Anda di halaman 1dari 62

IMUNISASI

MENCEGAH
LEBIH BAIK DARI PADA
MENGOBATI
KEKEBALAN TUBUH ALAMIAH /
IMUNITAS
Awas
Ada Musuh !
Mana Musuh ?
Ayo kita Sikat !

1. Bibit Penyakit
masuk ke tubuh
manusia

2. Tubuh mengenali
bibit penyakit sebagai
“MUSUH” yang
menyerang

3. Tubuh mengerahkan sel


sel darah putih untuk
melawan bibit penyakit
yang menyerang dengan
membentuk zat
ANTIBODY
Bila Kekebalan
Tubuh Berhasil
Mengalahkan Bibit
Penyakit
Bila Kekebalan Tubuh
tidak berhasil
mengalahkan Bibit
Penyakit

Bibit Penyakit lebih kuat


daripada Kekebalan Tubuh
IM UNISASI

Adalah Pemberian
Kekebalan Tubuh Secara
Buatan dengan
memasukkan bibit
penyakit yang sudah
dilemahkan (VAKSIN) ke
dalam Tubuh Manusia
Masuk ke Tubuh
Manusia
Vaksin

Tubuh
Membentuk
Zat
Antibody

Tubuh yang Kebal


Terhadap Penyakit
PENYAKIT YANG DAPAT
DICEGAH DENGAN IMUNISASI
(PD3I)
(Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi)
yang menjadi target program imunisasi di
Indonesia ialah :

Tuberculosis Tetanus
Polio Campak
Difteri Hepatitis B
Pertusis Pneumonia
Meningitis
Penyakit yg Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)
Polio Difteri Tetanus

Tuberculosis
Hepatitis B
Pertusis

Campak
Disebabkan kuman TBC yang disebarkan melalui udara yang
dibatukkan oleh penderita TBC.
Kebanyakan menyerang Paru Paru, walau dapat menyerang
organ tubuh lain
Tuberkulosis
Gejala:
- Badan lemah
- Berat badan menurun
- Demam
- Berkeringat pada malam
hari
- Batuk terus menerus
- Nyeri dada
- Kadang – kadang batuk
darah
Kerusakan Paru Paru yang
Luas menjadi Penyebab
Kematian Penderita TBC
VAKSIN BCG

Indikasi :

Untuk pemberian
kekebalan aktif
terhadap tuberkulosa.
Disebabkan oleh Virus
Polio
Menular melalui Tinja
anak sakit, terbawa air,
mencemari sumber air
minum.
Menyerang syaraf 2
penggerak otot-otot,
menyebabkan
kelumpuhan
•Gejala Awal
Demam / Panas
•Salah satu atau
lebih anggota badan
menjadi lemas
•Lama kelamaan
menjadi LUMPUH
Kelumpuhan yang disebabkan Polio bersifat MENETAP
dan TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN
POLIO
GEJALA:
•Lumpuh Layu akut
Pada anak berumur < 15
Tahun

• Demam dan nyeri otot

• Kematian bisa terjadi


karena kelumpuhan otot
pernapasan
Normal
Kasus Polio di Lebak ( 102 Kasus ) thn
2005-2006
Kasus Polio

KASUS
LUMPUH
POLIO

CACAT
MENETAP

Rojudin, Campang
Cacad Way Handak, lumpuh
tgl 28-05-05
Menetap
Foto 03-07-’05
VAKSIN POLIO
Vaksin Polio Trivalent yg terdiri
dari suspensi virus poliomyelitis
tipe 1,2 dan 3 ( strain sabin ) yg
sudah dilemahkan.

Indikasi :
Untuk pemberian
kekebalan aktif
terhadap poliomyelitis
Penyakit
DIFTERI

•Infeksi pada permukaan selaput lendir


saluran napas bagian atas
•Menghasilkan banyak lendir dan kematian
jaringan
•Terbentuk sebuah selaput putih yang
mudah berdarah
•Dapat menghambat pernapasan / tercekik
bila selaput terlepas atau membengkak,
dengan menutupi jalan napas
•Pada kasus ringan, selaput akan mencair Selaput pada jalan
sesudah 7 – 10 hari dan sembuh sendiri napas penderita
Difteri
Tanda Tanda DIFTERI
•Pembengkakan kelenjar
kelenjar Leher
•Masa Inkubasi 2 – 5 hari
•Kasus berat disertai penurunan
kesadaran, gangguan jantung
•Pengaruh radang pada otot /
katup jantung (Endocarditis)
dapat menyebabkan gangguan
Jantung menetap atau
Kematian

