Anda di halaman 1dari 92

Konsep & Proses

Manajemen Risiko L/O/G/O


BIODATA

Dr. Dhanita Amir,M.Kes


INTRODUCTION

WIDYAISWARA MUDA

BBPK JAKARTA

HP.081368023922
dhanitaagung@gmail.com

2
KONSEP
HAZARD & RISK
Hazard / Bahaya:

–Sesuatu yang berpotensi


menyebabkan cedera, kerugian,
kerusakan
–A chemical, physical, or biological
agent or a set of conditions that
has the potential to cause harm
Kerugian yang mungkin terjadi pada
suatu satuan waktu atau kegiatan.
Contoh Bahaya & Risiko
No Bahaya Contoh Risiko
1 KIMIA Reagen, Keracunan
Cairan pembersih Iritasi
Klorin
2 FISIK Kebisingan Ketulian
Panas
Getaran
3 BIOLOGI Mikroorganisme Penyakit Infeksi
Toksin menular
Alergen Alergi
4 KONDISI Ergonomi Kekakuan sendi
Skoliosis
dll
6
Manajemen risiko

Proses mengenal, mengevaluasi,


mengendalikan, meminimalkan risiko
dalam suatu organisasi secara
menyeluruh (NHS)
Manajemen risiko
adalah pendekatan proaktif untuk
mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas
risiko, dengan tujuan untuk menghilangkan atau
meminimalkan dampaknya.

The Joint Commission on Accreditation of Healthcare


Organizations/JCAHO :
Manajemen risiko adalah kegiatan berupa
identifikasi dan evaluasi untuk mengurangi risiko
cedera dan kerugian pada pasien, karyawan,
pengunjung dan organisasinya sendiri.

8
Risiko di Pelayanan Kesehatan

• Risiko klinis adalah semua isu yang


dapat berdampak terhadap pencapaian
pelayanan pasien yang bermutu tinggi,
aman dan efektif.

• Risiko non klinis/corporate risk adalah


semua hal yang dapat berdampak
terhadap tercapainya tugas pokok dan
kewajiban hukum dari pemberi
pelayanan kesehatan.
9
Kategori risiko ( Categories of Risk )
Patient care care-related risks (Risiko
terkait pelayanan pasien)
Medical staff staff-related risks (Risiko
terkait staf klinis pemberi pelayanan)
Employee Employee-related risks
(Risiko karyawan dg karyawan)
Property Property-related risks (Risiko
terkait sarana prasarana)
Financial risks (risiko keuangan)
10
Other risks (Risiko lainnya)
Patient care related risks

Contoh: pasien mengalami salah pemberian obat,


dioperasi salah sisi, diberi antibiotika ketika tidak
Clinical staff related risks

Contoh
dokter tertular infeksi dari pasien, perawat tertusuk
Non clinical staff related risk

Contoh: petugas laundry tertular infeksi dari linen yang


dicuci, petugas cleaning service tertusuk jarum dsb
Facility related risks

Contoh: pasien tertimpa tabung oksigen yang tanpa


pengaman, limbah infeksius tidakdikelola dengan baik ,
Financial risks

Contoh: pasien tidak bayar, klaim tidak dibayar,


dsb
Other risks

risiko di luar 5 risiko yang sudah dibahas: ambulans


mengalami kecelakaan, dsb
Multi-Causal Theory
“Swiss Cheese” diagram (Reason, 1991)
Lingkup risk analysis

–What can happen


–When it could happen
–Factors associated with the
occurrence
Proses manajemen risiko

A. Menetapkan lingkup
Manajemen risiko
Kajian risiko (risk assessment)

B. Identifikasi risiko
Monitoring,
Komunikasi audit
dan dan
Konsultasi C. Analisis risiko Tinjauan
pd (review)
stakeholders Dukungan
D. Evaluasi risiko internal

tdk
ya

Tindakan/treatment
terhadap
risiko
Proses manajemen risiko

Initiate
Quality Risk Management Process

Risk Assessment

Risk Identification
• What might go wrong or
Risk Analysis
has gone wrong?
Risk Evaluation
• What is likelihood or
unacceptable

probability?

