPANGAN

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 91


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PENGELOLAAN MATERIAL DAN PERALATAN


DI LAPANGAN
• Pengelolaan Material dan Peralatan di lapangan pegang
peran penting dalam pengendalian kualitas di lapangan
• Pengawas wajib memperhatikan Pengelolaan, penyimpanan,
persiapan pemasangan material dan peralatan di lapangan.
• Pemahaman terhadap pelaksanaan di lapangan diuraikan
dalam program pembekalan supervisor PT. PLN (Persero)
Jasa Manajemen Konstruksi (JMK)

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 92


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

REQUEST FOR INSPECTION


1. REQUEST FOR INSPECTION WAJIB DILAKUKAN OLEH KONTRAKTOR
SEBELUM MA TERIAL DAN PERALATAN DIKIRIM DI LAPANGAN
2. TERDAPAT BEBERAPA TEMPAT PENGAWAS HARUS MELAKUKAN
INSPECTION MATERIAL :
 DI MANUFACTURER
 DI PELABUHAN
 SELAMA TRANSPORTASI
 DI LAPANGAN
 SEBELUM DIPASANG
3. OWNER MELALUI SUPERVISOR DI LAPANGAN MELAKUKAN JOINT
INSPECTION DAN HASILNYA DITUANGKAN DALAM LIST HASIL JOINT
INSPECTION YANG DITANDATANGANI OLEH KEDUA BELAH PIHAK

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 93


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

REQUEST FOR INSPECTION


4. DALAM JOINT INSPECTION SETELAH BAGIAN PEKERJAAN SELESAI
DILAKUKAN, SUPERVISOR HARUS MENCANTUMKAN DISETUJUI ATAU
DITOLAK HASIL KERJA KONTRAKTOR DALAM LIST HASIL JOINT
INSPECTION.
5. APABILA TERDAPAT KETIDAK SESUAIAN PENGAWAS WAJIB
MENCANTUMKAN DALAM LAMPIRAN JOINT INSPECTION RECORD .
6. APABILA MEMPENGARUHI KUALITAS , PENGAWAS WAJIB MENOLAK
UNTUK DITERIMA DAN APABILA ADA CACAT YANG TIDAK
BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS , PENGAWAS WAJIB
MENCANTUMKAN DALAM HASIL JOINT INSPECTION DAN
KONTRAKTOR
HARUS MENINDAK LANJUTI SESUAI KETENTUAN DALAM KONTRAK

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 94


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

INSPECTION MATERIAL/PERALATAN
 DI MANUFACTURER :
Pengawasan pengelolaan material/peralatan cukup dengan diperiksa
Construction procedure during Manufacturing.
 DI PELABUHAN :
Pengawasan pengelolaan Material/peralatan dikendalikan melalui memeriksaan
proses penunjukan Forwarder yang berpengalaman dan memiliki Peralatan/Handling
Equipment yang memadai
 SELAMA TRANSPORTASI :
Pengawasan pengeloaan Material/Peralatan dilakukan melalui prosedur transportasi
dengan memeriksa jenis dan kemampuan alat angkut seperti forklift, trailer,
multiaxle Truck yang sesuai dengan kapasitas material/peralatan yang akan diangkut.
 DI LAPANGAN :
Pengawasan dilakukan melalui Joint Inspection metode “ MRR “ yang diatur dalam
kontrak.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan Construction Method dengan dilakukan
Joint Inspection sebelum pemasangan Peralatan
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 95
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PERSIAPAN PELAKSANAAN PENGIRIMAN


Terdapat 3 (tiga) macam dokumen yang terkait dengan pengiriman
material/peralatan yang perlu diperhatikan :

a. Letter of Credit (L/C)


1. Jenis L/C Menurut Cara Pembayaran
2. Keterkaitan Letter of Credit Dengan Proses Kepabeanan.

b. Master List (M/L)

c. Penunjukkan Forwarder

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 96


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SUPERVISOR


1. Letter of Credit :
 Pengawas Lapangan wajib memeriksa apakah no dan tanggal
diterbitkan L/C telah sesuai dengan Kontrak.
2. Master List :
 Pengawas wajib memeriksa , rincian master list yang telah
ditandatangani kedua belah pihak sesuai kontrak.
 Master List harus sesuai dengan Price breakdown kontrak
3. Penunjukan forwarder :
 Pengawas wajib memeriksa apakah pelaksanaan pengelolaan
/transportasi material /peralatan dilakukan oleh forwarder yang
telah disetujui oleh Pemberi Kerja dan tidak boleh disubkan kepada
pihak lain tanpa persetujuan Pemberi Kerja “Owner”