Pembengkakan Kelenjar Leher


Bahaya DIFTERI, dari tenggorokan turun ke
JANTUNG
DIFTERI
Gejala:
 Radang tenggorokan,
 Hilang nafsu makan
 Demam ringan Dalam 2-
3 hari timbul selaput putih
kebiru - biruan pada
tenggorokan dan tonsil
KASUS DIFTERI
Difteri kulit dan mukosa
Nanah dan membran kuning pada dasar
tukak
Difteri kulit
Difteri mata, secret serosanguineus
VAKSIN DPT HB
Vaksin mengandung DPT berupa Toxoid
Difteri dan Toxoid Tetanus yang dimurnikan
dan pertusis yang inaktifasi serta vaksin
Hepatitis B yg merupakan sub unit vaksin
virus yg mengandung HBsAg murni dan
bersifat non infectious

Indikasi :
Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap
penyakit difteri, tetanus, pertusis dan hepatitis B
PERTUSIS
Gejala :
 Pilek,
 Mata merah,
 Bersin,
 Demam dan kadang menggigil
 Batuk yang ringan yang lama-kelamaan menjad
batuk lama ( 100 Hari )
Ditandai batuk batuk keras (Batuk
Rejan), sampai muntah muntah
Biasa berlangsung selama 3 bulan lebih
(Batuk Seratus Hari)
TETANUS
Gejala :
 Kaku otot pada rahang, disertai kaku pada
leher,
 Kesulitan menelan,
 Kaku otot perut,
 Berkeringat dan demam.
 Pada bayi terdapat juga gejala tiba – tiba
berhenti menetek (sucking) antara 3 s/d 28
hari setelah lahir.
 Gejala berikutnya adalah kejang yang hebat
35 dan
Janetubuh
Soepardi menjadi kaku.
•Bakteri tetanus masuk
dalam luka, menghasilkan
racun yang merangsang
syaraf otot otot sehingga
selalu dalam keadaan
kejang
•Bila sampai pada otot
otot pernafasan, dapat
menyebabkan
KEMATIAN
HEPATITIS B
Gejala :
 Demam, lemah, nafsu makan menurun
 Warna urine seperti teh pekat, kotoran
menjadi pucat ( dempul ).
 Warna kuning bisa terlihat pula pada mata
ataupun kulit.
VAKSIN HEPATITIS B
Vaksin Virus recombinanyg
telah diinaktivasikan dan
bersifat non – infecious
berasal dari HBsAg yang
dihasilkan dalam sel ragi.

Indikasi :
Untuk pemberian
kekebalan aktif
terhadap infeksi yang
disebabkan oleh virus
hepatitis B.
CAMPAK

Gejala :

 Demam,
 Bercak kemerahan ,
 Batuk, pilek,
 Conjunctivitis (mata merah)
 Selanjutnya timbul ruam pada muka
 dan leher, kemudian menyebar
 ketubuh dan tangan serta kaki.
Disebabkan virus
Ditandai timbulnya
demam dan bercak
bercak merah pada kulit
•Bila kekebalan tubuh
kuat => SEMBUH

•Bila kekebalan tubuh


lemah => menimbulkan
berbagai komplikasi
radang paru, radang
otak dll, dan dapat
MEMATIKAN
Gejala dan komplikasi
Gejala awal campak adalah:
 Demam
 Pilek
 Batuk
 Ruam pada kulit
 Mata merah berair
 Kesulitan bernafas

Komplikasi yang dapat terjadi a.l.:


 Kebutaan
 Diare
 Radang Telinga Tengah yang dapat
meneyebakan Tuli
 Encefaliti/ Radang Otak yang dapat
menyebabkan kerusakan otak
 Pneumonia (Radang Paru-paru)

Campak menyerang tubuh bagian luar dan dalam


Penderita campak
CAMPAK
Komplikasi Campak

Encephalitis
0,1% M E A S L E S 10
Komplikasi Campak

Pnemonia 2-27%  CFR 56-86%


( difisiensi Vit.A & sistem kekebalan
rendah
M E A S L E S 8
Diare 8-15% , Otitis Media 7-15%
Komplikasi Campak

Luka di kornea mata, menyebabkan buta 0,1%


VAKSIN CAMPAK

Vaksin virus hidup yang


dilemahkan, setiap dosis
mengandung tidak kurang dari
1000 infectife unit virus strain
CAM 70 dan tdk lebih dari 100
mcg residu kanamycin dan 30
mcg residu erythromycin.

Indikasi :
Untuk pemberian
kekebalan aktif terhadap
penyakit campak
Bagaimana itu semua dapat DICEGAH ??