Risk Management t ools


Risk Co mmun ication

Risk Control

Risk Reduction
• What are the
Risk Acceptance consequences (severity)?
Output / Result of the
Quality Risk Management Process
• What is the level of risk?
Risk Review Any mitigating factors?
Review Events
Risk assessment
Identifikasi risiko
Analisis risiko
Evaluasi risiko L/O/G/O
Identifikasi risiko

Dapat
diidentidikasi dari
Hasil Audit
Komplain
Klaim
Incidents
Brainstorming
L/O/G/O
NO IDENTIFIKASI RESIKO CONTOH

1 Laporan Kejadian Insiden Keselamatan Pasien (


KNC, KTD, Kejadian
Sentinel,dsb)
2 Review Rekam Medik Telaah rekam medik untuk
melihat ada/tidaknya
penyimpangan dari standar
pelayanan)
3 Komplain pelanggan Kotak Saran, sms, wa, email,
dll

4 Survey, Audit Hasil SKP, SKM

5 Self Assement,klaim, dsb

23
Identifikasi Lingkup Risiko di
KLINIK

Contoh :
• Admen : terkait sarpras
• UKP : terkait pelayanan klinis/UKP

24
Analisis Risiko

Menentukan
estimasi risiko
kuantitatif atau kualitatif tehnik-tehnik
evaluasi/matemattis
Proses mengenali
hazard yang mungkin terjadi &
potensi kegawatan dari
hazard tersebut
Analisis risiko dilakukan
dengan alat sbb:

L/O/G/O
Evaluasi Risiko
(Penilaian risiko)

Perlu treatment ?
A c t i o n P l a n L/O/G/O
I. LINGKUP MANAJEMEN RESIKO

Penetapan lingkup konteks yang akan dilakukan pengendalian risiko

1 Pelayanan Kefarmasian

a Pelayanan Sediaan Farmasi,


Alkes & BMHP

b Pelayanan Farmasi Klinis

c dst

28
II. Identifikasi Risiko
DEFENISI
Proses menemukan, mengenal,
mendeskripsikan risiko (ISO 31000 : 2009)

JENIS RISIKO PROAKTIF (Mencari potensi resiko)


& RISIKO REAKTIF ( Setelah resiko muncul)

METODE PROAKTIF REAKTIF


 Audit, Inspeksi  Laporan insiden
 Brainstorming
 FMEA
 Analisa SWOT
 Survey
 Pendapat ahli

29
III. Menganalisis Risiko
DEFENISI
Proses menganalisis risiko : memahami
sifat risiko, menentukan peringkat risiko

JENIS  Seberapa sering/peluang resiko muncul


(Peluang/Likehood)
 Seberapa damapk yang ditimbulkan (Konsekensi)

TEKNIK
PENDEKATAN KUANTITATIF
 Memberikan skor 1-5 thd peluang & Dampak
 Makin beasr angka, peluang makin sering & dampak makin
berat
 Kemudian angka tersebut dikalikan untuk mendapat
peringkat
 Untuk prioritas penanganan
30
IV. Mengevaluasi Risiko

Membandingkan antara hasil analisis risiko


dengan kriteria resiko untuk menentukan
apakah resiko dapat diterima atau
ditoleransi serta menentukan prioritas
masalah yang harus segera diatasi.
Evaluasi dapat dilakukan dengan
pengukuran berdasarkan target yang telah
disepakati.