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 97


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PROSES PELAKSANAAN PENGIRIMAN MATERIAL :

Terdapat 4 (empat) langkah yang dilakukan oleh Kontraktor


dalam pengiriman material/peralatan :

a. Rencana Shipment.

b. Persiapan Dokumen Impor

c. Kepabeanan / Proses Custom Clearance

d. Material Receiving Report

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 98


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SUPERVISOR

1. Rencana Shipment :
 Pengawas wajib mengetahui shipment schedule material/peralatan yang
akan dikirim ke lapangan
2. Persiapan Dokumen Impor :
 Pengawas wajib memonitor status penyiapan dokumen Import yang
disiapkan oleh Kontraktor melalui Forwarder dan Pemberi Kerja “Owner”
3. Kepabeanan / Proses Custom Clearance :
 Proses kepabeanan ini sepenuhnya dilakukan oleh Kontraktor, sedangkan
Pemberi Kerja hanya membantu dan membayar Bea Masuk dan proses
pembebasan Pajak Import barang.
4. Material Receiving Report :
 Pengawas wajib melakukan Joint Inspection terhadap material/peralatan
4/23/19 yang telah tiba di lapangan .
Manajemen Supervisi Konstruksi 99
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATERIAL RECEIVING REPORT


(MRR)

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 100


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATERIAL RECEIVING REPORT (MRR)


Beberapa Dokumen dalam Persiapan Material Receiving Report :

a. Inspection Request.
b. Inspection Record.
c. Over Landed, Shortage and Damage Report (OSD Report).
d. Material Receiving Report.
e. The Cargo Listed on Master List.
f. Certificate of Inspection (COI).
g. Certificate of Arrival (COA).

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 101


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
Keterangan :
IR = Inspection Report
OSD = Over Landed, Shortage and
Damage Report
COI = Certificate Of Inspection.
COA = Certificate of Arrival
PLN IR+ OSD
IR+ OSD + COI +
+ COI + COA COA
2
Inspection 3 4
1
Request
COA
2 5

6
Inspeksi Barang Kontraktor PLN Kit
COA

2 1
Inspection IR+ OSD IR+ OSD
Request + COI + COA + COI +
COA
3 4

PLN Proyek

MATERIAL RECEIVING REPORT (MRR)


4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 102
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATERIAL RECEIVING REPORT

• Material Receiving Report dibuat pada saat Peralatan tiba di site


• “MRR “ harus ditandatangani oleh kedua belah pihak setelah dilakukan
Joint Inspection.
• Format laporan mencakup minimal: Shipping document, Bill of lading,
L/C, Master List no, Rincian Peralatan/Material yang dikirim termasuk
indikasi packing & jumlahnya serta harus dilengkapi dengan pengajuan
Kontraktor untuk dilakukan joint inspection
• Apabila tidak sesuai atau terdapat cacat, harus ditolak untuk diterima di
site , dituangkan dalam berita acara ‘MRR’ form yang ditandatangani
kedua belah pihak.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 103


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MATERIAL RECEIVING REPORT


HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :
 Periksa kelengkapan dokumen
 Master list
 Mill certificate
 Certificate of origin
 Manufacturer sesuai kontrak
 Periksa format /berita acara
 Periksa Packages yang rusak
 Periksa dan hitung bersama Peralatan sesuai dengan Shipping Document
 Apabila terdapat yang cacat/rusak ditolak untuk dipasang dan dicatat dalam
Berita
 Peralatan yang rusak/cacat yang ditolak ditindaklanjuti dengan surat
pemberitahuan kepada Kontraktor untuk dilakukan penggantian.