IMMUNISASI

Program
Pemberian
Kekebalan
terhadap Penyakit
Murid Sekolah

Bayi

Orang
Dewasa
Seluruh Vaksin yang
ada dalam bentuk
Suntikan, diberikan
melalui suntikan

Kecuali Vaksin POLIO


yang dalam bentuk obat
tetes, diberikan dengan
meneteskan langsung ke
mulut
INTRODUKSI IPV
(INACTIVATED POLIO
VACCINE)
RENCANA NASIONAL
INTRODUKSI IPV

• Introduksi IPV  Juli 2016


• Jadwal pemberian : 1 dosisusia 4 bulan =
DPT-HB-Hib3 dan OPV
• Vaksin IPV kemasan 5 dosis per vial
• Vaksin IPV tidak menggantikan vaksin
OPV, namun menambah
PENYESUAIAN JADWAL IMUNISASI DASAR
SETELAH INTRODUKSI IPV (Juli 2016)

PELAYANAN DALAM PELAYANAN LUAR


GEDUNG GEDUNG
UMUR
UMUR
ANTIGEN (BULAN ANTIGEN
(BULAN)
)
0 Hep B 0, BCG, OPV1 0 Hep B 0
1 BCG, OPV1
2 DPT/HepB/Hib1, OPV2 2 DPT/HepB/Hib1, OPV2
3 DPT/HepB/Hib2, OPV3 3 DPT/HepB/Hib2, OPV3
4 DPT/HepB/Hib3, 4 DPT/HepB/Hib3,
OPV4, IPV OPV4, IPV
Pada usia berapa imunisasi IPV diberikan?

 Usia 4 bulan, = dengan OPV4 & DPT-HB-Hib3/Penta3

 Vaksin IPV  secepatnya setelah bayi usia 4 bulan

 Vaksin IPV tambahan pemberian 4 dosis OPV


 Vaksin OPV tetap merupakan vaksin utama untuk
mencapai eradikasi polio

Usia (bulan) Imunisasi yg diberikan


0 Hep B0
1 BCG, OPV1
2 OPV2, DPT-HB-Hib1
3 OPV3, DPT-HB-Hib2
4 OPV4, DPT-HB-Hib3, IPV
9 Campak
PEMBERIAN IPV

 Suntikan, intramuskular
(IM), 0.5 ml
 Bersamaan dengan
pemberian DPT-HB-Hib
dan OPV
 IPV : paha kiri
 Pentavalent (DPT-HB-Hib) : paha
kanan
Manfaat IPV
Meyakinkan pengasuh akan pentingnya pemberian
imunisasi IPV dan OPV secara bersamaan.

IPV dan OPV memberikan manfaat yang saling


melengkapi  anak lebih kuat akan
menimbulkan kekebalan berbeda.

“IPV memperkuat kekebalan  darah ,


OPV memperkuat kekebalan  usus“

Menggabungkan pemberian imunisasi


melindungi anak dengan baik & memberi
mereka keuntungan dari kedua vaksin.
Keamanan IPV
 IPV telah digunakan  > dari 60 negara dunia,
beberapa dekade
 IPV  vaksin sangat aman tunggal /vaksin
kombinasi
 Efek samping serius tdk ada  hanya efek samping
ringan
 Reaksi lokal ringan  setelah pemberian IPV,
kadang-kadang dengan vaksin lainnya  anak akan
sembuh
Keamanan Suntikan Ganda
• Beberapa suntikan sekaligus  aman untuk anak menerima

• > 1 suntikan vaksin – 1 kunjungan. (10 tahun di Negara Maju)

• Pemberian Imunisasi lebih dini  memberikan perlindungan


lebih cepat

• Bbrp Imunisasi sekaligus mengurangi jumlah kunjungan

•Mengatasi kekuatiran tentang rasa sakit dengan mengatakan


"Lebih baik anak mengalami 1x ketidaknyamanan dari rasa
sakit dalam 1 kunjungan mengalaminya 2x pada kunjungan
yang berbeda.“
Hal yang perlu diingat :

 IPV & OPV secara bersama perlindungan polio

 IPV aman dan efektif

 Aman berikan beberapa suntikan vaksin dalam 1


kunjunganbanyak negara  > 3 vaksin 1 kunjungan

 Lebih baik bagi anak 1 xketidaknyamanan beberapa


suntikan vaksin, sakit 2x - kunjungan terpisah.

 Komunikasi efektif dengan pengasuh, petugas


kesehatan pastikan anak menerima vaksin & kembali
pada jadwal berikut
KESIMPULAN
 Imunisasi adalah hak anak.
 Imunisasi adalah untuk kepentingan anak.
 Imunisasi merupakan upaya paling efektif
mencegah dan memutuskan rantai
penularan penyakit berbahaya.
 Imunisasi tidak hanya berguna untuk diri
sendiri tetapi juga berguna bagi orang lain
disekitarnya.