31
V. Penanganan Risiko
Adalah proses untuk memodifikasi resiko al:.
a. Menghindari resiko ( tidak
memulai/melanjutkan aktivitas yg menimbulkan
resiko tsb)
b. Mengambil/Meningkatkan resiko untuk
mendapat peluang lebih baik
c. Menghilangkan sumber resiko
d. Mengubah kemungkinan
e. Merubah konsekuensi
f. Berbagi resiko dengan pihak lain
g. Mempertahankan resiko
32
33 dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta
VI. Monitoring & Evaluasi Resiko
Menggunakan alat bantu : Register Resiko

Yang akan dibuat di masing-masing Pokja dibuat


Register Resiko

34
Terima kasih
INSTRUMEN
MANAJEMEN RISIKO L/O/G/O
36
INSTRUMEN MANAJEMEN RISIKO

• SEVERITY ASSESSMENT
• ROOT CAUSE ANALYSIS
• FAILURE MODE & EFFECT
ANALYSIS
• RISK REGISTER

37
Severity Assessment
L/O/G/O
Tools untuk risk analysis

• Severity assessment
• Root Cause Analysis
• Failure mode and effect analysis
Severity assessment

Menentukan tingkat keparahan risiko

Variabel yang digunakan untuk menilai


severity:
Dampak risiko
Probabilitas

40 dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta


Frequent
Probable
Possible
Unlikely
Rare
Probability

1.Extreme risk
Severity
assessment 2.High risk
3.Moderate risk
Severity
(Dampak) 4.Low risk
Extreme
Major
Moderate
Minor
Minimal
Dampak risiko (Severity)
TK RISK Deskripsi Dampak

1 Minimal Tidak ada cedera

2 Minor • Cedera ringan , mis luka lecet


• Dapat diatasi dng P3K

3 Moderat • Cedera sedang, mis : luka robek


• Berkurangnya fungsi motorik/sensorik/psikologis
atau intelektual (reversibel. Tdk berhubungan dng
penyakit
• Setiap kasus yg meperpanjang perawatan
4 Mayor • Cedera luas/berat, mis : cacat, lumpuh
• Kehilangan fungsi motorik/sensorik/ psikologis
atau intelektual (ireversibel), tdk berhubungan dg
penyakit
5 Ekstrem/ Kematian yg tdk berhubungan dng perjalanan
katastrofik penyakit 42 t
Probabilitas
Frequent: Sangat sering terjadi (Tiap
minggu/bulan) : 5
Probable: Sering terjadi (bbrp kali/tahun) : 4

Possible: Mungkin terjadi (1 - < 2 tahun/kali) : 3

Unlikely: Jarang terjadi (> 2 - < 5 th/kali): 2

Rare: Sangat jarang terjadi ( > 5 thn/Kali): 1


44 dr Luwi - PMKP 7 Okt
LEVEL/BANDS TINDAKAN
EKSTREM Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling lama 45
(SANGAT TINGGI) hari, membutuhkan tindakan segera,
perhatian sampai ke Direktur RS
HIGH Risiko tinggi, dilakukan RCA paling lama 45
(TINGGI) hari, kaji dng detail & perlu tindakan segera,
serta membutuhkan tindakan top manajemen

MODERATE Risiko sedang dilakukan investigasi sederhana


(SEDANG) paling lama 2 minggu. Manajer/pimpinan
klinis sebaiknnya menilai dampak terhadap
bahaya & kelola risiko
LOW Risiko rendah dilakukan investigasi
(RENDAH) sederhana paling lama 1 minggu diselesaikan
dng prosedur rutin
45
 K a t e g o r i m e r a h a ta u k u n i n g

Root Cause Analysis


L/O/G/O
Langkah RCA

T 1. Bentuk TIM RCA untuk suatu kejadian


P 2. PELAJARI kejadian
A 3. ANALISIS sebab
R 4. Menyusun RENCANA tindakan
L temuan
5. Me-LAPOR-kan proses analisis dan
Tahap 2. Mempelajari kejadian