4/23/19
Manajemen Supervisi Konstruksi 104
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 105


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 106


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 107


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 108


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 109


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MASTER LIST (M/L)

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 110


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
Appl Loan
2 3
1

Bank PLN Kontraktor


Loan 4

CDA

PROSES MASTER LIST


Kontrak

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 111


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

A
Appl SLA RIB 6
Depkeu 7

M/L
SL 10
A M/L

PLN Contractor 9
Fowarder
L/C 7
M/L
8
L/C
Appl L/C

Bank SL 11
Keterangan : A
RIB = Rencana Impor Barang M/L M/L
Appl SLA = Applikasi Sub Loan Agreement
SLA = Sub Loan Agreement
M/L = Master List
Bea dan Cukai

PROSES MASTER LIST


4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 112
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

MASTER LIST (M/L)


• Master List wajib dimiliki oleh Pengawas di lapangan.
• Master list harus telah ditandatangani oleh Pemberi Kerja sebagai
pedoman dalam pengiriman barang sesuai kontrak
• Master list harus sesuai dengan Price Breakdown, karena akan
digunakan dalam proses kepabeanan dan pembayaran oleh
Banker/pihak Bank
• Apabila terdapat penyimpangan breakdown Master List dengan Price
breakdown, Kontrak harus di Amendment agar tidak mengganggu
dalam proses kepabeanan.
• Pengawas wajib mengingatkan kepadaPemberi Kerja apabila terjadi
perbedaan.
• Tidak diperkenankan pengiriman material/peralatan diluar
kontrak/tidak tercantum dalam Price Breakdown Kontrak.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 113


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PENUNJUKAN FORWARDER

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 114


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
SURAT PERMOHONAN PERSETUJUAN
Aproval for Forwarder

Contractor
PLN
Appl for Aproval

1. Surat dibuat oleh Kontraktor kepada PT. PLN cq


GM Wilayah atau GM Pembangkitan atau yang
ditentukan lain dalam Kontrak.

2. Menyebutkan lingkup pekerjaan yang diberikan kepada


PT. X sebagai forwarder yaitu “Local Forwarder” (yang
sudah masuk dalam shortlist dokumen kontrak).

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 115


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Hal yang perlu dipastikan dalam mengevaluasi


kemampuan Forwarder diuraikan sebagai berikut :

Pemeriksaan administrasi

Pemeriksaan kemampuan /pengalaman

Pemeriksaan terhadap resources Peralatan dan


SDM yangmemadai

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 116


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

  Pemeriksaan Administrasi :
Dalam Pemeriksaan Administrasi, Supervisor/Pengawas dapat
melakukan penelitian terhadap usulan calon Forwarder yang akan
ditunjuk, sebagai contoh yang antara lain meliputi :
 Apakah Perusahaan memiliki ijin usaha dibidangnya
 Apakah Perusahaan memiliki organisasi yang memadai
 Apakah Perusahaan memiliki Kualitas manajemen
seperti : telah memiliki standar ISO 9001 dalam
penanganan system management, memiliki prosedur
tetap/baku, memiliki ISO 14001, system manajemen
perlindungan Lingkungan, memiliki standar Labour safety
Management (HSE)
 Apakah Perusahaan memilki kemampuan
financial/laporan keuangan 3 (tiga) tahun terakhir
dengan baik.
 Serta persyaratan adminstrasi lainnya yang perlu
dipenuhi sesuai standar Pemberi Kerja.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 117
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

 Pemeriksaan Kemampuan : Pedoman Pengelolaan Material\Transport Adipala.pdf


Dalam pemeriksaan Kemampuan/pengalaman Forwarder,
Supervisor/pengawas setidaknya meneliti pengalaman yang dimiliki sesuai
bidang pekerjaan sebagai Forwarder yang baik, seperti contoh antara lain :

 Apakah Perusahaan memiliki pengalaman dibidang


pekerjaan Forwarder sesuai yang dibutuhkan,
setidaknya untuk 3 (tiga) tahun terakhir.
 Apakah Perusahaan memiliki Gudang untuk
penyimpanan Barang sementara.
 Apakah Perusahaan memiliki hubungan dengan
Shipping Line /Transporter baik Domestik maupun
International
 Apakah Perusahaan memiliki Software application
khusus seperti Shipping Tracking, Import Declaration
to Custom, Finacing/Informasi Keuangan dsb.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 118
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
 Pemeriksaan terhadap resources Peralatan dan SDM yang
memadai

 Kemampuan terhadap kepemilikan Resources Peralatan


dan SDM yang memadai diperlukan dalam penanganan
pelaksanaan Transportasi peralatan yang akan dikirim ke
Lapangan.
Oleh karena itu Supervisor perlu memeriksa kemampuan yang
dimiliki , yang antara lain sebagai contoh sebagai berikut :

 Apakah Perusahaan memiliki Tenaga Kerja yang cukup, seperti :


staff Custom Clearance, staff Operation, staff teknik dsb.

