Anda di halaman 1dari 15

Ekonomi Internasional:

Teori Perdagangan
Internasional
Perdagangan Internasional
• Perdagangan internasional timbul terutama karena suatu
negara bisa menghasilkan barang tertentu secara lebih efisien
daripada negara lain.

• Contoh:
Negara A lebih efisien dalam produksi beras dan negara B lebih
efisien dalam produk tekstil, maka ada kecenderungan bagi negara
A untuk mengekspor beras ke negara B, dan sebaliknya.

2
Teori Klasik Perdagangan
Internasional
• Menurut teori klasik, setiap negara seharusnya memiliki
spesialisasi dalam memproduksi. Suatu negara melakukan
ekspor barang yang dimana memiliki tingkat keunggulan
bersaing tinggi dan melakukan impor barang yang tidak
memiliki keunggulan bersaing

3
Teori Perdagangan
Internasional
• Teori klasik
• Mercantilism (William Petty, Thomas Mun, dan
Antoine de Montchrestien)
• Absolute Advantage (Adam Smith)
• The Comparative Advantage (David Ricardo)

4
Merkantilis
• Merkantilis merupakan sistem ekonomi yang banyak
digunakan dalam perdagangan pada abad ke 16 – 18 M,
berdasarkan anggapan kekayaan dan kekuatan nasional bisa
didapatkan dengan meningkatkan expor dan mengumpulkan
logam mulia sebagai bayarannya
• Banyak digunakan oleh negara penjajah seperti: Belanda,
Perancis, Inggris, Belgia, Portugal, dan Spanyol
• Paham merkantilis akhirnya menurun setelah terjadinya
revolusi industri dan laissez-faire
• Laissez-faire merupakan sistem ekonomi dimana transaksi bebas
dari intervensi pemerintah (regulasi, tariff, subsidi). Hal ini
mendorong terjadinya pasar bebas.
5
Absolute Advantage
• Teori keunggulan absolut (absolute advantage) disampaikan
oleh Adam Smith, yang merupakan bapak Liberalisasi dan Ilmu
Ekonomi
• Teori keunggulan absolut dinyatakan dalam bukunya “The
Wealth of Nations” diterbitkan pada tahun 1776
• Teori ini menyatakan ide bahwa ekspor adalah lebih
menguntungkan jika anda bisa mengimpor barang yang dapat
lebih memuaskan kebutuhan konsumen dibandingkan
memproduksi barang tersebut di pasar lokal

6
Absolute Advantage
Keunggulan absolut (Absolute Advantage) – Adam Smith
Teori ini memusatkan perhatian pada variabel riil, seperti nilai
barang diukur melalui jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan.

Contoh:

Sebelum Perdagangan Setelah Spesialisasi dan


Perdagangan
Gandum Kain Gandum Kain
(karung/jam (meter/jam (karung/jam (meter/jam
kerja) kerja) kerja) kerja)
Amerika 6 1 12 -
Inggris 4 6 - 12
7
Absolute Advantage
Teori absolut advantage didasarkan pada beberapa asumsi:
• Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja
• Kualitas barang yang diproduksi kedua negara sama
• Pertukaran dilakukan secara barter atau tanpa uang
• Biaya transportasi diabaikan

8
The Comparative Advantage
• Tahun 1817 David Ricardo menerbitkan buku “Principles of
Political Economy and Taxation” yang menjelaskan mengenai
hukum keunggulan komparatif
• Menurut hukum keunggulan komparatif, meskipun sebuh
negara kurang efisien dibanding dengan negara lain dalam
memproduksi kedua komoditi, namun masih tetap terdapat
dasar untuk melakukan perdagangan yang menguntungkan
kedua pihak

9
The Comparative Advantage
Teori ini didasarkan pada nilai tenaga kerja (theory of Labor
Value).
• Theory of Labor Value:
Nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau
jam kerja yang diperlukan untuk memproduksi barang

Contoh:
Negara Produksi sebelum Produksi setelah
perdagangan perdagangan
Gandum Kain Gandum Kain
(karung/jam (meter/jam (karung/jam (meter/jam
kerja) kerja) kerja) kerja)
10
Amerika 10 10 20 -
Inggris 4 8 - 16
Asumsi Keunggulan
Komparatif
• Dua negara masing-masing memproduksi dua jenis komoditi
dengan hanya menggunakan satu faktor produksi, tenaga kerja
• Kedua komoditi yang diproduksi bersifat identik (homogen)
baik antar industri maupun antar negara
• Komoditi tersebut juga dapat dipindahkan antar negara
dengan biaya transportasi nol
• Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang bersifat
homogen dalam suatu negara, namun heterogen antar negara

11
Asumsi Keunggulan
Komparatif (Lanjutan)
• Tenaga kerja dapat bergerak antar industri dalam suatu negara
namun tidak antar negara
• Pasar barang dan pasar tenaga kerja dikedua negara
diasumsikan dalam kondisi persaingan sempurna
• Perusahaan-perusahaan di kedua negara diasumsikan
bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, sementara
tujuan konsumen (tenaga kerja) adalah memaksimalkan
kepuasan

12
Dampak Perdagangan Internasional
Pada Produktivitas Dan Konsumsi
• Menurunkan biaya produksi melalui kenaikan tingkat produksi
(skala ekonomi)
• Meningkatkan produktifitas pekerja karena adanya spesialisasi
• Meningkatkan kemampuan konsumsi masyarakat
• Meningkatkan pilihan barang konsumsi masyarakat

13
Tugas
1. Dapatkah suatu negara pada suatu waktu kehilangan keunggulan
komparatifnya dalam memproduksi barang yang menjadi produksi
utamanya?jelaskan, jika dapat maka apa yang kemudian terjadi?
2. Asumsikan sebuah dunia klasik yang terdiri dari 2 negara dan 2
komoditas, dimana pekerja merupakan satu-satunya yang
mempengaruhi. Suatu hari pekerja ingin memproduksi komoditas
berikut:

Negara Baju (meter/jam) Gandum (kg/jam)


Antah 20 30
Berantah 5 15

• Pola keunggulan komparatif apa yang muncul?


• Jika Berantah menemukan cara baru untuk memproduksi baju dan
produktivitas pekerja meningkat menjadi 100 meter perhari, bagaimana
hal tersebut dapat mempengaruhi potensi keuntungan dari 14
perdagangan?
Terima kasih

15