• menentukan masalah,
• mengumpulkan bukti-bukti yang nyata,
• melakukan wawancara,
• meneliti lingkungan kejadian,
• menggambarkan rantai terjadinya kejadian
• mengenali faktor-faktor yang berkontribusi
terhadap timbulnya kejadian,
• mengenali kejadian-kejadian yang
mengawali (trigger)
Memahami penyebab kejadian

• Kegagalan aktif: pelanggaran yang


sengaja dilakukan oleh seseorang
• Kondisi laten: breakdown dari proses
atau sistem:
– Kurangnya pendidikan
– Gagal mengikuti prosedur
– Alat yang rusak
– Disain yang tidak tepat, dsb
Tahap 3. Menganalisis Sebab

• melakukan analisis : pohon masalah


/diagram tulang ikan untuk mengetahui
kegiatan atau kondisi yang
menyebabkan timbul kejadian,
• mengenali sistem yang melatar
belakangi timbulnya kejadian atau
sampai tidak ada alasan lagi untuk
melanjutkan
• mengidentifikasi akar-akar penyebab:
– Faktor manusia: kelalaian, incompetence,
sistem pengelolaan sumber daya manusia
termasuk reward system
– Sistem breakdown, sistem failure, sistem
incapability
– Sistem pengendalian
– Sumber daya (fasilitas dan peralatan) dan
manajemen sumber daya
• rumuskan pernyataan akar masalah
Root Cause Analysis

Masalah

Root
cause
Contoh Root Cause Analysis (RCA)

53 dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta


Tahap 4. Susun rencana tindakan

• menetapkan strategi yang tepat untuk


mengatasi penyebab yang diidentifikasi,
dan dapat diterima oleh pihak yang
terkait dengan kejadian.
• Rencana tindakan disusun untuk tiap
akar penyebab kejadian dan pengukuran
untuk menilai efektifitas tindakan thd
akar penyebab
• Dapatkan persetujuan dari
kepemimpinan dalam organisasi
Tahap 5. Catat dan laporkan