 Apakah Perusahaan memiliki Peralatan memadai yang


dibuktikan dengan peninjauan ke Workshop Forwarder, untuk
memastikan kemilikan Peralatan termasuk kondisinya
dibuktikan
dengan kapasitas peralatan dan tahun fabrikasinya seperti
4/23/19antara lain : Overhead Crane,
Manajemen Trailer,
Supervisi Jack lift, Forklift, Low bed
Konstruksi 119
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PROSES CUSTOMS CLEARANCE

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 120


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
5

PIB + SPPB + Dok Impor

Komputer Bea Cukai Pejabat


Pelabuhan Penerima Dokumen

1
Mandatory Content
Fowarder Mandatory
Check
Content
Check
Check Check

2
Analyzing Point
PIB
Via Penetapan
Penetapan
EDI Jalur
Jalur 6

Fiat Keluar
Hijau Merah

3 3b
SPPB a Pemeriksaa
Penelitian
Dokumen n
4 Fisik

7 Pengeluaran Barang

SPPB
PROSES
4/23/19 CUSTOMS CLEARANCE Manajemen Supervisi Konstruksi 121
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PENGELUARAN BARANG IMPOR DEGAN PENANGGUHAN


PEMBAYARAN BM DAN PAJAK IMPOR
Pejabat
Pabean dan Cukai
PIB + Approv
Approv Appl
Appl Letter + GL 4 7
Letter + GL +
Appl Letter + Copy Ship Doc
Copy Ship Doc
SPPB
1 2 Fowarder 3
5
8
Kontraktor Pejabat
PLN Proyek Penerima Dokumen 6
Approv Appl 9 Instr Periksa
SPPB
Letter +
Guarantee SPPB
Letter (GL)
Catatan :
8
Sebelum 60 (enam puluh) hari sejak LHP
diterimanya PIB oleh BC (point no. 3),
Importir wajib meyelesaikan Kewajiban Fiat Keluar Pejabat
Kepabeanan Periksa Fisik
Pengeluaran Barang

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 122


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

PENGELUARAN BARANG UNTUK DITIMBUN DI


TEMPAT SELAIN KP DAN TPS
Pejabat
Pabean dan Cukai
Approv Appl
Approv Appl Letter + Copy 4 7
Appl Letter Letter Ship Doc
Rekomendasi
1 2 Fowarder 3
5
8
Kontraktor Pejabat
PLN Proyek Penerima Dokumen 6
Approv Appl 9 Instr Periksa
Rekomendasi
Letter
Rekomendasi

8
Catatan :
Barang disegel oleh BC setibanya di lokasi Rekomendasi
Proyek dan tidak dapat dipakai sebelum Pejabat
Penyegelan
penyelesaian kewajiban kepabeanan dilakukan. Penindakan/Penyidika
Penimbunan Barang n
Di Lokasi Proyek

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 123


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 124


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
TERDAPAT BEBERAPA JENIS MATERIAL/PERALATAN
YANG PERLU DITANGANI DI LAPANGAN :
1. Material curah seperti : Pipe, Plat ,Besi profil, dsb
2. Raw Material /Peralatan setengah jadi seperti : Boiler
Part, Steel Structure, Beam dsb
3. Peralatan /Part seperti : Pompa, Valve, Condenser, dsb
4. Peralatan / Packages siap dioperasikan seperti :
CWPump, Turbine, Compressor, FD,PA Fan dsb
5. Peralatan sensitif terhadap Cuaca dan temperatur
seperti : Instrument, Control Equipment
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 125
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
1. Material curah :
 Persiapan laydown area harus memadai, dengan luasan
yang mencukupi dan daerah rata tidak tergenang atau
bebas dari banjir
 Perhatikan kemampuan peralatan handling yang
memadai
 Periksa kondisi permukaan tanah keras mampu
mendukung material yang akan ditempatkan.
 Perhatikan bantalan dari kayu glodongan atau balok
yang mampu untuk mendukung material .
 Jarak antara bantalan harus memadai disesuaikan
dengan beban material
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 126
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN

 Periksa kembali jadwal pemasangan peralatan akan


mulai dilaksanakan. Apabila proyek tertunda cukup
lama, kontraktor diminta melakukan preservation antara
lain dengan penutup terpal kedah air hujan, untuk
meminimalkan terjadinya korosi.
 Material Pipa atau sejenisnya pada kedua ujung
lubangnya harus dalam kondisi tertutup dengan Pluging
yang biasanya telah dilakukan di manufacturer.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 127


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
2. Raw Material /Peralatan setengah jadi :
 Raw Material biasanya dikirim telah dilakukan
penyecatan sedikitnya Primary Coat.
 Tempat penyimpanan harus bebas dari banjir dan dalam
kondisi permukaan rata.
 Raw Material harus didudukkan pada bantalan kayu
tidak boleh miring, tidak ditumpuk dengan material lain
dan bersih dari kotoran lumpur atau bebas dari percikan
air laut.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 128


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
 Raw Material harus ditutup dengan terpal , biasanya
dikirim dalam kondisi terbungkus dengan Plastik.
 Bungkus Plastik dari Fabrikan diusahakan tidak dibuka
sebelum dipasang, kecuali pada saat Inspection ,apabila
harus dibuka segera ditutup kembali, agar terhindar dari
korosi.
 Pada saat akan dipasang , diperiksa kembali apabila
primary coat ada yang cacat harus dilakukan touch up
painting dengan metode pengecatan yang telah disetujui.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 129


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
3. Peralatan /Mechanical Part
 Peralatan/Mechanical Part yang dikirim ke Site harus dalam kondisi
tidak cacat /rusak akibat transportasi.
 Apabila rusak harus ditolak dan sesuai dengan kontrak harus diganti
dengan yang baru.
 Apabila kerusakan terjadi sebelum dipasang harus ditolak dan minta
diganti dengan yang baru, kecuali apabila dapat dikategorikan Minor
damages yang tidak mengganggu kualitas operasional.
 Peralatan harus disimpan dalam kondisi tertutup dengan plastik kedap
air dengan casing kayu tidak harus dibuka sebelum pemasangan,
kecuali apabila dilakukan Inspection.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 130


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
 Peralatan harus ditutup dengan Terpal dan bebas dari benturan
benda keras/tajam dan terbebas dari banjir atau ada genangan air,
dihindarkan dari percikan air laut atau kotoran debu/lumpur
 Sebelum dilakukan pemasangan , harus dilakukan Joint Inspection ,
mamastikan Peralatan tersebut tidak terdapat kerusakan dan layak
untuk dipasang.
 Apabila tidak layak harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu atau
harus ditolak untuk diganti dengan yang baru apabila terdapat
kerusakan.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 131


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
4. Peralatan / Packages lengkap
Peralatan ini seperti antara lain : CWPump, Turbine, Compressor, FD,PA
Fan dsb
 Penanganan penyimpanan harus dilakukan extra hati hati agar
peralatan tetap dapat digunakan pada waktu Operasional, karena
biasanya terdapat bearing, seal, gasket, kumparan motor yang harus
dijaga kondisinya selama penyimpanan.
 Penyimpanan harus dilakukan didalam gudang tertutup , tahan
terhadap cuaca dan bebas dari benturan benda keras/tajam.
 Pengawas harus memastikan bahwa Gudang tertutup memadai untuk
menyimpan peralatan tersebut.

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 132


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN

 Pengelolaannya dilakukan melalui pengendalian gudang


yang baku, sehingga dapat diketahui setiap saat dan
bebas dari pencurian, karena apabila hilang atau tidak
dapat dioperasikan pada saatnya, proses
reprocurementnya memerlukan waktu lama.
 Pengawas harus memeriksa persyaratan penyimpanan
dan perhatikan temperatur yang diijinkan sesuai standard
manufacturer.
 Perhatikan posisi penyimpanan jangan terbalik atau
ditidurkan, apabila terdapat persyaratan khusus.
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 133
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