• Catat proses dan alat yang digunakan


• Biaya yang dibutuhkan
• Ringkasan kejadian
• Proses investigasi dan analisis
• Temuan
Penugasan Menyusun RCA
• Kasus
• Kepala Puskesmas X, dr. Andri dipanggil oleh Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten X pagi tadi karena adanya
laporan dari Rumah Sakit Daerah bahwa seorang wanita
usia 65 tahun, Ny Ani Sutrisna, mengalami coma selama
dua minggu dan terpaksa dirawat di ICU sebuah rumah
sakit daerah tersebut akibat kesalahan mendapatkan
obat gliklazid 80 mg yang diberikan tiga kali sehari dari
Puskesmas X.
• Wanita tersebut adalah rujukan balik dari dokter spesialis
THT kepuskesmas X tersebut, yang berobat pada hari
Kamis, tanggal 19 mei 2016 yang lalu. Wanita tersebut
diperiksa oleh dokter Slamet yang bertugas di
56
Puskesmas X
Penugasan Menyusun RCA
• Sesuai dengan rujukan balik dari dokter spesialis, dr.
Slamet meresepkan obat prednisolone 5 mg tiga kali sehari
sehubungan dengan rhinitis alergi yang diderita oleh
Ny.Ani Sutrisna.
• Dr. Andri segera membentuk tim RCA untuk melakukan
tindak lanjut terhadap kejadian tersebut, karena selama
tiga bulan terakhir terjadi tiga kali kesalahan pemberian
obat meskipun tidak berakibat fatal. Kejadian yang
menimpa Ny Ani Sutrisna tersebut merupakan kejadian
yang keempat.
• Hari Kamis merupakan hari pasaran di Kecamatan X,
sehingga pasien pada hari Kamis biasanya lebih dari 200
pasien sehari. Pada hari tersebut tercatat ada 235 pasien
yang dilayani, dan Ny Ani Sutrisna merupakan pasien
57
dengan antrian di apotik nomor 211.
Penugasan Menyusun RCA
• Pada hari tersebut ada empat orang dengan nama Ani
yang berobat ke Puskesmas X, salah satu pasien yang
juga bernama Ani, yaitu Ny. Ani Saputra. Ny. Ani Saputra
adalah pasien penderita diabetes yang sudah cukup lama
dengan usia 70 tahun, dengan antrian di apotik nomor 205.
• Ny. Ani Sutrisna diantar oleh anak perempuannya yang
berulang kali menanyakan kapan obat untuk ibunya akan
diberikan, karena ia harus segera masuk kerja pada jam
13.00 di sebuah pabrik garment di Kecamatan tsb.
• Ternyata terjadi resep yang tertukar antara resep yang
diberikan kepada Ny Ani Sutrisna dan Ny.Ani Saputra,
yang kebetulan kedua pasien tersebut adalah pasien yang
diperiksa oleh Dr. Slamet.
58
Penugasan Menyusun RCA
• Ketika kedua resep tersebut diteliti, ternyata kedua resep
tersebut tertuliskan Nama: Ny. Ani. S. (tidak dituliskan
dengan nama lengkap).
• Di tempat pelayanan obat Puskesmas X pada hari itu
dilayani oleh seorang Apoteker, dibantu oleh seorang
tenaga tehnis kefarmasian, dan dua orang petugas
cleaning service: Sulastri dan Retno, yang diminta untuk
membantu karena banyaknya pasien pada hari tersebut.
Petugas cleaning service tersebut belum pernah mendapat
pelatihan penyediaan obat.
• Obat yang diberikan kepada Ny Ani Sutrisna ternyata
disiapkan dan diserahkan oleh Retno, karena tenaga tehnis
kefarmasian sibuk melayani obat-obat racikan yang banyak
diresepkan pada hari tersebut.
59
• Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 siang, dan
pada saat tersebut terjadi kejadian seorang anak balita
terpeleset jatuh di kamar mandi, meskipun tidak
mengalami cedera, sehingga Sulastri diminta oleh salah
satu perawat untuk membersihkan kamar mandi yang
licin.
• Puskesmas X sedang dalam persiapan akreditasi, baru
dimulai 3 bulan yang lalu, sehingga belum semua
kebijakan, pedoman, dan prosedur pelayanan disusun
dan disahkan. Farmasi merupakan salah satu unit kerja
yang sebenarnya cukup aktif dalam persiapan akreditasi,
tetapi karena banyaknya pasien dan terbatasnya petugas,
dokumen-dokumen yang harus disusun masih dalam
bentuk draft.
60
Tugas : Menyusun Laporan RCA (1)
LAPORAN RCA
(ROOT CAUSE ANALYSIS)

Analisis terhadap KTD : ………………….

Tim RCA:
• Ketua
• Anggota

Diskripsi singkat kejadian:

Faktor yang menjadipencetus (trigger):



61 •
Tugas : Menyusun Laporan RCA (2)
Kronologi kejadian:

Faktor-faktor yang terkait dengan kejadian:


 Faktor-faktor yang terkaitlangsung:


 Faktor-faktor yang menunjang terjadinya kejadian:

62
Tugas : Menyusun Laporan RCA (3)

Analisis akar masalah


(gambarkan diagram tulang ikan/pohon
masalah)

63
Tugas : Menyusun Laporan RCA (4)
Rencana solusi:




Implementasi dan Tindak lanjut:



Pelaporan:

64
Jika tidak ada kejadian,
tetapi kita akan
memperbaiki suatu sistem
agar risiko minimal, maka
lakukan FMEA L/O/G/O
Failure Mode &
Effect Analysis L/O/G/O
Apakah FMEA?

Failure Mode & Effect Analysis


• Suatu alat mutu untuk mengkaji suatu
prosedur secara rinci, dan mengenali model-
model adanya kegagalan/kesalahan pada
suatu prosedur, melakukan penilaian terhadap
tiap model kesalahan/kegagalan, dengan
mencari penyebab terjadinya, mengenali akibat
dari kegagalan/kesalahan, dan mencari solusi
dengan melakukan perubahan
disain/prosedur
Apakah FMEA?