METODE PENYIMPANAN MATERIAL/PERALATAN


DI LAPANGAN
5. Peralatan Sensitif terhadap Cuaca dan Temperature
Peralatan ini biasanya terdapat persyaratan khusus disimpan dalam
gudang yang dilengkapi fasilitas pendingin dan pengaturan kelembaban
seperti : Instrument, Control Equipment
 Periksa persyaratan khusus dari manufacturer dan Pengawas wajib
mengikuti ketentuan tersebut, agar peralatan tidak Rusak.
 Peralatan harus disimpan dengan baik dalam gudang tertutup ber
AC dan dilengkapi dengan kontrol kelembaban.
 Peralatan harus disusun , tidak ditumpuk dan packing serta bungkus
Plastik dari manufactuter tidak perlu dibuka.
 Pengawas harus memastikan bahwa Gudang yang tersedia telah
sesuai dan pengelolaannya harus dilakukan melalui metode
standard gudang dengan pengamanan khusus.
Material Handling[1].ppt
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 134
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

LEMBAR PENGENDALIAN PENGELOLAAN


MATERIAL/PERALATAN :
Dalam pengendalian pengelolaan material/Peralatan di
lapangan, terlampir diuraikan lembar Pengendalian yang harus
dilakukan oleh Supervisor sebagai berikut :

 Persiapan Pengelolaan Pengiriman Material/peralatan


 Pengiriman Material/Peralatan di lapangan
 Penerimaan Material/Peralatan (MRR)
 Penyimpanan Material/Peralatan di lapangan

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 135


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Panel Electrical tidak di tempatkan


pada ruangan yang terlindung dari
hujan
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 136
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Panel Electrical Ditempatkan Pada


Ruangan Yang Terlindung

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 137


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Material Seamless Pipe


Menggunakan Caps Plastic , dan
terlindung dari contact langsung
4/23/19
dengan Ground
Manajemen Supervisi Konstruksi 138
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Material Pressure Parts tidak di


Posisikan Dengan Baik

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 139


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Material Pressure Parts tidak di


tutup Caps berbahan /Pluging

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 140


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Material Stell Shell Water Tank di


berikan Protection agar tidak
langsung Contact dengan Ground
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 141
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Panel Electrical Tidak dipindahkan


Menggunakan Pallet

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 142


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Penempatan Material Isolasi Area


Ware House

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 143


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Penempatan Material Isolasi Area


Ware House

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 144


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Packing yang Rusak dan posisi


Control Room OHV terbalik

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 145


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Penempatan Tumpukan Material


Pipa tanpa Bantalan kayu

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 146


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Packing damaged tidak ditutup lagi

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 147


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI
Benar

Benar

salah

Dengan Terpal Sheet Cover

Tanpa Terpal sheet Cover


4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 148
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

salah

Benar

Setelah di periksa ditutup lagi

Perhatikan jumlah
tumpukan Ducting
4/23/19
berlebihan Manajemen Supervisi Konstruksi 149
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Laydown Area yang Salah

Laydown Area yang Salah


4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 150
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Penempatan Material tidak


rapih
Kondisi Material yang
tidak dikelola
Penyimpannya yang tidak
benar
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 151
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Kondisi Gudang
Sementara hanya layak
untuk Mechanical part
Kondisi Gudang
Sementara
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 152
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Covering Terpal tidak


dilakukan

Covering Terpal tidak


cocok untuk proyek yang
tertunda lama
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 153
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Packing perlu perbaikan apabila untuk


penyimpanan lama
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 154
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Multiaxle Trailer yang sesuai dengan beban Heavy


load “Generator 350 Ton “
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 155
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Koordinasi dengan Institusi terkait diperlukan


untuk transportasi Heavy load “Generator 350 Ton “
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 156
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Contoh Transporter/Forwarder yang berpengalaman


4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 157
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Benar

Overhead Crane ditutup


Terpal dan ada bantalan
yang memadai

Ditutup Terpal dan ada


bantalan yang memadai
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 158
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Ditutup Terpal dan ada


bantalan yang memadai

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 159


MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Benar

Valve ada tutup dari


papan

Ditutup Terpal dan ada


bantalan yang memadai
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 160
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Benar

Benar Ditutup Terpal & harus


bebas banjir , ada
selokan

Ada bantalan kayu yang


memadai
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 161
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah

Laydown Area tidak


dipadatkan, potensi
Salah tertimbun lumpur
Laydown Area tidak
bebas banjir
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 162
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

Salah
Salah

Laydown Area
berpotensi Korosi

Laydown area, didaerah


Alang alang berpotensi
korosi
4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 163
MANAJEMEN SUPERVISI KONSTRUKSI

TERIMA KASIH DAN DITUNGGU MASUKAN SAUDARA

4/23/19 Manajemen Supervisi Konstruksi 164