Failure Mode & Effect Analysis


• Analisis akar masalah yang dilakukan untuk
mengurangi risiko secara PROSPEKTIF pada
kejadian yang memiliki frekwensi dan
tingkat potensi keparahan yang TINGGI
LANGKAH-LANGKAH FMEA

Bentuk Tim FMEA


1 (Pemilik Proses)

Tetapkan TUJUAN PROSES,


2 KETERBATASAN TIM, JADWAL TIM utk
Melakukan FMEA

Menetapkan PERAN setiap anggota TIM dlm


3 analisis FMEA

69
LANGKAH-LANGKAH FMEA

Gambarkan ALUR PROSES YANG ADA


4 SEKARANG

Kenali MODEL-MODEL
5 KEGAGALAN/KESALAHAN pada proses
tersebut

Kenali PENYEBAB TERJADINYA


6 KEGAGALAN/KESALAHAN untuk tiap model

70
LANGKAH-LANGKAH FMEA

Kenali AKIBAT DARI KEGAGALAN


7 untuk setiap Model tersebut

NILAI setiap model


8 kegagalan/kesalahan

HITUNG Risk Priority Number


9 (RPN)

71
LANGKAH-LANGKAH FMEA

Tentukan Cut 0ff point RPN untuk menentukan


10 prioritas urutan dari modelmodel yang diidentifikasi

11 SUSUN KEGIATAN untuk mengatasi

TENTUKAN CARA MEMVALIDASI (untuk


12 menilai keberhasilan yang direncanakan)

13 GAMBAR ALUR PROSES BARU

72
PENJELASAN LANGKAH KE:
8. PENILAIAN untuk tiap model
kesalahan/kegagalandengan 3 variabel: Skala 1-10
– Sering tidaknya terjadi (occurrence): (O)
• 1 : tidak pernah, 10 sangat sering
– Kegawatannya (severity): (S)
• 1 : tidak gawat, 10 sangat gawat
– Kemudahan untuk terdeteksi
(detectability): (D)
• 1 : mudah dideteksi, 10 : sangat sulit dideteksi

9. Hitung Risk Priority Number (RPN) dengan


mengkalikannya: RPN = O x S x D
FMEA (1)

Unit kerja:

Tim FMEA:

Peran masing-masing ketua dan anggota :

Jadual kegiatan tim:



74
dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta
FMEA (2)

Alur proses yang sekarang:

Identifikasi Failure modes:

75 dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta


Contoh: Pelayanan obat di Puskesmas
No Tahapan kegiatan Failure modes
pada alur proses (Bentuk Kegagalan)
1 Menerima resep Salah identitas
Resep tertukar
2 Membacaresep Resep tidak dapat dibaca
Salah membaca resep
Salah identitas
Salah menghitung umur
3 Telaah resep Salah menganalisis interaksi obat
Tidak/salah melakukan pengecekan
dosis obat balita/anak

4 Menyiapkan obat Salah mengambil obat

5 Menyerahkan obat Obat tertukar

76
FMEA (3)
Modus- Penyebab Akibat Kemung- Tingkat Kemudah Risk Solusi Indikator
modus terjadinya nya kinan kepa- an Priority untuk
kegagalan/ terjadinya tuhan dideteksi Number menguku
kesalahan ( O= (S= (D= (RPN) r
Occurren Severity) Detectabi RPN = keberhasil
ce) lity) OxSxD an dari
solusi

77
Severity (S) Rating Scale (1 sd 10)
Nilai Penjelasan Pengertian
10 Amat Kesalahan yang dapat menyebabkan kematian
sangat pelanggan dan kerusakan sistem tanpa tanda-
berbahaya tanda yang mendahului
9 Sangat Kesalahan yang dapat menyebabkan cedera
8 berbahaya berat/permanen pada pelanggan atau
gangguan serius pada sistem yang dapat
menghentikan pelayanan dengan adanya tanda
yang mendahului
7 Berbahaya Kesalahan yang dapat menyebabkan cedera
ringan sampai sedang dengan tingkat ketidak
puasan yang tinggi dari pelanggan dan/atau
menyebabkan ganggung sistem yang
membutuhkan perbaikan berat atau kerja ulang
yang signifikan
Severity (S) Rating Scale (1 sd 10)
Nilai Penjelasan Pengertian
6 Berbahaya Kesalahan berakibat pada cedera ringan dengan
5 sedang sedikit ketidak puasan pelanggan dan/atau
menimbulkan masalah besar pada sistem
4 Berbahaya Kesalahan menyebakan cedera sangat ringan atau
3 ringan tidak cedera tetapi dirasakan mengganggu oleh
sampai pelanggan dan/atau menyebabkan masalah ringan
sedang pada sistem yang dapat diatasi dengan modifikasi
ringan
2 Berbahaya Kesalahan tidak menimbulkan cedera dan pelanggan
ringan tidak menyadari adanya masalah tetapi berpotensi
menimbulkan cedera ringan atau tidak berakibat
pada sistem
1 Tidak Kesalahan tidak menimbulkan cedera dan tidak
berbahaya berdampak pada sistem
Occurence (O)
Rating Scale (1 sd 10)
Nilai Penjelasan Pengertian

10 Kemungkinan Kesalahan terjadai paling tidak sekali


terjadinya sehari atau hampir setiap saat
dapat
dipastikan
9 Hampir tidak Kesalahan dapat diprediksi terjadi
dapat atau terjadi setiap 3 sampai 4 hari
dihindarkan
8 Kemungkinan Kesalahan sering terjadi atau terjadi
7 terjadai sangat paling tidak seminggu sekali
tingggi
Occurence (O)
Rating Scale (1 sd 10)
Nilai Penjelasan Pengertian

6 Kemungkinan Kesalahan terjadi sekali sebulan


5 terjadi tinggi
sedang
4 Kemungkinan Kesalahan kadang terjadi, atau sekali
3 terjadi sedang tiap tiga bulan
2 Kemungkinan Kesalahan jarang terjadi atau terjadi
terjadi rendah sekitar sekali setahun
1 Kemungkinan Kesalahan hampir tidak pernah
terjadi amat terjadi, atau tidak ada yang ingat
sangat rendah kapan terakhir terjadi
Detection (D)
Rating Scale (1 sd 10)
Nilai Penjelasan Pengertian

10 Tidak ada Tidak ada mekanisme untuk mengetahui


peluang adanya kesalahan
untuk
diketahui
9 Sangat sulit Kesalahan dapat diketahui dengan
8 diketahui inspeksi yang menyeluruh, tidak feasible
dan tidak segera dapat dilakukan
7 Sulit Kesalahana dapat diketahui dengan
6 diketahui inspeksi manual atau tidak ada proses
yang baku untuk mengetahui, sehingga
ketahuan karena kebetulan
Detection (D) Rating Scale

Nilai Penjelasan Pengertian

Berpeluang Ada proses untuk double checks


5 sedang untuk atau inspeksi tetapi tidak otomatis
diketahui atau dilakukan secara sampling
4 Berpeluang tinggi Dipastikan ada proses inspeksi
3 untuk diketahui yang rutin tetapi tidak otomatis
2 Berpeluang sangat Dipastikan ada proses inspeksi
tinggi untuk rutin yang otomatis
diketahui
1 Hampir dipastikan Ada proses otomatis yang akan
untuk diketahui menghentikan proses untuk
mencegah kesalahan
MENETAPKAN CUT OFF POINT
DENGAN DIAGRAM PARETO

Urutkan model2 tsb dari RPN tertinggi ke terendah


1
2 Hitung Kumulatif dari Nilai PRN dari tiap model

HITUNG porsentase kumulatif dari nilai RPN pada tiap


3 model

4 Perhatikan model dengan porsentase kumulatif 80%

Tetapkan cut of point pada porsentase kumulatif 80%


5 tersebut sebagai cut off point

84
FMEA (4)
Menetapkan cut off point dengan diagram Pareto:
Modus RPN Kumulatif Persentase
kegagalan/ Kumulatif
kesalahan
Modus 1 320 320 26,4 %

Modus 4 270 590 48,7 %

Modus 3 240 830 68,6 %

Modus 2 160 990 81,8 % Cut off: 160


Modus 6 100 1090 90,1 %
Modus 5 80 1170 96,7 %

Modul 7 40 1210 100 %

85
Jadi yang harus ditindak lanjuti dengan solusi adalah: modus 1, 4, 3, 2
FMEA (5)

Alur proses yang baru:



Pelaksanaan:

Monitoring, validasi, evaluasi, dan pelaporan


(bisa dihitung ulang RPN setelah implementasi),
Standar 9.2. Mutu layanan klinis dan keselamatan dipahami &
didefinisikan dg baik oleh semua pihak yang berkepentingan.

Kriteria 9.2.1. Fungsi dan proses layanan klinis yang utama


DIIDENTIFIKASI DAN DIPRIORITASKAN dalam upaya
perbaikan mutu layanan klinis dan menjamin keselamatan

Pokok Pikiran
• Dengan adanya keterbatasan sumber daya yang ada di
Puskesmas, maka upaya perbaikan mutu layanan klinis
perlu diprioritaskan. Oleh karena itu tenaga klinis bersama
dengan pengelola Puskesmas menetapkan prioritas fungsi
dan proses pelayanan yang perlu disempurnakan.
PENETAPAN PRIORITAS dilakukan dengan kriteria
tertentu misalnya: high risk, high volume, high cost, dan
kecenderungan terjadi masalah, atau didasarkan atas
penyakit, kelompok sasaran, program prioritas atau
pertimbangan lain.
87 dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta
Menentukan AREA PRIORITAS

High Risk
Penentuan risiko
High Cost
di masing-
Perhitungan/esti High Volume
masing area
masi biaya yang
berdasarkan
dikeluarkan Jumlah/volume/ Problem Prone
tingkat risiko di peluang
area tsb (Lihat untuk Kecenderungan
mengatasi risiko kejadian risiko
register risiko) dimasing- terjadi masalah
Buat skala likert masing area : penularan,
Buat skoring perluasan
tingkat risiko terkait biaya (lihat
yang digunakan probabilitas di masalah, KLB
tersebut dll
Risk register,
atau catatan
keluhan
pelanggan,
laporan insiden
dll)

88
Menentukan area prioritas
Area/unit kerja High High High Problem Total Urutan
risk cost volume Prone Prioritas

Gawat 10 7 4 4 25 III
darurat
Rawat jalan 5 5 8 4 22 VI

Farmasi 9 8 8 5 30 I

Laboratorium 9 8 8 4 29 II

Rawat inap 6 7 5 6 24 IV

Pendaftaran 6 4 8 5 23 V
PENUGASAN
PUSKESMAS Topik

1 Puskesmas Menyusus Laporan RCA

2 Puskesmas Menyusun FMEA Admen

3 Puskesmas Menyusun FMEA UKM

4 Puskesmas Menyusun FMEA UKP

5 Puskesmas Menyusun Register risiko (Severity


Assessment ) Admen
6 Puskesmas Menyusun Register risiko (Severity
Assessment) UKM
7 Puskesmas Menyusun Register risiko (Severity
Assessment) UKP
91
TERIMA KASIH
L/O/G/O
dr. Dwidea Yuliana - WI BBPK Jakarta 92